Indonesia
NovelToon NovelToon
Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Alena Herbert, seorang agen handal harus mati akibat ledakan bom dan jiwanya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sangat lemah yang mati terbunuh. Alena yang hidup di jaman modern di mana teknologi sudah canggih harus beradaptasi di jaman kuno di mana kereta kuda sebagai kendaraan dan pelita sebagai penerang. Dapatkah Alena hidup di dalam tubuh Ernest Herbert dan dapatkah Alena mengungkap kasus kematian Ernest lalu mengambil alih semuanya, menyelesaikan misi tersembunyi Ernest lalu mendapatkan cinta Lucius Willian dan menjadikan Ernest sebagai seorang ratu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kadar Racun Yang Semakin Berbahaya

Ibu ratu sangat heran karena Putri Ernest masih mandi padahal dia sudah memberikan pesan melalui pelayannya agar sang putri segera bersiap-siap tapi kenapa masih belum selesai? Obat yang dia berikan pun belum disentuh sama sekali, apa yang sebenarnya yang dilakukan oleh kedua pelayan putrinya?

"Apa yang kalian lakukan, kenapa Ernest baru mandi sekarang?" tanya ibu ratu.

"Maaf, yang mulia. Tuan Putri baru bangun," ucap Agnes.

"Baru bangun? Aku sudah memintamu agar putri Ernest segera bergegas. Apa tidak ada yang mengatakan hal ini padamu?" sang ratu tampak marah.

"Maafkan aku, yang mulia," Agnes menunduk dan tampak ketakutan.

"Tolong jangan menyalahkan pelayanku, Bunda," pinta Alena yang sudah selesai membersihkan wajahnya untuk menghilangkan penyamarannya. Kedua tangan disembunyikan ke dalam air karena ibu ratu tidak boleh melihat luka yang terdapat di tangannya.

"Kenapa kau baru mandi sekarang, Sayang? Rombongan pangeran sudah akan tiba," ucap ibu ratu.

"Apa? Kenapa tidak ada yang memperingati aku semalam?" Alena pura-pura terkejut.

"Kabar ini baru disampaikan oleh seorang utusannya tadi pagi, oleh sebab itu Bunda tidak tahu. Oleh sebab itu bergegaslah, kita harus menyambut tamu kehormatan kita."

"Apa karena itu kakak Arabella sudah terlihat begitu cantik?" goda Alena.

"Ja-Jangan berkata seperti itu," Arabella tersipu malu.

"Lihatlah wajahmu, pangeran mana pun akan terpikat dengan kecantikan yang kau miliki."

"Ernest, jangan berbicara seperti itu. Pengeran hanya datang untuk berkunjung saja, jangan sampai membuat salah paham," wajah Arabella semakin merona karena perkataan adiknya.

"Ya, ampun Ernest. Bunda sudah meminta seseorang membuatkan obat untukmu tapi kenapa kau belum meminumnya?" tanya ibu ratu karena obat masih utuh berada di atas meja.

"Obat?" Agnes terkejut. Celaka,  akibat terlalu panik membuatnya lupa dengan obat yang diberikan oleh pelayan ibu ratu.

"Jangan lupa minum obatmu, Ernest. Bagaimana jika aku sampai pingsan?" ucap kakaknya.

"Maafkan aku, Bunda. Aku tidak terlalu bisa tidur semalam. Aku pun bermimpi buruk beberapa kali oleh sebab itu aku bangun terlambat dan belum meminum obatnya," dusta Alena.

"Baiklah, tapi minum obatmu sekarang. Bunda akan membantumu," mangkuk obat diambil, ibu ratu melangkah mendekati putrinya yang sedang mandi.

"Yang Mulia, biar aku saja. Jangan sampai pakaian yang mulia basah," ucap Amy.

"Tidak apa-apa, aku ingin melakukannya," ibu ratu masih melangkah mendekat.

"Minumlah obat ini, Ernest," ucap ibunya sambil mendekatkan mangkuk ke mulut putrinya.

"Akan aku lakukan nanti, Bunda," sebisa mungkin dia tidak boleh meminum obat itu.

"Kenapa? Apa kau tidak suka bunda membantumu meminum obat ini?" ibu ratu terlihat sedih.

"Ernest, jangan menolak niat baik Bunda. Jangan membuat Bunda sedih," ucap Arabella.

"Maaf, Bunda," sepertinya dia tidak bisa menghindar untuk obat itu. Ibunya pasti akan sangat kecewa padanya karena dia yakin ibunya tidak tahu akan kandungan racun yang ada di dalam obat tersebut.

"Jika begitu habiskan dan setelah itu bersiap-siap."

Alena mengangguk, mau tidak mau dia meminum obat yang diberikan oleh ibu ratu sampai habis. Alena berusaha tersenyum setelah obat itu berada di dalam mulutnya, ibu pun ratu tampak senang.

"Bagus, kau akan segera sembuh," ibu ratu menunduk dan mencium dahi putrinya, "Segeralah bersiap-siap, kami tunggu," ucapnya lagi.

"Berdandanlah yang cantik, Ernest. Kami tunggu dirimu yang memukau," ucap Arabella yang sudah beranjak.

Ratu dan putri Arabella keluar dari kamar Ernest, ada yang harus mereka lakukan. Amy menutup pintu dengan rapat dan setelah itu dia berlari ke arah putri Ernest yang sedang memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya.

"Bagaimana, Putri? Apa kau meminum semua obat itu?" tanya Amy.

"Maafkan aku, Putri. Aku panik dan cemas sehingga lupa dengan obatnya," ucap Agnes.

"Ti-Tidak apa-apa, sekarang bantu aku menggunakan pakaian," pinta Alena. Obat itu memang tidak semua masuk ke dalam tubuhnya tapi sebagian dari obat yang terminum tanpa sengaja bisa merusak tubuhnya.

Alena mulai merasa pusing saat Amy dan Ernest membantunya mengenakan pakaian, entah sudah berapa lama Ernest mengkonsumsi obat itu yang pasti tubuhnya semakin lemah akibat obat yang mengandung racun itu. Dia bahkan hampir terjatuh dan tubuhnya gemetar. Amy dan Agnes sampai berteriak saat Alena hampir saja terjatuh.

"Apa kau baik-baik saja, Putri?" tanya Amy.

"Agnes, obat. Segera buat obat penangkal racun untukku," pinta Alena.

"Baik, Putri. Tunggu sebentar di sini!" Agnes bergegas dan berlari keluar karena dia harus segera membuat obat penawar racun.

"Putri seharusnya kau menolak obat itu dan mengatakan di dalamnya ada racun," Amy menangis, darah sudah mengalir dari hidung sang putri. Amy buru-buru menyekanya, tangannya pun gemetar.

"Tidak, kita belum tahu siapa pelakunya, kita tidak bisa membongkar hal ini begitu cepat. Hari ini raja dan Ratu akan menyambut kedatangan pangeran dari kerajaan tetangga, kita tidak bisa membuat kegaduhan seperti ini yang bisa membuat raja dan ratu malu."

"Baiklah, yang putri katakan sangat benar. Tapi keadaan putri yang seperti ini? Bagaimana Tuan Putri akan menyambut kedatangan pangeran?"

"Tidak apa-apa, bantu aku merapikan rambutku," pinta Alena.

"Baik, Putri," Amy membantu Alena untuk beranjak ke meja rias karena dia harus menyisir rambut sang putri dan memakaikan hiasan untuknya.

Alena memaksakan dirinya walau tubuhnya masih gemetar dan semakin tidak bertenaga. Amy benar-benar cemas tapi dia harus segera merapikan rambut sang putri apalagi waktu sudah tidak banyak. Darah kembali mengalir dari hidung, jangan katakan kadar racun di dalam obat itu semakin berbahaya. Tidak, dia harus tetap bertahan.

Agnes yang sudah selesai membuat obat segera kembali dengan perasaan cemas, tak hentinya Agnes meminta sang putri untuk bertahan. Semua gara-gara dirinya, seandainya dia tidak lupa maka putri Ernest tidak mengkonsumsi obat itu.

Meski keadaannya tidak baik tapi Alena tetap meminta Amy untuk mendandaninya. Agnes segera masuk dan memberikan obat pada sang putri, dia bahkan tak henti menangis karena dia benar-benar takut dengan keadaan sang putri.

"Maafkan aku, putri. Maafkan aku," ucapnya tanpa henti menangis.

"Sudah, kita sedang dalam keadaan panik dan was-was. Tidak ada yang perlu di salahkan," ucap Alena. Berkat obat yang dibuat oleh Agnes, dia merasa sudah sedikit membaik.

"Putri, raja dan ratu meminta anda keluar sekarang karena iringan pangeran sudah hampir tiba di gerbang," seorang prajurit menyampaikan hal itu.

"Bantu aku, aku harus segera bergegas."

"Tapi bagaimana keadaanmu, Putri?" Amy dan Agnes sangat mengkhawatirkan keadaannya.

"Tidak apa-apa, aku sudah lebih baik," Alena beranjak, kepalanya masih pusing tapi dia berusaha bertahan. Setelah lebih baik, Alena melangkah keluar diikuti oleh Amy dan Agnes.

Mereka segera bergabung dengan raja dan ratu yang sudah menunggu. Ernest berdiri di sisi Arabella, dia berusaha untuk tidak mencolok. Seperti yang dia duga, pangeran yang menolongnya adalah pangeran Lucius William. Dia harap pangeran Lucius tidak mengenali dirinya, tidak sama sekali karena jika sampai hal itu terjadi maka dia akan berada di dalam masalah besar.

1
Banyu Biru
kembali lagi thoor di th 2026 🤭
Itin
tetiba Ratu Hana hamil karena sudah tidak pernah diberi obat pelemah kandungan atau apalah itu sehingga dia tidak pernah hamil sebelumnya.
Itin
manisan buah plum....
apa jangan-jangan???? 🤔🤔🤔
Itin
teh itu memang beracun, tapi yang membuat Ernest lemah bukan itu tapi obat yang selalu dibawakan untuknya.
kenapa tehnya diberi racun? supaya tidak ada yang akan curiga ke obat yang selalu diberikan padanya, dan obat itu bisa terus diberikan.

Ada orang yg menaruh racun dalam jumlah sedikit ke obat itu sehingga perlahan racun itu numpuk dalam tubuh Ernest
Yanxy Yanxipl
kyknya ratu lah penyihir itu Krn dia bisa jdi siapapun
Yanxy Yanxipl
bodoh kotaknya sudah di dpt tapi nga di buka benar2 bidoh
Yanxy Yanxipl
jgn2 memng ibu ratu itu yg mau bunuh ermest krn4 hnya ratu dan raja yg tau perjalan ermest
Yanxy Yanxipl
lucius juga kyknya mudah sx di perdaya sma orang tu bru dgr sja blom ada buktinya diapun lngsung percya hadee
Yanxy Yanxipl
alena mantan agen tapi masuk dlm tubuh yg lemah
Yanxy Yanxipl
kyknya ratu ini bisa jadi itu ratu ibu tirinya ermes
Yanxy Yanxipl
kyaknya ada sesuatu dlm obatnya knp alena mantan agen kok nga bisa curiga dgn obatnya dan knp juga nga pura2 di minum sja aku yakin pasti arabela itu dalangnya
Anna Mulyadi
bagus tor alur cerita nya
Ikoh Jenggung
karya ka Reni slalu bagus ga bisa perpaling ke yg lain
Ikoh Jenggung
aq udah mampir ka
Ikoh Jenggung
kirain ernest
Ikoh Jenggung
keberuntungan mulai menghampiri putri Ernest
Ikoh Jenggung
kesini dulu
Endang Sulistia
🤣🤣🤣
Payung Rejo
very good
sri yuli
makin seru cerita,saya suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!