Indonesia
NovelToon NovelToon
DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: AME author

menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.

akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.

apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI BERSAMA RIYUMI

"Gak sabar, aku harus pakai baju model kayak gimana yaa..."

Riyumi mondar-mandir di depan lemari. Semua baju sudah ia coba. Gaun, rok, jeans. Tapi tetap saja rasanya... kurang.

"Riyumi! Riyumi!"

Suara Mama memanggil dari bawah.

"Iyaa bentar!" sahut Riyumi sambil buru-buru keluar.

Mama tersenyum. "Besok Mama lembur. Gak pulang selama 2 hari. Jadi tolong jaga rumah ya."

Riyumi mengangguk. "Iyaa, Ma."

Setelah itu ia kembali ke kamar. Jam di dinding terus berdetak. Besok... ia akan bertemu Akira.

---

Pagi harinya, mentari baru saja naik.

Di depan gerbang rumah Akira, sesosok pemuda dengan rambut hitam dan wajah dingin sudah menunggu. Tangannya masuk ke saku jaket.

Dan saat Riyumi muncul... napas Akira tercekat sedetik.

Rambut perak yang diikat, dress biru muda, dan pipi yang merona. Ia terlihat... imut sekali.

"Gimana dengan bajuku, Aki?" tanya Riyumi gugup, memutar sedikit.

Akira menoleh cepat. Suaranya pelan, hampir berbisik.

"...Imut sekali."

Wajah Riyumi langsung memerah. Ia menunduk sambil menahan senyum.

"Ayo jalan," kata Akira, memecah keheningan.

Riyumi hanya mengangguk.

Sepanjang jalan, keduanya diam. Canggung.

Di dalam hati Riyumi bergumam, _Akira sekarang udah sekeren ini. bola mata yang hitam, tubuh nya yang tinggi, rambutnya yang sudah rapi..._

Tangannya hampir menyentuh tangan Akira. Tapi ia urungkan. Malu.

Sampai akhirnya...

Sinar matahari menyilaukan. Tanpa aba-aba, tangan Akira meraih tangan Riyumi dan menariknya berlari.

"Eh?! Aki?!"

Riyumi kaget. Tapi di dalam dadanya, ada rasa hangat. Rasanya seperti kembali ke masa kecil mereka.

---

Sampai di kota, mereka bingung.

"Nonton atau ke mana, Aki?"

"Kalau nonton beli tiket dulu."

"Ayo beli tiketnya!"

"Kita nonton apa, Umi?"

Mata Riyumi berhenti di satu poster. Film berjudul *"Tetap Bersama"*. Film yang sejak SMP ia ingin tonton bersama seseorang.

Akira menyadarinya. "Film itu aja." Sambil menunjuk.

"Iya film itu," jawab Riyumi cepat.

Tiket sudah di tangan. Masih ada waktu 1 jam.

Mata Riyumi berbinar saat melihat plang *Cat Cafe*.

Akira tanpa banyak bicara langsung mengajaknya ke sana. Karena ia tahu, Riyumi suka kucing.

Mereka makan, tertawa kecil, lalu masuk bioskop. Bangku tengah. Sepi.

"Aku udah gak sabar," gumam Riyumi.

Akira menoleh. Wajah Riyumi di bawah cahaya layar terlihat terlalu imut. Dadanya hangat.

Di tengah film yang mengharukan, tangan kecil Riyumi menggenggam tangan Akira. Akira pun melihat ke arah riyumi dengan pandangan lembut.akira tersipu malu melihat wajah riyumi yang sangat imut.

mereka pun  menikmati film tersebut.

---

Film selesai. Di luar, hujan turun.

"Hujan. Bawa payung?" tanya Akira.

"Gak bawa," jawab Riyumi. "Aku terobos aja. Bye Akiraa."

Tapi langkahnya terhenti. Tangan Akira menahan pergelangan tangannya.

"Mau nginap?" tanya Akira.

"Bolehhh!" kata riyumi.

"Orang tuamu gak masalah?"

"Mereka sibuk kerja. Mungkin malam ini gak pulang."

riyumi pun melihat sekelilingnya

Rumah Akira kosong. Sepi. Hanya ada suara hujan.

"Hey Aki, kamu tinggal sendiri?" tanya riyumi.

"Iya." jawab Akira.

"Ganti baju dulu, Umi," kata Akira, lalu  Akira pergi ke dapur membuatkan coklat panas.

dan riyumi selesai berganti baju nya,dia duduk di sofa melihat sekeliling saat itu datang Akira dengan 2 gelas coklat panas.

mereka duduk di sofa dekat tempat tidur, berbagi cerita tentang keluarga.

Saat Riyumi tahu Akira tinggal sendiri, tanpa sadar ia menggenggam tangan Akira erat.

Akira terdiam. Hanya menatap wajah Riyumi.

jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Riyumi pun tanpa tau udah tertidur.

Dengan hati-hati, Akira menggendongnya ke tempat tidur. Ia mengusap kepala Riyumi pelan.

"Aku suka kamu..." bisiknya.

Lalu ia keluar, dan merebahkan diri di sofa.

Hujan masih turun di luar. Tapi di dalam hati Akira, ada hangat yang sudah lama ia tunggu.

Tiba-tiba... 

*DUARR!!!* 

Suara petir yang sangat keras menggelegar, membelah keheningan malam.

Riyumi tersentak bangun. Jantungnya berdebar. Ia menoleh ke samping. 

Kosong. 

Akira tidak ada di sampingnya.

Dengan langkah pelan, Riyumi keluar dari kamar. Dan di ruang tamu, ia melihatnya. 

Akira tertidur di atas sofa. Tanpa selimut. Tanpa bantal. Hanya jaket yang dilipat sebagai alas kepala.

Hujan masih turun di luar. Cahaya petir sesekali menerangi wajah Akira yang tampak begitu damai saat tidur.

_Kawaii-nyaa... bahkan di saat tidur terlihat kawaii..._ pikir Riyumi dalam hati sambil tersenyum.

Ia mendekat. Jari-jarinya terulur, mengelus kepala Akira dengan sangat lembut.

*DUARR!!!* 

Petir menyambar lagi. 

Tanpa sadar Riyumi langsung memeluk Akira erat-erat.

Akira langsung terbangun, kaget. "Kenapa, Umi?" 

"G-gak ada apa-apa," jawab Riyumi cepat, masih memeluk.

*DUARR!!!* 

"KYAA!!" Riyumi berteriak dan memeluk lebih erat lagi.

Akira menatapnya, lalu... "Hahaha." Ia tertawa kecil. 

"Masaaa takut suara petir." 

"Aduu jangan diejekk! Bukan takut, cuma kaget!" protes Riyumi dengan pipi memerah. 

"Sama aja sama takut. Dari dulu juga masih takut suara petir kan?" 

"GAK TAKUTTT!!" jawab Riyumi sambil menanamkan wajahnya di dada Akira, malu.

Akira menghela napas pelan. Ia tersenyum. "Udah, aku di sini. Ngapain takut suara petir." 

Tangannya terangkat, mengelus-elus kepala Riyumi dengan lembut, menenangkannya.

Perlahan, detak jantung Riyumi kembali normal. Ia melepaskan pelukannya dan duduk di samping Akira.

"H-hey Aki... makasih ya buat waktu tadi siang," ucap Riyumi pelan. "Aku sangat bahagia. Jalan sama kamu. Sebelumnya aku gak pernah jalan sama cowok. Aku bahagia sekali hari ini. Bisa ngabisin waktu sama kamu. Janji ya, Aki... buat tetap bareng terus."

Keheningan beberapa detik. 

Akira menatap lurus ke depan. Suaranya datar, tapi ada luka di dalamnya.

"Aku juga... gak pernah jalan sama orang lain. Aku selalu sendiri. 

Dulu aku selalu mengabaikan orang lain. Gak peduli perasaan orang. 

Dunia ku terasa gelap dan hampa. Aku mikir, lebih baik menjauhkan orang daripada dekat dengan mereka."

Ia terdiam. Menelan ludah. 

"Setelah kematian Nenek... aku gak punya siapa-siapa. Kedua orang tuaku gak pernah peduli sama aku. Mereka selalu mengabaikanku. Aku gak tau apa itu yang namanya keluarga. Dari dulu aku selalu dihindari keluarga. 

Aku bertahan sampai sekarang... karena Nenek. Dan sekarang Nenek udah pergi."

Riyumi hanya diam. Dadanya sakit. Tangannya terulur, mengelus kepala Akira lagi. Pelan.

"Tapi sekarang aku ketemu kamu lagi," lanjut Akira, menoleh ke Riyumi. Matanya hitam, tapi tidak sedingin dulu. "Setelah bertahun-tahun lamanya. Terima kasih... karena sudah hadir lagi. Dan tidak pernah berubah."

Riyumi tersenyum. Air matanya hampir jatuh, tapi ia tahan. 

"Kan aku sudah bilang. Aku bakal selalu bersama kamu. Dan gak bakal ninggalin kamu lagi. Jadi sekarang... jangan pernah merasa sendiri lagi, ya?"

Akira hanya diam.

Dan di detik berikutnya, Riyumi melakukan sesuatu yang gila. 

Ia maju, dan menggigit leher Akira. Cukup keras sampai meninggalkan bekas dan membuat Akira meringis kesakitan.

"AKH?!" 

Riyumi langsung melompat, berlari ke kamar dan membanting pintu. Dari dalam ia melempar selimut ke arah Akira.

Di dalam kamar, wajahnya panas membara. _YA AMPUN APA YANG BARU AKU LAKUIN?! MALUUU!!_

Di luar, Akira memegang lehernya yang berbekas, bingung... tapi bibirnya... sedikit tersenyum.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!