Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Dosen
Popularitas:48.7k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Terancam Drop Out karena masa studi yang di ujung tanduk, Ruby menyusul Bara --dosen pembimbingnya hingga ke pelosok desa tempat pria itu melakukan penelitian. Misinya hanya satu, acc skripsi demi menyelamatkan masa depannya.

Sebuah kesalahpahaman konyol membuat mereka dituduh melanggar adat setempat. Tanpa opsi untuk bernegosiasi, Ruby dan Bara dipaksa menikah. Dalam semalam, status Ruby berbalik 180 derajat: dari mahasiswa abadi, menjadi istri sah sang dosen.

Kejutannya tak berhenti di situ. Bara bukan sekadar dosen senior dan dingin, dia adalah duda beranak dua dan salah satu anak Bara penyandang disabilitas.

"Satu dosen dingin, plus bonus dua krucil. Mirip promo beli satu dapat tiga.”

Ruby mendongak, menatap Bara yang menatapnya. "Jadi, ibu tiri! Siapa takut? Lagipula, menghadapi bab empat Pak Bara aja saya bertahan, apalagi cuma ngadepin mereka berdua!"

“Mas, panggil saya mas Bara.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bikin Bayi

Bab 30

 

“Hm, rencanaku … apa ya?” Ruby bingung sendiri, berada dekat dengan Bara bukan hanya tidak baik dengan kondisi jantungnya, tapi juga membuat otaknya seolah tidak bisa berpikir dengan cepat.

Ruby sendiri tidak mengerti, apa mungkin ia memang ada hati dengan Bara atau hanya meraba rasa. Namun, sikap Bara yang dewasa serta tanggung jawab dan berada di tengah keluarga itu membuatnya bahagia. Siapa pula wanita yang tidak suka dengan Bara, pria itu menjadi salah satu dosen dambaan kaum hawa di kampus. Sikap dingin dan acuh semakin membuat penasaran para penggemarnya.

“Belum ada rencana gimana-gimana sih. Nggak ada rencana juga kalau tiba-tiba nikah begini. Ikut musim aja kali ya. Kadang kemarau, kadang dingin, kadang juga banjir bandang.”

“Serius, Ruby! Kita bahas masa depan kamu, aku dan keluarga kita?”

“Keluarga kita, mas? Kayak keluarga cemara gitu ya. Ih, mas Bara so sweet deh.” Ruby memeluk lengan Bara sambil menyandarkan kepala di bahu pria itu.

Niat hati ingin membalas dengan balas memeluk, tapi kapan lagi bisa bicara lebih serius. Bara menjauhkan kepala Ruby.

“Duduk yang benar, kita belum selesai. Planning kamu sebelum menikah denganku apa? Setelah lulus sarjana? Masih ingin berkarir sebagai model ?” cecar Bara. Dia bukan penganut kepala keluarga yang membebaskan istrinya beraktivitas di luar apalagi sebagai model. Hasil pencarian nama Ruby membuat ia harus mengurut dada dan menarik nafas. Meski tidak ada foto dan iklan di mana Ruby mengenakan pakaian minim, tapi fisik dan rupanya tetap menggoda setiap pria yang memandang. Ia tidak ingin berbagi dengan orang lain, Ruby sekarang istrinya tidak ingin ikut dinikmati oleh pria lain meski hanya dari foto.

“Nggaklah mas, jadi model itu hanya coba-coba karena ada peluang dan tawaran aja. Papa minta aku lanjut S2 lalu gabung di perusahaan, tapi aku gak minat sih.” Ruby kembali menggeser duduknya merapat pada Bara. “Mas Bara tahu nggak?”

“Tidak.”

“Ih, makanya dengerin, aku kasih tahu nih. Penting!”

Bara menghela pelan lalu mengangguk.

“Waktu remaja aku kesepian mas, tidak ada kakak atau adik. Mama sama papa sibuk kerja, aku ditemani oleh mbak. Apalagi saat mereka bercerai, rumah makin sepi. Yang aku alami tidak boleh terjadi dengan anak-anakku nanti. Keinginan aku, simpel kok. Menikah, hidup bahagia menjadi ibu dan istri yang baik. Nggak niat jadi wanita karier, apalagi terus-terusan jadi model,” tutur Ruby tanpa berdosa.

“Kalaupun berbisnis, aku mau duduk manis jadi pemegang saham. Kerjanya mengawasi, bukan yang pusing mikirin teknis operasional,” tuturnya lagi.

Bara mendengus, mengusap wajahnya kasar dengan sebelah tangan. Ia menatap istrinya dengan pandangan gemas bercampur ingin menepuk jidatnya sendiri.

"Mas Bara kenapa sih? Kok, kayak yang kesel gitu?” tanya Ruby heran.

"Kamu tanya, aku kenapa?" Bara menghela napas panjang, menatap wanita di depannya itu dengan tatapan tidak percaya. “Cita-cita kamu sudah relate dengan hidup kamu sekarang. Menikah, jadi istri, jadi ibu dan aku tidak masalah kamu fokus menjadi ibu rumah tangga daripada berpose menggoda di depan kamera.”

“Eh, iya, ya. Mending pose di depan mas Bara terus menghasilkan banyak anak jadi macan ternak.”

“Macan ternak?”

Ruby mengangguk. “Mama cantik anter anak. Ya ampun, makasih ya mas Bara sudah memenuhi semua harapan aku, tinggal eksekusi bikin anak aja yang belum. Jadi cinta deh.” Ruby kembali menyandarkan kepala di bahu Bara.

“Apa, kamu bilang apa tadi?”

“Yang mana, mas?”

“Tadi kamu bilang, jadi apa?”

“Jadi ngantuk kayaknya. Tidur yuk!” Ruby berdiri dan akan melangkah, tapi tangannya ditarik oleh Bara membuat tubuhnya mendadak oleng dan kembali mendarat. Namun, pendaratan di atas pangkuan Bara dan tangan pria itu langsung mengunci pergerakan. “Mas, lepas!”

“Bilang apa tadi?”

“Ngantuk, tidur, lepas!”

“Ck, jangan berlagak pikun. Ulangi ucapan kamu atau kita begini sampai pagi.”

“Halah, posisi begini sampai pagi, yang ada mas Bara pusing sendiri. Aku goyang-goyang pasti makin tegang.”

“Sudah lebih dari 6 tahun aku menduda, hanya menahan semalam tidak masalah.”

“Aku yang masalah. Lepas mas, sebentar lagi ada perawat visit.”

“Ulangi lagi?”

“Ck, harusnya mas Bara yang duluan bilang bukan aku.”

Makin malam suasana semakin hening, aktivitas di luar kamar dan koridor terdengar jelas. Termasuk suara troli yang biasa didorong perawat saat visit ke kamar.

“Mas, itu ….”

“Cepat katakan!”

“Hih, jadi cinta. Aku jadi cinta Barata Airlangga. Puas?”

“Belum.” Bara menarik tengkuk Ruby lalu melum4t bibir yang menggoda itu. Ruby mendelik terkejut. Tidak ingin kepergok dalam situasi itu, Bara mengakhiri pagutannya dan mengusap jejak basah di bibir sang istri.

“Permisi!”

Ruby langsung berdiri dan menjauh dari sofa.

“Iya.”

“Selamat malam bu, mau cek pasien!”

Ruby melirik kesal pada Bara yang tersenyum smirk. Ingin sekali ia mengambil alih suntikan yang dibawa suster dan memberikannya pada Bara. Ia sudah terjebak karena ulahnya sendiri, tidak akan lama lagi Bara pasti berhasil menaklukannya.

Dasar duda karatan, kelihatannya aja dingin aslinya nyeremin

***

Akhirnya dokter mengizinkan Adly pulang. Penyembuhan terbaik adalah di rumah. Sejak kemarin sudah tidak demam dan hasil pemeriksaan kejang yang dialami Adly hanya step biasa bukan indikasi penyakit serius.

Demi membalas ulah Bara semalam, Ruby diam-diam menghubungi Meldy agar menyusul ke rumah sakit demi membuat suaminya itu cemburu. Benar saja, wajah Bara macam kanebo kering. Keras dan kaku semenjak Meldy datang. Ruby senyum-senyum sambil membereskan barang dan pakaian mereka. Meldy sudah sibuk dengan Adly dan Jelita.

“Ngapain dia kemari,” bisik Bara.

“Maksudnya Meldy?”

“Iya siapa lagi, dia yang baru datang.”

“Dia ‘kan kerja sama aku, mas. Wajar kalau ngekor aku kemana pun.”

“Ck, tidak bisa. Kalau bukan urusan kerja, nggak usah dia ikuti kamu kemana-mana. Apalagi ngurusin luar dalam kamu.”

Ruby tergelak. “Ya ampun mas suami, kalau cemburu gemesin.”

“Heh, jangan pamer kemesraan di sini ya. Ada anak kecil, ternoda pandangan mereka ngeliat kalian,” seru Meldy.

“Bunda emang gitu om, suka godain papi,” ucap Jelita.

“Bukan godain Ta, Bunda bercandain Papi.”

Meldy menggeleng tidak percaya. “Ternyata bisa menggatal juga dia. Kalian siap-siap bentar lagi punya adik.”

“Adik, maksudnya Bunda melahirkan bayi?” tanya Jelita.

“Iyalah, masa melahirkan monyet.”

“Asyik, aku punya adik. Papi,” teriak Jelita menghampiri orangtuanya. “Kapan Bunda kasih kami adik bayi, bikinnya jangan kelamaan ya.”

Ruby dan Bara saling tatap. “Bikin apa Mas?” tanya Ruby lirih.

“Bayi. Mau?”

“Hah?!”

 

 

 

 

1
Nur Wakidah
adik bayi segera otewe 🤭🤭🤭
sikepang
sabar y jelita bahan y masih baru di cek out dikerangjang kuning, ntar di adon adek baby y sama daddy dan bunda 🤣
tiara
hayo Ruby Jelita minta adik tuh
mery harwati
Meldy aq padamu 😛❤️
Terus jadi kompor mleduk bwt Bara Meldy 💪
'Nchie
semoga ada ke ajaiban untuk adly😭😭
Melania Kiaa
ehh gak sooan🙄
'Nchie
awas aja kamu ruby kalo adly udah sembuh boleh pulang🤣🤣yg ada kamu yg di makan bara🤣🤣
'Nchie
spesial pake telor ya by🤣🤣🤣
'Nchie
🤣😀jaelangkung
Melania Kiaa
yang ada malah papamu yang ketuaan dek🤭
Anonim
Ruby .....emang sok berani
Anonim
Iih ada jaelsngkung keluyuran 🤭
Anonim
Jangan sampai kenapa "Adly
Anonim
Tuhkan Ruby....kamu sih ....sok"an tantang Mas Bara .....
Dozky 2 Crazy
mas duda bisa gak cara penyampaian jgn lempeng banget🥲🥲
Dozky 2 Crazy
jangan kan adly kita ajj yg baca selalu dibikin ketawa sama ruby😁😁😁
Anonim
Ruby ngapain kamu tantangin Bara
Awas ya kamu .....🤭
Dozky 2 Crazy
makasih bunda udh ada buat adly 🥲🩷🩷
Anonim
Benar .....Ipar adalah iblis
Iccha Risa
ngebangun rumahtangga bersama mas Bara apalagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!