Indonesia
NovelToon NovelToon
BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:163.4k
Nilai: 5
Nama Author: Iy@n

Sela bukanlah gadis yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun karena perselisihannya dengan anggota keluarganya dia diusir oleh orang tuanya dan tidak boleh membawa apapun dari rumahnya selain baju-baju yang dia miliki.

Berawal dari keluarnya kaki Sela dari pintu rumah mewah milik orang tuanya, hidupnya kini tidak terarah dan memaksanya untuk tetap bisa bertahan hidup tanpa bergantung dari harta kekayaan orang tuanya. Perusahaan besar yang dipimpin oleh ayahnya Prabu sangat maju pesat di kota Sela tinggal. Namun, ayahnya tidak pernah mempublikasikan siapa saja anak-anaknya.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dia harus mencari pekerjaan yang harus dibayar hari itu juga. Karena keadaannya yang tidak membawa uang sepeserpun. Awalnya dia berniat menjual baju-baju bermerknya yang masih lumayan bagus dan jarang dia pakai sehari-hari. Namun, dia bertemu sahabatnya Tania dan memberikan solusi agar menjadi pekerja part time pada sebuah perusahaan yang sedang melakukan pam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iy@n, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

"Telephon dari siapa?" Ifan cemberut karena sempat mendengar suara penelphon adalah seorang cowok

"Bukan siapa-sia..... " Ifan merebut ponsel yang dipegang oleh Sela, yang pastinya membuat Sela kaget dan hampir jatuh

"Kok tidak ada namanya?" Ifan kecewa tidak menemukan identitas penelphon

"Memang belum disimpan, baru juga telpon sekali"

"Ya sudah, mana handphone Sela, mau baca rinciannya" Lanjut Sela berusaha merebut handphonenya

"Sebentar, rincian apalagi ini" Ifan mengangkat lebih tinggi lagi supaya Sela tidak bisa meraihnya

"Pekerjaan Sela, mana.... mau dikasihkan tidak?" Sela masih berusaha meraihnya hingga tidak disadarinya kini dahinya berada tepat di depan b*bir Ifan dan kedua tangannya berada di pundak Ifan, setelah mereka menyadari posisi satu sama lain mereka salah tingkah dan berakhir Ifan mengalah, handphone diserahkan kepada Sela. Dia berlari meninggalkan Sela yang masih terkejut dan berdiri di tempat.

"Huh..... segar rasanya..... " Gumam Ifan setelah mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya beberapa kali untuk mendinginkan kepala dan yang termasuk di bawah sana

Setelah semuanya kembali semula, Ifan segera memakai baju yang sudah dia siapkan sebelum masuk ke kamar mandi, menuju ke meja makan setelah semua rapi dan wangi. Nampak kosong setelah membuka penutup makanan, tidak biasanya Sela tidak menyiapkan apapun. Hal ini membuat perasaannya aneh, meskipun masakan Sela kurang enak, tetapi Ifan masih mau memakannya.

"Tumben, tidak ada makanan sama sekali, berarti sejak siang tadi dia tidak makan?" Ifan bertanya dalam hati

"S*yang..... kita makan di luar mau tidak?" Ifan menghampiri Sela yang kembali sibuk dengan handphonenya

"Hmmm, tidak bisa... aku harus menyelesaikan pekerjaanku karena waktu yang diberikan sangat singkat" Sela menjawab tanpa membalikkan pandangannya dari layar handphonenya

"Pekerjaan apa? Cuma lihat handphone juga... nanti bisa dilanjut lagi, bukannya kamu sejak siang belum makan?" Ifan memaksa agar Sela mau diajak makan di luar

"Tidak bisa, kalau sampai orang lain lihat kita makan satu meja, pasti akan ada rumor yang beredar"

"Memangnya siapa aku, mereka tidak akan pernah tahu siapa aku" Ifan menyombongkan diri

"Maksudnya apa? Bukan kamu, tetapi aku. Aku tidak ingin bertemu dengan teman-temanku, dan mereka lihat aku makan dengan cowok lain selain Marcel"

"Jadi, kamu masih memikirkan cowok br*ngs*k itu?"

"Ya sudah, pesan online saja" Ifan sedikit emosi

Mereka makan dalam diam, Sela masih asyik dengan pikirannya membuat rencana dan angan-angan desain yang akan dituangkan dalam logo perusahaan yang baru melakukan kerja sama, dengan pemimpin yang tidak terbantahkan, muda, energik dan memiliki pemikiran yang luas. Beberapa kali Sela melihat Ifan yang tengah menikmati makanannya.

"Sepertinya mirip dengan dia" Sela tersenyum setelah mendapatkan ide yang menurutnya sangat menarik dan akan segera dia gambar setelah selesai makan

"Sudah lama yang di depan ini tampan, tidak usah senyum-senyum.... Mau dimakan?" Pandangan keduanya sempat bertabrakan dan membuat Sela memalingkan wajahnya dengan segera

"Kalau habis boleh sih, asal jangan ada sisa... kasihan tetangga kalau dibuang sembarangan" Sela menjawab sekenanya

"Sudah tentu habis" Ifan mengangk*t Sela dan meletakkannya di atas kasurnya

"Katanya mau dimakan, mengapa dibawa ke sini?" Ifan tersenyum misterius, karena Sela tidak menangkap perkataannya dengan benar

"Memangnya boleh sekarang?"

"Silakan dengan senang hati" Mendapat jawaban Sela yang menantang membuat Ifan tidak bisa mengendalikan diri lagi, malam ini Ifan memakan Sela sampai dirinya p*as

Sela hanya meringis setelah mendapatkan perlakuan Ifan berulang kali, awalnya dia berontak namun akhirnya menikm*tinya juga. Hingga desainnya lupa dia kerjakan.

"Mengapa bisa terjadi lagi" Sela ingin bangkit dari kasur itu dan berencana mengambil handphonenya

"Mau kemana?" Ifan yang masih terpejam menarik lengan Sela yang beranjak dari sebelahnya

Dek*apan lengan kuat Ifan membuat Sela tidak bisa bergerak bahkan untuk pergi ke kamar mandi dia tidak bisa. Dan berakhir mereka berdua tertidur hingga pagi menjelang masih dalam posisi Sela dalam p**ukan Ifan.

Ifan membuka matanya ketika menyadari lengannya kini terasa sangat pegal, dengan hati-hati dia menarik dari leher Sela yang masih dengan nafas teraturnya. Dipandanginya wajah cantik nan manis yang kini menjadi istrinya, dan sekali lagi dia akan selalu melindunginya dalam keadaan apapun.

****

Pagi ini Fandi mampir ke apartemen Ifan sebelum berangkat ke kantor, melaporkan beberapa hal yang berkaitan dengan kerja sama yang baru mereka tanda tangani.

"Sepertinya dalam minggu ini kita sudah bisa memulai pekerjaan, semua bidang sudah ada yang bertanggungjawab dan dalam dua atau tiga hari ini mereka akan melaporkan pekerjaannya" Fandi berbicara dengan menyesap cangkir yang berisi air putih yang dia ambil sendiri

"Bagus, kita tidak boleh membuang waktu dan semuanya harus selesai tepat waktu, banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan mereka, namun kenyataannya kitalah yang memenangkannya" Ifan bangga dengan cara kerja Fandi yang sangat cekatan dan tidak suka menundanya.

"Apakah tidak ada sarapan? Buat apa punya istri tetapi tidak menyiapkan makanan?" Fandi menggerutu karena dia tidak menemukan makanan pengganjal perut yang ada hanya camilan di kulkas

"Siapa bilang punya istri tidak berguna, istriku bukan pembantu yang harus menyiapkan apapun" Ifan emosi mendengar pernyataan Fandi

"Lalu apa pekerjaan istrimu di rumah ini?"

"Pekerjaannya hanya satu mel**ani aku sampai p**s, kalau untuk yang lain kami bisa membelinya di luar"

"Termasuk makanan? Tapi bukannya untuk yang itu juga bisa kamu dapatkan di luar, mengapa harus menikah"

Sebuah buku melayang bebas telat mengenai wajah tampan Fandi.

"Apaan, memang benar apa yang aku katakan"

"Tidak berlaku untuk aku" Ifan berkata dengan memelototkan Matanya membuat Fandi yang sadar telah berbicara seenaknya merasa ngeri mendapat intimidasi dari sepupunya

"Baiklah, sepertinya aku harus pergi sebelum singa di hadapanku ini memakanku" Batin Fandi

"Kabuuur......" Teriaknya sambil berlari menuju ke pintu

Mendengar teriakan seseorang, Sela membuka matanya dan meregangkan otot-ototnya, saat ini hanya malas dan capek yang dia rasanya.

"Katanya mau dimakan, tetapi masih utuh" Gumam Sela

Setelah melihat ke samping sudah tidak ada penghuninya, dengan santai Sela berjalan ke kamar mandi dalam keadaan polos, mengangkat tangannya menguncir rambutnya. Pintu terbuka lebar dan berdirilah disana seseorang yang tidak bisa mengedipkan matanya pagi-pagi sudah mendapat vitamin, sedangkan orang itu tidak sadar ada mata yang melihatnya sejak tadi.

"Hmmmm" Suara yang terdengar membuat Sela berteriak kaget dan kembali ke kasur menyelimuti seluruh badannya

"Sepertinya ada yang mengundang setan ke sini?" Bisik Ifan di telinga Sela

"Iya setannya kamu" Jawab Sela

"Benar juga katamu, karena aku setannya, karena setan ini sudah marah maka jangan harap bisa keluar dari selimut ini"

1
Merry Merr
Luar biasa
Merry Merr
Lumayan
Tari Sinambela
Luar biasa
Erni Nofiyanti
ifan terlalu lemah
Yuni Ati
Ayolah Sela berikan cinta mu buat Ifan👍
Alya Yuni
Ngapain ju si Ifan urus prmpuan bodoh mcm si Sita Thor jngn membodohkn si Ifan klo pembaca brminat Thor jngn trllu membodohkn si Ifan msa orng dah nikah msa mau dng prmpuan bkn istrinya emangnya dlm agama Thor mcm it ya
Icha Arsy
ni si sita gak tahu untung
dikasih hati minta jantung
SquigglyMunchkin
aku rela begadang demi nungguin karyamu, thor!
Prabu Marbun
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Murhaeni
keren
NewJerseyJack
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
Kepala Pil
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Tetik Saputri
semangat kak
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Iyan
baca dulu cerita cinta anak SMK ya...
SizzlingTeapot
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
ShySnicker
Udah aku masukin ke rak buku dong~ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat~~
ramon navaro: nnnnnnn n mmnmmmmb mmn
k
mm
total 1 replies
TexasTiger
Kok ya aku digantung sih…? Lanjut ga thor?! Lanjut ya? Haha
Atas Untuk Diikuti
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!