Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Tugas Tak Masuk Akal

Kesunyian mendadak jatuh begitu berat. Tatapan Reval berubah tajam. "Apa maksudmu?"

Rea menatapnya lurus. "Gunakan benih pria lain."

Reval membeku. Sampai beberapa detik berlalu sebelum ia benar-benar memahami maksud kalimat itu.

"Loreana." Suaranya rendah dan berbahaya.

Namun wanita itu tetap tenang. "Anda tidak ingin menyentuhnya, bukan?"

"Benar."

"Anda juga tidak ingin mengkhianati Vara sebagai orang yang Anda cintai."

"Benar."

"Tuan besar Algra hanya membutuhkan pewaris… setidaknya untuk saat ini" Rea menyilangkan tangan. "Jika ketiga hal itu tidak bisa dipenuhi sekaligus, maka solusi paling logis adalah mencari seseorang yang dapat memberikan keturunan dari rahim wanita itu."

Reval terdiam sejenak sampai akhirnya ia berkata, “Kau benar! Kenapa aku tidak terpikirkan sampai sejauh itu.”

“Untuk menjaga rahasia ini, sebaiknya anda memilih diantara orang kepercayaan anda. Dengan begitu, tidak akan ada yang tahu benih siapa yang sedang tumbuh di rahim wanita itu. Kesetiaan anda terhadap Vara terjaga dan masalah tentang keturunan yang terus di desak oleh Tuan besar juga teratasi.” Rea kembali menjelaskan, seakan menyakinkan pada Reval.

“Hahahaa… Kau memang selalu bisa diandalkan, Rea. Aku memang tidak salah memilihmu sebagai tangan kananku selama ini.” Dan secara tidak langsung Reval langsung menyetujui rencana itu. “Kalau begitu, aku ingin kau merekomendasikan beberapa orang untuk menjadi benih itu.”

“Tentu, aku akan segera mengaturnya untuk anda.” Rea menerima tugas itu dengan senang hati.

Loreana mulai memilih beberapa foto kandidat calon orang kepercayaan Reval yangtelah lulus ujian pertama. Tersisa hanya lima orang terpilih, semuanya memiliki kemampuan dan data informasi yang cukup memuaskan. Sampai pandangan Loreana tertuju pada satu foto yang ia rasa cocok untuk menjadi benih pengganti dari istri Reval.

“Bagaimana kalau orang ini saja?”

Loreana menunjukkan sebuah foto pilihannya. Namun Reval tidak langsung menjawab, tetapi senyuman yang ia tunjukan seolah cukup sebagai jawaban atas pertanyaan itu. Seakan keputusan itu akhirnya mencapai finalnya.

...****************...

Satu minggu setelah ujian di pulau itu berakhir, hanya lima orang yang tersisa. Dan di antara kelimanya, nama Raka Vendra atau Dhana berada di urutan teratas. Ia berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat sulit diperoleh di dalam Black Gold.

Kepercayaan, meski hanya sebagian dan mungkin masih dibalut kecurigaan. Namun bagi seorang penyusup, itu sudah lebih dari cukup.

Malam itu, kelima orang terpilih dipanggil ke ruang rapat pribadi Reval. Ruangan tersebut berada di lantai paling atas kediaman utama Black Gold. Tidak banyak orang yang diizinkan masuk ke sana bahkan sebagian petinggi organisasi pun tidak memiliki akses.

Reval duduk di ujung meja panjang. Sementara empat orang lainnya tampak tegang, karena mereka tahu setelah terpilih, ujian yang sebenarnya baru akan dimulai. Namun, tidak bagi Dhana yang tetap terlihat setenang air danau.

"Kalian semua ingin berada di lingkaran dalamku." Suara Reval terdengar santai. "Tapi kepercayaan bukan sesuatu yang diberikan cuma-cuma."

Ia membuka beberapa map. Lalu mulai menyebutkan tugas satu per satu.

"Argan."

Seorang pria bertubuh besar langsung berdiri dan Reval kembali melanjutkan, "Kau akan memimpin jalur penyelundupan senjata baru dari utara."

"Siap, Bos."

"Fikri."

"Ya, Bos."

"Ambil alih distribusi obat sintetis di wilayah pelabuhan."

"Siap."

"Reno."

"Kau akan mengurus transaksi dengan kartel luar negeri."

Satu per satu tugas dibagikan. Berbahaya, illegal dan jelas berisiko tinggi. Namun semuanya masih masuk akal. Sampai akhirnya tersisa satu nama, Ardhana Vendra. Dimana Reval menutup map terakhir, lalu menatapnya cukup lama. Terlalu lama hingga membuat suasana ruangan berubah aneh.

"Yang lain keluar."

Empat orang lainnya saling melirik, namun tak ada yang berani bertanya. Mereka segera meninggalkan ruangan. Sampai kini hanya tersisa Dhana dan Reval.

Pintu tertutup, suasana pun seketika menjadi sangat sunyi. Dhana berdiri tegak, sementara Reval berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke kota. Menatap lampu-lampu malam berkelap-kelip di kejauhan.

"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku masih mengawasimu."

Dhana memilih tidak menjawab. Ekspresinya memang masih terlihat tenang, tetapi hatinya saat ini penuh gejolak antara ketakutan Reval telah menemukan identitasnya yang sebenarnya. Atau mungkin hanya sebuah kewaspadaan seperti biasanya. Entah mana yang benar, Dhana sudah bersiap dengan semua konsekuensinya sejak awal ia memutuskan menerima misinya.

"Kau berbeda." Reval tersenyum tipis. "Dan aku belum memutuskan apakah itu hal baik atau buruk."

Kemudian Reval mengucapkan sesuatu yang membuat Dhana mengira dirinya salah dengar. "Aku punya tugas khusus untukmu."

"Saya siap."

Reval berbalik, dimana tatapannya datar langsung bertemu dengan tatapan mata Dhana. Tatapan mata Reval kala itu hampir tanpa emosi, hingga membuat Dhana merasa sedikit ragu dan cemas dengan tugas khusus yang Reval berikan nantinya.

"Aku ingin kau menghamili istriku."

Ruangan seolah membeku. Untuk pertama kalinya sejak menyusup ke Black Gold, Dhana benar-benar kehilangan kata-kata. Ia tidak menunjukkan keterkejutan di wajahnya. Tahun-tahun pelatihan membuat ekspresinya tetap terkendali. Namun pikirannya langsung dipenuhi berbagai kemungkinan.

Ini jebakan?

Tes loyalitas?

Atau bentuk kegilaan lain dari pria di hadapannya?

Reval tetap tenang seolah baru saja meminta seseorang mengantar dokumen. "Kau terkejut."

"Bukan tugas yang biasa seperti yang—"

"Aku memang sengaja memberimu tugas yang tidak biasa." potong Reval dengan cepat dan tegas.

Perkataan itu keluar begitu saja. Dan anehnya, Reval malah tertawa dengan kalimatnya sendiri. Sontak membuat Dhana semakin merasa aneh dengan perilaku dan kegilaan pria dihadapannya saat ini. Awalnya Dhana pikir Reval hanya ingin menjebaknya, melakukan tes loyalitas untuk memastikan kecurigaannya. Namun, dari ekspresi dan perkataan Reval selanjutnya sepertinya pria itu memang serius dengan perkataan sebelumnya.

"Namanya Jenara Elendria." Reval mengambil sebuah foto dari laci meja.

Wanita dalam foto itu tampak elegan, cantik, anggun namun matanya terlihat kosong. Seperti seseorang yang hidup di dalam sangkar mewah. Tidak sedikitpun senyum terlihat dari wajah wanita cantik bernama Jenara itu.

"Dia istriku."

Dhana menerima foto itu, lalu mengamatinya sekilas. Usia sekitar dua puluh delapan tahun. Penampilan sempurna, namun tatapan matanya seolah menyimpan kesedihan.

"Aku menikahinya karena perjodohan." Suara Reval terdengar dingin. "Bukan karena cinta."

Dhana tetap diam membiarkan pria itu berbicara. "Keluargaku menginginkan penerus., sedangkan keluarganya menginginkan aliansi."

"Sederhana, kami hanya menikah karena saling mengambil keuntungan masing-masing." lanjutnya.

"Lalu?" Untuk pertama kalinya, Dhana mengajukan pertanyaan. "Kenapa saya?"

Reval tersenyum. "Akhirnya kau bertanya alasannya."

Pria itu berjalan mendekat. "Loyal, cerdas, sehat dan yang paling penting..." tatapannya menusuk lurus ke mata Dhana, "...aku harap kau orang sangat tepat untuk mendapat kepercayaanku ini, karena aku rasa kau bukan tipe pria yang akan memanfaatkan situasi."

“Masalah ini hanya kau dan aku saja yang tahu,” ucapnya pelan penuh penekanan. “Jadi, kau tahu apa artinya, bukan?”

Bersambung….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!