Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Menuju Sekte Pedang Langit

Perjalanan menuju Kota Hu memakan waktu hampir dua hari.

Selama dua hari itu, Li Tianxuan tidak pernah benar-benar beristirahat. Ia hanya berhenti beberapa kali untuk meminum air dari sungai kecil dan memakan daging kering yang masih tersisa di dalam kantongnya. Selebihnya, ia terus berjalan tanpa mengenal lelah.

Pegunungan hijau membentang sejauh mata memandang. Kabut tipis menyelimuti lembah-lembah, sementara suara burung dan binatang buas sesekali memecah keheningan hutan.

Meski tubuhnya masih dipenuhi luka, langkah Li Tianxuan tetap mantap.

Sepuluh tahun bertahan hidup di reruntuhan Kota Tai telah membuat rasa lelah bukan lagi sesuatu yang perlu ia pikirkan.

Namun...

Sejak sehari yang lalu, nalurinya terus memberikan peringatan.

Seseorang sedang mengikutinya.

Li Tianxuan tidak langsung bertindak. Ia tetap berjalan dengan tenang, seolah tidak menyadari apa pun. Diam-diam ia mempercepat langkah, berharap dapat memastikan apakah firasatnya benar.

Beberapa saat kemudian, sebuah pohon raksasa muncul di depan. Semak-semak lebat mengelilingi batang pohon itu, cukup untuk menyembunyikan seseorang.

Tanpa ragu, Li Tianxuan berlari ke balik semak, lalu memutar melalui sisi lain dengan gerakan yang nyaris tanpa suara.

Tak lama kemudian...

Seorang pemuda berpakaian biru muncul sambil melihat ke kanan dan kiri.

"Kemana perginya bocah itu?"

Belum sempat ia mencari lebih jauh, sebuah suara dingin terdengar dari belakang.

"Siapa kau?"

Pemuda itu membeku.

Perlahan ia menoleh.

Li Tianxuan berdiri hanya beberapa langkah di belakangnya. Pedang panjang telah terhunus, ujungnya mengarah tepat ke leher pemuda tersebut.

Tatapan Li Tianxuan begitu tajam hingga membuat udara di sekitarnya terasa lebih dingin.

Pemuda itu buru-buru mengangkat kedua tangannya.

"Tu-tunggu! Jangan menyerang dulu!"

Li Tianxuan sama sekali tidak menurunkan pedangnya.

"Jawab pertanyaanku."

Pemuda itu menelan ludah.

"Namaku Wu Feng... murid Sekte Pedang Langit."

Tatapan Li Tianxuan tidak berubah sedikit pun.

"Buktikan."

Wu Feng menghela napas pasrah.

Ia mengeluarkan sebuah token giok dari cincin penyimpanannya. Pada permukaannya terukir gambar pedang yang menembus awan, lambang khas Sekte Pedang Langit.

Li Tianxuan memperhatikannya beberapa saat.

Token itu sama persis dengan miliknya.

Barulah ia menarik sedikit pedangnya, meski kewaspadaan di matanya tetap tidak berkurang.

Di dunia ini...

Kepercayaan adalah sesuatu yang paling mahal.

"Kenapa kau mengikutiku?"

Wu Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Ia tentu tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya diperintahkan Yuan Gu untuk diam-diam melindungi Li Tianxuan sepanjang perjalanan.

"Itu..."

Wu Feng berpikir keras mencari alasan.

"Aku... kebetulan searah."

Li Tianxuan hanya meliriknya sekilas.

"Kau pandai berbohong."

Setelah berkata demikian, ia menyarungkan kembali pedangnya lalu berjalan meninggalkan tempat itu.

Wu Feng hanya bisa tertawa canggung.

"Bocah ini benar-benar sulit dibohongi..."

Melihat Li Tianxuan semakin jauh, Wu Feng segera menyusul.

Sepanjang perjalanan, mulutnya tidak pernah berhenti berbicara.

"Siapa namamu?"

"Tianxuan."

"Asalmu dari mana?"

"Kota Tai."

Wu Feng mengernyit.

"Aku belum pernah mendengarnya."

Li Tianxuan terdiam beberapa langkah sebelum akhirnya berkata pelan.

"Sekarang... kota itu hanyalah reruntuhan."

Wu Feng menoleh.

"Maksudmu?"

Li Tianxuan menatap lurus ke depan.

"Sepuluh tahun lalu."

"Seorang Dewa turun."

"Hanya dengan satu kata..."

"'Lenyap.'"

"Seluruh Kota Tai berubah menjadi abu."

Langkah Wu Feng langsung terhenti.

Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.

"Kau sedang bercanda, kan?"

Li Tianxuan tidak menjawab.

"Kota sebesar itu pasti akan mengguncang seluruh daratan."

"Tapi aku tidak pernah mendengar nama Kota Tai."

"Bahkan ayahku juga tidak pernah menyebutnya."

Li Tianxuan tetap diam.

Justru jawaban Wu Feng membuat pikirannya semakin kacau.

Bagaimana mungkin?

Kota Tai memiliki jutaan penduduk.

Mustahil kota sebesar itu tidak dikenal siapa pun.

Kecuali...

Seseorang sengaja menghapus keberadaannya dari dunia.

Semakin dipikirkan, misteri Kota Tai justru semakin dalam.

Formasi raksasa...

Kemunculan seorang Dewa...

Lalu fakta bahwa tidak seorang pun mengingat Kota Tai.

Li Tianxuan mengepalkan tangan.

"Kota Tai..."

"Rahasia apa yang sebenarnya kau sembunyikan?"

...

Malam pun tiba.

Di kejauhan tampak cahaya lampu memenuhi sebuah kota besar.

"Itu Kota Hu."

Wu Feng menunjuk ke depan.

Li Tianxuan mempercepat langkahnya.

Sesampainya di gerbang kota, dua orang penjaga segera menyilangkan tombak mereka.

"Berhenti!"

"Orang luar dilarang memasuki kota tanpa izin."

Wu Feng hendak maju, tetapi Li Tianxuan lebih dulu mengeluarkan token giok miliknya.

Begitu melihat lambang Sekte Pedang Langit, ekspresi kedua penjaga langsung berubah.

"Murid Sekte Pedang Langit?"

Mereka segera membungkuk hormat.

"Maaf atas kelancangan kami."

"Saya akan mengantar Tuan Muda menuju Formasi Teleportasi."

Li Tianxuan hanya mengangguk pelan.

Di bawah pengawalan penjaga kota, mereka berjalan melewati jalan-jalan utama Kota Hu.

Di tengah kota berdiri sebuah alun-alun raksasa.

Puluhan formasi kuno berputar perlahan, memancarkan cahaya biru yang menyelimuti seluruh area.

Di depan setiap formasi, puluhan kultivator sedang mengantre.

Wu Feng tersenyum.

"Selamat datang."

"Mulai hari ini, hidupmu akan benar-benar berubah."

Li Tianxuan tidak menjawab.

Ia hanya menatap formasi teleportasi yang dipenuhi rune-rune kuno.

Saat gilirannya tiba, ia menyerahkan token kepada penjaga formasi.

Penjaga itu memeriksanya sejenak, lalu mengangguk hormat.

"Silakan."

Li Tianxuan melangkah memasuki lingkaran formasi.

Cahaya biru langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.

Rune-rune kuno berputar semakin cepat.

Tubuhnya perlahan terangkat dari tanah.

Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Kota Tai...

Li Tianxuan merasakan dirinya benar-benar sedang melangkah menuju dunia yang baru.

Ia menatap ke depan dengan sorot mata setajam pedang.

"Sekte Pedang Langit..."

"Aku datang."

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!