Lanjutan Wanita Satu Malam sang CEO tapi ini kisah dari Reyna dan Nuno
Reyna terpaksa mengakui Nuno menjadi calon suaminya tapi pengakuan palsu itu membuatnya terjebak dalam pernikahan. Akankah cinta mereka tumbuh ataukah mereka memutuskan untuk berpisah ditengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rianti45, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Nuno dan keluarganya
“Maafkan mas, karena mas gak mau kalian bersedih.”kata Nuno.
“Lalu apa yang akan kalian lakukan sekarang?”kata Gabriel.
“Kumpulkan bukti-bukti kejahatan Arman dan masukkan dia ke penjara.”kata Nuno.
“Diana bagaimana?”kata Naya membuat Nuno terdiam sedangkan Reyna yang tahu jika Nuno berat memutuskan akhirnya berbicara.
“Biarkan saja, jika dia mengusik lagi kita baru akan bertindak apalagi sekarang dia sedang hamil. Aku yakin kalau suamiku tak akan tega jika mantannya menderita.”kata Reyna membuat Nuno memandangnya.
“Kenapa kamu berbicara seperti itu?”kata Nuno lembut membuat semua orang yang ada disana terdiam karena mereka tahu kediaman Nuno lah yang membuat mereka semua tahu jika didalam hati Nuno masih ada nama Diana disana.
“Tanya sama dirimu sendiri. Ni, kamu anterin mbak ke kamar yuk.”kata Reyna yang tak ingin lama-lama disana.
“Ayo mbak.”kata Nia.
“Aku ikut kamu Reyn, boleh ya mas?”kata Naya minta izin sama Gabriel.
“Pergilah, nanti aku panggil kalau mau pulang.”kata Gabriel yang diangguki Naya.
Nuno manatap kepergian Reyna dengan pandangan yang tak bisa diartikan, Gabriel yang melihat menghela nafasnya karena Gabriel tahu apa alasan nuno menikahi Reyna. Bukan karena cinta tapi rasa yang ingin melindung Reyna yang kuat. Tapi Gabriel juga bisa melihat jika Nuno sudah tertarik dengan Reyna sejak pertama bertemu.
“Wan, aku serahkan semuanya padamu. Bukankah bukti kejahatan Arman masih ada di kamu?”kata Nuno yang diangguki Irwan.
“Masih, aku akan mengurusnya besok. Tapi kamu yakin tak akan melaporkan Diana juga?”kata Irwan yang melihat kekecewaan Reyna tadi.
“Aku yakin memangnya kenapa?”kata Nuno bingung.
“Aku hanya takut ada hati yang kamu kecewakan.”kata Irwan.
“Aku yakin ibu sama Nia akan mengerti dengan keputusanku.”kata Nuno.
“Bagaimana dengan mbak Reyna?”kata Fadil membuat Nuno tersadar maskud pertanyaan yang ditanyakan Naya dan Irwan tadi.
“Aku akan menjelaskannya nanti.”kata Nuno.
Mereka semua berdiskusi apa yang akan mereka lakukan untuk Diana dan kedua orangtuanya. Setelah mendapatkan kepastian pakdhe Nuno dan keluarganya diantar Irwan menuju stasion sedangkan Nuno dan Gabriel memutuskan untuk menuju kamar Nuno. Di dalam kamar kedua perempuan sudah tidur sedangkan Nia tadi habis mengantar kakak iparnya ke kamar Nuno Nia kembali ke kamarnya.
“Pantas saja diketuk gak ada jawaban ternyata tidur.”kata Gabriel tersenyum saat melihat Naya dan Reyna tertidur pulas.
“Mungkin mereka kecapekan.”kata Nuno santai.
“Kalau kamu sih aku yakin semalam pasti melakukan sampai pagi.”kata Gabriel sambil tersenyum tapi malah Nuno hanya menggelengkan kepalanya.
“Semalam aku gak menyentuhnya karena dia sedang datang tamunya.”kata Nuno sambil menghela nafas berat malah membuat Gabriel tersenyum.
“Pantas saja daritadi mukamu kusut ternyata belum dapat jatah.”kata Gabriel tertawa geli membuat Reyna yang terlalu peka membuka matanya.
Nuno yang melihat Reyna bangun mendekati Reyna diranjang sambil menatap tajam Gabriel tapi bukannya takut Gabriel malah tersenyum.
“Kamu gangguin kami tidur saja.”kata Reyna kesal.
“Maaf, maaf aku hanya ingin menggoda Nuno saja.”kata Gabriel.
“Memangnya ada yang lucu sampai kamu goda?”kata Reyna.
“Iya ada, aku tertawa karena Nuno tak mendapatkan malam pertamanya.”kata Gabriel sambil tersenyum kembali sedangkan Nuno hanya menggelengkan kepalanya.
“Bisa diam gak kasian Naya masih tidur, aku yakin dia semalam gak tidur.”kata Reyna yang kesal pada Gabriel.
“Aku kesini mau bawa Naya pulang.”kata Gabriel.
“Bawa tapi jangan bangunin dia.”kata Reyna.
Gabriel menganggukkan kepalanya lalu menggendong Naya keluar dari kamar Nuno dan Reyna. Reyna kembali berbaring saat Gabriel dan Naya pergi dari kamarnya, Nuno yang melihat Reyna kembali menutup matanya memutuskan untuk ikut berbaring lalu memeluk Reyna. Reyna hanya membiarkan saja lalu tertidur kembali dan tak lama kemudian Nuno juga ikut tertidur. Kedua pasangan baru terbangun saat terdengar ketukan pintu. Nuno melepaskan pelukannya dari Reyna lalu berjalan membuka pintu.
“Ada apa dek?”kata Nuno yang melihat Nia didepan kamarnya.
“Aku mau tanya mas mau ikut makan malam bareng kami atau nanti saja?”kata Nia yang melihat kalau Nuno baru bangun tidur.
“Kalian makan duluan saja nanti kami nyusul, takutnya kalau nungguin mas sama mbakmu lama soalnya kami baru bangun.”kata Nuno yang diangguki Nia.
Nuno kembali naik ke ranjang setelah Nia pergi dari depan kamarnya, Nuno memeluk Reyna sambil menciumi leher Reyna membuat Reyna yang pura-pura tidur membuka matanya.
“Apa Sih ganggu orang tidur saja?”kata Reyna kesal membuat Nuno tersenyum.
“Siapa suruh pura-pura tidur.”kata Nuno sambil kembali menciumi leher Reyna membuat istrinya kegelian.
“Mas, geli.”kata Reyna sambil tangannya menjauhkan wajah Nuno dari lehernya.
“Masak?”kata Nuno sambil tersenyum mesum membuat Reyna memutar bola matanya melihat tingkah suaminya.
“Iya kamu ngeselin.”kata Reyna membuat Nuno menaikkan alisnya.
“Tadi geli sekarang ngeselin jadi mana yang benar hmmm?”kata Nuno.
“Dua duanya benar.”kata Reyna membuat Nuno tesenyum.
“Aku suka kalau lihat wajah kesalmu gemes soalnya pengen cium.”kata Nuno membuat Reyna melototkan matanya sedangkan Nuno malah menindih tubuhnya membuat Reyna terkejut.
“Mau ngapain?”kata Reyna.
“Mau ini.”kata Nuno sambil mencium bibir Reyna.
Ciuman bibir yang awalnya hanya menempel tapi saat Nuno merasakan jika Reyna tak melawan memberanikan diri ******* bibir merah istrinya. Awalnya Reyna tak membalas tapi lama kelamaan Reyna membalas ciuman Nuno membuat Nuno tersenyum samar. Disaat keduanya sedang menikmati ciuman bibir Reyna tersadar jika mereka ada di rumah mertuanya lalu mendorong tubuh Nuno yang membuat Nuno terjatuh ke samping karena dia gak siap.
“Kenapa?”kata Nuno.
“Kita dirumah ibu.”kata Reyna membuat Nuno tersenyum.
“Jadi kalau kita di rumah ibu gak boleh ciuman?”kata Nuno membuat Reyna memandang Nuno.
“Gak boleh, nanti kalau ibu atau Nia melihat bagaimana?”kata Reyna.
“Pintunya aku kunci sayang mereka gak akan bisa masuk.”kata Nuno.
“Suaranya bagaimana?”kata Reyna membuat Nuno tersenyum.
“Kalau kita hanya ciuman gak akan terdengar sampai luar suaranya tapi kalau melakukan yang lainnya pasti akan terdengar karena kamar ini tak kedap suara.”kata Nuno sambil tersenyum mesum.
“Memangnya mau ngelakuin apa?”kata Reyna pura-pura gak ngerti dengan perkataan Nuno.
“Memilikimu seutuhnya.”kata Nuno membuat Reyna menatap mata Nuno untuk mencari kebenaran di mata suaminya.
“Kenapa menatapku seperti itu?”kata Nuno.
“Gak papa.”kata Reyna yang tahu jika mereka menikah bukan dasar cinta tapi karena saling membutuhkan satu sama lain.
Reyna berharap jika perasaannya dan perasaan Nuno akan tumbuh seiring berjalannya waktu tapi ada keresahan di hati Reyna saat mengingat kehamilan Diana. Nuno yang melihat Reyna melamun memilih untuk mencium kembali bibir Reyna membuat istrinya terkejut tapi Reyna langsung membalas ciuman Nuno tak seperti tadi Reyna baru membalas ciumannya saat Nuno menggigit bibir bawahnya. Nuno melepaskan ciumannya saat mengingat jika keduanya belum makan.
“Mandi gih habis itu makan.”kata Nuno.
“Ibu sama Nia sudah makan?”kata Reyna yang takut jika kedua perempuan itu menunggu mereka.
“Aku sudah bilang sama mereka untuk makan lebih dahulu.”kata Nuno yang diangguki Reyna.
“Bagaimana aku bisa pergi mandi kalau kamu masih berada diatasku?”kata Reyna membuat Nuno mengecup kening Reyna sebentar lalu menggulingkan tubuhnya ke samping Reyna.
Reyna bangun dari ranjang tapi saat ingin bangun tangannya ditarik Nuno sehingga Reyna jatuh di dada bidang suaminya.
“Mas…”kata Reyna kesal sedangkan Nuno hanya tersenyum lalu memeluknya membuat Reyna menghela nafasnya berat.
“Mas aku mau mandi kalau kayak gini kita akan telat makan malam.”kata Reyna.
“Biar seperti ini dulu aku mohon.”kata Nuno sambil memejamkan matanya.
“Kamu kenapa?”kata Reyna yang penasaran ada apa dengan Nuno.