Indonesia
NovelToon NovelToon
Spicy Wife

Spicy Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Bagaimana rasanya menjadi istri yang diselingkuhi? Terlebih wanita itu adalah wanita yang sangat cantik, memiliki bentuk tubuh ideal, berprestasi, dan juga lemah lembut?

Iya! Disana lah posisiku sebagai seorang istri yang menyedihkan. Penampilan berantakan, bentuk tubuh tambun tak terurus, setiap hari yang aku kenalan hanyalah daster tanpa polesan make up sedikitpun, dan sekalinya aku berdandan, orang hanya akan mengaggapku sebagai badut.

Benar, aku adalah putri dari orang berada yang dijodohkan karena bisnis orang tua. Tapi menjadi putri dari pasangan berada juga tak membuatku menjadi manja. Aku melakukan segala yang aku bisa untuk menyenangkan anak, mertua, dan terutama suami. Tapi apa yang aku dapat? Adik ipar yang sama sekali tidak menyukaiku malah membuatku semakin dibenci oleh suamiku. Dengan bodohnya aku mengikuti segala yang dia katakan. Mulai dari menggunakan gaun berwarna merah terang,kuning, bahkan juga hijau stabilo.

Aku tidak rela! Aku tidak ingin kehilangan suamiku, aku tidak ingin kehilangan statusku sebagai istri yang sah, aku juga tidak ingin anakku kehilangan Ayahnya.

Bagaiamana caranya aku bisa mempertahankan rumah tanggaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Shen menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dengan senyum yang mengembang indah. Beberapa saat sebelum menyusul Mona ke ruang baca Arnold, dia sempat merasakan ada sesuatu yang hangat keluar dari intinya. Tidak perlu memastikan, karena dia ingat bahwa tamu bulanannya memang seharusnya datang satu hari sebelumnya, jadi dia tidak perlu was-was karena ini juga bisa menjadi bagian permainan yang luar biasa natural.

Sejujurnya Shen memang tidak bersungguh-sungguh ingin memberikan tubuhnya kepada Arnold, entahlah! Rasanya dia masih belum rela ketika Mona masih ada di dalam kehidupan mereka. Tapi tidak masalah, toh wanita itu juga perlu di berikan pelajaran agar tidak semena-mena terhadap dirinya, terutama putrinya.

" Mona, seberapa lama kau akan kuat? Aku sungguh menantikan hari-hari dimana kau terus merasa sakit, tapi kematian seolah menjauhi mu. Menangis, dan lebih bekerja keraslah untuk merebut Arnold, karena kalau kau berhenti, itu akan menjadi tidak asik lagi. " Shen kembali tersenyum, dia bangkit lalu berjalan menuju jendela kaca yang ada di sudut ruangan, dibukanya lebar-lebar tirai yang menutupi, lalu membuka jendela dan membiarkan angin malam masuk ke dalam kamarnya.

" Lihatlah, bagaimana monster yang kalian ciptakan ini menjadi sangat buas. " Shen menutup matanya, menikmati semilir angin malam yang menerpa wajahnya.

***

Setelah meminta sopir untuk mengantarkan ponsel milik Mona, Marisa bergegas membuka ponsel itu, dan untunglah Mona menggunakan tanggal lahirnya sebagai kunci layar ponselnya. Dengan cepat dia membuka kontak person, lalu mencari nama Arnold disana. Tak lama dia akhirnya mendapatkan kontak yang diberi nama My Arnold. Segera dia menghubungi kontak itu, tapi sudah sampai berkali-kali tidak mendapatkan jawaban. Jadilah Marisa mengirim pesan singkat untuk memberitahukan keadaan Mona saat ini.

" Kak, sebenarnya laki-laki bernama Arnold ini seberapa pentingnya untukmu? Kenapa sampai melakukan hal gila yang melukai dirimu? Jika memang dia tidak mencintaimu, untuk apa dipaksakan? Dunia ini luas kak, miliaran pria yang hidup, kenapa membutakan mata untuk melihat kenyataan itu? " Marisa menghela nafasnya, sebenarnya dia juga tidak terlalu paham dengan urusan cinta karena dia belum pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Tapi, dia juga setidaknya paham kalau cinta yang membuat orang kesakitan, bukankah itu cinta yang tidak sehat? Bukankah seharusnya cinta itu indah dan bahagia?

" Arnold.... "

Marisa memejamkan mata karena kesal sendiri degan kakaknya yang terus saja mengigau nama Arnold. Rasanya ingin sekali dia menemui pria itu, lalu memberikan tamparan keras kepadanya karena sudah membuat kakaknya menderita seperti ini.

" Arnold.... "

" Diamlah, kak! Kenapa kau begitu menggilai pria sampai seperti ini? " Kesal Marisa tapi tak berani menggunakan suara lantang dan hanya pelan dia berucap.

Pagi Harinya.

Arnold yang melupakan ponselnya di ruang baca kini sudah mendapatkannya lagi. Dia membuka kunci layar ponselnya, lalu membaca satu persatu pesan yang masuk. Setelah membaca pesan dari nomor Mona, dia bergegas keluar dari ruang bacanya, lalu berjalan cepat melewati semua anggota keluarga yang sudah berkumpul untuk sarapan pagi.

" Arnold, Tunggu! "

Arnold berhenti, lalu membalikkan tubuh menatap sang pemilik suara yang tak lain adalah Shen.

" Kau mau kemana? "

Arnold terdiam sesaat. Apakah dia harus menjawab? Kalau tidak menjawab, bukankah akan menjadi tidak terkendali semua kesalahpahaman di antara mereka?

" Kenapa diam? Kau tidak mungkin datang ke kantor sepagi ini kan? " Tanya lagi Shen yang sepertinya dia tahu kemana Arnold akan pergi.

" Mona, dia masuk rumah sakit. "

Shen tersenyum kelu, benar dugaannya. Memang sulit sekali membuat pria yang menjadi suaminya ini memiliki keteguhan, tapi tidak apa, bukankah permainan baru di mulai?

" Kalau begitu, pergilah! "

Arnold mengeryit bingung, bukankah biasanya Shen akan melarangnya pergi? Tapi kenapa dia bisa mengizinkan dengan bibir yang tersenyum seolah tidak masalah?

" Apa kau ingin ikut? "

Shen memggeleng, ikut? Bagaimana permainan akan berlangsung kalau dia ikut? Meskipun dia sangat cemburu dan ingin sekali menarik Arnold agar tidak pergi, tapi bukankah tindakan itu akan merugikan dirinya sendiri?

" Kau yakin? " Tanya lagi Arnold, sebenarnya dia merasa tidak enak dengan Shen, tapi walau bagaimanapun Mona juga orang yang dekat dengannya, jadi dia berpikir penting untuk menjenguk Mona dan mengetahui kondisinya secara langsung.

" Ya, aku kan harus mengantar Asha ke sekolah, dan aku juga ada hal yang jauh lebih penting ketimbang menjenguk Mona. " Shen lagi-lagi tersenyum.

Arnold terdiam karena merasa tersentil dengan ucapan Shen yang seolah menjelaskan bahwa dia terlalu mengutamakan Mona ketimbang putrinya sendiri.

" Kenapa diam? Bukanya tadi kau buru-buru? "

" Aku akan pergi setelah mengantar Asha ke sekolah. "

Shen tersenyum, dia tahu benar cara untuk menggunakan nama Asha agar Arnold paham dengan tindakannya.

" Asha masih belum sarapan, kau yakin? "

" Iya, aku juga akan sarapan terlebih dulu. " Arnold berjalan kembali untuk menuju meja makan bersama Asha dan yang lainya.

Tunggulah lebih lama, Mona. Suamiku harus mengutamakan keluarganya dari pada orang asing sepertimu.

Tak nampak khawatir, Arnold mulai menikmati sarapannya bersama Asha, Ibu dan juga adiknya. Mungkin perlahan menjauhkan Mona dan Arnold membutuhkan kesabaran ekstra, tapi apapun caranya, Shen tidak akan mau mengalah seperti dulu walaupun sekali saja.

Setelah sarapan selesai, Shen ikut bersama dengan Arnold untuk mengantarkan Asha ke sekolah.

" Aku antar kau pulang dulu. " Ucap Arnold setelah menurunkan Asha di depan pintu gerbang sekolah, dan sudah memastikan Asha masuk ke kelas dengan aman.

" Tidak perlu, aku ingin menemui Zera sembari menunggu Asha pulang sekolah. "

" Baiklah, aku pergi dulu. "

" Tunggu! " Shen menahan lengan Arnold, lalu mengecup singkat pipinya.

" Hati-hati dia jalan. " Shen tersenyum.

" Iya. " Arnold masuk kedalam mobil, lalu bergegas melajukan mobilnya. Setelah cukup jauh dari Shen, dia mengingat kembali Shen yang baru saja memberikan ciuman di pipinya. Dia tersenyum tipis seraya memegang pipinya dengan rona merah yang menghiasi wajahnya.

Temui dia, dan biarkan Mona melihat bagaimana keadaanmu.

***

Mona gelisah sendiri karena Arnold tidak kunjung datang menemuinya. Sudah empat jam semenjak dia bangun, dan harapan terbesarnya adalah Arnold yang akan datang menemuinya dengan wajah khawatir, lalu menanyakan apa yang terjadi kepadanya. Tapi mana? sudah selama ini dia menunggu, kenapa Arnold belum juga muncul?

" Arnold, apakah kau tidak akan menemui ku? Aku sudah berundak sejauh ini hanya untukmu, seharusnya kau perduli padaku, dan menyadari jika cinta yang aku miliki jauh lebih besar dari pada cinta yang Shen miliki. " Gumam Mona sembari menangis tetisak-isak.

Marisa menghela nafas sebalnya. Lagi-lagi Arnold, batinnya menggerutu kesal.

Klek..

Suara pintu terbuka, dan membuat Mona cepat melihat ke arah sana. Dengan cepat dia menyeka air matanya, dan mulai tersenyum bahagia.

" Arnold, kau sudah datang? "

" Iya, bagaimana keadaanmu? " Tanya Arnold seraya berjalan mendekat dan meletakan sekeranjang buah di meja yang ada disamping brankar.

" Aku ba- " Mona terkejut melihat banyaknya tanda merah dileher Arnold, juga bekas lipstik di pipinya. Mona kembali menahan tangis dengan wajah yang mulai kesal.

Shen! Kenapa kau harus kembali?! Kenapa tidak mati saja waktu itu?!

Bersambung......

1
Lina RA
knp harus penjahat kelamin jodoh mu shen ☹️
Sulati Cus
ok
Afri
novel mu keren keren Thor ..
semangat berkarya yaa
💪🏼💪🏼💪🏼
Wayan Sucani
Tak bisa nahan air mata
Wayan Sucani
Bakhan Marissa yg tak tau apa2 pun menjadi korban Diego...
semoga Diego benar2 mencintai Marissa
SHLDC’s Company
Luar biasa
Khairul Azam
hadeeeehhh aku baca novel othor satu ini jujur menjijikan semua laki lakinya. aku bacanya juga aku loncat loncat karna apa cuman pengen liat seperti apa ceritanya dan fix ini gambaran karakter sipenulis
Wahyu Kasep: bener banget

dasar orang kaya yang berduit segala keluh kesah larinya ke club
total 1 replies
Khairul Azam
aku pernah baca cerita ini kisah nyata entah di negara mana aku lupa tapipernikahan laksa atau percodohan yg dijodohkan tidak menerima tp ttp dipaksa intinya perjodohan lah ya, itu bisa dijatuhi pidana dan yg membuat perjodohan itu mereka dihukum kurungan. dan dikisah nyata itu ibunya dihukum kurungan beberapa tahun gitu.
Khairul Azam
meski pasangan menerima kita apa adanya setidaknya kita harus menjaga tubuh kita, untuk diri kita sendiri, menjaga biar sehat
Nawalia Mohdlekat
Luar biasa
Simba Berry
cerita yg lucu ya.pemeran laki2nya semuanya murahan.😀😀😀😀😀
Bunda Iwar
Luar biasa
Anonim
Lebih suka arnold sama shen,, kasian asha nya
Eemlaspanohan Ohan
sabar asha. ya
Eemlaspanohan Ohan
jalang datang
Eemlaspanohan Ohan
sedih thor
Trii Ernaa Wijayanti
sangat keren karyamu Thor🤗
Trii Ernaa Wijayanti
Damian🤣🤣
Trii Ernaa Wijayanti
ngakak baca Digo sama Marisa🤣🤣🤣
Trii Ernaa Wijayanti
🤣🤣🤣🤣🤣astaga Marisa mulutnya Badas tapi keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!