Indonesia
NovelToon NovelToon
Merindukan Pelangi Saat Hujan

Merindukan Pelangi Saat Hujan

Status: tamat
Genre:Angst / Anak Yatim Piatu / Wanita Karir / Nikahmuda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma Banilla

Memiliki julukan sebagai anak pembawa sial, tak membuat gadis bernama Chessy larut dalam kesedihannya. Ya, anak pembawa sial adalah julukannya sejak dia di lahirkan, karena kelahirannya yang berbarengan dengan kematian kedua orang tuanya.

Kehidupan yang begitu menderita membuatnya tak lantas putus asa, dia selalu meyakinin bahwa akan ada pelangi setelah hujan, akan ada kebahagiaan setelah penderitaan, dan inilah yang selalu di rindukan Cheesy, Merindukan Pelangi saat hujan.

Dapatkah Cheesy menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma Banilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan menerima ganjaran

...Cheesy tersenyum melihat Kenzie namun detik berikutnya Cheesy merasa badannya semakin lemah dan akhirnya tak sadarkan diri....

..."Cheesy... Bangun Sy, bangun." Ucap Kenzie berusaha membangunkan Cheesy....

......***......

Dengan menahan sakit di kakinya, Kenzie berlari sembari membopong tubuh Cheesy, Ia segera membawa Cheesy ke ruang UKS.

"Cheesy kenapa Ken?" Tanya seorang guru yang berpapasan dengan Kenzie yang membawa masuk Cheesy ke ruang UKS.

"Cheesy pingsan Bu, tadi saya menemukannya di gudang." Jawab Kenzie sembari merebahkan tubuh Cheesy ke ranjang.

"Astaghfirullah, ambil minyak angin di laci Ken." Pinta Bu Rinda yang segera mendekati Cheesy.

Tanpa menjawab Kenzie segera mengambil minyak angin di laci dan memberikan nya pada gurunya. Bu Rinda mengoleskan minyak angin itu ke beberapa bagian tubuh Cheesy.

"Ken ambil bantal disana, dan taruh di bawah kaki Cheesy, biar posisi kaki Cheesy lebih tinggi." Pinta Bu Rinda lagi.

"Baik Bu." Jawab Kenzie segera mengikuti arahan Bu Rinda.

Bu Rinda membuka kancing baju bagian atas Cheesy, lalu mengoleskan minyak angin disana.

"Cheesy,,, Bangun Nak." Bisik Bu Rinda di telinga Cheesy.

"Ayah... Ibu..." Rintih Cheesy memanggil kedua orang tuanya namun dengan mata yang masih terpejam.

"Bu, badan Cheesy panas sekali." Ucap Kenzie saat memegang kening Cheesy dan merasakan suhu tubuh Cheesy meningkat.

Bu Rinda segera memeriksa kening Cheesy dan benar saja suhu tubuh Cheesy tinggi.

"Ambil termometer Ken di laci." Titah Bu Rinda, Kenzie pun segera berlari dan mengambil termometer.

"Ini Bu." Kenzie memberikan termometer pada Bu Rinda dan Bu Rinda segera menempelkan termometer yang berbentuk seperti pistol itu di dahi Cheesy lalu memencet tombolnya.

"Astaghfirullah, demamnya tinggi sekali Ken, sepertinya kita harus bawa dia ke rumah sakit." Ucap Bu Rinda setelah melihat hasil dari alat pengukur suhu tubuh itu.

"Ahhh Iya Bu, saya telpon Papah dulu ya Bu, supaya menjemput Cheesy." Ucap Kenzie mengambil ponsel di saku celananya lalu segera menghubungi Papahnya.

"Hallo Assalamualaikum Pah." Ucap Kenzie saat panggilan terhubung.

"Wa'alaikumsalam, kenapa Nak?" Tanya Langit dengan suara khas bangun tidurnya.

"Pah, Cheesy pingsan dan badannya panas sekali, apa papah bisa kesini supaya Cheesy bisa kita bawa kerumah sakit." Ucap Kenzie sontak mata langit membulat.

"Apa? Cheesy pingsan?" Kaget Langit segera bangkit dari tidurnya.

"Iya Pah, Papah kesini ya Pah." Jawab Kenzie lalu meminta Papahnya untuk datang.

"Iya Ken, Papah kesana sekarang." Jawab Langit lalu segera turun dari ranjang.

"Oke Pah, Kenzie tunggu." Jawab Kenzie lalu panggilan pun berakhir.

"Bagaimana Ken?" Tanya Bu Rinda.

"Papah akan kesini Bu." Jawab Kenzie.

"Ayah... Ibu..." Cheesy kembali mengigau dengan memanggil Ayah dan Ibunya.

"Sy... Cheesy... Bangun Sy." Kenzie menggoyangkan bahu Cheesy pelan untuk membangunkannya, namun Cheesy tak bereaksi apapun.

"Sebenarnya Cheesy kenapa Ken? Kenapa dia bisa ada di gudang?" Tanya Bu Rinda penasaran.

"Saya juga tidak mengerti Bu, tadi Cheesy pamit mau ke kantin, tapi ngga balik balik, terus Saya coba cari ke seluruh tempat di sekolahan ini, dan ternyata Cheesy ada di dalam gudang dengan keadaan yang sudah sangat lemas." Ungkap Kenzie.

***

"Astaghfirullah, Mas Langit." Kaget Ranti saat membuka pintu kamar dan Langit juga hendak membuka pintu.

"Mau kemana Mas? Kok sudah rapi." Tanya Ranti saat melihat Langit yang sudah mengenakan jaketnya.

"Sayang, kamu ikut Mas ya, kita ke sekolah Kenzie sekarang." bukannya menjawab, langit justru meminta Ranti untuk mengikutinya.

"Loh, memangnya ada apa Mas? Apa Kenzie berulah di sekolah?" Tanya Ranti.

"Kamu segera bersiap saja, nanti Mas ceritakan di jalan, kita harus segera kesana." Ucap Langit segera menyambar kunci mobilnya.

Ranti pun gegas mengambil Tas selempang nya yang tergantung di belakang pintu. Karena dia masih mengenakan pakaian yang rapi hingga tidak perlu bersiap terlalu lama.

Langit pun segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena merasa khawatir dengan kondisi Cheesy. Tak lupa dia pun menceritakan keadaan Cheesy pada Ranti.

"Astaghfirullah, Cheesy kenapa ya Mas?" Tanya Ranti terkejut.

"Mas juga tidak tau sayang, nanti kita tanya sama Kenzie saja." Jawab Langit.

Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Langit sudah sampai halaman sekolah. Kenzie yang sudah menunggunya di depan ruang UKS segera melambaikan tangannya.

Langit yang melihatnya pun segera berlari ke arah Kenzie, saat ini semua teman satu kelas Cheesy tengah berkerumun di depan UKS ingin melihat kondisi Cheesy, Melody yang merupakan teman dekatnya menangis di samping Cheesy melihat sahabatnya tak sadarkan diri.

Langit segera membopong Cheesy dan berlari menuju mobil.

"Buka pintunya Ken." Pinta Langit, Kenzie pun segera membukakan pintu untuk Cheesy, Ranti masuk terlebih dahulu lalu Langit merebahkan tubuh Cheesy, Ranti mengangkat kepala Cheesy lalu memangkunya.

Langit segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.

"Ayah... Ibu..." Terdengar Cheesy kembali mengigau, Ranti yang mendengarnya pun tak bisa menahan airmata nya.

"Apa kamu merindukan Ayah dan Ibu mu Nak, sampai kamu seperti ini." Gumam Ranti terisak.

"Kenzie sebenarnya apa yang terjadi dengan Cheesy?" Tanya Ranti.

"Kenzie tidak tau pasti nya Mah, tapi sepertinya ada orang yang sengaja mengunci Cheesy di gudang, tapi Kenzie ngga tau siapa." Jawab Kenzie.

***

"Dokter... Dokter..." Teriak Langit dan Kenzie saat membawa Cheesy masuk ke ruang IGD rumah sakit.

Langit merebahkan tubuh Cheesy di brangkar, beberapa perawat berlari menghampiri mereka dan segera mendorong brangkar itu masuk ke dalam ruang tindakan.

Langit, Ranti dan Kenzie menunggu Cheesy di depan ruang IGD menunggu hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter.

Kenzie terus mondar mandir di depan pintu ruang tindakan, Ia begitu mengkhawatirkan kondisi Cheesy.

"Siapa kira-kira yang tega melakukan ini pada Cheesy, aku harus mencari tau, aku tidak akan pernah memaafkan orang itu." Batin Kenzie.

Mendengar apa yang di ceritakan oleh Kenzie, Langit menjadi geram sendiri, Langit segera menghubungi rekan kerjanya dan memintanya untuk membantu menyelidiki masalah ini.

"Hallo, Assalamualaikum." Sapa Langit saat panggilan terhubung.

"Wa'alaikumsalam komandan." Jawab seseorang di sebrang sana.

"Daniel, saya minta kamu selidiki siapa orang yang sudah berani mengunci Cheesy di gudang sekolahan." Pinta Langit.

"Siap komandan, saya segera ke sekolah dan akan langsung menyelidikinya." Ucap laki-laki bernama Daniel.

"Oke, terimakasih, Assalamualaikum." Ucap Langit.

"Wa'alaikumsalam." Sahut Daniel lalu panggilan pun berakhir.

"Siapapun orang yang sudah berani melakukan ini, akan menerima ganjaran yang setimpal, Papah tidak akan membiarkan orang itu lolos begitu saja." Ucap Langit dengan kemarahan yang membuncah.

Sejak kematian kedua orang tua Cheesy, Langit sudah berjanji akan melindungi Cheesy seperti anaknya sendiri, sehingga saat ada orang yang berusaha mencelakai Cheesy, Langit begitu marah dan akan memberikan ganjaran pada orang itu.

1
Tan
Tuh kan /Sob//Sob//Sob/
Tan
Aku baca ini takut tiba-tiba Pak Heru meninggal juga/Sob//Sob//Sob/
Tan
Agak miring ni otaknya. Kematian itu udah takdir gak bisa kita salahin orang lain apalagi ini bayi yang di salahin. Berduka itu boleh tapi jangan. sampai berlarut-larut, harus ikhlas walaupun gak mudah.
Tan
bagus penggambarannya aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!