Menghilangnya Sari di hari itu membuat Kevin kalang kabut membuat hilang semangat hidupnya, Kevin tak mau kehilangan sari untuk yang kedua kali.
Siang itu tak sengaja Kevin melihatnya di sebuah toko dengan kondisi yang sangat kacau membuat Kevin kembali mendekatinya dan mencari tahu apa yang terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sriajhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Seminggu sudah Sari tak masuk kantor, Nana sudah mencari ke kos dan juga sudah bertanya keteman-temannya, namun tak ada berita dan terakhir ia kekampus untuk cari informasi tapi tetap hasilnya sama, bahkan Sari minta cuti semester.
Lelah sudah Nana mencari akhirnya ia kasih tau ke Kevin, di luar dugaan Nana Kevin langsung terbang ke Padang, karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Sampai nya kevin di Padang, ia langsung ke kantor dan mengorek informasi dari awal ia mulai berhenti bekerja.
"Sebelumnya ada kah dia berbicara mau berhenti di sini?" tanya Kevin ke Nana.
"Ia hanya bilang capek, tiap hari kerja pergi pagi pulang sore, dan tidak ada jadwal istirahatnya, karena hampir tiap malam ia keluar untuk cari makan, karena perutnya lapar terus, terkadang ia sampai tengah malam." jawab Nana.
"Itu bukan alasan yang tepat kalau hanya ingin berhenti kerja, coba hubungi lagi teman-temannya yang lain."
"Sudah saya lakukan pak bahkan terakhir kami ke kampusnya, tapi masih jawaban yang sama,cuma sari minta cuti kuliah."
"Kemana dia pergi sudah dua kali ia menghilang begini, ada denganmu Sari kenapa kau selalu pergi menghilang begini," katanya dalam hati.
Kevin kembali ke ruangannya yang sudah satu bulan di tinggalkannya. Pikirannya terus melayang ke Sari dan tak fokus untuk melihat tumpukan kertas di mejanya. Di keluar dan mencari sari di sepanjang jalan yang pernah mereka lalui bersama.
Hari berganti hari namun Sari tak juga di temukan Kevin betul-betul putus asa namun ia tak ingin meninggalkan kota Padang, ia bertekad bila sidah ketemu dengan Sari baru ia akan meninggalkan kota ini.
Perusahaan semakin berkembang karena Kevin langsung memimpin bahkan sudah ada sampai ke luar Sumatera barat proyek mereka, namun yang di. carinya tak kunjung ketemu.
Satu bulan sudah berlalu akhirnya Kevin berencana membeli sebuah rumah yang sederhana di komplek perumahan untuk ia bisa tinggal sementara sampai ia ketemu di dengan Sari.
Kevin membuka web jual beli kota Padang dan ada sebuah rumah yang di minatinya dan ia berencana akan ke sana. Di telponnya Reno untuk menemaninya kesana.
"Hallo kamu di mana Reno?"
" Di kantor, ada apa?, jangan bilang kita cari Sari lagi."
" Tidak tapi lebih dari itu, Saya mau cari properti disini, jadi saat saya kesini tak harus nginap di hotel."
"Oke aku akan temani kamu jam berapa kita jumpa?" tanya Reno.
"Satu jam lagi biasakan?"
" Oke kita ketemua di depan Gramedia saja biar cepat dan ngga ribet"
Telpon di putus oleh Kevin dan merebah tubuhnya di sofa untuk menghilangkan rasa penat dan lelahya.
.........
Intan sangat sayang pada Sari bahkan sudah seperti saudaranya sendiri, walaupun Sari kariawannya di toko tapi ia tak meresa sebagai kariawa bahkan seperti saudara juga.
Sari tidak merasakan mual-mual seperti wanita hamil pada umumnya cuma nafsu maka saja yang selalu bertambah dan tidak minta yang macam-macam dan itu tidak merepotkan Intan dan Mak Imah.
"Sari apa ayahnya bayi kamu tahu kalau kamu lagi hamil?" tanya Intan saat mereka lagi asyik bekerja di toko.
" Kenapa Intan tanya seperti itu?"
"Bukan apa-apa langkah baiknya ayah bayi kamu tahu kalau kamu itu lagi hamil anaknya."
Sari termenung mendengar kata-kata Intan, ia tak ingin Kevin tahu kalau ia hamil karena dari awal Kevin sudah bicara akan kejadian seperti ini tapi ia bersikeras untuk bilang tidak
" Sari takut untuk kasih tahu dia karena dari awal Sari sudah menolaknya."
" Apa Sari tak mikir nanti jika anak sari lahir orang akan tanya ayahnya, bukannya intan tak suka dengan keadaan seperti ini, jujur intan merasa senang bahwa intan punya teman dan bayi kamu rumah intan akan terasa rame kembali tapi alangkah baiknya lahir dalam keluarga yang utuh."
" Sari akan pertimbangkan itu, tapi sekarang perut Sari lapar, kebetulan ada mie ayam di depan."
Sari langsung keluar dan pesan mie ayam 5 porsi sekalian buat kariawan yang lainnya.
Setelah menunggu akhirnya mie ayamnya datang dan mereka makan bersama di meja makan bagian belakang.
"Kamu jangan sering-sering makan mie kasihan anakmu dan juga kamu harus bisa berhemat untuk nanti persalinan," kata Lala kariawan lainnya
Lala sudah berkeluarga dan punya anak satu, sejak masih remaja sampai sekarang ia bekerja di toko intan.
"Iya uni Lala, tapi sari pengennya makan mie ayam terus."
Makanan yang bergizi yang paling di perlukan,dan kamu harus berhemat untuk proses persalinan kalau normal ya tak apa-apa lah kalau nanti operasi gimana, butuh uang puluhan juta."
"Uni Lala dulu melahirkan normal apa operasi?"
" Uni lahiran normal dan anak uni sekarang udah berumur 2 tahun cantik dan imut," jawab Lala.
Setelah siap makan mereka kembali bekerja seperti biasa.
Kevin dan Reno bertemu di Gramedia dan langsung menuju lokasi perumahan yang di incar oleh Kevin. tak beberapa lama mereka sudah sampai disana, tak sulit untuk menemukan lokasinya.
Dilihatnya dari luar rumahnya sungguh bagus dan masih berpenghuni rumahnya terawat dengar baik.
"Bagus sekali rumahnya, bersih dan terawat dengan baik," kata Reno.
" Saya suka rumahnya, dan untuk harga dengan kondisi rumah seperti ini terbilang murah," jawab Kevin.
" Maaf pak ada keperluan apa ya?" bapak yang baru keluar dari dalam rumah.
" Begini pak saya lihat iklan rumah ini di. situs jual beli online jadi saya berminat."
"Oo, silahkan masuk dan lihat-lihat kedalam."
Mereka berdua masuk kedalam pekarangan rumah itu ternyata sangat luas, di belakangnya ada kolam renang, rumah dua lantai dan sangat asri dan terasa nyaman saat malangkahkan kaki dalam rumah.
"Kenapa di jual rumah sebagus ini pak?" tanya Reno.
"Orang yang punya rumah pulang kampung, mereka menetap disana, semua anak-anaknya sudah sukses dan ia ingin menikmati masa tua di sana,"
" Jadi bapak di gaji untuk merawat rumah ini,sudah berapa lama bapak kerja disini?"
" Sudah 30 Tahun pak, saya betah kerja disini karena lahan ini punya saya awalnya, saya pergi kejakarta di umur yang masih remaja, saat ibu saya meninggal tanah ini di jual oleh bapak saya dan uangnya di bawa kabur, dan minta sama yang beli tanah untuk tetap tinggal disini dan mereka membuatkan aku rumah kecil di ujung sana untuk tinggal saya dan anak-anak saya."
" Andai nanti saya yang beli rumah ini, apa bapak akan pindah dari sini?"
" Kalau itu terserah bagi pemilik rumah pak," jawab bapak Jamal.
Kevin tersenyum dan ia akan mengambil rumah itu. " Oke pak kami permisi dulu, nanti kami kembali lagi." jawab Kevin.
Mereka meninggalkan rumah, " Kamu masih ada acara ?" tanya Kevin ke Reno.
"Iya aku mau menemani istriku konsultasi sama dokter kandungan, untuk memastikan apa benar hamil atau bukan karena ia sudah telat, saya berharap sekali ia hamil dan kami punya anak."
" Baik lah saya doakan semoga hasilnya negatif, sampaikan salam ku pada istrimu."
"Baiklah saya pamit pulang mau jemput istri tercinta."
Akhirnya mereka berpisah di gramedia, karena mobilnya Reno di tinggal di parkiran toko buku itu.
.....
Di klinik dokter Wiji.
"Kenapa kita mesti kesini lagi Intan, Sari capek mau istirahat."
"Buat Periksa perkembangan anakku," jawab Intan asal. Intan sudah mendaftarkan nama Sari untuk konsultasi hari ini, jauh-jauhh hari sebulumnya tetap juga dapat antrian no 20.
Intan dan Sari duduk di pojok ruang tunggu, sudah banyak pasien yang menunggu disana, dan kebanyakan ibu-ibu hamil dan di temani oleh suami masing-masing, Sari melihat di orang yang paling ujung, istrinya sedang hamil besar sementara ana dan suaminya asyik bercengkrama. Sari asyik saja memperhatikan anak itu tanpa terasa airnya mengalir. " Maafkan mama nak bila kau besar tanpa kasih saya ayahmu." sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.
"Intan."
"Hmmmm."
"Apa dokter Wiji masih lajang?"
Mendengar pertanyaan Sari membuat Intan berhenti menatap layar ponselnya.
"Memangnya kenapa?" jawab Intan.
"Habis dokternya ganteng dan baik lagi, lihat tu pasiennya ibu-ibu cantik semua," Jawab Sari. Mereka berdua tertawa tanpa di sadari oleh sari kalau Reno juga ada di sana.
Saat Reno masuk ia langsung melihat Sari, " Sayang kamu kenal wanita yang di ujung sana?".
Istri Reno melihat arah tunjuk Reni, " itu kan Sari tunangannya Kevin." jawabnya.
"Iya, kamu diam saja di sini saya akan telpon Kevin dan kasih tau kalau Sari disini, kasihan Kevin sudah seperti orang gila mencarinya."
Saat ponselnya berbunyi dilihatnya yang telpon Reno, dengan malas Kevin menjawab telponnya. Di biarkan ponselnnya berbunyi berkali-kali namuan tetap di abaikannya.
" Ada apa, bukannya kamu lagi menemani istrimu atau kamu mau ajak aku sekalian menemanimu," jawab Kevin.
" Jangan banyak gaya kamu, aku menemukannya."
"Dimana?"
"Di klinik dokter Wiji, cepat kesini aku share lokasinya."
Saat Reno kembali kedalam Reno sudah tidak melihat Sari lagi, dan ia bertanya ke istrinya. " Kemana mereka?"
"Mereka sudah masuk nomor antrian dan lagi di dalam ruangan itu," jawab istrinya.
Kembali Reno menelpon kevin. " Buruan kesini sebentar lagi ia keluar dari ruangan dokter Wiji."
" Awasi terus Reno bentar lagi saya sampai disana sudah di jalan menuju kesana."
" Ibu Sari silahkan masuk," perawat memanggil nama Sari. Mereka masuk bersamaan dan saling lempar senyum.
"Sambil menyelam minum susu," kata sari
" Awas kamu ya nanti, dia itu teman mendiang kak Feby."
" Tak apa lah yang penting masih lajang, masih ada kesempatan," goda Sari sehingga membuat pipi Intan memerah karena ucapan sari.
Sari senyum- senyum sementara Intan hanya diam dan duduk di depan dokter Wiji.
" Aduh anak manis kenapa diam," kata dokter Wiji
" Cie....Cie.... ," Sari menyikut Intan dengan sikunya
Yang di goda hanya diam saja, " Mungkin dia kangen dokter sama Kakak Wijinya."
Intan dak dokter Wiji serentak menoleh ke arah Sari, namun Intan lebih cepat tanggap.di cubitya paha Sari sehingga Sari meringis kesakitan.
" Kenapa ada yang sakit ayo di periksa silahkan naik dan kita lihat anakmu lagi apa," kata dokter Wiji.
Sari naik saja ke atas tempat tidur dan suster membantu Sari buka dan menarik bajunya agar lebih leluasa memeriksa.
Baru saja nampak di layar monitor bayinya air mata Sari mengalir bahagia, anaknya sehat dan sudah hampir sempurna.
Tiba-tiba pintu di buka Kevin masukk kedalam dan melihat kemonitor. Kevin hanya memastikan apakah benar sari hamil dan ia harus bohong kesuster bahwa ia adalah suami sari.
Kevin memegang tangan Sari dengan erat. " Dokter tolong ulang kembali, saya ingin melihat anak saya, apakah dia tumbuh sempurna?"
Dokter Wiji kembali mengulang dari awal sampai selesai, " anaknya sehat dan juga sempurna."
Setelah selesai suster kembali membersihkan perut Sari dari gel yang di oleskan oleh suster tersebut.
"Maaf sebelumnya dokter, kenalkan nama saya Kevin, saya ayah dari anak yang di kandung Sari," Kevin memperkenalkan diri ke dokter dan Intan.
Mereka bersalaman karena merasa tak enak hati sehingga Intan berdiri.
" Suster tinggalkan kami sebentar ya 10 menit paling kurang," dan suster pun keluar.
Wiji melihat Intan bingung ia berdiri dan menarik Intan untuk duduk di kamar pribadinya dokter Wiji kursi kerjanya. Wiji sebenarnya sudah jatuh cinta jauh sebelum kakaknya meninggal. Tapi Saat itu Intan masih kecil berumur baru 14 tahun. Gadis kecil yang selalu ceria dan selalu mempunyai seribu cerita yang harus ia ceritakan pada Wiji. namun di saat kakaknya meninggal Intan berubah 180 derajad.
Sampai saat ini Wiji tidak menikah karena ia ingin menunggu Intan sampai dewasa dan bisa menerima kenyataan hidupnya. selama 5 tahun ini Wiji selalu mengikuti perkembangan Intan melalui Mak Imah.
Wiji kembali keluar dan berbicara dengan Kevin dan Sari. " perkembangannya bagus. Sempurna dan sehat tapi nutrisi makanan dan pola makan, tidur di jaga, jangan terlalu lelah bekerja kasihan bayinya."
" Apa ada alergi makanan dokter yang harus di hindari atau semacamnya?"
"Tidak hanya perlu banyak makan buah dan sayuran yang gizi, dan ini saya tulis resepnya."
Sementara Intan tidak betah menunggu di kamar Wiji akhirnya keluar dengan muka masam, " Ada apa kok aku di asingkan,"
Tidak begitu sayang, saya ingin kamu pulang nanti sama kakak, karena ada yang perlu kita bicarakan," jawab Wiji.
" Ngga bisa gitu dong, terus sari pulang sama siapa?"
" Kamu pulang sama mas, karena banyak yang harus kita bicarakan untuk kedepannya," jawab Kevin.
"Kak Wiji Intan pulang sama Sari aja nungguin kak Wiji lama, pasien kakak banyak di luar."
"Kalau begitu besok pagi kakak ketoko ya tungguin kakak disana."
" Iya ,mari kita keluar masih banyak pasien yang antri, emang cuma kita saja pasiennya," kata Intan.
Mereka keluar bersamaan sari dan Kevin duduk di ruang tunggu untuk ambil obat di ikuti oleh Kevin di belakangnya.
" Nanti sari cerita ya sama Intan, tentang pak kevin."
" Iya nanti di rumah, kalau di sini malu sama orang," jawabnya
"Sari pulang bersama mas ya, nanti mas antar ke rumahnya."