SINOPSI
Seorang gadis bernama Rifaya andini sosok gadis baik hati, mudah bergaul, pribadi yang hangat, ceria membuat dia mempunyai banyak teman tetapi dia lemah dalam hal perasaan, patah hati yang selalu terulang, pengkhianatan yang sering ia terima hingga ia mulai terbiasa dengan rasa sakit itu, dan menganggap tabu yang namanya cinta. kehilangan seorang keluarga membuat Aya semakin terpuruk, keputusasaan hingga ingin bunuh diri dalam situasi yang membuatnya menyerah dalam keadaan, akan kah Rifaya menenukan seseorang yang bisa membuatnya bangkit, menjalani hidup dengan penuh harapan dan jatuh cinta lagi, dapatkah Rifaya menenukan kebahagiaannya kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsyilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Ibu untuk Hanna
Hanna yang di minta datang pagi ke rumah Aya tepat pukul 06:30 sudah berada di rumah Aya.
Ibu Aya yang tak mengetahui janji antara mereka di buat sedikit terkejut
Hanna menepikan Motornya tak jauh dari Ibu Aya yang sedang menyapu halaman,
Ibunya pun heran siapakah yang bertamu sepagi ini
"Assalamualaikum"
Wa'alaikumsalam" jawab Ibu Aya
"Aya ada bu?"
"Hanna..ibu kira siapa ????"
"Iya Bu, semalam Aya minta Aku kesini pagi-pagi" seraya mencium tangan
" Aya belum bangun, sana masuk aja ke kamar"
"Yaudah kalo gitu Hanna masuk ya Bu"
" Iya . Iyaaa
Hanna masuk kedalam rumah dan menuju kamar Aya , di ketok pintu kamar namun tak ada jawaban Hanna pun masuk tanpa meninta izin Aya karena memang rumah Aya sudah seperti rumahnya sendiri
Terlihat Aya yang masih tertidur pulas, nyenyak dengan selimut sebatas dada dan memeluk guling, Hanna melihat perban di siku sahabatnya itu dan mulai bertanya-tanya Namun ia tak membangunkan hanya menunggu Aya merasakan ada sahabat di dekatnya dan bangun dengan sendirinya
Ibu Aya pernah bilang jika seorang teman sedang tidur lalu teman yang lain duduk dan hanya memperhatikan tanpa menyentuh atau membangunkan dengan sendirinya ia tersadar dan bangun dari tidur karena merasakan ada seseorang di dekatnya itu memandakan mereka sahabat sejati
Lalu Aya terbangun dan melihat Hanna sedang duduk di bangku meja rias
" Udah bangun Lo?"
"Han... Kapan sampe? Udah lama?" Tanya Aya yang perlahan bangun
"Gak, baru sampe Gue" jawab Hanna yang mendekat dan duduk di samping Aya
" Sorry ya ngerepotin Lo"
" Gak kok"
"Lo ada kuliah gak?"
"Gak Ay Gue libur"
"Syukur dehh"
"Lo kenapa Aya?? Lo jatoh? Ini di perban ??!" Seru Hanna yang cemas
"Iya, kemaren Gue keserempet motor pas pulang dari rumah Lo"
" Kok Lo gak ngabarin Gue, Terus siapa yang bawa Lo ke RS??
" Ada temen Gue , kebetulan dia Ada di TKP Gue di bawa kerumahnya di obatin ama adik nya"
"Ya ampun Aya.. Lo harusnya telpon Gue" ucap Hanna cemas campur kesal
" Itu Gue telpon Lo pas Gue udah di rumah, makanya Gue suruh Lo ke sini pagi-pagi juga Gue minta anter ke klinik"
"Kenapa baru sekarang.. Harusnya kemaren!!! "
"Gue udah gak apa-apa Lo gak usah panik, cuma periksa terus minta surat keterangan sakit, Gue mau istirahat di rumah"
"Yaudah Ayo cepet... Lo rapih dah Gue nunggu Di depan" seru Hanna yang beranjak dari kasur
"Ok, Gue cuci muka dulu"
"Mandi Ay... Jorok amat sii" seru Hanna mengernyitkan dahi
"Kalo mandi luka Gue lama keringnya"
" Alesan Lo itu mah ..!!
"Yeehhhh ... Beneran..
" Gue tunggu di depan.." ucap Hanna yang keluar kamar
Hanna yang hendak duduk di sofa ruang tamu berpapasan dengan Ibu Aya yang baru saja selesai menyapu halaman
"Aya udah bangun han??"
" Udah Bu lagi bersih-bersih badan dulu "
"Kalo gitu tunggu di meja makan sekalian kita sarapan bareng kamu belum sarapan kan?" titah Ibu
"Hmmmmm"
" Udah ayoo"
Tak mungkin Hanna menolak ajakan Ibu Aya, duduklah mereka di meja makan sambil menunggu Aya
"Ayah kemana bu?" Tanya Hanna membuka obrolan
" Ada di kebun belakang lagi tanam pohon pisang, rambutan, mangga juga.. sayang kebun luas tapi kosong"
"Wahh iya, dari pada kosong ya Bu"
"Hanna ibu mau pesan,kamu jangan tinggalin Aya kalian jangan pernah berjauhan meski suatu saat kalian menikah dan tinggal dengan suami kalian Tapi jangan pernah putus komunikasi, Aya gak punya saudara perempuan dia anak tunggal, gak ada temen curhat, gak punya temen ngobrol,Ibu sudah tua gak selamanya bisa di samping Aya" kata Ibu yang mulai sendu nada bicaranya
"Iya Bu, Hanna juga cuma punya adik laki-laki, Hanna udah anggap Aya saudara bukan sekedar teman aja" Jawab Hanna
"Makasih ya hann,"
"Iyaa Bu
****
Point of view Hanna
Hanna anak pertama ia punya adik laki-laki bernama Rayhan, Ayah Hanna seorang Guru, Ibunya berjualan di kantin sekolah, Hanna seorang wanita yang gigih,tanggu dan pantang menyerah,pribadinya baik, humoris dan sangat ramah pada semua orang,Hanna dan Aya bukan teman sekolah juga bukan teman masa kecil
Mereka bertemu di warnet milik sepupu Hanna Waktu itu sepupu Hanna mengajak teman yaitu Aya ke warnet miliknya tak sengaja Hanna ada di sana dan mereka pun berkenalan, Cukup singkat perkenalan mereka namun dengan ada nya perkenalan itu membuat Hanna dan Aya menjadi sahabat sampai saat ini
Hanna kuliah di Universitas negeri ia mengambil fakultas jurusan ekonomi syariah
Sedangkan Rayhan usia nya baru 9 tahun , Ray sangat manja kepada Hanna, sosoknya yang penyayang membuat siapa saja merasa di perhatikan jika dekat dengan Hanna
****
"Ayo berangkat..." Seru Aya yang berjalan perlahan menghampiri mereka
" Sarapan dulu Aya bareng Hanna juga, Ibu udah bikin nasi goreng nih"
"Asiikk.. " jawab Aya
" Ayah gak di ajak sekalian Bu??" Tanya Hanna
"Biasa kalo Ayah-nya Aya sarapan kopi sama rokok" jawab Ibu seraya membagi sepiring nasi goreng
"Makasih Bu,.."
"Buat Aya mana Bu..??"
"Ini tunggu bentar ibu ambilin"
Mereka mengabisakan sarapan dan setelah itu Hanna dan Aya pergi ke Klinik menaiki motor milik Hanna
Sampai di Klinik tak lama Aya masuk karena jumlah pasien masih sedikit, Aya di periksa dan diberi resep obat serta surat keterangan sakit untuknya beristirahat beberapa hari di rumah
Di lain sisi Adrian mengabari Putra bahwa Aya mengalami kecelakaan, Adrian memberanikan diri meminta Putra untuk mengirim kontak Aya karena Adrian ingin memastikan keadaan Aya
Diwaktu yang bersamaan mereka mengirim pesan menanyakan kabar Aya saat ini, namun tak ada balasan dari Aya yang sedang menunggu obat di klinik
Putra lantas menelpon Aya
"Hallo....
" Iyaa kenapa Putra?"
" Ay katanya Lo jatoh?? Tanya Putra cemas
"Iya, Gue lagi berobat ini,,Lo kok tau?
"Gue tau dari Adrian"
"Ohh.. iyaa Gue di tolong dia kemaren"
"Lo gak kenapa-napa kan??"
"Gak ,salam sama Kinanti ya.. mungkin beberapa hari Gue gak masuk dulu"
"Iya nanti Gue bilangin"
"Buat Lo, Tolong handle kerjaan Gue... Hehehe" Seru Aya
"Yahh.. Gue kena getah nya" jawab Putra pasrah
" Hahahaa .. Gue tutup ya telponnya"
"Ok, cepet sembuh Lo"
"Iya pasti..!!
Hanna yang kembali setelah menebus obat lalu mengajak Aya untuk pulang kerumah
"Ya ampun Aya kenapa semua ini meninpa Lo, udah batin Lo sakit sekarang fisik Lo juga, Gue yakin Lo kuat Ay,.. Mungkin kalo Gue yang ada di posisi Lo gak akan sanggup Gue , Gue Akan inget terus pesan Ibu Lo, Kita gak akan pernah pisah walaupun nanti kita punya kehidupan masing-masing tapi persahabatan kita punya tempat tersendiri di kehidupan kita" Gumam Hanna dalam hatinya sedih
siap.. pasti 🙏
tetap semangat ya kak..
yg penting gak mengganggu di kehidupan nyata..sukses kak
mampir ya ke cerita ku juga
"Promise"
"Jiwa baru Zhuge Liying"
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
Salam dari
Pemilik Hati Florence
Aku mampir dah kasih boomlike tiap Chapt dan rate 5. Ditunggu boomlike+rate 5 back nya di karyaku berjudul The Power of Mutant yaa... Makasih🙏😄
💕Saling Support💕
jangan bosen ya kak mampir di cerita ku
"This love is for you"
aku tunggu kelanjutannya kak😘😁
salam terlove dari Novel PELARIAN 😊
princess X 7 switch