Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Tap tap tap.

Langkah kaki Aldo terasa berat saat dia berjalan meninggalkan area tim pemenang dan bergabung dengan barisan Tim Merah.

Semua anggota Tim Merah menatap Aldo dengan tatapan bermusuhan karena dia adalah satu satunya musuh yang menyusup ke kelompok mereka.

Kevin yang berdiri di posisi paling tengah langsung tertawa meremehkan saat Aldo berdiri tepat di sebelahnya.

"Selamat datang di zona kematian, gembel," bisik Kevin dengan suara penuh kemenangan.

"Kau memenangkan pertandingan tapi berujung di tempat sampah ini, sungguh ironis sekali nasibmu."

Aldo menatap lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Kevin.

"Aku lebih suka bertarung di zona eliminasi daripada harus bersembunyi di balik kemenangan palsu seperti Danang," jawab Aldo datar.

"Silakan banyak bicara sekarang, karena ini akan menjadi hari terakhirmu bernafas di galeri ini."

"Kita lihat saja nanti piring siapa yang akan dibuang oleh juri ke tempat sampah," balas Aldo tidak mau kalah.

Dari atas balkon lantai dua, Rina mencengkeram pagar besi dengan sangat kuat.

Wajah gadis berlesung pipit itu terlihat sangat cemas melihat Aldo harus berhadapan langsung dengan anggota Tim Merah.

"Aldo, kamu pasti bisa melewati ini!" teriak Rina dari atas balkon memberikan dukungan.

Aldo mendongakkan kepalanya sedikit dan memberikan anggukan kecil untuk menenangkan Rina.

Sementara itu Danang yang berdiri tidak jauh dari Rina hanya mendengus sinis.

"Baguslah anak sombong itu masuk zona eliminasi, biar dia tahu rasa," gumam Danang pelan namun masih bisa didengar Rina.

"Jaga mulutmu Mas Danang, kalau bukan karena Aldo kita semua sudah pulang hari ini," tegur Rina dengan marah.

Di bawah sana, ketiga juri sudah berdiri di podium menghadap belasan anggota Tim Merah dan Aldo.

Di depan setiap peserta kini sudah tersedia sebuah meja masak lengkap dengan satu kotak kayu berukuran sedang.

Kotak kayu itu tertutup rapat dan terbuat dari papan tebal sehingga tidak ada yang bisa melihat isinya.

"Kalian semua yang berdiri di sini adalah kelompok yang gagal memuaskan lidah para kritikus siang tadi," ucap Chef Arya tajam.

"Dan kau Aldo, kau berada di sini karena kau gagal menghargai hierarki di dalam sebuah dapur profesional."

"Sekarang waktunya kalian menebus semua dosa kalian melalui sebuah tantangan individu."

Chef Bram mengambil alih pembicaraan dan menunjuk ke arah kotak kayu di depan para peserta.

"Di depan kalian sudah ada sebuah Mystery Box atau kotak misteri yang berisi satu bahan utama."

"Kalian harus menggunakan bahan utama ini dan menjadikannya bintang dalam hidangan kalian malam ini."

"Silakan buka kotak misteri kalian dalam hitungan ketiga," perintah Chef Renata.

Suasana galeri mendadak sunyi senyap dan penuh dengan ketegangan yang menyiksa dada.

"Satu."

"Dua."

"Tiga, buka kotak kalian sekarang!"

Klak.

Aldo dan seluruh peserta secara serentak membuka tutup kotak kayu tersebut.

Mata Aldo langsung menyipit saat melihat benda benda keras berwarna abu abu kecoklatan tergeletak di dalam kotak.

Bentuknya mirip seperti batu kerikil sungai namun ukurannya sebesar telur ayam kampung.

Beberapa peserta di dekat Aldo langsung berbisik bisik bingung melihat bahan misterius tersebut.

"Benda apa ini? Kenapa juri menyuruh kita memasak batu kotor?" keluh seorang peserta pria bertubuh kurus.

Kevin mengambil satu buah benda keras itu dan mengamatinya dengan raut wajah jijik.

"Ini pasti sejenis truffle lokal yang murah, baunya sangat aneh dan tidak elegan," gumam Kevin sok tahu.

Aldo yang mendengar ucapan Kevin hanya bisa menahan senyum gelinya di dalam hati.

"Ini bukan truffle, ini adalah kluwek atau biji kepayang," batin Aldo mengenali bahan tersebut dengan sangat baik.

"Bahan hitam legam ini adalah emas hitamnya kuliner Nusantara yang sangat mematikan jika salah diolah."

Chef Arya menatap wajah wajah kebingungan para peserta dari atas podium dan tersenyum miring.

"Bagi kalian yang tidak tahu, bahan di dalam kotak itu adalah biji kluwek."

"Kluwek adalah bumbu tradisional Indonesia yang memberikan warna hitam pekat dan rasa gurih yang sangat khas."

"Namun ada satu rahasia berbahaya di balik cangkang keras kluwek ini," tambah Chef Bram dengan nada serius.

"Biji kluwek mentah mengandung asam sianida yang sangat beracun dan bisa membuat orang keracunan parah."

Mendengar kata sianida, beberapa peserta langsung menjatuhkan kluwek dari tangan mereka karena terkejut.

Kevin bahkan langsung mengelap tangannya ke celemek karena jijik.

"Kalian harus tahu cara memilih, memecah, dan mengolah kluwek ini dengan benar agar racunnya hilang," ucap Chef Renata.

"Waktu memasak kalian di babak Pressure Test ini adalah enam puluh menit."

"Gunakan waktu kalian dengan bijak, dan waktu dimulai dari sekarang!" teriak Chef Arya.

Teeet.

Suara sirine panjang kembali berdengung dan para peserta langsung berlarian menuju ruang pantry untuk mengambil bahan tambahan.

Aldo berlari dengan sangat fokus karena dia sudah tahu menu apa yang akan dia buat.

"Rawon daging sapi adalah hidangan yang paling sempurna untuk menonjolkan kluwek ini," pikir Aldo.

Dia mengambil daging sapi bagian sandung lamur, serai, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, dan tauge pendek.

Hanya butuh waktu tiga menit bagi Aldo untuk mengumpulkan semua bahan dan kembali ke mejanya.

Sementara itu Kevin terlihat masih kebingungan di dalam pantry dan akhirnya mengambil sepotong daging tenderloin mahal.

Kevin berniat membuat steak tenderloin dengan saus kluwek karena hanya itu teknik yang dia kuasai.

Pertarungan sengit di dalam dapur eliminasi akhirnya resmi dimulai.

Prak prak prak.

Suara pukulan benda keras saling bersahutan dari meja para peserta yang mencoba memecahkan cangkang kluwek.

Banyak yang menggunakan pisau besar bahkan ada yang menggunakan ulekan batu untuk menghancurkannya.

Aldo menaruh sebuah kluwek di atas talenan dan memukul bagian ujungnya secara perlahan menggunakan punggung pisau.

Trak.

Cangkang itu retak dengan rapi tanpa merusak isi daging buah di dalamnya.

Aldo mengambil daging kluwek yang berwarna hitam pekat itu dan langsung mencium aromanya dari dekat.

"Wanginya gurih dan tidak ada bau tengik sama sekali, ini kluwek kualitas bagus," batin Aldo puas.

Dia mengulangi proses itu ke beberapa buah kluwek lainnya.

Ada satu kluwek yang saat dipecah ternyata dagingnya berwarna sedikit abu abu dan berbau asam menyengat.

Aldo langsung mencicipi seujung kuku daging kluwek itu dan meludahkannya ke tempat sampah.

Cuih.

"Rasanya pahit sekali, kalau ini dipakai akan merusak seluruh kuah satu panci," gumam Aldo membuang kluwek jelek tersebut.

Di meja sebelahnya, Kevin sedang memukul kluwek dengan sangat kasar hingga cangkangnya hancur berantakan.

Brak.

Dia mengambil daging kluwek itu tanpa mencium baunya sama sekali dan langsung memasukkannya ke dalam mangkuk blender.

"Kenapa harus repot repot dicium, semua barang hitam kotor ini pasti rasanya sama saja," ucap Kevin pelan.

Aldo melirik tindakan sembrono Kevin itu dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Kluwek adalah bahan alam yang sangat tidak tertebak karena satu kluwek busuk bisa menghancurkan segalanya.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
kiyoe: Terimakasih kak Heni selalu atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!