Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: BENTROK DI DEPAN VILA PUNCAK
Matahari baru saja terbit di ufuk timur, memancarkan sinar keemasan menyapu kawasan Puncak.
Udara pagi yang dingin mendadak berubah panas dan mencekam.
Puluhan mobil hitam melaju kencang, berhenti tepat di depan gerbang utama Vila Puncak milik Reno.
Brakkk!
Pintu-pintu mobil terbuka serentak, memuntahkan ratusan pria bersetelan seragam tempur tradisional.
Mereka adalah pasukan elit Klan Zhao yang dipimpin langsung oleh Zhao Xiong dan lima Tetua Besar.
Zhao Tian berjalan di belakang ayahnya dengan senyum licik yang sangat puas.
'Mampus lu sekarang! Papi bawa seluruh pasukan tempur klan!' batin Zhao Tian bersorak girang.
Zhao Xiong melangkah maju, memegang pedang pusaka berukiran naga di tangan kanannya.
"Reno! Keluar lu sekarang kalau memang jantan!" teriak Zhao Xiong menggema ke seluruh penjuru vila.
Gerbang besi raksasa Vila Puncak perlahan terbuka secara otomatis.
Reno melangkah keluar dengan santai, mengenakan kaos polos hitam dan celana panjang kasual.
Bagas berdiri setia di samping kirinya dengan tatapan mata sangat dingin.
"Lah, ramai banget pagi-pagi begini. Mau syukuran ya?" sindir Reno dengan senyum tipis mengejek.
"Jangan sok jagoan lu, Pemuda Sombong!" bentak salah satu Tetua Klan Zhao dengan wajah merah padam.
"Lu sudah permalukan Tuan Muda Tian dan hajar Master Feng!" sambung Tetua lainnya murka.
Zhao Xiong mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar para Tetua menahan diri sejenak.
"Pria Muda, gue akui lu punya bakat kultivasi yang sangat langka," ucap Zhao Xiong menahan emosi.
"Tapi beraninya lu nyuruh seluruh klan gue berlutut?! Lu pikir klan gue cuma sampah?!" bentak Zhao Xiong tegas.
Reno bersedekap dada, menatap Zhao Xiong dari atas sampai bawah dengan pandangan remeh.
"Bukannya emang sampah?" sahut Reno datar tanpa dosa.
Deggg...!
Ratusan anggota Klan Zhao mendadak tersulut amarah luar biasa mendengar hinaan tersebut.
"Sialan! Mulutnya bener-bener minta dirobek!" teriak Zhao Tian histeris dari belakang.
"Papi! Bantai dia sekarang juga! Jangan beri ampun!" desak Zhao Tian berapi-api.
Zhao Xiong mencabut pedang pusaka kunonya dari sarung, memancarkan pancaran gelombang Qi berwarna merah menyala.
"Lima Tetua! Buka Formasi Pedang Pelindung Klan!" komando Zhao Xiong lantang.
Lima pria tua berjubah merah langsung melompat tinggi ke udara, mengepung posisi Reno dari lima arah angin.
Brakkkk!
Pedang-pedang mereka memancarkan aliran energi Qi yang saling terhubung, membentuk kubah cahaya raksasa yang mengurung Reno.
Tekanan angin kencang berhembus hebat, mematahkan ranting-ranting pohon di sekitar vila.
"Hahaha! Lu terjebak di dalam Formasi Pedang Pelindung Klan!" gelak tawa Zhao Tian pecah kegirangan.
"Bahkan seorang Master Spiritual Agung bakal cincang jadi daging cincang di dalam formasi ini!" tambah Zhao Tian merasa menang.
Alya yang melihat adegan itu dari jendela kamar lantai dua langsung menutup mulutnya ketakutan.
'Reno... tolong hati-hati...' batin Alya berdoa penuh kecemasan.
Di dalam kubah energi yang bergemuruh keras, Reno masih berdiri tenang tanpa bergeser sedikit pun.
Dia menatap aliran energi merah yang berputar cepat di sekelilingnya.
"Formasi pedang gini doang bangga?" cibir Reno menggelengkan kepala pelan.
"Mati lu!" jerit lima Tetua serentak sambil menghujamkan pedang mereka ke tubuh Reno.
Reno menghentakkan kaki kanannya ke atas tanah marmer.
Brakkkk!
Tekanan energi Qi emas murni mendadak meledak keluar dari tubuh Reno bagaikan gelombang tsunami raksasa.
*Crakkk! Pranggg!*
Formasi pedang merah yang dibanggakan Klan Zhao hancur berkeping-keping dalam hitungan milidetik!
"Guaaarkkk!"
Lima Tetua Besar memuntahkan darah segar secara bersamaan di udara.
Tubuh mereka terpental keras seperti boneka kain, menghantam mobil-mobil tempur hingga penyok parah.
"T-Tidak mungkin! Formasi klan hancur cuma pakai hentakan kaki?!" teriak Zhao Xiong melotot histeris.
Keringat dingin bercucuran deras membasahi seluruh tubuh Zhao Xiong.
Reno melangkah maju pelan-pelan, setiap pijakan kakinya meninggalkan retakan mendalam di atas tanah.
Aura keemasan berbentuk kepala naga raksasa samar-samar terbayang di belakang tubuh Reno.
"Gue sudah kasih kesempatan buat berlutut secara baik-baik kemarin," pukas Reno dengan suara berat yang mengintimidasi.
"Tapi kalian malah milih buat serahkan nyawa," lanjut Reno dingin.
Zhao Xiong gemetaran hebat, pedang pusaka di tangannya mendadak terasa sangat berat hingga terjatuh ke tanah.
*Tring...*
Perasaan takut yang belum pernah dirasakannya seumur hidup kini mencengkeram jiwanya sampai ke dasar.
Bruk!
Zhao Xiong berlutut secara spontan di hadapan Reno, membuang seluruh harga diri Ketua Klan.
"A-Ampun, Tuan Muda! Hamba mengaku salah!" jerit Zhao Xiong membenturkan kepalanya ke tanah.
Zhao Tian yang melihat ayahnya berlutut langsung lemas dan ikut tersungkur jatuh di sampingnya.
'Gila... ini orang bukan manusia... dia dewa perang!' batin Zhao Tian menangis histeris ketakutan.
Reno berhenti melangkah tepat di depan Zhao Xiong yang sedang meratap ampun.
"Bagas," panggil Reno santai.
"Siap, Tuan Muda!" jawab Bagas sigap melangkah maju.
"Sita seluruh aset bisnis dan tambang batu permata milik Klan Zhao di provinsi ini," perintah Reno tegas.
"Baik, Tuan! Pelaksanaan akuisisi akan selesai dalam kurun waktu satu jam," sahut Bagas patuh.
Zhao Xiong hanya bisa menangis pasrah, menyaksikan kejayaan klannya hancur total dalam sehari.
Tiba-tiba, sebuah helikopter tempur tanpa logo mendadak melintas rendah di atas Vila Puncak.
Suara baling-balingnya bergemuruh hebat memecah keheningan pagi.
Seorang pria tua berseragam militer serba hitam melompat turun dari helikopter tanpa menggunakan parasut!
Brakkkk!
Pria tua itu mendarat mulus di tanah, menciptakan lubang retakan besar di tempatnya berdiri.
Matanya yang tajam bagaikan elang langsung tertuju lurus pada sosok Reno.
"Pemuda ber berani! Beraninya lu mengacaukan tatanan kekuatan di wilayah kekuasaan Sekte Naga Langit!" bentak pria tua itu dengan aura membunuh yang jauh lebih mengerikan dari Klan Zhao.