Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

"Ternyata sudah lumayan lama juga yah Bu, kalau begitu berarti Ibu lebih dulu dong mengenal Suamiku, daripada aku sendiri yang merupakan Istrinya." ucap Asyifa.

"Ya Ibu juga sudah tahu tentang hal itu Neng, ya kalau seandainya saja dulu bang Ardan tidak menolong Ibu, mungkin sekarang Ibu jadi Gelandang di jalanan." sahut Bu Seruni.

"Maafin Syifa yah Bu, kalau boleh tau kenapa bisa seperti itu?" tanya Asyifa.

"Kok Neng malah minta maaf segala ke Ibu, tidak apa-apa kok Neng, santai saja yah Neng jadi begini ceritanya...

Bu Seruni pun langsung menceritakan dari awal kedatangannya ke Kota, tadinya ingin menemui Putranya yang sedang Merantau di Kota ini, tapi tidak di sangka setelah Bu Seruni mengorbankan segalanya untuk Putranya itu.

Saat sudah bertemu dengan Putranya malah Putranya itu bilang tidak mengenali Ibu sama sekali, bahkan menghina dan mengusir Ibu dari Rumahnya, di saat sekarang Putranya itu sudah menjadi orang yang sukses.

Ketika pengusiran itu terjadi ternyata di lihat oleh Ardan, dengan kebaikan Ardan yang meminta Ibu untuk tinggal di Rumah ini, entah Ibu harus bagaimana menjalani hidup.

Karena apabila pulang ke Kampung pun Ibu sudah tidak punya siapa-siapa dan tidak punya apa-apa lagi, semuanya sudah habis di jual untuk membantu Putra Ibu sukses.

"Astagfirullah!! tega benar Putra Ibu itu, ya udah Ibu tidak usah memikirkan hal itu lagi, takutnya Ibu malah jatuh sakit lagi dan mulai sekarang Ibu boleh anggap Syifa ini Putri Ibu sendiri yah." kaget Asyifa.

"Ternyata kamu itu sama baiknya Neng dengan Bang Ardan, Ibu sangat bersyukur banget, karena sudah di pertemukan dengan kedua orang baik yang menjadi Suami Istri ini." sahut Bu Seruni.

"Bu jangan terlalu berlebihan begitu, aku dan Suamiku masih banyak yang harus di perbaiki lagi, ya udah Syifa pamit ke Kamar dulu yah, mau membereskan Pakaian ke Lemari." ucap Asyifa.

"Izinkan Ibu yang membantu kamu yah Neng." sahut Bu Seruni sambil menawarkan untuk membantu.

"Tidak usah Bu, Syifa bisa sendiri kok, ya udah Syifa ke Kamar dulu yah Bu." tolak Asyifa sambil berpamitan.

"Huft..baiklah Neng." pasrah Bu Seruni sambil menghembuskan nafas pelan.

Asyifa pun melangkah pergi meninggalkan Taman Belakang menuju ke Kamarnya, ketika sudah masuk ke dalam Kamarnya, Asyifa pun langsung menata semua Pakaiannya dan juga Pakaian Suaminya ke dalam Lemari, sambil asyik dengan Bersholawatan.

Baru juga selesai dengan menata semua Pakaiannya dan Pakaian Suaminya di dalam Lemari, di kejutkan dengan tiba-tiba tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang.

Asyifa berniat ingin melakukan perlawanan dengan menyikut perut si pemeluk dari belakang itu yang sudah memeluknya, tapi di urungkan karena mengenali aroma Parfum nya yaitu Parfum Suaminya.

"Ish!! Hubby mah kebiasaan selalu saja ngagetin, untung tidak jadi untuk melakukan perlawanan, kalau jadi bisa durhaka nih aku ke Suami sendiri." kesal Asyifa.

"Hehe maaf yah Ay! aku juga mengira kamu akan melakukan perlawanan, tapi kenapa tidak jadi Ay?" tawa Ardan seraya bertanya.

"Huft..karena aku mengenali Parfum yang Hubby pakai, darimana saja sih katanya sebentar doang, tapi ini sudah dua jam lebih baru pulang?" jawab Asyifa seraya bertanya balik.

"Ya ampun Ay! baru juga jam belum tahunan, rupanya Istriku ini sudah merasakan Kangen yah." jawab Ardan.

"Ck.tau ah pikir sendiri oleh kamu By, huft..oh iya Hubby menurut kamu, aku harus datang atau tidak yah, di acara Resepsi Adik Sepupu temanku tiga hari lagi?" kesal Asyifa sambil menghembuskan nafas pelan seraya bertanya.

Asyifa yang masih berada di dalam kamar yang kini di temani dengan Suaminya, Asyifa pun meminta pendapat dari Suaminya itu tentang Undangan, tapi respon Ardan membuat Asyifa merasakan begitu kesal karena bukannya memberikan pendapatnya, eh malah tangan dari Suaminya itu yang aktif selalu menyentuh bagian-bagian sensitif nya Asyifa.

Sampai-sampai membuat Asyifa pun mendesah karena sentuhan dari tangan nakal Suaminya itu, Asyifa pun menghentikan aksi tangan nakal Suaminya, kalau tidak di hentikan bisa-bisa Hasrat Asyifa muncul malah nanti semakin merepotkan.

"Ohhh shit!! Hubby hentikan ihhh." desah Asyifa.

"Hehe!! ya udah yuk langsung pergi, katanya acaranya tiga hari lagi kan, memangnya kamu sudah persiapkan Gaun dan Kadonya Ay?" tawa Ardan seraya bertanya.

"Masalah Gaun tidak perlu beli lagi, tuh masih banyak yang belum di pakai di dalam Lemari pakai itu saja, tapi kalau Kado belum beli By." jawab Asyifa sambil menunjuk ke Lemari.

"Eh Ay! jangan pakai yang ada di Lemari dong, yuk ikut Hubby!! karena kamu sudah pakai celana, jadi kita perginya pakai Motor saja tidak apa-apa kan Ay." ajak Ardan.

"Biasanya juga pakai Motor By, tapi kenapa sekarang di pertanyakan." sahut Asyifa.

"Ya bedalah Ay! kan kalau sekarang kamu itu sudah menjadi pemilik sebuah Perusahaan besar, takutnya malu lagi kalau pakai Motor Hehe." canda Ardan.

"Apaan sih Hubby, tidak lucu tau aaaa." kesal Asyifa.

Teriak Asyifa sambil tangannya melingkar ke leher Suaminya, karena tiba-tiba saja Ardan mengangkat tubuhnya serta membawanya keluar dari Rumah, ternyata Asyifa di bawa serta di turunkan di Garasi Rumah.

"Kenapa sekarang kamu itu lebih sering berteriak sih Ay?" tanya Ardan sambil memakaikan Helm ke kepala Istrinya.

"Habisnya Hubby selalu saja tiba-tiba mengagetkan aku begitu By." jawab Asyifa.

"Sudah selesai, yuk naik Ay." pinta Ardan.

"Terimakasih Hubby! So Sweet banget sih kamu tuh By, siap Suami Tampanku." sahut Asyifa sambil tersenyum.

Ardan yang sudah naik di Motor Sportnya hanya tersenyum di balik Helmnya sambil menggelengkan kepala, saat melihat Istrinya yang memuji serta bertingkah lucu menurut dirinya, Ardan pun langsung melesat pergi menuju ke Butik Muslimah setelah Istrinya naik ke Motornya.

Tapi saat di tengah perjalanan Ardan menghentikan Motornya tepat di depan sebuah Restoran, hal itu membuat Asyifa bingung kenapa berhenti di Restoran, karena seingatnya tujuannya bukan Restoran.

"Perasaan tadi Hubby mengajakku pergi mencari Gaun dan Kado kan, kenapa jadi berhenti di Restoran Hubby?" tanya Asyifa.

"Iya kamu benar sekali Ay! tapi sekarang kita makan dulu yah,setelah makan baru kita ke tempat Gaun serta Kadonya, yuk masuk Ay." jawab Ardan sambil mengajak.

Asyifa meskipun belum merasakan lapar itu pun hanya bisa pasrah mengikuti Suaminya yang begitu Posesif itu karena tangannya yang melingkar ke Pinggangnya dengan sangat erat selama melangkah masuk ke dalam Restoran tersebut.

Di saat sudah berada di dalam serta melihat buku menu yang ada di Restoran tersebut, membuat Asyifa jadi Antusias pun langsung memesan makanan kesukaannya, sedangkan Ardan hanya tersenyum saja melihat Istrinya yang begitu Antusias itu.

Kini keduanya sedang asyik menikmati makanannya, baru saja setengah dari makanan yang masuk ke dalam perutnya, tiba-tiba ada pengganggu yang datang itu merusak acara makan nikmatnya, hal itu membuat Asyifa jadi Badmood untuk melanjutkan makanan kesukaannya itu.

"Hey Syifa sudah lama banget yah kita tidak bertemu dan kebetulan sekali kita bertemu di sini, apa kabarnya nih?" tanya seseorang yang baru menghampiri itu bernama Doni.

"Hmm Alhamdulillah baik Don." jawab Asyifa.

"Sekarang kamu tuh tambah cuek yah Syifa...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!