Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekretarisku Perawan Tua

Sekretarisku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:CEO / Berondong / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:306.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Nessa seorang sekretaris di perusahaan besar di Jakarta. Kariernya sebagai sekretaris sangat cemerlang. Namun sayang kisah cintanya tidak sebagus kariernya. Beberapa kali ia dihianati oleh laki-laki. Mereka mereka mau menjadi kekasih Nessa karena penghasilan Nessa yang besar, bukan karena cinta pada Nessa.

Nessa meninggalkan kota Jakarta dan pekerjaan lamanya. Ia meniti karier di kota Bandung dan memulai kehidupan barunya.

Bagaimanakah kehidupan Nessa di kota Bandung? Ikuti terus ceritanya sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Bertemu Orang Tua Fikri

Nessa menghela nafas.

“Saya tidak mau jadi pacar pura-pura Bapak,” kata Nessa.

“Kamu pacar saya satu-satunya,” jawab Fikri.

“Saya tidak mau jadi simpanan Bapak,” kata Nessa.

“Nessa, kamu tuh sudah besar. Mau saya simpan dimana? Nggak akan muat kalau saya taruh kantong,” kata Fikri.

Nessa geli mendengar perkataan Fikri. Ia ingin tertawa, namun ditahan. Kalau Fikri tahu pasti leleki itu bakalan geer.

“Saya tidak mau jadi mainan Bapak. Saya ingin menikah, punya suami dan mempunyai anak,” kata Nessa lagi.

“Memangnya kamu barbie? Bisa saya jadikan mainan? Kalau kamu ingin menikah secepatnya, besok kita menikah,” jawab Fikri.

Dia pikir menikah gampang, gerutu Nessa di dalam hati.

“Sudah dong, sayang. Kalau kelamaan di sini nanti Mamah dan Papah keburu tidur siang,” kata Fikri.

Nessa menghela nafas lalu membuka seat beltnya. Nessa hendak membuka pintu mobil namun di cegah oleh Fikri.

“Jangan cemberut begitu, dong. Senyum, dong,” kata Fikri.

Nessa pun tersenyum dengan terpaksa.

“Nah, kalau begitukan cantik,” puji Fikri.

Tiba-tiba cup, Fikri mencium pipi Nessa.

“Ma kasih ya, sayang,” ucap Fikri.

“Jangan panggil-panggil sayang! Geli kedengarannya,” kata Nessa.

“Ya sudah, panggilnya honey, baby, sweety,” kata Fikri.

“Stop! Jangan panggil seperti itu! Panggil seperti biasa. Nessa. Jangan ada embel-embel lagi,” seru Nessa.

Kemudian Nessa turun dari mobil. Fikri juga turun dari mobil. Ia menghampiri Nessa lalu menggandeng tangan Nessa.

“Tidak usah menggandeng tangan! Saya bisa jalan sendiri!” seru Nessa sambil berusaha menepiskan tangan Fikri.

“Kamu kenapa sih, sayang? Lagi PMS, ya? Kok galak banget,” tanya Fikri.

“Gara-gara Bapak, saya jadi badmood,” kata Nessa.

Fikri menghela nafas. Sepertinya ia sudah berbuat dosa yang tidak bisa dimaafkan, sehingga membuat Nessa marah besar.

Sabar Fikri, sabar. Nanti juga kamu bisa menaklukannya, kata Fikri di dalam hati.

“Ayo,” Fikri mengajak Nessa masuk ke dalam rumahnya. Mereka masuk melalui garasi. Mereka muncul di ruang makan. Orang tua Fikri sedang makan siang.

“Assalamualaikum,” ucap Fikri ketika masuk ke dalam rumah.

“Waalaikumsalam,” jawab orang tua Fikri.

Fikri menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan orangnya.

“Kamu datang sama siapa?” tanya Ibu Dira ketika melihat Nessa berdiri di dekat pintu.

“Sama pacar, Mah,” jawab Fikri.

“Oh, ya? Suruh ke sini! Mamah mau kenalan,” kata Ibu Dira.

Fikri menghampiri Nessa.

“Ayo, sayang. Mamah mau kenalan sama kamu,” kata Fikri sambil merangkul pinggang Nessa.

Nessa ingin protes. Namun ia merasa tidak enak ribut-ribut di depan bosnya. Bagaimanapun juga Pak Taufik adalah bos Nessa di kantor.

Fikri merangkul pinggang Nessa menuju ke orang tuanya. Ketika melihat Nessa, Pak Taufik langsung kaget.

“Loh, ini bukannya Nessa sekretarismu?” tanya Pak Taufik.

“Iya, Pak. Saya Nessa sekretaris Fikri,” jawab Nessa.

“Nessa sekretaris Fikri sekaligus kekasih Fikri,” kata Fikri.

“Kamu ini bagaimana sih, Fik? Masa sekretaris sendiri dipacari,” kata Ibu Dira.

“Biar semangat kerjanya,” jawab Fikri.

Nessa menyalami orang tua Fikri.

“Sudah makan, belum?” tanya Ibu Dira.

“Su,” Nessa basu saja hendak menjawab sudah, namun langsung dijawab oleh Fikri.

“Belum, Mah,” sahut Fikri.

“Kasihan Nessa kelaparan,” kata Fikri.

“Sini, duduk di sini. Kita makan bareng-bareng,” kata Ibu Dira sambil menepuk-nepuk kursi kosong di sebelahnya.

Fikri menarik kursi di sebelah Mamahnya untuk Nessa.

“Duduk di sini, Yang,” kata Fikri.

Terpaksa Nessa menurut, ia duduk di sebelah Ibu Dira. Fikri duduk di sebelah Nessa.

“Bibiiii,” Ibu Dira memanggil pembantunya.

Tak lama seorang perempuan setengah baya datang menghampiri Ibu Dira.

“Tolong ambilkan piring dan minum untuk Fikri dan temannya,” kata Ibu Dira.

“Baik, Bu,” perempuan yang dipanggil Bibi kembali ke dapur.

“Kamu sudah lama pacaran sama Fikri?” tanya Ibu Dira sambil menunggu piring dan minum yang sedang diambil bibi.

Nessa bingung mau menjawab apa?

“Belum lama. Waktu kami pergi ke Bali. Kami jadiannya di Bali,” jawab Fikri.

“Ya, sayang?” tanya Fikri ke Nessa.

“Eh, iya,” jawab Nessa.

Nessa mengikut aja apa dikata oleh Fikri.

Tidak lama kemudian bibi kembali sambil membawa nampan yang berisi piring dan gelas lalu di taruh di depan Nessa dan Fikri. Bibi kembali ke dapur.

“Saya ambilkan nasinya, ya,” kata Fikri.

Fikri mengambil piring Nessa lalu diisi nasi.

“Segini cukup, nggak?” tanya Fikri memperlihatkan nasi yang berada di piring Nessa.

“Cukup,” jawab Nessa.

Fikri menaruh piring  di depan meja Nessa.

“Mau makan pakai apa?” tanya Fikri.

“Pakai udang, mau?” tanya Fikri.

“Boleh,” jawab Nessa.

Fikri menawarkan semua lauk pauk yang ada di atas meja kepada Nessa. Pak Taufik dan Ibu Dira memperhatikan cara Fikri memperlakukan Nessa dengan baik.

Tanpa di sadari akhirnya piring Nessa penuh dengan lauk pauk. Belum lagi sayur yang dipisahkan menggunakan mangkok. Nessa memandangi piringnya yang penuh dengan makanan.

“Pak, ini kebanyakan,” bisik Nessa.

“Tidak apa-apa. Kamu harus makan yang banyak, agar anak kita sehat,” jawab Fikri dengan tenang.

Ibu Dira langsung keselek mendengar perkataan Fikri. Pak Taufik memberikan minum kepada istrinya lalu mengusap punggung Ibu Dira.

“Dia sedang hamil?” tanya Ibu Dira.

“Saya tidak sedang hamil, Bu. Pak Fikri memang suka bicara begitu, Bu,” jawab Nessa.

“Fikri!” seru Ibu Dira dengan marah.

“Omongan itu doa. Siapa tau Fikri punya anak dari Nessa,” kata Fikri dengan santai.

“Tapi omongan kamu itu membuat orang salah paham,” kata Ibu Dira.

“Sudah, Mah. Biarkan saja. Dia hanya bercanda,” kata Pak Taufik.

“Bercandanya tidak lucu, bikin Mamah jantungan,” kata Ibu Dira.

“Jangan bercanda seperti itu lagi. Tidak baik kalau kedengaran orang lain! Membuat orang salah paham,” seru Pak Taufik.

“Iya, Pah,” jawab Fikri. Kemudian mereka melanjutkan lagi makan.

Setelah selesai makan Nessa dzuhur di musholah yang berada di rumah Fikri. Fikri juga ikut bersama Nessa. Mereka sholat masing-masing di musholah.

Selesai sholat mereka menuju ke ruang keluarga bergabung dengan orang tua Fikri. Ibu Dira menanyakan banyak hal kepada Nessa. Mulai dari keluarga Nessa sampai kesukaan Nessa. Dan ada satu pertanyaan yang tidak bisa Nessa jawab. Mengapa mau menjadi pacar Fikri? Itu pertanyaan yang ditanyakan oleh Ibu Dira.

Nessa diam untuk berpikir. Ia bingung harus menjawab apa. Nessa menoleh ke Fikri, laki-laki itu sedang memandanginya sambil tersenyum.

Dia malah senyum bukannya bantuin, kata Nessa di dalam hati.

Akhirnya Nessa mencoba menjawab pertanyaan Ibu Dira.

“Karena Pak Fikri orangnya baik dan perhatian. Dan yang paling penting Pak Fikri bersikap baik dan sopan kepada orang tua saya,” jawab Nessa.

“Oh, Fikri sudah bertemu orang tuamu?” tanya Ibu Dira.

“Iya, Bu,” jawab Nessa.

“Kapan?” tanya Ibu Dira.

“Sewaktu saya dan Pak Fikri pulang dari Singapura. Kami bertemu orang tua saya ketika hendak makan siang di mall Jakarta,” jawab Nessa.

“Lalu apa tanggapan orang tuamu mengenai Fikri?” tanya Ibu Dira penasaran.

“Kata orang tua saya, Pak Fikri orangnya baik, ramah dan sopan,” jawab Nessa.

“Dan ganteng. Pasti orang tua kamu mengatakan demikian,” kata Fikri dengan pede.

“Iya. Kata Mamah dan Papah saya, Pak Fikri ganteng,” kata Nessa.

Dan berodong serta tajir, kata Nessa di dalam hati.

1
luiya tuzahra
idiih najong bos kayak gitu
℘ℯ𝓃𝓪Ert
yang kemarin cewek² sama fikri itu bagaimana beneran pacaran apa tuma teman terus fikri pakai cium² cewek itu dia masih oerjaka tidak tor🤭
Deche: author lupa lagi karena ceritanya sudah lama. 😁
total 1 replies
♉ Erti
fikri diam² menguntit kemanapun nessa pergi🤣🤣🤣
♉ Erti
nah pas sudah fikri kenalan aja sama mama dan papa nessa sekalian lamar juga boleh.
jangan malu² kau udah jatuh hati itu sama nessa kelihatan nessa duduk disamping pak doni saja kau cemburu😄
♉ Erti
aamiin
langsung terkabuul mahh doanya itu pak fikri yang ter nessa nessa🤣🤣🤣 kemana mana nempel seperti perangko
Erti
mereka lucu ya secara tidak sadar nessa dan fikri pasangan serasi . apa nanti mereka jodoh cocok lo😅
ayu cantik
suka
Ira Herawati
sukses slalu dengan karyanya
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Ira Herawati
mampir lagi
aira aira
yey
Sandisalbiah
puss banget Kk, makasih ya buat karya² yg memukau...
Sandisalbiah: sama sama kk.. semangat...
total 2 replies
Sandisalbiah
aku udah baca duluan Kk... 😊🤭
Sandisalbiah
sultan mah bebas...
Sandisalbiah
nasibmu bagus banget Ness... mau rumah di beliin, mau usaha di modalin.. nikmat mana yg kau dustakan...
Sandisalbiah
enak banget beli rumah kek mau beli bubur ayam.. lihat, pengen langsung beli.. hah... sultan mah bebas.. 😊😊
Sandisalbiah
sabaran ya kk Deche,semangat terus.. mereka plagiat karya Kk krn karya Kk emang bagus jd mereka tertarik.. yg pending Kk Deche harusnya terus semangat.. semoga makin sukses.. Aamiin..
Sandisalbiah
katanya Fikri punya kakak² tp gak Pernah Muncul ya..
Sandisalbiah
wah.. selamat ya.. udah mau jd mamah Aja... cepet banget ya...
Sandisalbiah
Hadeh.. gak sabaran banget pak suami.. anyway.. selamat ya buat Fikri Dan Nessa... SAMAWA...
Sandisalbiah
Fikri terlalu memforsir tenaga sekaligus otaknya utk menyelesaikan pekerjaan juga permasalahan yg ada si Singapore jdnya Lelah fisik, Lelah otak dan yg paling berasa Lelah hati....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!