Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Rohimah II

Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.

Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.

Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.

Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.

Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.

Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.

Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.

Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasrah

Hasan terus memberontak, tidak peduli sekuat tenaga ia tidak bisa kehilangan keluarga nya. Apalagi itu adalah kesayangan kedua orangtuanya.

Anak lelaki itu merasa diam, ia seperti tak berani menampilkan diri. Buktinya ia sudah membuat orang lain hilang.

Anak laki-laki juga tak diam, ia menyalahkan tombol cctv di komputer. Satpam marah, emosinya tak terkendali. Apa yang dilakukan anak laki-laki tersebut? Mengapa ia bisa melakukan ini semua.

Hasan dan Fatimah terkejut, Anak laki-laki yang diselamatkan oleh Hanum, kini malah mengotak-atik komputer. Sampai akhirnya, mereka menemukan bukti kuat.

Tidak disangka, jika Anak laki-laki sangat hebat ahli komputer. Meskipun baru usia 8 tahun, tetapi anak laki-laki sangat hebat.

Ketiganya menyaksikan langsung apa yang didalam tombol cctv komputer, dengan menggeser bawah, betapa terkejutnya menampilkan sosok seorang wanita tengah mencurigakan. Saat sedang Fatimah turun membeli cilok untuknya.

Dengan diam-diam, Riana sengaja memberi obat suntik didalam tisu agar Hanum tak sadarkan diri.

Anak laki-laki itu mengulang dan ia pandangi wajah tersebut. Dengan ingatan kuat, apakah itu Kaka tirinya?

"Kenapa kamu mengulang videonya, nanti komputer saya rusak."

"Diam!" kamu sudah tak memberi kejelasan, berani sekali ingin menampar wajah Chandra. Berani lagi, saya akan bawa kamu ke kantor polisi."

"Ampun, Pak!" Saya disuruh Riana, dialah yang sudah membawa wanita itu."

Deg!

Anak laki-laki itu sangat takut amarah Riana, Kaka tiri berani menculik kelurga Riswan. Riana belum tahu ia sedang melawan siapa, atau hanya mencari keributan.

Fatimah melihat sekilas wajah anak laki-laki disampingnya, ia mengusap wajah anak laki-laki tersebut. Apakah ada gerangan, setelah satpam itu mengucapkan nama seorang.

"Kamu mengenali wanita itu, Chan," ucap Fatimah, namun pandangan mata Chandra seolah takut.

Anak laki-laki tersebut mengangguk, sambil menangis sederas mungkin. Jika Kaka tirinya akan bertindak Setega ini.

Tanpa menunggu lama, Hasan menyeret tubuh satpam. Hasan akan membawa Satpam ke kantor polisi, karena sudah memberi keterangan palsu.

"Ayo ikut saya, kamu harus di minta tanggung jawab. Ingat setiap ingin melakukan sesuatu, berani bertanggung jawab."

Tidak ada penolakan, Satpam di bawa oleh Kelurga Riswan. Satpam mulai beraksi, niat hati ingin menolong, malah ia jadikan sasaran.

Satpam yang mengelak ingin dibawa ke kantor polisi, justru kabur namun sayang. Satpam tersebut tak melihat kebelakang, ada pengendara mobil dari arah sana tancap gas. Tanpa aba-aba, Satpam kabur langsung tewas di tempat.

Bruak...

Hantaman keras terdengar dari luar RS, Satpam bernama Pak Riko telah meninggal dunia.

Wanita tua itu merasa shock akibat kejadian tersebut, Ia tak menyalahkan siapapun. Takdir berkata lain, bahwa satpam sudah dipanggil sang ilahi.

Banyak orang berkerumun tapi tak satupun yang menolong, Hasan akan menanggung beban ini semua. Ia sudah emosi di awal, tapi kenapa Satpam tersebut tidak menyerahkan diri saja.

"Ya ampun, ada orang kecelakaan."

"Bukanya itu Pak Riko, ada apa dengan Pak Riko?" para pengunjung tengah sibuk menjenguk orang sakit, mereka berdatangan mengumpulkan semua bukti. Tapi diantara mereka, juga tidak mengetahui siapa yang sudah melakukan hal ini.

Mereka sibuk mencari kebenaran, tapi salah satu seorang menunjuk kepada Hasan. Karena melihat ada keributan didalam ruangan cctv.

"Dialah orangnya, dia dan ibu dan anak laki-laki kecil itu yang sudah membuat Pak Riko akan begini."

"Apa maksud mu, Nona?" Saya ingin keadilan, kamu ga tau apa yang terjadi, jangan mencari lebih keributan, apakah kamu tau sebenarnya," ujar Hasan, ia semakin merasa di pojokan. Tapi memang yang salah Satpam karena tidak menyerahkan diri.

"Saya memang tidak tau apa yang anda alami, tapi saya melihat anda tengah ribut dengan Pak Riko, iya kan?" Papar wanita tersebut, ia tampak ragu tapi percayalah ia tak bisa melihat orang lain terluka.

"Bawa langsung ke kantor polisi, biar sekalian di proses."

"Iya bawa saja, tidak bertanggung jawab malah memalukan diri sendiri, pendusta kalian."

Anak laki-laki itu juga ikut campur, ia tidak terima dengan hasutan oleh hadirnya seorang wanita yang tengah membela satpam tengah terbujur kaku di tabrak oleh pengendara mobil.

"Cukup!" jangan pernah anda menginjak nama baik seorang yang belum anda kenali, saya saksinya. Saya yang pantas di bawa ke kantor polisi."

"Chandra, apa yang kamu lakukan?" Jangan membela dirimu seperti ini, Bang ga setuju jika kamu melakukan ini."

"Bang, Chandra tau ini semua murni kesalahan Kaka tiri ku, aku lah yang pantas menerima. Chandra ga ingin, nama kelurga Abang tercoreng."

Mereka yang melihat pemandangan tersebut salut. Tapi mengapa anak laki-laki itu membela diri. Tidak disangka, jika anak laki-laki masih kecil bisa memberi arahan.

"Tidak mungkin anak sekecil kamu di penjara. Karena kamu tidak akan pernah di penjara," kata gadis yang berusaha memperburuk keadaan, tapi ia tak menyangka jika keberanian anak itu melebihi sosok pahlawan.

"Saya yang menjalani perintah, tidak sukanya anda, saya tidak perduli. Bagi saya, kejujuran itu nomor 1. Tapi, apakah anda berbicara kejujuran?"

Gadis tersebut diam, seolah nyali ciut. Anak laki-laki terus menerus memojokkan diri gadis tersebut. Sama sekali, siapa yang suka berbohong.

Tidak lama kemudian, pihak dari ambulans membawa jenazah korban kecelakaan. Dibalik derita yang menimpa satpam, Fatimah mulai pingsan teringat akan bersama dengan Hanum.

Hasan langsung menampungnya, melihat wanita yang selalu memanjakan, bersamanya kini malah pingsan.

"Ma, bangun Ma. Mama," Teriak Hasan, ia tampak emosi dan membubarkan semua yang tengah ikut campur urusan mereka.

Anak laki-laki tersebut sudah tak nampak, apakah ia dibawa oleh pihak polisi atau ia memaksa diri untuk menyerahkan diri.

Hasan mulai panik, ia menghubungi nomor Dokter Fahri. Tak mungkin ini terjadi, semakin rumit masalahnya, semakin sulit mengontrol emosi Hasan.

...----------------...

Riana tengah meletakan postur tubuh Hanum disebuah tempat terpencil dari kalangan orang yang tidak bisa menjangkau semua manusia.

"Kamu pantas mendapatkan ini, Hanum. Wajah cantik mu akan gue rusak. Termasuk kelurga kamu tidak akan mendapatkan perhatian lebih dari mertua mu, ingat karena kamu sudah merebut kekasih gue," ujar Riana, ia mengambil gunting dan membuat wajah Hanum rusak.

Namun saat ingin merusak wajah Hanum, ia terkejut seseorang tengah mengikutinya. Riana gagal merencanakan sesuatu. Kembali bersembunyi dibalik batu yang penuh tumpukan kayu diatas.

Ternyata disana adalah orang pemabuk berat. Seorang pengamen tengah duduk sambil memegang gelas ditangan kanannya. Menyangka jika ia melihat sesuatu yang tidak jauh dari penglihatannya.

Karena mabuk berat, pengamen tersebut malah melindungi wanita tersebut. Riana yang ingin membuat video malah gagal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!