Indonesia
NovelToon NovelToon
Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa

Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:33.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arunikaruby

Hari itu, wajah Ray lebih sendu dari sebelumnya.. Nala tidak pernah lupa tentang garis wajah yang menatapnya nanar.

Langkah Nala terasa berdetak lambat saat tangan Ray menyambut tangan lainnya dan mengucapkan nama wanita yang selama ini sangat mencintai laki-laki itu. Diiringi gemuruh suara bahagia semua orang yang mengatakan "SAH".

"Ray, ku berdoa yang terbaik untukmu.." batin Nala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arunikaruby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

“Lu serius mau nemuin Tama, Ray?” Rendy yang sedang tidur dikamar Ray terbangun mendengar Ray menelpon Tama untuk bertemu.

“Hmm…” Jawab Ray sambil mengecek berkas

Rendy hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali tidur.

“Magrib Ren bangun..” ucap Ray yang melihat Rendy tertidur kembali

“Belom juga jam lima bawel..” acuh Rendy sambil memejamkan mata

Ray memukul gemas Rendy dengan guling dan seperti biasa, pada akhirnya mereka perang bantal seperti anak TK.

 “AMPUN INI ANAK DUA!!!…” teriak Nala didepan pintu melihat kedua sahabatnya bak anak kecil.

Ray dan Rendy menoleh kearah Nala.

“Buuu… Ray dan Rendy nih buuuu… buuu…” teriak Nala memanggil bu Utari

Ray dan Rendy langsung menarik badan Nala dan membungkam mulutnya.

“huuussstt diem si tukang ngaduu…” ancam Rendy

“Gua klitik lu Nal kalo ngadu-ngadu sama ibu..” ancam Ray

Nala berontak menendang-nendang kedua sahabatnya itu sambil berusaha melepaskan diri dan teriak minta tolong.

“IBUUUUUUU….” Teriaknya lagi

Tak lama bu Utari datang membawa sapu lidi ditangannya. Ray dan Rendy langsung melepaskan Nala tanpa berdaya. Nala langsung berlari menyelamatkan diri dibalik tubuh bu Utari.

“Rayyan Prassidha Satya… Rendy Gilang Nugraha…!!!” Teriak gemas bu Utari mendapati dua anak laki-lakinya itu.

Seketika Ray dan Rendy berlutut menghadap sang ibu yang sudah siap dengan senjata sapu terbangnya itu. Nala hanya meledek sambil menjulurkan lidahnya kearah dua sahabatnya itu yang dibalas tatapan tajam mereka.

“Apa melotot-melotot itu pengen dicubit matanya?” ancam ibu

“Iihh apaan sih bu, orang tadi kita lagi bercanda, Nala aja tuh yang rusuh.”  Ucap Ray

“Bohong bu, mereka lagi berantem loncat-loncat diatas kasur sambil mukulin bantal”. Adu Nala

“Iya bu, tadi Ray masa menganiaya Rendy.. aku lagi bobo cantik masa dipukul pake guling”. Adu Rendy untuk menyelamatkan diri

“Lah lu kok jadi nyalahin gua Ren?” Ray tidak terima

“Lah emang..” jawab Rendy sambil menyikut Ray

“Udah.. udah.. udah… Ray Rendy, bangun. Ray nyapu trus Rendy ngepel”. Titah ibu

“Nala?”. Ucap Ray dan Rendy bersamaan

“Nala mau nganter ibu ke minimarket. Pokoknya sebelum magrib semuanya udah selesai”. Ibu langsung menggenggam Nala dan berjalan keluar.

“Hiiiihhh curaaang..” ucap Ray dan Rendy bersamaan melihat Nala masih meledeki mereka.

“Dasar ibu, sebenernya siapa sih anaknya?.. terus aja Nala yang di bela”. Gerutu Rendy sambil bangun mengambil kain pel

“Heh yang harusnya ngedumel itu gua, lu kan Cuma anak ayam ilang disini”. Protes Ray

“Dih, siapa elu?..”jawab Rendy ketus. mereka pun masih berdebat sambil membersihkan rumah sesuai perintah sang ibu.

Rendy akan lebih sering menghabiskan waktu liburnya dengan keluarga Nala atau Ray jika ia pulang ke Bandung, karena orangtuanya sudah pindah ke Jakarta dan hanya ada sang kakak beserta istri dan anaknya yang tinggal di rumah Bandung. Semenjak mereka sekolah, mereka sudah seperti keluarga yang saling menyayangi.

 

Pukul 19.00 WIB

Ray sudah duduk meminum kopi di tempat yang dijanjikan dengan Tama. Nampak Tama berjalan kearahnya setelah memesan minum.

“Hai Ray..” Tama menyalami Ray

“Sori Tam kalo gua minta ketemu..” ucap Ray

“It’s okay, gua juga lagi luang kok..” senyum Tama

Pelayan pun membawakan minuman Tama.

“Ada apa Ray?” Tanya Tama sambil meminum kopinya

Ray hanya tersenyum

“Lu pasti tau gua mau ngomongin apa..” jawabnya

“Persisnya sih gua ga tau..” geleng Tama

Ray pun terdiam sejenak menatap jendela.

“Dia alergi dingin, ga suka keju, dia suka warna pastel, dia bakal marah kalo diklitikin, dia suka makanan pedes, dia ga bisa minum dingin, dia ga suka hujan, dia ga suka gelap dan dia bakal ketakutan panik kalo dia sendirian dalam gelap, dia suka baca buku, dia suka dengerin music, dia selalu bersemangat kalo ngobrolin masalah design, dia suka bunga baby breath, dia tidak punya banyak teman, dia selalu tulus jika menyayangi seseorang dan akan dengan setia sampai orang itu yang melepaskannya.” Ucap Ray sambil terus menatap keluar jendela

Tama hanya diam mendengarkan Ray.

“Saat kami masih sekolah, dia selalu bilang kalo dia ingin punya keluarga kecil dan anak dua. Dia akan selalu semangat menyiapkan masakan enak untuk keluarga kecilnya itu.” Senyum Ray mengenang

“Yang dia miliki hanya keluarga dan kami sahabatnya.. gua dan Rendy sudah seperti kakak untuk Nala.. sekeras apapun usaha lu untuk memisahkan kami, percayalah itu ga akan pernah terjadi. Jadi,  bersabarlah untuk itu Tam..” senyum Ray pada Tama

“Yaaahh.. hubungan kalian memang sangat sulit gua mengerti, tapi gua yakin gua bisa menghadapi itu”. Jawab Tama juga dengan senyuman

“Sampai kapanpun, Nala satu-satunya orang yang gua cinta Tam, hanya aja takdir kami yang tidak bisa bersama..” ucap Ray

“Gua masih ga ngerti, jika kalian dari dulu saling mencintai kenapa kalian ga bisa bersama?” Tama yang sedari dulu penasaran namun tidak berani untuk bertanya kepada Nala.

“Akhir tahun ini gua mau nikah Tam..” lirih Ray

Ucapan Ray mengejutkan Tama, Ray hanya diam kembali menatap keluar jendela

“Banyak hal yang sulit gua jelaskan satu-satu.. tapi, kalo lu berani nyakitin Nala siap-siap berhadapan sama gua.” tatap Ray

Tama tersenyum dan memandang Ray

“Bukannya lu yang selama ini nyakitin Nala, Ray?” jawab Tama

“Yaahh.. Cuma gua yang bodoh udah berani nyakitin Nala dan gada yang boleh nyakitin dia lagi”. Sesal Ray

“Gua titip Nala, Tam. Gua yakin lu orang yang tepat buat dia..” ucap Ray tulus

“besok malam gua udah balik ke Singapura dan saat gua balik lagi kesini, gua mungkin akan langsung nikah.. dan disaat itu, gua bener-bener akan nyakitin dia..” lanjut Ray yang ditatap Tama

“Lu tenang aja, Nala udah jauh bahagia sekarang sama gua. Dan gua pastikan hatinya akan baik-baik aja saat lu nikah.” Jawab Tama optimis.

Ray hanya tersenyum kemudian bangun dari duduknya. Dia pamit dan memeluk Tama dengan tulus

“Tolong jaga dia baik-baik”. Ucapan terakhir Ray sebelum dia berlalu.

Tama yang masih duduk disana hanya terdiam melihat kepergian Ray. Masih banyak pertanyaan dikepalanya tapi, dia tidak ingin memaksakan. Biarlah Nala sendiri yang ingin terbuka dengannnya jika Nala sudah siap untuk bercerita.

 

Pukul, 22.30 WIB,

“Hallo mas..” suara Nala begitu lembut ditelinga Tama

“Kamu belum tidur Nal?” senyumnya

“Belum, aku baru aja pulang dari rumah ibu, tadi bantu ibu buat kue untuk Ray bawa besok”. Jelas Nala

“Wah kok aku ga dibagi?” goda Tama

“Hmmm.. ga usah ditanyain kuenya kemana..” wajah Nala langsung cemberut

Tama hanya tertawa melihat ekspresi kekasihnya itu

“Emang kemana kuenya? Katanya buat dibawa?” Tanya Tama

“Itu tuh si Rendy, kita bikin bukannya bantuin malah tiap keluar oven dia makan habis. Aku getok aja pake sendok tuh kepalanya. Untung aja si Ray gada tadi ngilang tau kemana. kalo ada, udah deh itu kue ga bakalan nyisa satupun”. Keluh Nala sambil bersandar dikasurnya.

Tama makin tertawa melihat wajah kesal Nala yang malah menggemaskan menurutnya.

“Iihh kamu kok malah ketawa”. Nala ikut tersenyum melihat tawa Tama

“Hmmm.. aku kangen kamu sayang” ucap Tama

Nala hanya tersenyum memandang kekasihnya pada layar ponsel

“Hmmm.. aku juga kangen kamu, aneh rasanya ga ketemu..” Jawabnya

Tama langsung terbangun menatap Nala.

“Sayang, kamu mau langsung tidur?” tanya Tama

“Engga, aku mau bersih-bersih dulu. Ini belum ganti baju”. Nala sambil melihat penampilannya

“Okay, bentar yaa..” Tama mematikan panggilan videocall begitu saja

Nala cukup bingung namun tidak ambil pusing, dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan berganti pakaian.

***

1
Elly Silab
Luar biasa
Arunikaruby: Terima kasih ♥️
total 1 replies
Okti Ismu
👍👍👍
Asri
terimakasih kak author..
aku baru nemu novel kakak ini dan langsung marathon
bagus banget...
ceritanya seperti kehidupan nyata,,konfliknya banyak tapi nggak lebay.
banyak tokoh semua dapat peran tanpa mengurangi porsi pemeran utama
maaf tidak komen per bab karena keburu penasaran pengen tau akhirnya
semangat terus berkarya kak..
Arunikaruby: Terima kasih banyak, you made my day♥️
total 1 replies
farah felany
sediih
farah felany
enaknya banget d bacanya, ceritanya menarik
Arunikaruby: Terima kasih ♥️
total 1 replies
rowiethelabel
hallo kakak semangat berkarya ya kak🤭
Erni Fitriana
baca komen reader..memberi aplouse padamu👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Kekasih Dropper
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau~
Kekasih Dropper
sukses selalu authorr 🤗🤗 aku selalu mendukung mu
junemoment
Thor, lanjut!!
TwilightQueenbee
Seperti mati lampu, ya author~ hariku tanpa kelanjutaaan ceritamu~
HotBabe
Sudah kuduga, cerita ini emang asik!
Arunikaruby: Terima kasih ♥️♥️
total 1 replies
morelight
SERUU.....BUET CERITANYA
Arunikaruby: Terima kasih ♥️♥️
total 1 replies
Mata Diam
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
booksand peonies
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
SoftMambo
Ceritanya bagus kak. Alurnya juga asik jadi bikin ga bosen hihi
Arunikaruby: Makasih banyaaak ♥️♥️♥️
total 1 replies
Cakrabirawa Tarihoran
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Arunikaruby: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Widya Pertiwi
kapan up LG....??? LG seru nih
Arunikaruby: follow authornya dulu yuk 😅♥️
total 1 replies
SongbirdGarden
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Arunikaruby: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Rahmat Emas
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
Arunikaruby: Tanda tangannya nanti yaa.. sekarang tanda sayangnya dong follow authornya 😅🙏
Terima kasih sudah support novel author♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!