Kesulitan hidup yang dialami Emily Adisti Rani selama pencarian ayahnya di kota Batam membawanya bertemu dengan Aditya putra Buana anak dari Pak Herry Buana
Meski pertemuan mereka dipenuhi konflik dan salah paham namun Aditya yang tidak tega akhirnya menolong kesulitan hidup Emily dengan menjadikannya sebagai asisten rumah tangga di apartemen tempat tinggalnya hingga benih cinta pun tumbuh seiring berjalannya waktu mereka bersama.
Mereka pun saling jatuh cinta sampai akhirnya Emily kembali ke Jakarta dan akhirnya Aditya tahu jika dia adalah pembantu di rumahnya sendiri.
Apakah cinta Aditya akan memudar pada Emily si gadis miskin?
Dan apakah kisah cinta mereka akan berjalan dengan baik dengan semua perbedaan strata sosial diantara keduanya?
Simak kisahnya yuk guys, jangan lupa subscribe terlebih dahulu ...
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maheer qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ingin itu
Wajah asli Rihana kini mulai muncul ke permukaan dengan menculik dan menyekap Tama karena sudah berani berurusan dengannya. Rihana akan melakukan apa saja jika ada orang yang berani menghalangi jalannya untuk bersatu dengan Aditya.
Di tempat penyekapan Tama terikat serta mulut di tutup oleh kedua anak buah Rihana.
"Lepaskan aku lepaskan " teriak Tama coba melepaskan diri.
"Diam" ujar preman dengan kasar.
Suara langkah kaki perempuan tiba-tiba terdengar dan ternyata dia adalah Rihana.
***
Emily dan Aditya kini sedang menikmati kebersamaan mereka dengan menonton film horor. Tentunya sebuah film yang pas untuk Aditya mulai mendekati Emily pikirnya.
Dan saat adegan yang menakutkan di film tiba dimana sosok hantu yang mengerikan muncul ke permukaan, Aditya berpikir jika Emily akan takut dan langsung memeluknya. Hingga Terjadilah
"Tidak ... " semua penonton berteriak takut, tidak terkecuali dengan Emily.
Namun pada faktanya justru Aditya sendiri yang ketakutan hingga berteriak dan berlindung pada Emily, sementara gadis miskin itu hanya diam dan tersenyum melihat ketakutan di wajah pria tampan itu (Aditya).
"Apa yang harus di takutkan? Bangunlah hei" ucap Emily masih menertawakan nya.
"Hantunya sudah pergi, bangunlah" lanjutnya.
Salah tingkah dan malu sendiri karena ketakutannya itu, Aditya bangun dan kembali bersikap sok cool seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tidak ada yang perlu di takutkan? Itu hanya sebuah film kok hihi " Emily meledek dan menggodanya.
"Diam kamu?" Jawabnya ketus karena masih malu.
Setelah film selesai, Aditya kembali mengajak Emily untuk pergi menyusuri jalan kota Batam.
"Ternyata kota Batam ramai juga ya ka? Tidak kalah dengan ibu kota" ucap Emily.
"Tapi tentu Jakarta lebih padat dari kota ini" Aditya.
Dan tiba-tiba saja Emily kembali bertanya apakah sahabatnya mengirim balasan di akun media sosialnya tempo hari?
"Oh ya ka, apakah Doni ada membalas pesanku?" Tanya Emily membuatnya terkejut dan dilema, apakah harus dia katakan jika seandainya Doni memang ada membalas pesannya! Tapi dia takut jika Emily sampai tahu yang sebenarnya dia akan segera kembali ke Jakarta.
"Mmh aku tidak tahu, nanti akan aku coba lihat lagi ya! Tapi sebelumnya aku ingin memberitahu kamu jika besok kamu mulai bekerja resmi di ruang kerjaku oke." Jawab Aditya mengalihkan tema pembicaraan.
"Memangnya aku kerja apa ka? Tugasku apa? " tanya Emily .
"Nanti akan aku jelaskan semuanya di rumah" jawab Aditya pada Emily.
Lampu merah menyala, mobil Aditya kini berhenti bersama mobil lainnya menunggu lampu hijau menyala. Dan di sela-sela menunggu itu, dia tidak sengaja melihat mobil Rihana tidak jauh di depannya!
"Bukankah itu mobil Rihana? Mau kemana dia? Dan sedang apa dia keluar malam seperti ini? Bukankah dia tidak pernah keluar malam?" Pikirnya dalam hati sambil memperhatikan mobil Rihana menuju ke arah rumah Tama.
"Apa mungkin itu Rihana? Tapi untuk apa dia menuju ke arah rumah Tama? Ah sudahlah nanti aku akan menghubunginya langsung" ucap Aditya.
...
Dan sebenarnya yang terjadi di ruang penyekapan.
Rihana datang dengan raut wajah yang sangat galak, jahat dan licik, dia berjalan menuju ke arah Tama yang duduk terikat tidak berdaya.
"Selamat malam sayang" sapa Rihana dengan senyum jahatnya.
"Ternyata dia benar, kamu hanyalah seorang wanita yang jahat dan licik Rihana!" Ucap Tama pada Rihana.
"Aku tidak merasa rugi di sebut wanita licik oleh pria bejat sepertimu yang coba menghalalkan segala cara untuk bisa menikmati wanita seperti aku" jawab Rihana pada Tama membalikkan keadaan.
Tama kembali mengingatkan Rihana jika seandainya cinta yang dia miliki untuk Aditya bukanlah sekedar cinta, melainkan hanya sebatas obsesinya saja.
"Hahaha kamu memang benar Tama, cintaku hanya sebuah obsesi saja, obsesi untuk menguasai seluruh harta kekayaan Buana. Hahaha" jawab Rihana mengakui yang sebenarnya.
"Apakah kamu tahu, jika nanti aku menikah dengan Aditya maka akulah yang akan menguasai semua kekayaan mereka yang melimpah, dan setelah semua itu terjadi maka aku akan menyingkirkan satu persatu diantara mereka termasuk dirimu Tama " lanjutnya.
"Jadi ternyata selama ini dugaan ku benar. Kamu memang wanita jahat, aku menyesal karena telah sempat mencintaimu sampai detik ini" jawab Tama menyesali perasaan cintanya pada wanita yang salah.
"Dan detik ini juga semua kata maaf dan kekecewaan ku telah menutup pintu hatiku untuk kamu, aku berjanji tidak akan pernah lagi membuka hatiku untuk wanita jahat seperti kamu" janji Tama dalam kemarahannya.
Rihana sendiri memang hadir dari keluarga kaya raya, yaitu keluarga Pak Tomy Atmajaya dan Bu Sekar Atmajaya, namun sayang kenyataan pahit membuatnya kalap akan kekayaan keluarganya sehingga membuat dia menjadi wanita serakah.
Ternyata selama ini dia baru tahu jika seandainya Rihana hanya seorang anak pungut yang mereka adopsi dari sebuah rumah sakit di Jakarta, mereka membesarkan Rihana dengan penuh kasih sayang dan cinta meski bukan darah dagingnya sendiri.
Namun kasih sayang mereka lantas tidak menjadikan dia menjadi wanita yang baik untuk membalas budinya, dia justru hendak merebut semua aset kekayaan Atmajaya yang telah membesarkannya, dan ternyata semua aset kekayaan Atmajaya sudah menjadi hak milik ahli waris yang sesungguhnya yaitu gadis kecilnya (anak kandung Atmajaya) yang hilang sampai detik ini dan belum ditemukan kabarnya.
Rihana menginginkan Aditya karena dia ingin menguasai seluruh harta kekayaan Buana, itu sebabnya Rihana akan melakukan apa saja pada setiap orang yang hendak menghalangi jalan cinta nya pada Aditya untuk bersatu, termasuk Tama.
Setelah merasa puas berbincang dan merendahkan Tama, Rihana akhirnya kembali pulang dengan rasa cukup bahagia dan puas.
Dan di tengah perjalanan mobil yang ada di hadapan Aditya kini memanglah mobil Rihana yang baru pulang dari tempat penyekapan Tama.
Aditya meminta Emily untuk sedikit merunduk agar Rihana tidak bisa melihatnya.
"Apa kamu bisa sedikit merunduk?" Aditya pada Emily.
"Memangnya ada apa?" Tanya Emily penasaran.
"Sebentar saja" Aditya.
Emily menuruti permintaan serius dari Aditya, karena dia mengira jika Aditya meminta semua itu pasti ada alasan yang kuat, Emily akhirnya merundukkan kepalanya hingga setiap mata yang memandang kaca di mobil Aditya tidak akan ada orang yang mengira jika di dalam mobil ada dirinya.
Aditya segera melajukan kembali mobilnya dengan sangat cepat agar Rihana tidak melihatnya.
"Jangan ngebut ka Aditya aku takut" ucap Emily yang ketakutan.
"Tidak apa pegangan ya" jawab Aditya tersenyum kembali saat melihat raut wajah Emily yang ketakutan.
Hingga akhirnya setelah sekian lama berjuang menghindari Rihana, mereka sampai di depan rumah dengan selamat.
"Ka Aditya pasti lelah, biar aku siapkan air hangat untuk mu mandi lalu istirahat" ucap Emily sebelum dirinya juga terlelap.
"Tidak usah em, aku hanya ingin..." Aditya
"Ingin apa?" Emily.
seru seru..
next ya