Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fathonah larakesi

Iksiru Fakillah merupakan mahasiswi keperawatan, yang sangat cantik dan cerdas, selama hidupnya iksiru belum pernah merasakan jatuh cinta layaknya wanita normal lainnya, yang lebih uniknya lagi ia merasakan cinta pertamanya, terhadap seorang pria tampan yang misterius, saat mereka sama-sama menghadiri kajian di masjid. dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa/i yg berasal dari kampus2 ternama di jakarta.

hal yang sulit dipercaya ialah cinta pertamanya hadir melalui rasa penasaran ttg sebuah pertanyaan yg dilontarkan oleh pria tampan misterius tersebut.

akan seperti apa kisah mereka..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fathonah larakesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

*Pindah Rumah

rafkil : "udah nyampe, turun sekarang!!!"

siri : "ouw Ini rumah kita yah?..ya allah indah banget"

Rafkil : "udah gak usah banyak ngomong, bawa turun barang-barang kamu sekarang"

Siru : "huuufftt..okeeyy"

Rafkil : "nanti kalo kamu mau beli kebutuhan dapur atau apapun itu didepan sana ada supermarket"

Siru : "okeeyy"

Dengan semangat iksirupun segera memasuki rumah yang terbilang sangat mewah itu ruangan demi ruangan diamati nya secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya, rasanya tergelitik dihati saat melihat seisi rumah barunya itu, terlihat sangat klasik, elegan dan bernuansa rumah-rumah mewah yang ada di paris benar-benar menunjukkan rumah idaman seorang dokter rafkil.

**Ruang tamu

Ruang nonton

Kamar tidur

Ruang dapur

Ruang makan**

siru : "wauuw...cantik banget rumah ini, bener-bener elegan"

Rafkil : "umm nih karena kamar-kamar yang lain masih di rehab, so untuk sementara waktu kita tidur sekamar dulu"

Siru : "loh kok sementara? Aku gak mau tidur sendiri, pokoknya sampai mati pun kita tetap harus tidur sekamar titik" ucapnya sembari memasukkan lembar demi lembar pakaiannya kedalam lemari

Rafkil : "huuufftt..terserah kamu lah" ucapnya sembari berlalu meninggalkan iksiru

Siru : "e eh..mau kemana?"

Rafkil : "pesan piza"

Siru : "ouuw"

Usai merapihkan pakaian, selang beberapa saat orderan pizapun datang.

Rafkil : "berapa mas?"

Mas : "370 ribu pak" tukas bapak itu sembari menyedorkan 2 kotak piza pada rafkil

Rafkil : "ok..nih, makasih yah mas"

Mas : "iya sama-sama pak, saya permisi dulu pak"

Rafkil : "iya!"

Setelah itu rafkil segera membawa 2 kotak piza ke ruang makan, disana sudah ada iksi yang duduk dengan wajah lesuh karena sedari tadi ia berusaha untuk menahan laparnya

Rafkil : "nih makan dulu, aku tau kamu pasti lapar" ucapnya sangat datar sembari menyedorkan satu kotak piza pada iksi

Siru : "ayo lah kita makan sama-sama"

Rafkil : "makan lah aku belum lapar" ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya

Siru : "rafkil...?"

Rafkil : "hmmm...? Apa lagi sih?"

Siru : "please...temani aku makan?"

Rafkil : "huuufffttt...makan aja lah sendiri" ucapnya mulai kesal, sembari berlalu meninggalkan iksiru

"Yelleh....makan aja minta ditemani" omelan rafkil merasa sedikit kesal yang masih sempat didengar oleh iksi

Masih dengan wajah yang lesuh ia menikmati piza tersebut seorang diri, rasa nikmat seakan sulit untuk diutarakan, pada hakikatnya kenikmatan dari suatu makanan dapat dijelaskan dari seberapa banyak penikmatnya, karena suasana juga bisa membangkitkan selera makan.

Usai menyantap piza iksipun segera menghampiri rafkil yang sedang asyik menonton televisi.

Siru : "aaamm..kil?"

Rafkil : "hmmmm?"

Siru : "nih?" tukasnya sembari menyedorkan sejumlah uang pada rafkil

Rafkil : "uang apa nih?"

Siru : "ini..aku mau lunasin utang aku sama kamu"

Rafkil : "utang apa?"

Siru : "ow..kamu udah lupa? Itu dulu aku pernah minjem uang sama kamu, dulu aku minjam nya sih 500 ribu, tapi kamu malah ngasih nya 5 juta, maaf yah aku baru gantiin sekarang inipun gaji aku yg kemaren"

Rafkil : "ouw..yang dulu itu, ya udahlah kamu simpan aja"

Siru : "gak ini uang kamu, kenapa aku yang kamu suruh simpan"

Rafkil : "aku ikhlas nolongin kamu waktu itu, so save this money and please don't ask me many questions because I'm watching now"

Siru : "okeeyy..maaf" ucapnya sembari menuju ruang tamu, saat ia akan menaiki lantai dua, tiba-tiba ia tak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang sedari tadi mondar mandir dan terlihat sangat panik, seketika iapun membuka pintu lalu menghampiri ibu itu.

Siru : "ammm..permisi bu?"

"Iya...?" jawab ibu itu sambil sesekali memencet mencet handphone nya, dan terlihat sangat gelisah

Siru : "mmmm..nama ibu siapa?"

"Ratmini" tukas ibu itu

Siru : "aamm..maaf bu, kalau boleh tau ibu sedang apa disini?"

Tanpa menjawab pertanyaannya, bu ratmini segera kembali ke rumah, masih dengan kondisi yanh gelisah dan sesekali terlihat sangat panik, dengan rasa penasaran iksirupun segera mengikutinya dari belakang yang kebetulan rumah bu ratmini terletak tepat disebelah rumah barunya itu.

Siru : "permisi bu" ucapnya tepat didepan pintu

Bu Ratmini : "ngapain kamu ikut saya kesini? Saya gak kenal sama kamu?"

Siru : "saya tetangga baru disini bu, kebetulan saya baru pindah hari ini, itu anak ibu kenapa? Boleh saya liat?" ucapnya sedikit cemas melihat kondisi seorang anak kecil yang terlihat sangat lemas dengan pandangan mata yang sayup-sayup

Bu Ratmini : "gak boleh, saya gak pernah ngizinin orang asing untuk masuk kedalam rumah saya, sebaiknya anda pergi sekarang dari rumah saya, sebelum saya lapor polisi"

Siru : *"bu..saya ini bukan orang jahat, saya hanya mau melihat kondisi anak ibu aja"

Bu ratmini : "gak..kamu keluar sekarang dari rumah saya..keluar!!!"* tukasnya dengan nada suara yang tinggi ia meneriaki iksiru

Siru : "bu saya ini perawat, anak ibu memerlukan bantuan medis sekarang, kalau dibiarkan makin lama maka kondisi anak ibu akan semakin parah"

Mendengar hal itu bu ratmini hanya bisa diam dan menelan ludahnya, seketika iksirupun menerobos masuk kedalam meski secara lisan ia tak dipersilahkan untuk masuk.

Siru : "dek..?....dek...???"

"Hummm" jawab anak itu sangat pelan seolah tak berdaya

Siru : "bu..apakah amak ibu mengalami diare???"

Bu ratmini : "iya"

Siru : "ada muntahnya gak?"

Bu ratmini : "ada, muntahnya udah 7 kali hari ini"

Siru : "ada oralit gak bu?"

Bu ratmini : "gak ada, saya gak punya obat-obatan disini"

Siru : "ok sekarang saya minta sama ibu tolong buatkan saya air garam"

Tanpa banyak tanya sesaat kemudian bu ratminipun segera membawakan air garam, dan iapun sangat terkejut saat melihat iksiru meminumkan anaknya dengan air garam tersebut.

Siru : "bu..kira-kira jarak rumah sakit dari sini berapa kilo?"

Bu ratmini : "jauh..sus"

Siru : "iya sekitar berapa kilo?"

Bu ratmini : "sekitar 37 kilo"

Siru : "oh my god...kalau apotek terdekat dari sini ada gak bu?"

Bu ratmini : "ada, kalau apotek ada sus"

Siru : "yaudah saya minjam buku dan pulpennya bentar bu"

Bu ratmini : "iya bentar saya ambilin dulu sus"

Sesaat kemudian iapun menuliskan beberapa keterangan yang berisi 2 floksi cairan RL, IV cat, IV set dan plaster serta alkohol swab pada selembaran kertas tersebut, lalu tak menunggu waktu lama bu ratmini segera ke apotek untuk membeli segala yang tertulis pada lembaran tersebut.

Bu ratmini : "ini sus"

Siru : "okey, bu saya mau nginfus anak ibu sekarang, karena anak ibu banyak sekali kehilangan cairan dalam tubuhnya"

Bu ratmini : "tapi sus, itu sakit gak sus?"

Siru : "sakit sih bu, tapi ini demi kebaikan anak ibu"

Bu ratmini : "iya sus, lakuin aja yang terbaik untuk anak saya"

Setelah terpasang infus, kini iksi dan bu ratmini duduk berbincang-bincang sejenak, sembari menikmati beberapa cemilan yang di suguhkan oleh bu ratmini sebagai sedikit ungkapan rasa terimakasih nya pada iksi yang merupakan tetangga barunya itu

Bu ratmini : "terimakasih yah sus, ya allah ibu gak tau harus ngomong apalagi, ibu jadi malu sendiri dengan sikap ibu di awal tadi"

Siru : "aammm..kembali kasih bu, ow yah manggilnya iksi aja soalnya kita tidak berada di rumah sakit sekarang..hehe, mmm terkait sikap ibu tadi, saya pikir itu adalah hal yang wajar, soalnya wajah saya memang masih asing bagi tetangga-tetangga disini"

Bu ratmini : "hehe..iya nak iksi, ibu minta maaf"

Siru : "hehe.. Gak apa-apa kok bu"

Bu ratmini : "ibu tadi benar-benar panik, gak tau paniknya udah kek gimana"

Siru : "hehe itulah naluri seorang ibu, ow iya ibu tadi mondar mandir di halaman depan ngapain?"

Bu ratmini : "ini, ibu lagi nungguin anak ibu, dia kan dosen, tapi kampus tempat dia ngajar itu cukup jauh dari sini"

Siru : "emang anak ibu hanya dua orang?"

Bu ratmini : "yah gitulah nak iksi, semenjak suami meninggal ibu gak punya niat buat nikah lagi, untung saja waktu itu anak sulung saya sering dapet beasiswa karena prestasinya jadi saya gak perlu banting tulang buat bayarin kuliahnya"

Siru : "ouuw..masha allah yah bu"

Bu ratmini : "alhamdulillah..nak iksi, ow iya nanti sering maen-maen kesini yah?"

Siru : "hehe in sha allah bu"

"Assalamualaikum..wr.wb, bu, ibu gimana keadaan dek Khairun? Huw..huw..huw" tukas anak pertamanya itu terburu-buru dengan suara ngos-ngosan memasuki rumah karena khawatir dengan kondisi adik semata Wayangnya itu.

bu ratmini : "wa'alaikumussalam..wr.wb nak"

Siru : "walaik.....kum...salam" Sontak iksirupun sangat terkejut dibuatnya saat ia melihat pria yang baru saja memberi salam itu, iksiru hanya bisa melongo mata seakan tak berkedip, mulutnyapun terbuka lebar seakan ia tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat didepan matanya itu.

Bu ratmini : "sekarang udah mendingan kok nak, untung ada suster iksi yang nolongin kalo gak ibu gak tau harus gimana lagi"

Khairun : "kak, kak khalief bawa cokelat gak?"

Khalief : "bawa dong, eiittss tapi jangan dimakan dulu, nanti kalo udah sembuh baru dimakan..janji?"

Khairun : "ok..janji kak" ucapnya sembari mencium pipi khalief

Khalief : "aaaamm..iksi apa kabar?"

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan khalief, seakan ia tak mampu untuk mengungkapkan kata-kata ditambah lagi jantungnya yang mulai berdenyut kencang, rasanya ia benar-benar sulit untuk mendefinisikan perasaan yang dialaminya saat ini.

Khalief : "iksi...? Iksi? "

Siru : "hmmmm?" sedikit terkejut

Khalief : "hehe apa kabarnya sekarang?" ucapnya sangat lembut

Siru : "aam..aam..aam..al..alhamdulillah sehat, kak khalief gi..gimana kabarnya?" tukasnya sangat gemetar

Khalief : "aku alhamdulillah sehat, masha allah udah lama banget yah kita gak ketemu?"

bu ratmini : "ow..jadi kalian ini udah saling kenal?"

khalief : "hanya sebatas kenal aja bu, tapi gak sempat akrab"

iksiru hanya bisa diam dan terpaku, bahkan hampir mati gemetaran, rasanya ia tak sanggup harus melihat mata dan wajah khalief yang amat teduh itu, rasanya bersuamikan orang-orang seperti khalief adalah impian semua wanita

...............To be Continue................

Follow🏃🏃‍♀️ akun milik author yah, biar kalo udah Up readers semua dapet Notifikasinya, petunjuknya ada pada gambar dibawah👇

1
Mulyana
lanjut
Hartati Thea
mdh2n mereka berjodoh
Hartati Thea
jgn2 itu si akil yg dijodohin sm iksi?
Sri Handayani
thor koc crtax pkin plan si
Axiang Tan
dokter gadungan kot
Axiang Tan
berbuat baik blh....tp jngan terlalu baik iksi
Axiang Tan
zeyyan gila
Axiang Tan
kapok tu si akil😝😝😝
Axiang Tan
tingalin aja suami kayak gitu terlalu kejam si akil
Irawati
lanjut nggak sih thor
Irawati
kok iksi cara berfikirnya belum dewasa ya kaget iya tp klo gini gimana dong terus sama anaknya juga nggak bisa lembut apa walau sedang marah
dwi marti mukhsinun
woh . . . . zeyYan wanita ular
dwi marti mukhsinun
mantap thor 👍
dwi marti mukhsinun
pertanyaAn laki2 itU kek gimana tor?
Nurjanah Hariyanto
kan ATM nya ada di dompet
gimana ambil uangnya thor
Anna EL Djati
lanjut thor,menarik ceritanya
Ukhti Jhum
aku mampir kak jangan lupa mampir yh kak😅😅
Momy mua (Nona Aura)
sampai sini saja nih,
Vida Kasim
Thor. .panggilan mrk ga ngena thor
Vida Kasim
waw. ..selamat ya dr akil. .atas pengkhianatan zeyyan..hahaaaaaaaaahaaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!