Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:88.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Pelelangan bawah tanah di Club Lotus Hitam masih terus berlanjut.

Pria bertopeng di atas podium kembali menampilkan aset raksasa di layar proyektornya.

Kali ini yang ditampilkan adalah logo sebuah perusahaan konstruksi bernama PT Bangun Persada.

"Aset selanjutnya adalah kepemilikan seratus persen atas PT Bangun Persada beserta seluruh alat berat, pabrik beton, dan ribuan karyawannya."

"Perusahaan ini disita karena pemilik lamanya terbukti melakukan penggelapan pajak berskala nasional."

"Harga buka untuk perusahaan yang sudah memiliki nama besar ini adalah lima triliun rupiah!"

Amir menatap layar tabletnya dengan senyum puas yang terlukis di bibirnya.

Ia sudah memiliki lahan emas seluas lima puluh hektar, dan sekarang ia sangat membutuhkan perusahaan konstruksi raksasa untuk membangun superblok miliknya.

Jika ia membeli perusahaan baru atau menyewa kontraktor dari luar, pasti akan memakan waktu dan banyak birokrasi.

Membeli perusahaan yang sudah berdiri kokoh beserta karyawannya adalah jalan pintas terbaik.

Ting.

"Bilik nomor sebelas menawar enam triliun rupiah."

Ting.

"Bilik nomor empat membalas dengan tujuh triliun rupiah."

Persaingan kembali berjalan sengit karena perusahaan konstruksi adalah mesin pencetak uang yang sangat stabil.

Para taipan di ruangan itu mulai berhitung cermat, mencoba mengamankan aset tersebut dengan harga serendah mungkin.

Angka penawaran perlahan naik hingga menembus sepuluh triliun rupiah dan berhenti di bilik nomor empat.

"Sepuluh triliun rupiah dari bilik nomor empat, adakah yang ingin menaikkan tawaran?"

Pelelang bertopeng itu mengedarkan pandangannya ke arah bilik nomor sembilan, tempat Amir dan Pak Surya duduk.

Semua orang di ruangan itu seolah menahan nafas, menunggu apakah monster misterius yang tadi menghabiskan sepuluh triliun itu akan kembali beraksi.

Dan Amir tidak pernah mengecewakan ekspektasi pertunjukan brutal.

Jari-jarinya kembali mengetikkan sederet angka dengan sangat cepat dan santai di atas layar tablet.

Ting!

Suara notifikasi penawaran kembali menggelegar memecah keheningan yang mencekam.

"Bi... bilik nomor sembilan kembali memasukkan penawaran mutlak!"

"Lima belas triliun rupiah secara kontan!"

Pelelang itu mengumumkan angka fantastis tersebut dengan suara yang nyaris pecah karena terlalu bersemangat.

Ruangan itu kembali dilanda badai keheningan syok terapi.

Lima belas triliun rupiah dilempar begitu saja layaknya membeli kacang goreng di pinggir jalan.

Bilik nomor empat yang diisi oleh seorang pria tua berjanggut putih hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya pasrah.

Ia tahu bahwa melawan orang gila yang membuang puluhan triliun rupiah tanpa berkedip adalah bunuh diri finansial.

"Lima belas triliun satu kali!"

"Lima belas triliun dua kali!"

"Lima belas triliun tiga kali, sah tidak terbantahkan!"

Tok tok tok!

Palu kembali diketuk dan PT Bangun Persada resmi menjadi milik Amir malam itu juga.

Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, Amir telah menghabiskan dua puluh lima triliun rupiah secara tunai.

Sebuah rekor pembantaian finansial yang akan terus dibicarakan di kalangan elit bawah tanah kota ini selama puluhan tahun ke depan.

Pak Surya yang sedari tadi menemani Amir kini menatap pemuda itu dengan pandangan yang bercampur antara takjub dan sedikit ngeri.

"Amir, kekuatan uangmu ini sungguh di luar nalar manusia biasa."

"Dari keluarga konglomerat mana sebenarnya kau berasal, aku belum pernah mendengar nama keluargamu dalam daftar elit nasional."

Pak Surya tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.

Amir mematikan tabletnya dan menoleh pada Pak Surya dengan senyum penuh misteri.

"Aku bukan dari keluarga mana pun Pak Surya, aku hanyalah orang biasa yang kebetulan diberkati dengan banyak keberuntungan."

"Uang hanyalah alat, yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk menghancurkan musuh dan melindungi orang terdekat."

Jawaban diplomatis Amir semakin mempertebal aura misterius yang menyelimuti dirinya.

"Kau sekarang memiliki lahan superblok dan perusahaan konstruksi raksasa, kau butuh tim manajemen yang solid untuk mengurus semuanya."

"Kalau kau butuh direktur atau CEO bayaran yang berpengalaman, aku bisa merekomendasikan beberapa orang kepercayaanku," tawar Pak Surya dengan niat membantu.

"Terima kasih atas tawarannya Pak Surya, tapi aku sudah punya orang kepercayaanku sendiri yang akan kuangkat menjadi CEO."

"Aku tidak suka mengurus dokumen dan rapat yang membosankan, jadi aku akan bekerja dari balik layar sepenuhnya."

Amir memikirkan Sebastian, pelayan biologis yang kecerdasannya jauh di atas manusia rata-rata dan memiliki loyalitas mutlak.

Sebastian akan menjadi wajah dari perusahaan raksasa miliknya, sementara Amir bebas menikmati hidup sebagai dewa pemancing.

Acara lelang bawah tanah itu akhirnya selesai pada tengah malam.

Amir menggesek kartu hitamnya untuk membayar lunas dua puluh lima triliun rupiah.

Lagi-lagi, transaksi super besar itu disetujui bank dalam hitungan detik, membuat semua panitia lelang menelan ludah ketakutan.

Setelah berpamitan dengan Pak Surya, Amir mengemudikan mobilnya menembus jalanan malam yang sepi kembali ke rumah mewahnya.

Ia sangat lelah, bukan karena memancing, tapi karena membuang uang triliunan rupiah ternyata cukup menguras adrenalin.

Sementara Amir tertidur pulas di atas ranjang king size-nya, sebuah mimpi buruk nyata sedang dialami oleh Siska di sisi kota yang lain.

Brak!

Suara pintu besi sel tahanan wanita di kantor kepolisian pusat ditutup dan dikunci dengan sangat kasar.

Siska meringkuk ketakutan di sudut ruangan sel yang lembab dan berbau pesing.

Ia masih memakai baju tahanan oranye dan celana pendek yang tidak bisa menahan hawa dingin malam.

Ruangan sel itu diisi oleh enam orang tahanan wanita lainnya yang wajahnya sangat sangar dan penuh tato.

Mereka adalah para penipu kelas teri, pengedar narkoba, dan pelaku pengeroyokan yang sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan penjara.

Seorang wanita bertubuh gempal dengan tato naga di lehernya berjalan mendekati Siska.

Ia adalah Siti, pemimpin geng di dalam sel tahanan tersebut.

"Heh anak baru, lu pikir sel ini hotel bintang lima tempat lu bisa nangis-nangis di pojokan hah!"

1
VirgoRaurus 31Smile
ceritanya makin lama membosankan... khayalan dewa level tinggi dan kecongkaan super dewa... lihat aja yg like merosot tajam....
kiyoe: hehehe iyaa kak maaf yaa
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
debu air.... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
lama lama sistem kok seperti babunya MC ya... kok aneh.
VirgoRaurus 31Smile
melarikan diri dg nyawa yg tersisa... emang dia punya berapa nyawa Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
pembunuh memanjat dinding dan ditendang punggungnya ditendang MC hingga terlempar kedepan... kedepan mana Thor... kan dia sedang memanjat dinding, emang kalau manjat dinding posisinya gimana Thor... kok dia bisa terlempar ke depan. 🤭🤭🤭
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa... MC melelang pedang tsb untuk mendapatkan uang, tapi MC sendiri yg memenangkan lelang itu, uang darimana...?
VirgoRaurus 31Smile
pulau benua.... pulau ya pulau, benua ya benua... kok dicampur aduk.
VirgoRaurus 31Smile
MC lupa dg kota Atlantis yg hilang... tempo hari MC gak bisa buka gerbang dg trisulanya...
VirgoRaurus 31Smile
hmm... Palung Mariana... segitiga Formosa selat Madagaskar, sumur Siberia... laut selatan...
VirgoRaurus 31Smile
makanan ala kerajaan eropa... ternyata cuma telur dadar gulung... hadeh... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
gimana lambung kapal bisa tergores... kan yg ditembak 10m didepan kapal...
VirgoRaurus 31Smile
pemakaian terakhir terus... katanya waktu mancing di danau hitam itu yg terakhir...
VirgoRaurus 31Smile
seluruh sistem elektronik hangus terbakar... tapi di robot Sebastian gak ikut terbakar... aneh kau Thor...
VirgoRaurus 31Smile
arogansi super dewa...
VirgoRaurus 31Smile
MC mulai sombong... super sombong.
VirgoRaurus 31Smile
kompasnya punya mulut dan bisa berenang... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
rupanya ruangan Viktor gak pernah dibersihin... debunya tebal sekali... 🤣
VirgoRaurus 31Smile
membangunkan naga iblis yang sangat salah... apa dengan sangat salah, Thor...
kiyoe: aduh othor pusing kak 😭
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
cerutu mahal kuba itu di produksi di Sumatra yang di impor oleh kuba... 👍
kiyoe: wah gitu yaa kak othor baru tau hehe makasih infonya yaa kak
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
segitiga Formosa belum di rambah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!