Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Babak 16 besar turnamen kekaisaran selatan ll

"Peserta Selanjutnya gadis bercadar yang memakai topi jerami melawan Bai Lin dari klan Bai.

Kedua peserta naik keatas arena dan mempersiapkan diri.

Gadis bercadar yang memakai topi jerami melompat ke udara lalu berdiri di udara kemudian mengeluarkan ratusan pedang es dari kehampaan membuat Bai Lin langsung menyerah karena ketakutan.

"Hahaha..! Pak Tua Bai, keturunanmu sungguh memalukan, mereka kehilangan mental." Sambil menutup mulutnya.

"Pak Tua Mao, jelas wanita itu bukan tandingannya, bahkan wanita itu sudah bisa terbang seperti burung dangan sempurna, itu menandakan tingkat kultivasinya sudah jauh diatas.." Leluhur klan Bai menutup wajahnya karena malu.

"Wanita bercadar itu adalah pemenang dari turnamen ini, aku belum pernah melihatnya menggunakan dua puluh persen energi di tubuhnya, dia hanya menggunakan elemen esnya. Bahkan dia tidak pernah mengeluarkan sepuluh persen kekuatannya."

"Itu benar, pengguna elemen selalu menakutkan. Dari mana asal gadis itu?"

"Tidak ada yang tau, kita semua tahu bahwa jenius dari sekte tebing salju hanya Xiao Xia."

"Apakah kamu tidak mendengar semua orang bertanya-tanya siapa gadis itu?"

Beberapa pria tua memberi pendapat masing-masing tentang gadis bercadar. Mereka seolah-olah sudah tau bahwa gadis bercadar yang memakai topi jerami itu adalah pemenang dari turnamen tersebut.

"Saudara Xuan, apakah kamu tau siapa gadis itu?"

"Ya, dia teman Xiao Xia."

"Kenapa anggota klan Bai menyerah gitu aja, padahal turnamen ini hanyalah sebuah kompetisi dan bukan saling membunuh."

"Anggota klan Bai memang pengecut."

Xuan kesal melihat anggota klan Bai yang menyerah sebelum bertanding. Pertarungan belum dimulai sudah ketakutan. Namun saat melihat Qin Zhi hatinya langsung tenang. Baru beberapa hari tidak ketemu dia sudah rindu dan ingin bertemu, namun dia menahannya. Dia juga heran kenapa hanya mata gadis itu yang kelihatan.

Setelah Zhang We mengumumkan pemenangnya dia kembali memanggil peserta berikutnya. Cang Min dari akademi melawan Dao Jun dari sekte angin selatan.

Dao Jun mengeluarkan aura spritual tingkat raja tahap awal membuat lawannya menyerah. Ternyata Cang Min masih tingkat master tahap menengah.

Perwakilan sekte angin selatan bertepuk tangan. Sejauh ini mereka sudah bahagia karena murid sekte mereka sudah masuk sepuluh besar.

Pemenangnya adalah Dao Jun

"Selanjutnya putri Meily dari akademi melawan Tao Jin dari sekte pedang cahaya." Leluhur Zhang We memanggil peserta berikutnya.

Kedua peserta yang namanya dipanggil naik keatas panggung arena dan bersiap.

Aura mengerikan keluar dari tombak pusaka tersebut saat Meily menyuntikkan energi. Tombak pusaka bermata tiga tersebut berubah menjadi hitam pekat membuat Tao Jin ketakutan. Dia langsung menyerah.

"Si tua We, menyerahkan tombak pusaka dewa miliknya kepada cicitnya."

"Apakah mereka malu karena peserta dari akademi gugur semua? Ratusan peserta dari akademi hanya tinggal Meily."

"Benar bentar akademi yang memalukan."

"Sepertinya akademi itu adalah tempat bisnis dan bukan tempat belajar beladiri."

"Lawannya terlalu takut, padahal jika Tao Jin memiliki pusaka tingkat legenda saja pasti putri Meily kalah." benar bentar sekte yang miskin. Aku jadi ragu gelar kekaisaran selatan ini. Apakah gelar penempa masih layak diberikan kepada kekaisaran selatan ini?

"Entahlah tetua, aku juga heran kenapa pemuda itu tidak memiliki senjata, bahkan hanya tingkat legenda saja. Senjata yang dia bawa hanya senjata sampah."

Beberapa pria paruh baya memberikan pendapat masing-masing. Mereka tertawa sarkas melihat ratusan murid akademi malah gugur di babak penyisihan.

"Selanjutnya, Lin Re dari keluarga Lin melawan Tang Tang dari sekte hutan larangan.

Saat aura spritual masing-masing keluar Tang Tang menyerah. Dia masih berada di tingkat master tahap menengah dan umurnya juga masih muda. Sedangkan lawannya Lin Re sudah berada di tingkat raja tahap awal.

Dua peserta lainnya juga mendapat kemenangan mudah karena perbedaan tingkat kekuatan yaitu Bai Hu dari klan Bai dan Wei Hua dari lembah sungai merah.

"Apakah menurutmu babak enam belas besar ini sudah di atur?"

"Sepertinya benar, seleksi menuju turnamen kekaisaran tengah sangat ketat, Aku yakin turnamen kali ini adil dan adil dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ayahku mengatakan turnamen kali ini sangat adil karena campur tangan kultivator bertopeng emas."

"Tidak ada yang boleh ikut Kekaisaran tengah di bawah tingkat raja, begitu yang aku dengar."

Seorang Tuan Muda menjelaskan informasi yang dia ketahui. Buktinya dia saja tersingkir dibabak penyisihan dan tak berdaya.

Puluhan orang mencuri dengar penjelasannya, meraka juga yakin turnamen tersebut sangat adil dan adil. Semua yang menang memang memiliki kekuatan bukan karena pengaturan kompetisi yang salah.

Turnamen sebelumnya ada pengaturan yang kuat melawan yang kaut dan yang lemah melawan yang lemah sehingga yang kuat banyak tersingkir di babak penyisihan. Ini bukan soal faktor keberuntungan, namun ada faktor lain. Semua pemenang kali ini akan di bawa kekaisaran pusat untuk menunjukkan bawah kekaisaran selatan telah terbangun dari tidur panjangnya.

"Semua yang kalah kali ini akan bertanding ulang untuk memperebutkan juara satu sampai juara kedelapan, Peraturan sedikit berubah, Kultivator bertopeng emas mengatakan pertandingan tersebut kurang adil sehingga tingkat master akan diadu sesama tingkat master. Kita akan menggunakan dua panggung arena."

Zong We menjelaskan semua yang kalah di enam belas besar masih ditingkat master sehingga kompetisi kurang adil. Jadi delapan peserta yang kalah akan bertanding ulang untuk perebutan juara. Namun, mereka tetap tidka boleh ikut bertanding kekaisaran pusat, yang boleh hanya di tingkat raja.

"Pertandingan selanjutnya akan dimulai, Gadis bercadar bertopi jerami melawan Wei Hua dari lembah sungai merah." Zhong We memanggil peserta.

Kedua peserta naik keatas panggung arena.

"Anakku, ini sudah memasuki delapan besar, semua tetua dan Kaisar sepakat para peserta turnamen ini untuk tidak menyembunyikan identitas. Mereka khawatir ada penyusup. Tunjukkan identitas aslimu Nak, untuk menghormati para Tetua dan Yang Mulia Kaisar serta para Leluhur."

"Baik Kek."

Qin Zhi melepas topinya lalu membuka cadarnya. Rambutnya langsung tergerai hingga sampai kebawah pinggang. Wajahnya yang cantik dan kulitnya yang seputih giok senada dengan gaun yang di pakainya membuat ribuan penonton tercengang.

"Cantik sekali?"

"Apakah gadis itu bidadari?"

"Aku tidak menyangka gadis itu benar-benar memiliki kecantikan diluar nalar."

"Dia bukan bidadari namun Dewi."

Ratusan pria melotot seakan ingin mendapatkan Qin Zhi saat itu juga. Mereka benar-benar tidak rela jika gadis itu tidak menjadi milik Meraka.

Mereka berpikir wajah gadis itu cacat sehingga menutup wajahnya karena malu, namun setelah melihat aslinya, mereka benar-benar di buat terpana.

Para pria di tribun bersorak seolah-olah ingin menarik perhatian gadis tersebut.

"Apa?"

"Tidak mungkin!"

"Ini tidak mungkin!"

Berbeda dengan murid-murid sekte tebing salju, mereka seolah-olah tersambar petir setelah mengetahui identitas gadis bercadar tersebut.

Kesalahan mereka di masa lalu sepertinya akan membuat mereka menderita kedepannya.

"Zhi'er," Seorang wanita paruh baya disudut kursi VIP meneteskan air matanya setelah mengetahui siapa gadis tersebut.

"Aku sudah mengatakan bahwa gadis bercadar itu adalah Zhi'er, namun kamu tidak percaya. Aku yang selalu merawatnya dari kecil walaupun kamu yang melahirkannya. Sejak turnamen di mulai aku merasa ada ikatan antara aku sama gadis itu." Seorang pria paruh baya yang ditemani seorang wanita cantik berkata penuh kegembiraan.

"Matrik, kamu benar-benar membuat kejutan, itu hal yang luar biasa. Selama bertahun-tahun putrimu di bully di sekte mu sendiri, namun kamu tetap diam. Hal ini diluar nalar."

Tetua agung sekte tebing salju memberikan komentar pada turnamen tersebut setelah memasuki babak delapan besar.

"Apa? Kakak Zhi, sejak kapan?" Xiao Xia yang bahkan paling kaget di antara semuanya. Dia nyaris tiap hari bersama Qin Zhi, namun sama sekali tidak pernah melihat Qin Zhi berlatih. bahkan beberapa hari sebelum turnamen dia masih mengetahui bahwa Qin Zhi tidak bisa berkultivasi.

Saat semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing Wei Hua terlempar dari panggung arena dengan terluka parah. Beberapa pedang es bahkan masih menancap di tubuhnya.

Zhong We langsung menghentikan pertarungan dan menotok beberapa bagian di tubuh gadis lembah merah tersebut lalu memberikan pertolongan pertama. Dia menyalurkan energi dari tangannya lalu memberikan pil luka dalam dan luka luar.

"Terimakasih leluhur We. Saya akan membawa cucu saya." Seorang pria tua langsung menggendong cucunya untuk di obati.

"Silahkan Ketua Dan . Fokus pemulihan untuk cucu anda."

Ini benar-benar pertarungan yang begitu singkat, aku tidak tau kapan gadis itu menyerang, Dia benar-benar kuat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!