Indonesia
NovelToon NovelToon
Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Kebangkitan pecundang / Iblis / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Ahli Bela Diri Kuno / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pena Bulu Merah

Dilarang Spam Promo!!!

Kagutsuchi Nagato [TAMAT]
Dragon Warrior Pair
Sweet Dragon
The Dawn [Kagutsuchi Nagato S2]
Legenda Takdir Ilahi

Dengan Takdir Ilahi di pundak ku.
Aku membasmi iblis dan menantang empat penjuru penguasa dunia.
Dengan membawa harapan dari lima diri seseorang, aku mendaki dan menggapai puncak dunia persilatan.
Takdir, cinta dan masa depanku.
Aku yang akan menentukannya.
Dengan dua pedang yang membara layaknya api, dan mengguncang bumi.
Aku akan memenuhi keinginannya.
Akan ku ukir sebuah kisah legenda bersamanya.
Kisah tentang pasangan pendekar naga!
Kisah lainnya sebelum aku dan lima kebanggaanku menantang dunia atas. Tempat Para Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DWP 23 : Pedang Gravitasi, Yue Wang.

“Guru, aku kemarin mengambil seluruh bongkahan batu berwarna ungu dan putih. Lalu aku menaruhnya di dalam Cincin Dewa. Aku akan menjualnya setelah kita keluar dari sini...” Ucap Jing Yang dengan wajah gembira.

Sekarang Jing Yang telah selesai berlatih mengolah pernapasan dan menempa tulang-tulangnya dengan berendam di kolam air panas.

“Giok Ungu dan Kristal Sinar Rembulan. Itu adalah sumber daya yang sangat berharga bagimu. Jangan jual ke sembarang orang, lebih baik kau gunakan untuk dirimu sendiri...” Roh Sang Hitam memberi saran.

“Baiklah, Guru. Murid akan selalu mengingat nasihat Guru.” Jing Yang memberi hormat kepada Roh Sang Hitam.

“Bodoh, sudah kubilang jangan terlalu formal. Kau membuatku malu, dasar bodoh!” Roh Sang Hitam membalikkan badannya dan terbang lebih tinggi.

Hari ini Jing Yang berniat berlatih menggunakan seni pedang sebagai senjatanya. Dari tiga pedang yang termasuk dalam Pusaka Dewa. Jing Yang memilih Pedang Gravitasi, Yue Wang.

Roh Sang Hitam hanya memberi arahan dan memperhatikan Jing Yang yang sedang melakukan kontrak darah dengan Pedang Gravitasi, Yue Wang.

“Kekuatan anak manusia ini sudah kuat. Hanya saja aku ingin dia mencari guru manusia agar dapat mengetahui dunia yang sebenarnya...” Roh Sang Hitam membatin dalam hatinya ketika melihat Jing Yang menggigit jari jempolnya.

“Pedang Gravitasi, Yue Wang. Mulai hari ini, aku, Jing Yang, akan menjadi pemilik Pedang Gravitasi yang berwarna hitam legam ini...” Jing Yang membatin dalam hatinya dan meneteskan darahnya pada Pedang Gravitasi, Yue Wang.

“Hahaha, aku terima kau menjadi pemilikku, Saudaraku Jing Yang!”

Mata Jing Yang terbelalak mendengar suara tawa dari Pedang Gravitasi, Yue Wang. Dalam hatinya dia berpikir jika Pusaka Dewa mempunyai karakter yang berbeda-beda.

“Aku bisa tahu jika kau dilatih oleh Roh Dewi Naga Hitam. Sepertinya kau salah satu dari empat orang yang akan menuntun, ehem. Aku bicara terlalu banyak...” Pedang Gravitasi, Yue Wang, berdeham sebelum tidak bersuara lagi setelahnya.

Jing Yang menyipitkan matanya, “Mencurigakan, aku tadi mendengar sesuatu yang menarik.”

“Anak manusia, cepat mulai latihanmu. Tahun depan kau ingin keluar dari sini, bukan?” Roh Sang Hitam menegur Jing Yang yang sedang memegang Pedang Gravitasi.

“Baik, Guru...”

“Kau dan pedang adalah satu. Jika ingin mempelajari seni pedang dari Pedang Gravitasi. Tanyakan saja pada, Yue Wang,” ujar Roh Sang Hitam kepada Jing Yang.

“Baik, Guru...”

Jing Yang duduk bersemedi dan menaruh Pedang Gravitasi di depannya. Seperti biasa, Roh Sang Hitam menaruh Permata Iblis di sekitar tubuh Jing Yang.

”Terimakasih, Guru...” Jing Yang kembali membuka matanya, “Aku lupa menaruh Permata Iblis ini...”

“Fokus saja terhadap latihanmu.” Roh Sang Hitam mengingatkan sambil kembali menerbangkan dirinya lebih tinggi.

Jing Yang kembali memejamkan matanya dan menyerap Permata Iblis disekitarnya. Tubuh Dewi Naga yang telah diajarkan Roh Sang Hitam dan belum dikuasai Jing Yang sepenuhnya sangat membantu dirinya dalam proses penyerapan Permata Iblis.

Dalam ketenangannya dia menyatu dengan Yue Wang, Pedang Gravitasi yang sekarang sedang bersama dirinya di alam bawah sadar Jing Yang.

Kenangan masa lalu yang kelam. Kenangan pahit dari masa lalu yang tertinggal dan ingin dia lupakan kembali terlihat jelas.

Jing Yang berada di puing-puing Kota Yunfei yang telah menjadi reruntuhan dan lautan api.

“Guru! Guru! Jangan tinggalkan aku sendirian!” Tanpa sadar Jing Yang berteriak karena melihat ribuan mayat berserakan di sampingnya.

“Saudaraku Jing Yang! Ini ingatanmu. Aku, Yue Wang, tidak menyangka bisa melihat kenangan yang indah dan memilukan layakanya sebuah seni ini!”

Suara perempuan terdengar bersamaan dengan cahaya berwarna biru yang perlahan membentuk wujud menjadi perempuan dewasa.

“Yue Wang? Pedang Gravitasiku?” Jing Yang mengerjapkan matanya karena melihat sesosok perempuan dengan pakaian yang minim apa adanya dan berambut biru muda.

“Ya, aku adalah Yue Wang. Bagaimana? Aku cantik bukan?” Dengan genit Yue Wang mengedipkan matanya kepada Jing Yang.

“Lebih cantik Yueyue..” Jing Yang menjawab cepat dan menenangkan dirinya.

“Cepat ajari aku seni pedang!”

Yue Wang langsung memukul kepala Jing Yang karena pemuda itu bersikap sombong.

“Jangan memerintahku! Asal kau tahu saja, kau lebih muda dariku. Panggil aku Kakak Yue Wang, mengerti?!”

Jing Yang berkeringat dingin, ‘Galak sekali...’

“Mohon bimbingannya, Kakak Yue Wang...” Jing Yang membungkuk dan memberi hormat kepada Yue Wang.

“Bagus, aku suka padamu. Kau cepat mengerti.” Yue Wang memutari tubuh Jing Yang dan menatap wajah Jing Yang yang juga terlihat sedang mengamati dirinya.

“Aku akan mengajarimu dua jurus. Hanya dua jurus. Itu pun jika kau sanggup menguasainya.” Yue Wang membentuk dua pedang berwarna hitam. Pedang pertama yang dia pegang dan yang satunya ada di depan Jing Yang.

“Aku akan menguasainya. Mohon bimbingannya, Kakak Yue Wang!”

Jing Yang kembali membungkuk sebelum mengambil pedang. Sedangkan Yue Wang tersenyum puas karena melihat tingkah Jing Yang yang menurut padanya.

Yue Wang mulai memperlihatkan gerakan demi gerakan untuk menguasai Pedang Gravitasi. Jing Yang memperhatikan dan mengikuti arahan maupun gerakan dari Yue Wang dengan baik.

Beberapa hari setelahnya, Jing Yang terus melatih seni pedang dengan Yue Wang. Sebelum menghafal gerakan, Yue Wang menyuruh Jing Yang mengayunkan pedang selama seribu kali. Baik itu waktu pagi, siang dan malam. Jadi selama sehari, Jing Yang mengayunkan pedangnya sebanyak tiga ribu ayunan.

Jing Yang terus mengulang-ulang gerakan yang sama sambil mengolah pernapasan. Dia ingin melatih pernapasan secara terus-menerus dengan Tubuh Dewi Naga Hitam.

Gerakan Jing Yang sekarang terlihat gemulai bahkan permainan pedangnya sangat lincah. Sudah puluhan Binatang Iblis terbunuh dengan pedangnya.

Namun satu hal yang membuat Jing Yang terus melatih kemampuan berpedang. Sampai saat ini dia belum menguasai dua jurus yang diajarkan Yue Wang.

Walau kekuatannya mengalami peningkatan yang pesat. Namun Jing Yang tidak pernah puas. Dia merasa masih ada yang kurang dari setiap gerakannya, sehingga dia melatihnya kembali.

Dua hari kemudian, Jing Yang berhasil menghafal dengan baik gerakan yang diajarkan oleh Yue Wang.

“Menarik...” Yue Wang terkekeh karena sebenarnya dia hanya mengajarkan Jing Yang cara menggunakan pedang saja.

“Oh, iya. Jing Yang, kau harus mencari seorang guru yang mengajarimu pedang. Sebenarnya jurus yang kuajarkan padamu adalah gerakan dasar untuk menjadi seorang pendekar pedang...”

Yue Wang melihat raut wajah Jing Yang yang kecewa. Tapi itu hanya sesaat, setelahnya wajah Jing Yang berseri-seri.

“Terimakasih, Kakak Yue Wang!” Jing Yang memberi hormat pada Yue Wang.

“Aku akan terima saran dari Kakak Yue Wang. Tapi aku sudah punya Guru.” Jing Yang menambahkan.

“Kalau begitu, aku tidur dulu. Aku tidak bisa terus-terusan menunjukkan wujudku yang seksi ini kepadamu...” Yue Wang mengedipkan matanya sebelum menghilang.

Kemudian Jing Yang membuka matanya dan mendapati Roh Sang Hitam yang sedang menatap tungku dengan aura berwarna merah, kuning, hijau, hitam dan putih yang mengelilingi tungku tersebut.

“Anak manusia. Sudah saatnya aku mengajarimu Tungku Jiwa Naga...”

1
Ari Anto
I like
teguh andriyanto
mantab, chapter 224 masih 13 tahun, bisa sampe chapter 1500 ketika dia nikah dong...
teguh andriyanto
ini MC nya namanya diganti aja jadi Vijay, polisi India, yang datangnya selalu telat.
teguh andriyanto
bisa teleportasi kah? tau2 nyegat? kepok tengab /CoolGuy/
teguh andriyanto
belibet
teguh andriyanto
manusia serakah
teguh andriyanto
serah lu aja Thor, gue cm baca...
teguh andriyanto
keluarin aura terus, meningkat terus... lol
Shaiya_Eet
Aku terharuuuuuuuu /Cry/
Shaiya_Eet
Xue Rong, Xue Que...kita liat siapa diantara kalian yang duluan jatuh cinta sama Jing Yang /Tongue/
Shaiya_Eet
aduhhhh author tega, ga kasian apa ya ke Jing Yang, pas Yangyang ketemu, ehhhhh Yueyue nya ga kenal /Tongue/
Shaiya_Eet
Hayoooo Jing Yang Yueyue dan Ye Xiaoya, dua2nya adalah masa depan mu
Shaiya_Eet
ahhh mereka belum tau itu bukan cincin sembarangan /Grin/
Shaiya_Eet
Ketika ada narasi sosok anak perempuan yang imut, aku auto membayangkan sosok Ziyan.
Shaiya_Eet
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Lingling bagus kamu luar biasa, memang begitulah caranya biar kesan pertama takkan terlupakan.
Shaiya_Eet
Saudari Ye Xiaoya dan Jing Yang
Shaiya_Eet
tumbuh dewasa dikit itu dah mulai tumbuh....
Shaiya_Eet
dan saat Jing Yang menanyakan kitab yang dua lagi, ku auto baca ulang, lah kok jadi enam. untung sang roh hitam mewakili ku /Tongue/
Shaiya_Eet
Hah...Lin Song kau telah mendidik anakmu menjadi tak punya hati, tunggu waktunya bagimu karena berkat campur tangan author kaupun akan mati ditangan anakmu sendiri.
Shaiya_Eet
Anak2 yang luar biasa hebat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!