Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:375.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Naya melangkah masuk ke dalam gedung firma hukum yang berdiri kokoh di kawasan bisnis. Lobi yang luas terasa dingin oleh hembusan AC, lantai marmer mengilap memantulkan cahaya lampu kristal di langit-langit. Ia tidak ragu. Langkahnya stabil, punggung tegak, dan wajahnya tenang.

Resepsionis di meja depan langsung mengenali namanya. “Selamat siang, Bu Naya. Pak Adrian sudah menunggu di ruangannya.”

Naya hanya mengangguk singkat. Ia menolak tawaran untuk diantar, lalu menaiki lift sendirian menuju lantai tujuh. Di dalam lift yang sunyi, ia menatap bayangan dirinya di dinding cermin. Kemeja putih rapi, celana bahan hitam, rambut terurai dengan make-up tipis yang membuatnya terlihat formal sekaligus tidak mudah digoyahkan.

Ting

Begitu pintu lift terbuka, koridor panjang dengan dinding kayu gelap menyambutnya. Di ujung koridor, pintu kaca ruang kerja Adrian sudah terbuka sebagian. Naya berjalan mendekat dengan langkah elegan, sepatu high heels-nya berbunyi pelan di atas karpet tebal.

Adrian sudah duduk di balik meja kerja besar dari kayu jati. Pria berusia empat tahun itu mengenakan kemeja biru muda dengan lengan digulung rapi hingga siku, dasi longgar di leher, dan kacamata tipis yang menempel di batang hidung. Wajahnya serius, seperti biasa. Ia sudah bertahun-tahun menangani kasus perceraian, perselingkuhan, dan sengketa harta gono-gini. Tidak ada yang mengejutkannya lagi, kecuali klien yang datang dengan bukti yang sangat lengkap.

“Selamat siang. Silahkan duduk” sapa Adrian dengan suara rendah dan profesional. Ia berdiri sebentar sebagai tanda hormat, lalu mengisyaratkan kursi di depan mejanya.

Naya mendekati meja itu tanpa terburu-buru. Ia meletakkan tas kulit cokelat di samping kursi, lalu perlahan mendudukkan tubuhnya. Punggungnya tegak, kedua tangan tersusun rapi di pangkuan, dan matanya menatap langsung ke arah Adrian. Tidak ada rasa canggung. Tidak ada keraguan yang terlihat.

“Hari ini selingkuhannya datang ke rumah,” ucap Naya tanpa basa-basi. Suaranya datar, jelas, dan tidak bergetar. “Saya sudah mengumpulkan semua buktinya, termasuk tanda tangan suami saya yang sebentar lagi akan menjadi mantan.”

Ia membuka tas, mengeluarkan map hitam tebal, lalu menyerahkannya ke atas meja. Map itu berisi banyak lembar, screenshot percakapan, foto, rekaman, salinan transfer, bukti pengalihan rekening, dan yang paling penting dokumen yang sempat ditandatangani Aslan tanpa dibaca.

Adrian menerima map itu dengan kedua tangan. Ia tersenyum tipis, “Mari kita lihat.”

Ia membuka map pelan-pelan. Jari-jarinya membolak-balik setiap halaman dengan teliti. Screenshot pesan dari Liza untuk Aslan yang penuh kata mesra dan foto menggoda. Rekaman singkat percakapan dengan Faris. Dan dokumen yang di tanda tangani Aslan, yang sebenarnya surat pernyataan dan persetujuan awal untuk proses perceraian serta pembagian harta.

Adrian mengangkat alis sedikit saat membaca bagian itu. Ia menutup map, lalu menatap kedua mata Naya dalam-dalam. Tatapannya serius, hampir seperti sedang menguji.

“Kamu sudah yakin? Mau bercerai dengan suamimu? Aku tidak suka menangani kasus yang berhenti di tengah jalan karena dibatalkan. Kalau masih ada keraguan, bilang sekarang.” tanya Adrian memastikan.

Naya tidak mengalihkan pandangannya. Ia duduk semakin tegak, dagu sedikit terangkat. “Saya sudah yakin dengan keputusan saya,” jawabnya tegas. “Saya tidak mau hidup dengan pengkhianat"

Keheningan sejenak mengisi ruangan. Hanya bunyi AC yang samar dan detak jam dinding yang terdengar. Adrian mengangguk pelan, seolah sudah mendapat jawaban yang ia butuhkan.

“Semua bukti yang kamu punya sudah cukup untuk memenangkan persidangan,” katanya akhirnya. Ia bersandar di kursi, jari-jari saling bertaut di atas meja. “Perselingkuhan tercatat, pernikahan siri, pengabaian selama berbulan-bulan, dan dokumen yang sudah ditandatangani. Kalau suami mu mencoba melawan, kita punya cukup amunisi. Soal harta gono-gini, kita bisa tuntut bagian yang adil, termasuk rumah, aset, dan tabungan yang selama ini kamu kelola.”

Naya mengangguk singkat. “Saya tidak butuh semuanya. Saya hanya ingin cukup untuk memulai hidup baru. Dan saya ingin prosesnya cepat.”

Adrian tersenyum tipis lagi, kali ini lebih hangat. “Baik. Kita akan daftarkan gugatan minggu ini. Saya siapkan surat kuasa dan dokumen tambahan. Kamu perlu menandatangani beberapa berkas hari ini.”

Ia membuka laci, mengeluarkan beberapa formulir, lalu mendorongnya ke arah Naya bersama sebuah pulpen. Naya menerima semuanya tanpa ragu. Ia membaca setiap baris dengan teliti, sesuatu yang suaminya tidak pernah lakukan sebelumnya. lalu membubuhkan tanda tangan di tempat yang diperlukan. Goresan tangannya tegas, tidak ragu sedikitpun.

Sementara menandatangani, pikiran Naya sempat melayang sejenak. Ia teringat pagi-pagi buta memasak sarapan yang tidak pernah dimakan. Ia teringat tiga bulan menunggu tanpa kabar. Ia teringat jendela rumah di Bandung, kebaya merah, dan cincin di jari wanita lain. Ia teringat ranjang yang diserahkan.

Semua itu kini terasa jauh.

Setelah formulir terakhir ditandatangani, Naya menutup pulpen dan mengembalikannya ke meja. “Berapa lama prosesnya?”

“Kalau Aslan tidak terlalu melawan, empat sampai enam bulan. Kalau dia melawan, bisa lebih lama. Tapi dengan bukti ini, posisimu kuat,” jawab Adrian. Ia menyimpan map hitam itu ke dalam laci khusus. “Satu hal lagi. Jangan berkomunikasi langsung dengan dia soal perceraian. Semua lewat saya. Dan kalau dia atau pihak Liza mencoba menghubungi atau menekan, langsung laporkan.”

Naya mengangguk. “Saya mengerti.”

Adrian berdiri, mengisyaratkan bahwa pertemuan singkat itu selesai. “Kamu sudah melakukan langkah yang tepat, Naya. Banyak orang datang ke sini masih penuh keraguan. Kamu tidak. Itu bagus.”

Naya ikut berdiri. Ia merapikan sedikit blusnya, lalu mengambil tas. “Terima kasih, Pak Adrian. Saya tidak akan membatalkan proses perceraian ini.”

Ia berbalik menuju pintu. Langkahnya sama stabilnya seperti saat masuk. Di ambang pintu, ia sempat menoleh sekali lagi. “Tolong pastikan dia merasakan konsekuensinya. Bukan karena dendam. Tapi karena dia harus belajar bahwa pengkhianatan punya harga.”

Adrian tersenyum kecil. “Itu urusan pengadilan. Tapi saya akan pastikan hakmu tidak dilanggar.”

Naya keluar dari ruangan, menaiki lift kembali ke lantai dasar, lalu melangkah keluar gedung. Angin siang menyapu wajahnya. Ia berdiri sejenak di trotoar, menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan ponsel.

Ia membuka folder tersembunyi yang selama ini ia jaga. Semua bukti sudah diserahkan. Tanda tangan Aslan sudah di tangan pengacara. Langkah berikutnya sudah dimulai.

Di layar ponsel, ada pesan masuk dari Dara.

"Gimana, Nay?"

Naya mengetik balasan singkat sambil berjalan menuju mobil.

"Sudah. Gugatan cerai segera didaftarkan. Aku tidak akan kembali"

Pesan terkirim. Naya mengunci layar, memasukkan ponsel ke tas, lalu membuka pintu mobil. Ia duduk di balik setir, menyalakan mesin, dan memandang lurus ke depan.

Rumah yang dulu ia jaga dengan sabar kini sudah bukan rumahnya lagi. Ranjang yang dulu mereka bagi sudah diserahkan pada wanita lain. Suami yang dulu ia tunggu sudah memilih pengkhianatan.

Dan hari ini Naya tidak lagi menjadi istri yang menunggu. Ia memilih menyerah, bukan karena kalah. Tapi karena mempertahankan harga diri.

1
Night Watcher
di atas, aslan sbg ceo, didesak oleh direktur utama agar aslan nonaktif.
sekarang aslan sbg direktur utama, didesak agar nonaktif.
yg bener yg mana jabatan aslan?
Night Watcher
perusahaan punyamu lan, kamu yg mbangun, kenapa tunduk pd org² yg cuma pekerja?
yg ada mereka mentok mengundurkan diri atau keluar dr pekerjaan..😇
Marina Tarigan
semoga kamu dan bayi sehag terus dsn suami siagamu ber tambah2 mencintaimu dan bernuang menjadi suami siaga utk menhhapus lukamu dulu Naya
Marina Tarigan
meninggal dlm kancah dosa semoga bayimu jafi anak soleha nanti tdk mengikuti jejak ibunya yg hina
Marina Tarigan
aslan taya hidupmu kembali dan menjadi pribafi yg lebih baik
Lioniwati Ben
dasar perempuan sundal otaknya udah konslet udah dpt lakinya msh mau hak istri sah nya dasar perempuan sundal
Marina Tarigan
perbuata arogan kamu bertiga adalah hadiah paling besar buat kebangkitan Naya yg kalian hi na sangat kasar tanpa hati jadiah yg setimpal pd Aslan Lisa Tianti yh serakah
Marina Tarigan
baguslah lida sdh meninggal lisa wanita serakah otoriter menganggap dirinya paling benar menyakiti sesama wanita tdk punya hati memaksa tempat sakral suami istri Naya dan mengusir Naya lebih dari pembantu daro rmhnya semdiri perbuafan keji yg tdk bisa dimaafkan Aslan kamu berpetan penuh menyakiti istri sahmu Naya yg penuh air mata sampai kami tampar demi pelacur itu sekarang berbalil pdmu Adlan sampai hancur lebur Naya sekarang diratukan oleh Erlan sang suami yg punya sehala kehormatan kekayaan lekuasaan yg tdk bisa kamu lawan kamu kejam dan tdk punya hati pd istrimu sendiri yv pintsr dan penurut kamu sia2kam nikmati kehancuranmu dan bertobatlah demi masa depanmu
irma hidayat
cerita yg bagus
fatmiatun sahono
maaf ortu nya Aslan TDK ada ya....
fatmiatun sahono
cuma karena Naya hrs berkorban begitu besar. itu kan pengorbanan Erlan Aslan satu cinta satu marah. setipis plastik perbedaan nya. dampak nya luarr biasa....🙏 tinggal sedikit lagi ya tamat...🙏💪💪💪💪
fatmiatun sahono
heran....nikah siri itu emang dpt hak ya....
fatmiatun sahono
bukan jaim. bodohhhhh
Lioniwati Ben
terima salah Aslan
udah lah
mengalah aja lbh terhormat loh
drpd bikin rencananya busuk pdhal km yg busuk dr awalnya kg
Susi Yanti
sukurin.....
emang enak ngerebut milik org lain ?, diawal emang yg nampak sorga,namun waktu berjalan melintasi indahnya,selamat dtg kemasa sulit....
Cicih Sophiana
eh Naya tunjukan ke si Aslan klo kamu kuat kamu bisa melawan... jgn cuma nangis doang...
Cicih Sophiana
Naya kamu payah ah...
Lioniwati Ben
mencintaimu dalam senyap ath yah Erlan 👍 brarti tulus sih cinta Erlan utk nara
Night Watcher
sebenarnya posisi yg lebih tinggi di perusahaan itu apa ya? CEO atau direktur?
fatmiatun sahono
yahhhh sy pengen baca novel , setelah pergi de suami nya trus ketemu jodoh yg notabene bule tp maaf🙏muslim . yg konon bule nya bucin amat ma org indo. pasti romantisass....semngat Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!