Indonesia
NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CANGKIR TEH YANG PECAH

Matahari pagi menyingsing menembus rimbunnya Hutan Kelam. Embun basah masih menempel di dedaunan, membiaskan sinar keemasan yang menenangkan.

Pagi itu, Kayy bersiap pergi ke hutan luar untuk mencari kayu bakar tertentu—kayu pinus tua yang pembakarannya tahan lama untuk tungku dapur.

"Kayy, jangan terlalu lama, ya," panggil Alya dari teras gubuk. Ia memegang keranjang bambu kecil di tangannya. "Aku mau mengambil air di sumur bawah dan memetik beberapa daun mint segar di pinggir pagar."

Kayy menghentikan langkahnya sejenak di dekat gerbang kayu. Ia menoleh, menatap istrinya dengan pandangan hangat. "Iya, cuma sebentar di lereng bukit kecil itu. Kalau airnya keberatan, tunggu aku pulang saja."

"Aku bisa sendiri, kok. Kamu tenang saja," jawab Alya terkekeh pelan.

Kayy tersenyum tipis, memanggul kapak kayunya, lalu melangkah keluar dari area Sanctuary Domain. Begitu sosok Kayy menghilang di balik rimbunnya pepohonan, suasana di sekitar gubuk perlahan menjadi sunyi.

Alya berjalan menuju sumur kecil yang terletak tepat di luar pekarangan rumah—sekitar lima meter di luar garis batas pagar kayu tempat Sanctuary Domain bekerja. Sumur itu dibuat di luar karena sumber mata air alaminya mengalir di sana.

Dengan senandung kecil, Alya memutar katrol sumur, menimba air jernih ke dalam cangkir dan embernya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di balik semak-semak lebat di sekelilingnya, belasan bayangan hitam telah mengepung posisi sumur secara senyap.

"Target telah keluar dari area pekarangan gubuk. Si petani sipil sudah jauh memasuki hutan," bisik seorang pria bertopeng emas—Komandan Eksekutif Shadow Vanguard—yang bersembunyi di dahan pohon tinggi.

Di sebelahnya, sepuluh anggota Tim Pemburu Bayangan tingkat empat menyiagakan jimat sihir pembungkam suara (Silence Rune).

"Jangan membunuhnya," perintah sang Komandan dengan nada dingin. "Gunakan jarum bius sihir Paralyze Divine. Amankan Lady Alya tanpa menimbulkan pertumpahan darah yang tidak perlu."

"Siap, Tuan!"

Alya baru saja selesai mengisi cangkir tanah liat berisi air dingin dan berbalik hendak kembali ke dalam pekarangan. Namun, saat kakinya baru melangkah satu kali—

CRACK!

Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu kehitaman mendadak merekah tepat di bawah kakinya di area luar pagar. Silence Rune mengunci seluruh area udara di sekitar sumur, membungkam gelombang suara apa pun.

"Apa—?!" Alya terbelalak. Sebelum ia sempat mengerahkan intisari sihir sucinya, tiga jarum hitam meluncur secepat kilat dari balik semak-semak, menancap tepat di leher dan bahunya.

Tuk! Tuk!

"Ah..."

Pandangan Alya mendadak kabur secara ekstrem. Efek racun bius tingkat Divine menguras seluruh tenaga di persendiannya seketika. Cangkir tanah liat yang dipegangnya terlepas dari jemarinya, jatuh membentur batu keras di samping sumur.

PRANG!

Cangkir tanah liat itu hancur berkeping-keping. Air jernih di dalamnya membasahi tanah kering.

Tubuh Alya yang terkulai lemas langsung ditangkap oleh dua ksatria bertopeng emas sebelum sempat menyentuh tanah.

"Target berhasil diamankan!" bisik pengintai. "Bagaimana dengan gubuk dan si petani?"

Komandan bertopeng emas melirik gubuk kayu kecil di balik pagar, lalu menyeringai licik di balik topengnya. "Tidak usah buang waktu menghancurkan gubuk kusam itu. Biarkan si petani sipil itu pulang dan mendapati istrinya telah hilang tanpa jejak. Cepat bawa Lady Alya ke kereta sihir di jalan utama sebelum ada yang melihat!"

Dalam hitungan detik, belasan bayangan hitam itu melesat cepat membawa tubuh Alya yang tak sadarkan diri, meninggalkan area sumur yang kini kembali sunyi mencekam.

Satu jam kemudian.

Kayy berjalan santai menyusuri jalan setapak desa, memanggul seikat kayu pinus di bahunya. Di jalan dekat persimpangan Oakhaven, ia berpapasan dengan Paman Pardi yang sedang mendorong gerobak buahnya dengan wajah panik dan napas terengah-engah.

"Kayy! Kayy! Gawat, Kayy!" teriak Paman Pardi histeris sambil berlari menghampiri Kayy.

Kayy menghentikan langkahnya, menatap paman tua itu dengan dahi sedikit berkerut. "Ada apa, Paman? Kenapa terburu-buru begitu?"

"Istrimu... Alya!" Paman Pardi memegang lututnya, berusaha mengatur napasnya yang memburu. "Tadi... tadi waktu aku mau mengantar sisa pisang ke dekat persimpangan jalan selatan, aku melihat rombongan ksatria jubah hitam bertopeng emas! Mereka... mereka membawa Alya dalam keadaan pingsan dan memasukkannya ke dalam kereta kuda sihir mewah!"

Mata Kayy sedikit menyempit. "Ksatria bertopeng emas?"

"Iya! Mereka bergerak sangat cepat ke arah jalan utama menuju Ibukota Kerajaan!" tangis Paman Pardi cemas. "Mereka melintasi persimpangan luar beberapa menit yang lalu! Kayy, apa yang terjadi? Siapa orang-orang seram itu?!"

Kayy tidak menjawab. Ia menurunkan seikat kayu pinus di bahunya, menaruhnya perlahan di tepi jalan. Suasana di sekeliling Kayy mendadak terasa berbeda—angin yang berembus pelan tiba-tiba berhenti total.

"Terima kasih informasinya, Paman Pardi," ucap Kayy. Suaranya terdengar sangat tenang... namun ketenangan itu terasa begitu asing dan dingin.

"K-Kayy? Kamu mau ke mana?!" teriak Paman Pardi bingung saat melihat Kayy melangkah santai menuju arah gubuknya dulu, bukan langsung mengejar ke jalan utama.

"Mengambil sesuatu," jawab Kayy tanpa menoleh.

Kayy melangkah memasuki gerbang pekarangan rumahnya. Matanya langsung tertuju pada area sumur di luar pagar.

Di sana, tergeletak pecahan cangkir tanah liat milik Alya yang hancur berkeping-keping di atas batu.

Kayy berjalan mendekat, lalu berlutut perlahan. Ia memungut salah satu pecahan cangkir tanah liat yang masih basah oleh sisa air sumur. Cangkir yang tadi malam digunakan Alya untuk menyeduh teh kayu manis bersama dirinya dengan penuh tawa.

Kayy menggenggam pecahan cangkir itu di dalam telapak tangannya.

Klek.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun hidup di dunia ini, ekspresi santai dan malas di wajah Kayy lenyap sepenuhnya. Kehangatan di matanya berganti menjadi kegelapan murni yang sangat menakutkan.

Aura di sekitar Hutan Kelam mendadak menegang. Burung-burung di atas pohon mendadak jatuh pingsan, hewan-hewan hutan melarikan diri ketakutan tanpa alasan yang jelas. Langit sore yang tadinya cerah mendadak tertutup awan hitam yang tebal dan berat.

Kayy berdiri perlahan. Ia memasukkan pecahan cangkir itu ke dalam kantong bajunya.

[Sistem Pasif Dibatalkan]

[Mode Pengaplikasian Serangan: AKTIF]

[Target Fortify: Fisik / Langkah / Kepadatan Molekul]

[Tingkat Penguatan: 10.000.000x]

Kayy mengepalkan tangannya. Keheningan yang menakutkan menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia menoleh ke arah timur—arah Ibukota Kerajaan.

"Aku sudah bilang..." gumam Kayy pelan. Suaranya tidak keras, tetapi bergema dingin menusuk hingga ke dasar jiwa siapa pun yang mendengarnya.

"...jangan ganggu teh sore kami."

BOOM!

Dengan satu langkah santai Kayy ke depan, tanah di bawah kakinya meledak hebat. Gelombang kejutan meretakkan bumi hingga ratusan meter, dan sosok Kayy melesat hilang bagaikan bayangan kematian yang siap meratakan apa pun yang menghalangi jalannya.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!