Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 29

Kora berjalan sendirian di koridor tanpa Hendra di samping nya, Malam ini keluarga Mahendra mengadakan pesta penyambutan putri mereka yang baru pulang ke tanah air. Kora mengenakan gaun hitam dengan manik manik yang terlihat begitu indah di tubuh proporsional nya.

Villa sudah dipenuhi para tamu dari kalangan atas mereka begitu antusias mengikuti pesta penyambutan ini, Hendra tampak menikmati obrolan nya dengan teman lama nya dengan Tiara di sisi nya.

Kora berada di pesta itu namun kehadiran nya seolah tak terlihat semuanya sibuk dengan kegiatan nya, bahkan dulu mertuanya yang begitu antusias menyambut nya kini tampak acuh padanya. Kora hanya berdiri di sudut ruangan dengan segelas wine di tangannya.

Ia menyesap minuman itu dengan angun sembari menatap pada Hendra yang asik dengan teman-teman nya, kora tersenyum sumbang hati nya merasa kesepian di tangah keramaian ini, suaminya yang dulu hangat perlahan-lahan berubah menjadi dingin.

Air matanya mengalir perlahan dari pelupuk matanya tatakala ia melihat tangan wanita lain merajut manja pada tangan sang suami, ia menyadari kehadiran nya perlahan akan terlupakan hanya karena dia mandul.

Malam yang hangat ini terasa begitu dingin sedingin hatinya, kora menekan dadanya yang mulai terasa sesak karena menahan tangis. Apakah dia terlalu banyak memikirkan yang tidak-tidak, ia memilih ke toilet untuk menenangkan dirinya.

Kora menatap bayangan dirinya di dalam cermin menatap dirinya yang terlihat begitu menyedihkan.

"kehadiran mu tidak pernah diharapkan oleh mereka kenapa masih datang?" Tiara mencuci tangannya tepat di sebelah kora yang masih berdiri menatap bayangan nya di depan cermin.

Kora hanya mengepalkan tangan nya ia menatap Tiara yang tersenyum kearah nya, gadis itu jelas sedang menantang nya.

" apa maksud mu?" ucap kora sambil menatap Tiara yang bahkan tak merasa bersalah setelah mengucapkan kata-kata itu.

"tentu saja ingin menyadarkan mu untuk tau diri akan posisi mu!" tiara menatap mata kora dengan tajam ia sudah lama menahan diri namun kali ini ia harus bertindak untuk segera menyingkirkan kora.

kora hanya berdiri dengan beribu pertanyaan ia bahkan tak mengerti apa yang saat ini Tiara ucapakan, ia memilih berbalik agar tak menyebabkan pertengkaran hebat diantara mereka.

Tiara merasa menang saat kora memilih pergi meninggalkan nya, ia tersenyum menatap diri nya yang tampak begitu angun malam ini. Ia akan mengambil peran sebagai pemaran nya malam ini, ia akan mengambil posisi yang selalu ingin ia raih.

Hingga pesta ini menuju puncak nya seorang gadis berdiri diatas panggung, ia tersenyum memegang mic di tangan nya, penampilan nya yang memukau membuat orang orang tak dapat berpaling dari nya.

" selamat malam semua, di malam yang berbahagia ini aku ingin mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah bersedia hadir dan meluangkan waktu nya untuk datang ke acara ini." ia menarik nafasnya sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

" Aku juga ingin mengatakan banyak terima kasih untuk papi dan mami yang sudah merawat dan menjaga ku selama ini, hingga aku bisa sampai di sini hari ini, dan teruntuk my brother yang selalu mendukung apapun yang terbaik untuk ku." gadis itu mengisyaratkan Hendra naik ke atas panggung, Hendra segera naik keatas panggung dengan senang.

Keluarga Mahendra sudah lengkap dengan putra dan putri nya berada bersama mereka kembali, keluarga tersebut tertawa bahagia dia atas panggung sana.

" lihatlah bagaimana mereka tertawa dengan bahagia, namun semua tak terasa lengkap tanpa ada sosok mungil disana!"

Kora menoleh ke samping nya disana Tiara berdiri tepat di samping nya, gadis itu hanya menunjuk kan senyum remeh pada nya. Kora menahan emosinya agar tak terprovokasi oleh ucapan wanita di sampingnya ini.

" dan juga sahabat terbaik ku!" gadis itu menunjuk kearah tiara yang tersenyum saat gadis itu mengisyaratkan ia untuk naik ke atas panggung.

Hati kecil kora seketika berdenyut tangan nya gemetar namun ia menyembunyikan nya di balik gaun, pemandangan di atas panggung membuat matanya terasa panas namun ia berusaha menengadah agar air mata nya tak lolos begitu saja.

acara pesta begitu meriah namun tak ada terucap di mulut keluarga tersebut nama kora, hingga sampai acara perkenalan selesai namanya tak pernah ada di sebut kan. Orang orang menatap nya sebagai orang yang begitu menyedihkan, namun ia hanya berdiri tak memperdulikan padangangan orang orang padanya.

Kora berjalan mendekati adik iparnya yang tampak begitu menikmati waktu bersama teman-temannya.

" selamat datang kembali, Helen!" ucap kora sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Helen adik ipar nya.

Namun helen tak menoleh bahkan tak mendengar ucapan kora, kora menarik kembali tangannya ia kikuk dan mencoba mengelap tangannya. Tatapan mata Helen bahkan seperti begitu meremehkan nya, ternyata Helen tetap sama seperti dulu tak pernah menganggap nya ada.

Helen memilih pergi bersama meninggalkan kora sendirian, kora menunduk kan pandangan nya ia merasakan kehadiran nya memang tidak pernah di anggap ada. Bahkan sekarang suaminya pun tak mencari keberadaan nya, kora tersenyum getir sebelum ia meninggal villa keluarga Mahendra.

...----------------...

Hendra tertawa bersama teman-temannya ia bahkan lupa dengan istrinya kora, hingga jam tangannya menunjukan angka 9 malam ia baru teringat akan kora. Ia terus mencari keberadaan kora namun ia tak menemukan wanita itu.

" tadi aku melihat nya pulang!" ucap Tiara yang tau apa yang saat ini Hendra cari.

" kenapa dia pulang?" ucap Hendra sembari menatap Tiara apakah kora masih membenci adiknya Helen.

" entah lah dia mungkin tak menyukai acara ini !" Tiara menyesap minuman nya dengan pelan ia menatap kedepan seperti ada harapan untuk nya.

Helen yang dulu nya memang tak pernah menyukai kora kini kembali pulang untuk memberikan harapan untuk tiara, kini ia tak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan hati keluarga ini melalui Helen lah ia akan memenangkan semuanya.

" dia memang selalu seperti itu, apakah dia tak pernah melihat Helen sebagai adik ku!" ucap Hendra yang terlihat agak kesal karena kora memilih pulang begitu saja.

tiara menarik tangan Hendra untuk menari bersama di tengah keramaian ini, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan nanar itu adalah kora yang kembali hanya untuk pamit dengan Hendra namun melihat pria itu tengah berbahagia dan menikmati malamnya bersama wanita lain.

Tiara menatap nya dengan penuh kemenangan ia tau keberadaan kora dan ia sengaja memprovokasi gadis itu, tatapan remehnya membuat kora perlahan memundurkan diri agar tak membuat keributan yang akan membuat semua orang semakin membencinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!