Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Malam ini suasana terasa kembali ceria, seolah malam-malam yang kelam itu telah berakhir---malam dimana Asri kehilangan mahkotanya yang paling berharga.

Di dalam kamar.

Untaian lampu tumblr yang memiliki cahaya kuning lembut di sekelilingnya, kini ruangan itu di penuhi oleh aroma kosmetik.

Di dalam kamar itu Asri tengah duduk dengan anggun di tepi ranjang miliknya, tubuhnya mengenakan kebaya kutu baru berbahan brukat, warna violet.

Bawahnya di padukan dengan mengenakan kain batik tradisional warna coklat tua, rambutnya yang hitam panjang malam ini di cepol---dengan aura memancarkan keanggunan wanita khas jawa.

Tak lupa anting-anting mutiara kecil di telinga terlihat berkilau.

Di depannya Putri duduk dengan lutut bertumpu di atas kasur, yang bisa di tarik keluar dari ranjang utama.

Tubuh Putri mengenakan kaos lengan pendek warna merah, di padukan dengan celana pendek bermotif garis abstrak perpaduan warna biru dan hitam.

Tangannya tengah memoles satu persatu alat makeup dengan kuas ke wajah sang sepupu, seakan penuh kesabaran dan kelembutan selayaknya seorang saudari.

Sesekali Putri mengeluarkan candaan atau jokes yang membuat Asri tertawa lebar, sungguh Asri baru kali ini tersenyum dan tertawa.

Sudah hampir seminggu sesaat kejadian itu, Asri selalu ketakutan dan berteriak sendiri karena membayangkan malam yang kelam itu.

Tiba-tiba, Putri menghentikan aktivitasnya saat memoles wajah sang sepupu dengan kuas bedak.

Tangannya mengulur jari-jarinya untuk memegang lembut dagu Asri, mendongakkan wajah sang sepupu hingga kedua mata mereka bertemu.

"Gitu ketawa dong," goda Putri sembari memarkan senyum lebarnya.

"Biasa ada aja gitu kejadian di Toko," ujar Putri.

Asri tak bisa menahan diri untuk tak tersenyum mendengar canda dari Putri, sambil sesekali tertawa kecil---karena jika tertawa lebar foundation yang di kenakan Asri takut crack.

Canda tawa malam ini seolah menjadi penghilang akan malam-malam yang kelam itu, pikiran Asri kini sudah sedikit melupakan soal bayangan wajah pria di malam itu.

Di atas kasur yang bisa di tarik itu, berbagai peralatan kosmetik mulai dari palet eyeshadow, Foundation, lipstik, hingga jajaran kuas rias yang berserakan.

Seolah peralatan kosmetik itu, membawa canda tawa yang sejenak melupakan trauma yang di alami Asri----saksi bisu atas kembalinya kehangatan di antara kedua yatim piatu ini.

Bagi Asri mulai malam ini, adalah sebuah awal memulai semuanya---berusaha melupakan malam menjijikan itu, meski kadang beberapa memori masih terlintas seperti kaset rusak yang terputar.

Semangat Asri kembali, karena beberapa hari lalu mendapatkan kabar mengejutkan-----Hasil penelitian sejarah penemuan candi purbakala yang di tulis oleh Asri ternyata menarik perhatian jajaran kementerian kebudayaan.

Lebih dari sekedar apresiasi akademis, bahkan perwakilan kementerian yang mendengar kasus pemek*saan yang di alami Asri, dari laporan kepolisian----langsung menunjukkan empati yang mendalam.

Bagi mereka Asri adalah aset berharga dan anak bangsa yang berprestasi, jadi mereka meminta laporannya di percepat---Asri tak sepatutnya di perlakukan dengan keji oleh siapapun, karena wanita ini orang baik.

"Coba sini madep ke arah gua deh, As," pintanya, agar bisa melihat riasan wajahnya.

"Emmm, gua benerin di bagian mata. Kayaknya ada yang kurang deh," ucap Asri setelah memastikan semuanya.

Putri langsung merapikan riasan mata Asri, dengan mengenakan eyeliner.

"Bahagia 'kan akhirnya perwakilan menteri mau bantuin lu tuh mempercepat kasusnya," hibur Putri dengan nada rasa syukur dan kelegaan yang luar biasa mendalam.

"Sekarang lu fokus buat bangun karir lu, nanti siapa tahu lu bisa ke UK. Bisa kerja sama ama Sir Willy Leighton," lanjut Putri, yang sudah selesai dengan hasil karyanya di mata Asri.

Asri mengangguk pelan seraya tersenyum, sentuhan dingin sikat Maskara yang di aplikasikan Putri di bulu matanya terasa bagai sebuah harapan baru.

"Iya Put, gua seneng banget. Gua sempet putus asa, tapi Allah baik ama gua."

Asri membalas dengan bahagia, sudah seminggu ini kasusnya berjalan---namun belum ada kabar, tapi tak masalah toh tuhan maha baik, setiap bencana pasti akan ada hikmah di baliknya.

"Ayo siap-siap...gua akan anter lu pake mobil," kata Putri.

Malam ini Asri akan menghadiri acara pertemuan biasa, dirinya di undang secara langsung oleh anggota kementerian untuk menghadiri diskusi kebudayaan.

Jantung Asri berdegup kencang karena bahagia, kabar jika perwakilan UNESCO juga hadir.

UNESCO adalah organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan perserikatan bangsa-bangsa.

UNESCO meminta Asri datang dengan khusus, untuk berdiskusi langsung dengannya mengenai proyek pelestarian cagar budaya di Indonesia.

Bagi peneliti muda seperti Asri ini, adalah sebuah peluang emas yang hanya datang sekali seumur hidupnya, di acara ini ia berencana menyerahkan portofolio akademisnya---untuk mendaftarkan diri dalam program delegasi UNESCO.

Impian Asri akan menjadi kenyataan malam ini, sebagai perwakilan Indonesia yang memperkenalkan kekayaan sejarah nusantara ke mata dunia.

"Senyum dong, lu akan kerja di UNESCO mewakili Indonesia. Semangat," kata Putri sambil menyemprotkan setting spray, agar riasan wajah itu bertahan lama sepanjang malam.

Asri tersenyum, setelah selesai dirinya memeluk sang sepupu.

"Ihh makasih sepupu gua, lu uda support gua!" ungkap Asri memeluk Putri.

"Iya kita ini udah jadi saudara kok, kita 'kan tuanya nanti bareng," sahut Putri.

"Ayo ikut gua, lu liat hasil karya gua di cermin," ajak Putri menarik lembut tangan sepupunya.

Di depan cermin, Asri menatap pantulan dirinya di cermin, wajahnya sangat cantik dengan balutan kebaya brukat warna violet.

"Ihh makasih gua puas banget kok," kata Asri memeluk senang sepupunya.

"Iya...iya lepasin gua dulu gua sesak napas," kata Putri.

Asri melepaskan pelukannya, lalu Putri merapikan sisa kosmetik di atas kasur.

Setelah itu dirinya berdiri menatap sepupunya dengan rasa kagum.

"Udah cantik, ayo gua anter lu naik mobil," ajak Putri dengan nada riang sembari menyambar kunci mobil di atas meja.

Asri tersenyum, lalu dirinya berdiri.

"Inget nanti kalo susah sinyal di tempat rame, jangan di tempat sepi kaya kemarin lu," ujar Putri seolah memperingatkan sepupunya.

Asri hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!