Putri Kasandra tidak menyangka di malam pertamanya dirinya di bunuh oleh suaminya yang bernama Pangeran Ke 3 dengan di bantu adik tirinya bernama Putri Valena. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Putri Kasandra bersumpah jika diberikan kesempatan kedua maka dirinya akan membalas perbuatan mereka dan juga orang - orang yang berani mengusiknya.
Putri Kasandra tidak menyangka dirinya terlahir kembali dimana dirinya satu tahun sebelum dirinya di bunuh oleh suaminya dan adik tirinya. Putri Kasandra yang sudah tahu jalan ceritanya dan tipu muslihat mereka langsung membalas perbuatan mereka yang tidak pernah mereka duga sama sekali.
Apakah rencana balas dendamnya berhasil? Ikuti yuk kisahku sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makanlah Yang Banyak
"Kenapa semua penjaga di ganti?" Tanya Putri Kasandra ketika berada di depan pintu utama di mana di jaga oleh dua orang penjaga.
"Nona Muda Putri Kasandra, Tuan Besar Alex berbicara dengan Nyonya Besar Kedua Ibu Ririn setelah kepergian Pangeran Ke 9 bersama Nona Muda Putri Kasandra. Setelah itu mengganti semua penjaga yang menjaga rumah ini." Jawab salah satu penjaga sambil memberikan hormat.
"Apa yang dibicarakan Ayahku dengan Ibu Ririn?" Tanya Putri Kasandra penasaran.
"Maaf, Saya kurang tahu Nona Muda Putri Kasandra. Tapi yang pasti Tuan Besar Alex terlihat sangat marah ketika keluar dari kediaman Nyonya Besar Kedua Ibu Ririn dan Tuan Besar Alex meminta pelayan Nyonya Besar Pertama untuk bekerja kembali dirumahnya." Jawab penjaga pertama.
"Apakah Ibu Ririn mendapatkan hukuman dari Ayahku?" Tanya Putri Kasandra.
"Tidak Nona Muda, hanya dimarahi saja." Jawab penjaga pertama.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama datang Ayah Alex dan memanggil Putri Kasandra.
"Kasandra, kamu sudah kembali?" Tanya Ayah Alex.
Kasandra membaikkan badannya kemudian memberikan hormat ke Ayah Alex.
"Salam hormat, Ayah." Ucap Putri Kasandra.
"Tidak perlu formalitas karena kamu adalah putri kesayanganku sama seperti Ibu dan Kakakmu." Ucap Ayah Alex.
"Apa ada yang ingin Ayah katakan?" Tanya Putri Kasandra dengan nada dingin.
'Kalau memang benar kami kesayangan Ayah, Ayah tidak mungkin menyetujui apa yang dikatakan Nenek untuk menikahi wanita jahat itu.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
Ayah Alex diam membatu beberapa saat karena dirinya sangat terkejut dengan perubahan Putri Kasandra. Tidak biasanya Putri Kasandra seperti itu sangat dingin dan sulit tersentuh. Biasanya setiap mereka bertemu Putri Kasandra memeluk dirinya dan bersikap manja dengan dirinya tapi semejak Putri Kasandra terjatuh dari kolam sikapnya langsung berubah dalam sekejap.
"Kasandra, benarkah kamu yang menemukan obat penawar virus yang sangat mematikan?" Tanya Ayah Alex setelah beberapa saat terdiam.
"Memang benar, Ayah." Jawab Putri Kasandra.
"Dari mana kamu menemukan ramuan itu? Apa yang dikatakan Raja Galuh? Kamu tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas di sana, kan?" Tanya Ayah Alex beruntun dengan wajah kuatir.
"Aku membaca buku yang berisi pengobatan dan Aku mempratekkannya waktu kami di rumah yang berada dipinggiran hutan. Raja Galuh mengatakan akan di uji terlebih dahulu obatku sebelum digunakan ke rakyatnya." Jawab Putri Kasandra.
"Aku tahu apa yang Ayah kuatirkan ... ( menjeda kalimatnya ) ... Aku ingat kata - kata Ibuku karena itu Aku tahu apa yang harus dikatakan dan yang tidak." Sambung Putri Kasandra.
Sebenarnya Putri Kasandra sengaja menjeda kalimatnya karena Ayah Alex tahu kalimat selanjutnya. Di mana Ayah Alex kuatir kalau Putri Kasandra mengatakan ke Kaisar Galuh tentang apa yang dilakukan Ibu Ririn di mana Ibu Ririn meminta bantuan Ibu Ambar agar Kak Albert dan Putri Kasandra untuk tinggal di rumahnya yang berada dipinggiran hutan.
Ayah Alex tidak ingin Ibu Ambar dan Ibu Ririn di hukum atas apa yang mereka lakukan karena Ayah Alex sangat yakin kalau memang Putri Kasandra dapat menemukan obat penawarnya maka Raja Galuh akan memberikan apapun yang akan di minta oleh Putri Kasandra. Karena itulah dirinya bertanya ke Putri Kasandra yaitu tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas.
"Jadi Ayah jangan kuatir kalau Aku tidak akan mempermalukan Ayah." Ucap Putri Kasandra dengan wajah menahan amarahnya.
"Kasandra." Ucap Ayah Alex dengan wajah sangat terkejut melihat wajah amarah Putri Kasandra.
"Maaf Ayah, Aku sangat mengkuatirkan keadaan Ibuku karena tidak ada yang lainnya maka Aku akan pergi menemui Ibuku." Ucap Putri Kasandra sambil membalikkan badannya dan meninggalkan Ayah Alex yang diam membatu dengan perubahan Putri Kasandra.
"Kasandra ..." Ucap Ayah Alex dengan wajah sendu.
'Aku meminta maaf karena membuatmu kecewa karena Ayah tidak punya pilihan lain.' Ucap Ayah Alex dalam hati.
Putri Kasandra berjalan ke rumah Ibunya kemudian masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi Ibu Angelica. Putri Kasandra membuka pintu dan melihat Ibu Angelica bersama Kak Albert sedang berbicara. Ibu Angelica sangat terkejut dengan kedatangan Putri Kasandra yang terlihat menahan amarahnya.
"Kasandra, ada apa? Kamu baik - baik sajakan?" Tanya Ibu Angelica dengan wajah kuatir sambil berdiri.
Kak Albert yang menghadap Ibu Angelica langsung memiringkan tubuhnya ke belakang dan melihat wajah amarah Putri Kasandra membuatnya ikut kuatir. Sedangkan Putri Kasandra yang tidak ingin Ibu Angelica dan Kak Albert kuatir langsung merubah mimik wajahnya menjadi berkaca - kaca kemudian berlari memeluk Ibu Angelica.
"Ibu, Kasandra sangat merindukan Ibu." Ucap Putri Kasandra.
"Sayang, Ibu sangat kuatir tentang kamu dan Albert karena Ibu pikir kalian tidak akan kembali menemui Ibu." Ucap Ibu Angelica dengan mata berkaca - kaca sambil membalas pelukan Putri Kasandra.
Dirinya sangat senang mengetahui kedua anaknya baik - baik saja karena semenjak kepergian kedua anaknya dirinya tidak ada semangat untuk hidup. Dirinya mengatakan dalam hati jika kedua anaknya pergi selama - lamanya maka dirinya akan menyusul ke dua anaknya. Putri Kasandra yang mendengar ucapan Ibu Angelica langsung melepaskan pelukannnya kemudian tersenyum.
"Ibu, Aku pernah mengatakan kalau kami pasti akan kembali untuk menemui Ibu jadi Ibu tidak perlu kuatir ataupun sedih." Ucap Putri Kasandra sambil tersenyum.
Ibu Angelica hanya tersenyum mendengar ucapan Putri Kasandra dan dirinya sangat bersyukur sekaligus bahagia karena mempunyai dua anak yang patuh dan sayang dengan dirinya.
"Ibu, Kenapa wajah Ibu pucat dan terlihat tidak terurus? Bukankah waktu itu Aku dan Kak Albert mengatakan agar Ibu jangan mengkuatirkan kondisi kami? Kenapa Ibu tidak melakukannya?" Tanya Putri Kasandra dengan wajah sedih.
"Maafkan Ibu, Ibu sangat kesepian karena tidak melihat kalian." Jawab Ibu Angelica.
"Oh ya Kasandra. Kamu terlihat begitu lesu, pasti kamu sangat menderita." sambung Ibu Angelica mengalihkan pembicaraan.
"Ibu jangan kuatir, Aku baik - baik saja selama Kak Albert juga baik - baik saja." Jawab Putri Kasandra sambil tersenyum.
Tiba - tiba datang kepala pelayan kemudian memberikan hormat ke mereka bertiga.
"Nyonya Besar Pertama, makan malam sudah siap. Apa Nyonya Besar Pertama ingin makan sekarang?" Tanya Kepala Pelayan dengan nada sopan.
"Ya. Tolong sajikan sekarang." Jawab Ibu Angelica.
Kepala pelayan tersebut kemudian membuka pintu dengan lebar kemudian delapan pelayan datang sambil masing - masing membawa makanan dan minuman. Ibu Angelica, Kak Albert dan Putri Kasandra duduk di kursi makan untuk makan bersama.
"Maaf Ibu, Kasandra mau ke kamar mandi dulu." Ucap Putri Kasandra.
"Oke." Jawab Ibu Angelica dengan singkat.
Putri Kasandra berjalan ke arah kamar mandi kemudian mengambil sesuatu dari balik pakaiannya.
'Untuk berjaga - jaga jika makanan yang kami makan ada racunnya.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra menyimpan ramuan tersebut ditangannya kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ruangan makan. Sampai di ruang makan Putri Kasandra duduk di kursi makan dan tanpa sepengetahuan Ibu Angelica dan Kak Albert Putri Kasandra memasukkan ramuan tersebut ke dalam semua makanan.
"Albert dan Kasandra, kalian berdua terlalu kurus jadi Ibu minta kalian berdua makan lebih banyak." Ucap Ibu Angelica dengan nada lembut.
"Baik, Ibu." Jawab Kak Albert dan Putri Kasandra dengan serempak.
"Ibu, sepertinya makanan ini enak sekali." Ucap Putri Kasandra.
"Iya benar, sepertinya enak sekali." Sambung Kak Albert.
"Kalau begitu makanlah yang banyak." Ucap Ibu Angelica sambil tersenyum.
Mereka bertiga mulai makan namun sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Mereka kembali mengobrol hingga satu jam kemudian mereka masuk ke dalam kamar masing - masing untuk istirahat.