Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Syok dan Denial

Siska secara refleks mundur dua langkah ke belakang. Lututnya yang mendadak lemas tak bertenaga membuat tubuhnya limbung, hingga ia hampir saja tersungkur berlutut ke lantai marmer jika tidak segera mencengkeram erat tepi meja tamu di dekatnya. Otaknya menolak keras untuk mempercayai penglihatan matanya sendiri pada detik yang mengerikan ini.

​"N-Nggak mungkin... Ini pasti mimpi buruk!" bisik Siska histeris, suaranya gemetar hebat dan melengking penuh ketakutan yang tak terbendung.

"Kamu... kamu pasti menyusup ke ruangan ini, kan?! Kamu pakai trik atau penyamaran konyol apa buat menipu semua orang di gedung ini, Rendy?! Kamu itu cuma pelayan miskin! Cuma gembel tak berguna yang harga sepatunya bahkan tidak lebih mahal dari makanan anjing di rumahku!"

​Rendy sama sekali tidak tampak marah atau terpancing oleh makian itu. Ia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Senyum tipis yang amat dingin dan penuh penghinaan terukir anggun di bibirnya. Tanpa mengalihkan tatapannya, Rendy menekan tombol intercom berlapis emas di atas meja kerjanya.

​"Pak Irwan, bawa masuk seluruh jajaran direksi utama dan tim hukum perusahaan sekarang," ujar Rendy dengan nada tenang namun sarat akan kekuasaan mutlak.

​Hanya dalam hitungan detik, pintu kayu ek tebal itu terbuka lebar. Pak Irwan melangkah masuk lebih dulu, disusul oleh empat direktur senior berkelas internasional dan tim pengacara hukum paling menakutkan di negara ini. Tanpa ragu sedikit pun, orang-orang berpengaruh bersetelan mahal itu berjalan mendekati meja kerja Rendy, lalu membungkukkan badan 90 derajat secara serempak dengan sikap penuh hormat dan takzim.

​"Ada yang bisa kami bantu untuk Anda, Tuan Muda Rendy Adhitama?" tanya ketua tim pengacara dengan suara yang sangat sopan dan merendah.

​Siska terpaku membisu, menyaksikan pemandangan janggal itu dengan napas yang memburu ketakutan.

Orang-orang elit yang wajahnya biasa menghiasi majalah bisnis nasional ini benar-benar tunduk dan patuh pada pria yang dua hari lalu ia injak-injak bagaikan sampah jalanan.

​Rendy menyandarkan punggungnya ke kursi kulit mewahnya yang empuk, menyilangkan kakinya dengan gaya yang sangat santai namun amat dominan.

​"Tunjukkan sertifikat kepemilikan saham mutlak dan identitas resmi pimpinan tertinggi konsorsium Adhitama pada wanita ini," perintah Rendy singkat dan datar.

​Pak Irwan maju dua langkah, membuka koper map tebal bernuansa emas, lalu meletakkannya tepat di hadapan mata Siska yang terbelalak. Di lembar pertama berkas hukum berstempel negara itu, tertera foto resmi Rendy lengkap dengan nama resminya: Rendy Adhitama, pemilik tunggal dari 85% saham mutlak seluruh konsorsium raksasa Adhitama Group.

​"Nona Siska," suara Pak Irwan terdengar bagaikan fonis eksekusi mati di telinganya.

"Tuan Muda Rendy adalah satu-satunya cucu kandung dan pewaris tunggal dari Kakek Adhitama. Selama tiga tahun terakhir, beliau sengaja menyembunyikan identitas mewahnya untuk menguji kesederhanaan, ketabahan, serta kerendahan hatinya di dunia luar. Dan hari ini, masa penyamaran itu telah resmi berakhir."

​Map emas itu terlepas begitu saja dari genggaman jemari Siska yang gemetar hebat. Seluruh kebenaran yang mengerikan itu menghantam kepalanya bagaikan godam besi yang menghancurkan seluruh sisa-sisa keangkuhan dan kesombongannya tanpa ampun.

​Pria miskin yang pernah mengiriminya surat cinta penuh ketulusan saat SMA... pria yang seragamnya lusuh dan berbau anggur... pria yang ia permalukan dan ia tertawakan di depan umum... ternyata adalah penguasa dari kekayaan fantastis yang selama ini diimpikan oleh keluarganya.

​"A-Aku..." Siska kehilangan seluruh kata-katanya. Air mata ketakutan, penyesalan, dan rasa malu yang amat sangat mulai merebak cepat di pelupuk matanya. Suaranya bergetar hebat.

"Rendy... aku... aku benar-benar tidak tahu..."

​Rendy memberikan sedikit isyarat tangan. Tanpa perlu bersuara, para direktur dan tim pengacara segera membungkuk hormat lalu melangkah keluar, meninggalkan ruangan yang kini kembali hening mencekam.

​Setelah pintu tebal itu terkunci rapat, menyisakan jarak udara yang begitu dingin di antara mereka berdua, Rendy menegakkan posisi duduknya. Matanya yang tajam bagaikan elang mengunci wajah Siska tanpa belas kasihan.

​"Kamu tadi bilang bersedia melakukan apa pun untuk menyelamatkan perusahaan ayahmu dari kehancuran, kan, Siska?" bisik Rendy pelan, namun intonasinya begitu menusuk hingga ke dasar jiwa.

"Mari kita lihat, seberapa jauh harga diri dan keangkuhanmu bisa bertahan di hadapanku kali ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!