Kisah seorang peri bernama Flora yang melarikan diri ke dunia manusia, dia terlempar dan terjebak di dalam sebuah pohon yang tumbuh dan berdiri di halaman depan rumah seorang pria bernama Alaric. Peri itu tengah diburu oleh Selectors bernama Eldora, penyeleksi peri yang sudah tidak bisa melakukan tugasnya dan akan dimusnahkan dari dunia peri.
Flora bernegosiasi dengan Eldora, dan berakhir harus melakukan misi untuk menyelamatkan hidupnya. Misi itulah yang akan membuat Flora dan Alaric saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deepa Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Flora
Saat Flora menghilang dari hidup Alaric karena telah kembali ke Arabel Faye, Alaric pun kembali ke dunianya yang sudah dia tinggalkan selama ini.
Alaric kembali ke kantornya dengan tampilan dan level yang berbeda. Dia tidak lagi berangkat dengan menaiki bus, melainkan dengan menggunakan mobil pribadinya yang bermerek mahal. Ia juga menggunakan setelan jas yang membuat auranya jauh lebih berbeda dibanding sebelumnya yang hanya memakai kemeja dan celana biasa.
Aldy cukup terperangah melihat perubahan yang terjadi pada sahabatnya. Dia yang hanya pekerja biasa pun berganti peran menjadi sekretaris pribadi Alaric. Meski agak menentangnya karena terasa seperti asisten sahabatnya sendiri, tapi Alaric membungkam mulutnya dengan gaji yang lumayan besar.
Mereka berdua bertandang ke kantor setelah mengumumkan bahwa direktur baru akan memimpin mulai hari itu. Sebelumnya sejak Ayah Alaric memutuskan untuk pensiun, belum ada yang menggantikan posisinya hingga saat ini.
Ketika mobil Alaric mulai berhenti di depan gedung, ia langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung tanpa meragukan langkahnya sama sekali. Alaric sudah meneguhkan hati untuk membalas perlakuan Victor padanya. Saat hatinya masih terganjal silsihlah keluarga, dia berusaha memahami sikap Victor. Akan tetapi saat ini dia akan menganggapnya seperti seorang pria yang melawan pria lain yang berumur tak jauh darinya.
Begitu Alaric masuk dan menyapa semua karyawan yang menyambutnya, ia bisa mendengar beberapa pegawai yang membicarakannya di belakang. Wajar mereka melakukan itu karena sebagian dari karyawan yang ada di sana adalah rekan kerja Alaric selama masih menjadi pegawai biasa.
Alaric langsung menuju ruangannya. Perintah pertama yang ia berikan pada Aldy adalah mencari dimana keberadaan Victor saat ini. Ia harus membuatnya bertanggung jawab karena membuatnya kehilangan Flora.
“Gue harus cari dia dimana?” tanya Aldy.
“Itu tugasmu buat cari tahu!” jawab Alaric.
Alaric terus menyibukkan diri agar bisa melupakan Flora yang menghilang tanpa berpamitan dengannya. Tapi apapun yang dia lakukan tetap tidak bisa membuatnya lupa dengan gadis naif itu.
“Apa dia kembali ke rumahnya dengan selamat?” gumam Alaric
***
Di dunia peri, terutama di Arabel Faye, kabar mengenai seorang peri yang keberadaannya diketahui oleh manusia, sudah menyebar dengan cepat dan meluas. Ketika Flora dibawa oleh Eldora menuju rumah peri Royanna, ia sudah mendengar beberapa peri membicarakan masalah itu.
Akan tetapi mendengar mereka hanya menggunjingkan satu peri tanpa nama, sepertinya identitas Flora sebagai peri yang dimaksud, belum diketahui oleh penghuni Arabel Faye.
Begitu tiba di rumah Ratu Royanna, Flora melihat ketiga ratu peri sudah berkumpul di rumah itu. Kedua ratu di depannya memasang wajah serius dan tidak ada senyum. Sedangkan Ratu Tatiana masih menyapa Flora dengan mengayunkan tangannya sembari tersenyum.
“Silakan duduk, Peri Flora!” ucap Peri Royanna.
Flora tidak bisa melakukan apapun selain menuruti semua perintah yang keluar dari mulut para ratu tersebut. Dia pun sudah bisa menerima apabila hari itu adalah hari terakhir dirinya berada di dunia ini.
“Peri Flora, apakah kau tahu apa yang membuatmu harus pulang saat ini juga?” tanya peri Dionne.
“Iya, Yang Mulia Ratu.”
“Bagaimana bisa identitas dirimu diketahui oleh seorang manusia? Kau pasti sudah tahu aturan dunia peri, kan?” tanya Ratu Royanna.
Flora hanya mengangguk pelan. Saat itu dia merasa malu dan takut dalam waktu yang bersamaan.
“Apakah saya akan dimusnahkan, Yang Mulia?” tanya Flora.
“Kau sudah melanggar aturan Arabel Faye dan aturan semua peri. Dan pelanggaran ini tidak bisa hanya mendapat hukuman saja, Peri Flora” ucap Ratu Dionne.
Hati Flora mencelos. Ia berpikir bahwa ia sudah semakin dekat dengan akhir hidupnya. Kesalahannya memang sudah sefatal itu. Akan tetapi Flora mencoba meminta ijin dari para ratu untuk berpamitan pada adiknya.
“Berpamitan? Apakah kau akan pergi lagi?” tanya Ratu Royanna.
Flora nampak bingung dengan reaksi dan jawaban dari Peri Royanna.
“Bukankah saya akan dimusnahkan?” tanya Flora.
Ratu Royanna tersenyum melihat raut wajah Flora yang cemas dan bingung.
“Kau memang melanggar aturan, tapi kesalahanmu tidak cukup untuk membuatmu dimusnahkan, Peri Flora” ucap Ratu Royanna.
Flora langsung tak bisa menutupi kebahagiannya saat mendengar dia tidak akan dimusnahkan. Ia tak peduli dengan hukuman lain, selama dia tidak dimusnahkan dari dunia ini.
Namun sayangnya, hukuman yang diberikan oleh ketiga ratu peri itu cukup membuat Flora merasa sedih.
Sudah diputuskan bahwa Flora akan tinggal di Arabel Faye tanpa boleh berinteraksi dengan dunia manusia sama sekali. Waktu yang diberikan padanya untuk menghindari dunia manusia pun sangatlah lama. Ia harus bersembunyi di Arabel Faye selama lima tahun lamanya.
Flora kembali dihadapkan pada pilihan yang tak bisa ia pilih. Lagi-lagi ia hanya bisa menerima keputusan yang diberikan padanya. Namun yang membuat dia sedih adalah dia tidak bisa lagi melihat Alaric apalagi menemuinya. Bahkan ia tidak diijinkan menemui adiknya, Elena. Tapi sekalipun dibisa menghubungi Elena, dia juga tidak bisa meminta bantuannya untuk mengabarkan sesuatu pada Alaric.
Yang bisa Flora lakukan hanyalah pasrah menjalani hukumannya. Ia kembali membersihkan rumahnya yang sudah berubah seperti hutan belantara. Semua perkakas yang ia buat telah rusak dan berantakan memenuhi lantai. Padahal Flora yakin ketika ia kembali beberapa waktu yang lalu, rumahnya tidak separah ini.
“Ini pasti ulah hewan-hewan kecil itu!” gerutu Flora.
Rumah Flora biasa didatangi oleh hewan-hewan kecil yang selalu meminta makanan padanya. Entah bagaimana mereka bisa terus datang padahal si empunya rumah tidak berada di sana.
Flora pun mengambil bubuk pixie yang ia simpan di laci meja dan menggunakannya untuk merapikan dan menata kembali seluruh isi rumahnya.
Flora menaburkan bubuk pixie itu di atas benda-benda agar mereka terangkat dan menata dengan sendirinya.
Saat Flora membersihkan halamannya, ia menyadari bahwa kalung yang ia gunakan telah hilang. Ia memeriksa cincin yang ia pakai, dan cincin itu masih berada di jari telunjuknya.
“Kalungku! Dimana kalungku?” teriak Flora.
Ia kembali mengobrak abrik rumahnya untuk mencari kalung tersebut. Flora takut jika kalung itu diminta kembali oleh Ratu Royanna.
Tetapi sekeras apapun dia mencari, Flora tetap tidak menemukan kalungnya. Sebab kalung yang ia cari saat ini tengah berada di tangan Alaric.
Kalung itu terjatuh saat Flora meninggalkan rumah sebelum bertemu dengan Elena. Ia tidak menyadari kalung itu hilang karena terlalu ribut bersama sang adik.
Dan alasan kalung itu berakhir di tangan Alaric adalah dia menemukannya di depan kamar Flora saat dia mencari gadis itu.
Flora pun menangis karena tak bisa menemukan kalungnya di manapun. Sementara Alaric di ruangannya justru tengah memegang kalung Flora dan menatapnya dengan tatapan sedih.
“Kapan kamu pulang, Flora?”