Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Setara

Tak Setara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Teen School/College / Murid Genius / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: dah.lah_capek

"TAK SETARA"

Seorang anak lelaki kampung yang mendapat kesempatan sekolah di sekolahan elit bersama anak-anak kolongmerat dengan kebiasaan dan gaya hidup yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

cerita ini bermula ketika seorang anak laki-laki bernama apri, yang hidup dalam keluarga yang kurang mampu. dalam keadaan keluarga yang sangat memperihatinkan membuat apri tergerak untuk mencari sekolah gratis, sampai
ketika ia bertemu dengan pamannya yang merupakan saudara jauh dari ibu nya.

menawarkan nya untuk ikut bersekolah di sekolah tempat ia mengajar, kebetulan di sana setiap tahunnya mengadakan program bantuan untuk siswa yang kurang mampu.

karena tempat ia bersekolah dengan rumah nya berbeda kota, membuat apri harus berpisah dengan orang tua nya.
lagi-lagi apri pun di bantu oleh pamannya untuk tinggal di rumahnya.

namun setelah ia tinggal di rumah pamannya ia malah mengalami berbagai kesulitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dah.lah_capek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sepulang sekolah Apri dan Liska di buat terkejut oleh keadaan rumah yang berantakan sofa yang tergeser dan beberapa barang tergeletak di lantai, juga ada pecahan kaca yang sedang di bereskan oleh bi Esih, "ini, kenapa Bi?" Tanya Liska dengan sangat panik sampai membuat kedua tangannya gemetar. "ayah sama mamah kamu abis berantem". Jawab bi Esih sembari membersihkan pecahan kaca di lantai supaya tidak terinjak dan melukai kaki.

"berantem! Terus sekarang mereka di mana?" tanya Liska kembali, "tadi pergi berdua, gak tahu kemana?" Jelas bi Esih lagi, dengan wajah cemas dan khawatir Liska nampak sangat ingin tahu kedua orang tuanya pergi kemana, sedangkan Luis mengerti keadaan bi Esih dan langsung membantunya membersihkan semua kekacauan tersebut.

Dengan sangat cepat Apri membersihkan dan menata kembali ruangan itu, "selesai bi". Ucap Apri, "ya sudah, makan dulu sana". Jawab bi Esih sembari berjalan menuju kamar cya, kemudian Apri langsung pergi mengambil piring berniat untuk makan.

"Tak ada seorang anak pun yang bahagia, ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar". Ucap Apri dalam hatinya sembari mengunyah makanan, tak lama sebuah mobil putih berhenti tepat di depan Rumah om Rudi kemudian seorang wanita keluar dari dalamnya ternyata itu adalah Salsa bersama Anggi.

"woi, makan bang". Teriak Salsa kepada Apri yang sedang makan bermaksud untuk mengajaknya bercanda, sedangkan Anggi hanya terdiam dan mengikuti Salsa dari belakang, "berisik" Jawab Apri, "kunyah dulu, baru ngomong". Balas Salsa lagi sembari berjalan melewati Apri.

Satu orang lagi keluar dari dalam mobil namun kini seorang lelaki bukan seorang perempuan, ia memiliki badan yang cukup tinggi dengan kulit putih dan paras yang tampan, dia masih tampak muda seumuran dengan Salsa dan Apri hanya menatapnya dari dapur ketika ia berjalan masuk dan ikut berkumpul dengan Salsa dan Anggi di ruang tamu.

"Apri, buatin minum". ucap Salsa dengan suara yang lantang, "iya" jawab Apri dengan singkat dan langsung membuatkan minum. Selesai dengan minuman yang akan di sediakan Apri langsung mengantarkannya ke mereka bertiga, "ini teh" ucap Apri sembari meletakan 3 buah gelas berisi air sirup dingin dengan es batu.

"terima kasih". Ucap Salsa, Apri melihat lelaki tadi duduk di samping Anggi tanpa sebuah jarak dan menempel. "ih, tumben" jawab Apri sembari tersenyum kepada Salsa, "ugh, sialan" sontak Salsa menjadi sedikit kesal.

Apri tertawa dan langsung pergi ketika berhasil menggoda Salsa, namun saat ia berjalan menjauh tak sengaja mendengar suara Anggi yang berkata kepada lelaki tadi, "sayang ih". Sebuah suara halus yang nan lembut namun terdengar menyakitkan, ketika tahu apa yang ia ucapkan di tunjukan kepada lelaki lain.

Apri sangat tercengang dan yakin jika lelaki itu adalah kekasih Anggi, seketika ia merasa dadanya menjadi sesak pikirannya menjadi tak karuan dan campur aduk, "rasanya aneh, kenapa?" Apri bertanya pada dirinya sendiri "apa ini yang namanya cemburu?" terduduk diam di pintu belakang rumah sembari menatap keluar.

"Tapi kan aku juga bukan siapa-siapa buat dia". gumam Apri dalam batinnya, dalam batin yang masih belum tenang. "Tapi, aku memang menyukainya". Ia terus berbicara sendiri dalam batinnya sembari menekuk wajahnya namun Apri juga sadar jika dirinya takan mungkin bisa menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita seperti Anggi.

Setelah cukup lama mereka berbincang dan tertawa bersama Anggi pun berpamitan kepada Salsa karena ia harus pulang bersama lelaki nya, "Apri, pulang dulu". Ucap Anggi berniat berpamitan juga kepada Apri "iya jauh jauh". Balas Apri dengan wajah yang kesal sembari mengerutkan alisnya, mengepal tangannya sendiri dengan sangat kuat.

Namun suaranya cukup pelan yang membuat Anggi tak mampu mendengar ucapan tadi dan yang mendengar hanya Salsa saja "heh, Apri!". Jawabnya dengan nada cukup tegas, Sedangkan Anggi dan lelaki itu pun pulang mengendarai mobil putih yang tadi mereka gunakan.

Setelah mereka benar-benar pergi dan berlalu Apri bertanya kepada Salsa, "teh, itu tadi pacarnya Anggi?" tanya Apri dengan sangat penasaran, "iya, kenapa?" jawab Salsa dengan judes dan membenarkan hal tersebut. "gak apa-apa" balas Apri kemudian berlalu ia pergi ke kamarnya.

Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri namun Apri sudah terlanjur merasa kecewa dengan Anggi, ia menatapi dirinya sendiri samapi ia sadar jika sedari awal yang salah bukan lah Anggi melainkan Dia, karena terlalu terbawa suasana oleh kebaikan Anggi sampai sejujurnya Apri memiliki perasaan kepada Anggi, kemudian ia menyimpan perasaan itu yang semakin bertumbuh seiring bertambahnya waktu tanpa sekalipun bertanya terlebih dahulu apakah dirinya masih sendiri? Atau sudah memiliki seseorang yang ia cintai.

Apri sadar ini salahnya ia tak bisa menyalahkan Anggi karena kekecewaannya, perasaan suka dirinya kepada Anggi bahkan hanya ia sendiri yang tahu. Sampai dengan ketika malam harinya om Rudi dan istrinya baru pulang yang membuat anak-anaknya menjadi riang dan ribut seketika.

Namun setibanya di rumah om Rudi langsung memasukan pakaiannya ke dalam koper sampai ketika selesai ia pun langsung pergi kembali meskipun malam sudah larut, "kenapa gak nginep dulu?" tanya Apri dalam batinnya sendiri melihat om Rudi yang terburu-buru untuk pergi.

Sampai om Rudi benar-benar pergi dan sudah tak terlihat lagi oleh kedua matanya, "besok aku juga harus pergi" gumam Apri dalam batin sembari menutup gerbang dan mengunci pintu rumah dan bergegas kembali ke dalam kamarnya.

1
Kim_zzt
Bantu follow guys, vote dan like juga, Terima kasih./Whimper/
Kim_zzt
Terima kasih karena telah datang menyapa, meski pada akhirnya kamu pergi tanpa kata.
Kim_zzt
tak ada seorang pun anak yang bahagia, melihat pertengakaran kedua orang tuanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!