Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tutor Genius untuk Ujian Sekolah

​Suasana kelas 12 IPS 2 SMA Garuda siang itu terasa bagaikan neraka dunia bagi Alexa. Kertas lembar jawaban hasil try out Matematika baru saja dibagikan oleh guru mata pelajaran. Di sudut kanan atas kertas milik Alexa, tertera angka 42 berwarna merah menyala yang dilingkari tinta tebal.

​"Aaaaa! Kenapa angka empatnya harus temenan sama angka dua sih?!" jerit Alexa frustrasi tanpa suara, menelungkupkan wajahnya di atas meja sambil mengacak-acak rambut kuncir kudanya. "Matematika itu jahat banget! Kenapa harus ada huruf x dan y di dalam angka?! Mereka itu angka, bukan huruf!"

​Rin yang duduk di sebelah Alexa melirik lembaran kertas tersebut seraya menyesap teh kotak. "Lagian kamu sih, Ca. Pas rumus kalkulus dijelasin minggu lalu, kamu malah sibuk menggambar animasi botol Yakult di sudut buku catatan."

​"Aiyo... 42 ni memang agak bahaya lah, Ca," timpal Safi dari meja depan, memutar tubuhnya seraya menunjukkan kertas nilainya sendiri yang mendapat angka 78. "Kalau cikgu tahu nilai kau macam ni pas Ujian Nasional nanti, memang tak lulus lah cerita dia."

​Melati tersenyum lembut mengelus bahu mungil Alexa yang masih lemas. "Tenang, Alexa. Masih ada waktu buat belajar lagi kok sebelum ujian akhir."

​"Gimana mau tenang, Melati..." cicit Alexa memayunkan bibirnya hingga beberapa sentimeter. "Ini kalau Mas Es Batu tahu nilaiku cuma 42, bisa-bisa aku disuruh menghafal tabel perkalian satu sampai seratus di depan papan tulis apartemen!"

​Saat keempat gadis itu sedang sibuk berdiskusi, langkah kaki seorang siswa bertubuh jangkung mendekati meja mereka. Dimas—Ketua OSIS SMA Garuda yang populer dan berparas tampan—berdiri di samping meja Alexa sambil memegang sebuah kotak kado kecil bernuansa biru muda dan sebotol minuman cokelat dingin.

​"Hai, Alexa," sapa Dimas dengan senyuman manis yang biasanya sanggup membuat siswi-siswi lain terpana.

​Keriuhan kecil seketika melanda sudut kelas. Rin dan Safi saling menyenggol lengan seraya menahan cengiran nakal.

​Alexa mendongak kaku. "E-eh? Kak Dimas? Ada apa ya?"

​Dimas berdeham pelan untuk menutupi rasa gugupnya. Pria muda itu meletakkan kotak kado dan minuman cokelat di atas meja Alexa. "Alexa... Sebenarnya aku sudah lama mau ngomong ini sama kamu. Tapi baru sekarang aku punya keberanian."

​Mata bulat Alexa melotot tipis, firasat anak SMA-nya seketika menangkap sinyal bahaya.

​"Aku suka sama kamu, Alexa," ujar Dimas terus terang di hadapan sahabat-sahabat Alexa. "Dari pertama kali kamu masuk SMA ini, keceriaan kamu selalu bikin suasana jadi beda. Aku mau minta kamu jadi pacar aku. Kamu mau, kan?"

​Suasana kelas mendadak hening sejenak. Rin menyipitkan matanya, sementara Safi menepuk jidatnya pelan. Aduh, Kasihan Kak Dimas... Dia tidak tahu lawan saingannya itu raksasa CEO bernilai triliunan, batin Rin membatin geli.

​Alexa membeku di tempatnya. Otaknya berputar kencang mencari alasan paling logis untuk menolak perasaan Ketua OSIS itu secara halus tanpa harus membocorkan rahasia besar bahwa ia sudah sah menjadi istri seorang Exel Dirgantara.

​Alexa menghembuskan napas pelan, menggeser kotak kado dan minuman itu kembali ke arah Dimas dengan sangat sopan.

​"Maaf banget ya, Kak Dimas..." buka Alexa dengan suara yang melunak dan sangat ramah. "Alexa merasa sangat terhormat karena Kak Dimas udah suka sama Alexa. Tapi... Alexa tidak bisa menerima perasaan Kak Dimas."

​Raut wajah Dimas seketika berubah agak lesu. "Kenapa, Ca? Apa aku ada salah? Atau kamu udah punya cowok lain?"

​Alexa menggeleng cepat seraya menguraikan alasannya secara masuk akal. "Bukan gitu, Kak! Sama sekali enggak ada cowok lain. Tapi untuk sekarang... Alexa mau benar-benar fokus 100% untuk ujian akhir sekolah dan kelulusan. Nilai-nilai Alexa—terutama Matematika—lagi anjlok banget. Papa dan keluarga Alexa menuntut Alexa untuk benar-benar konsentrasi belajar tanpa ada gangguan urusan asmara dulu. Alexa takut tidak bisa membagi waktu dan malah merusak harapan orang tua Alexa."

​Dimas terdiam mendengarkan penuturan Alexa yang sangat bijak dan sopan itu. Meskipun rasa kecewa terlihat di matanya, Dimas mengangguk paham dan menghormati keputusan tersebut.

​"Aku ngerti, Ca," balas Dimas tersenyum tipis, menyambar kembali kadonya. "Pendidikan memang nomor satu. Makasih ya sudah mau jujur sama aku. Semoga nilai Matematika kamu makin membaik!"

​"Makasih banyak ya, Kak Dimas!" sahut Alexa lega seraya melempar senyuman manis.

​Setelah Dimas melangkah pergi keluar kelas, Rin langsung mencondongkan tubuhnya ke depan. "Gokil! Penolakan yang sangat mulus, diplomatis, dan tidak mencurigakan! Kelas berat memang Nyonya Dirgantara ini!"

​"Aiyo... Selamat dari bencana, Ca!" gelak Safi terkekeh. "Tapi part cakap mau fokus belajar tu... betul ke? Daging wagyu haritu pun tak sanggup bantu nilai matematika kau!"

​"SAFIIII!" jerit Alexa heboh, kembali menelungkupkan wajahnya di atas meja dengan meratapi nasib nilainya yang menyedihkan.

​Malam harinya di unit penthouse apartemen eksklusif...

​Atmosfer di ruang tengah terasa sangat hening. Di atas meja kaca berdesain modern, terhampar kertas lembar jawaban try out berangka merah 42 milik Alexa, berdampingan dengan lima buku tebal rumus Matematika dan Kalkulus.

​Exel duduk tegap di sofa kulit hitam. Pria itu sudah melepaskan jas mewahnya, menyisakan kemeja putih dengan lengan tergulung rapi hingga siku dan dasi yang sedikit dilonggarkan. Tatapan mata cokelat gelap milik sang CEO menatap lurus pada angka 42 di kertas tersebut.

​Di depannya, Alexa duduk bersila di atas karpet bulu dengan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Jemari mungilnya meremas ujung kaus kartun beruangnya kaku.

​"42, Alexa?" suara berat Exel menggema rendah di ruangan, tidak ada nada marah, namun ketegasan alami dari seorang pemimpin bisnis terpancar kuat.

​"M-Mas Es Batu jangan galak-galak..." cicit Alexa pelan bagaikan anak kucing yang ketahuan mencuri ikan. "Aca udah berusaha tahu! Tapi rumus Trigonometri itu susah banget, kaya tulisan bahasa alien!"

​Exel menghela napas panjang. Rasa gemas seketika meluluhkan niatnya untuk bersikap tegas. Pria bertubuh tegap itu turun dari sofa, ikut duduk bersila di atas karpet tepat di samping istri mungilnya.

​Exel merangkul bahu Alexa, menariknya mendekat hingga tubuh mungil itu tersandar nyaman di dadanya. "Mas tidak marah, Sayang. Tapi ujian akhir tinggal beberapa minggu lagi. Mas tidak mau Nyonya Dirgantara saya menangis gara-gara tidak lulus ujian."

​Alexa mendongak polos. "Trus gimana dong, Mas?"

​Exel menyunggingkan senyum tipis yang sangat tampan, merogoh pen pensil berujung emas di atas meja. "Mulai malam ini, Mas sendiri yang akan jadi tutor pribadimu. Kita belajar dari dasar."

​Alexa meneguk ludahnya kaku. Belajar sama CEO genius yang kalau ngomong pakai logika matematika?! Mati aku! batin Alexa menjerit pasrah.

​Namun, dugaan Alexa soal sesi belajar yang menyeramkan seketika meleset jauh.

​Exel menarik sebuah kertas kosong baru, jemari tegapnya mulai menuliskan rumus aljabar dasar dengan sangat rapi dan sistematis. Pria itu menjelaskan setiap langkah perhitungan dengan suara rendahnya yang begitu tenang, jelas, dan sangat mudah dipahami—jauh lebih jelas dibanding penjelasan guru di sekolah.

​"Paham di bagian turunan fungsi ini?" tanya Exel lembut, menatap samping wajah Alexa.

​Alexa mengedip-kedipkan matanya, mengangguk pelan. "O-oh... Jadi angka pangkatnya dikali ke depan dulu, trus pangkatnya dikurangi satu? Gitu kan, Mas?"

​Exel berkedip heran sekaligus bangga. "Tepat sekali. Coba kamu kerjakan soal nomor dua ini."

​Alexa meraih pensilnya dengan penuh semangat, jemari mungilnya menari-nari di atas kertas mengikuti alur rumus yang baru saja diajarkan Exel. Dalam waktu kurang dari dua menit, Alexa berhasil menemukan angka akhir: x \= 15.

​"Udah, Mas! Jawabannya 15 kan?!" seru Alexa gembira menunjuk kertasnya.

​Exel memeriksa hasil hitungan tersebut. Sudut bibirnya terangkat tinggi. "Benar. 100 untukmu."

​Sebelum Alexa sempat bersorak menang, Exel mendadak meraih tengkuk Alexa secara halus, menundukkan kepalanya, dan mendaratkan satu ciuman hangat nan manis di bibir tipis istrinya.

​Chup!

​Ciuman itu berlangsung selama beberapa detik, sarat akan kasih sayang dan apresiasi mendalam, membuat napas Alexa seketika tertahan.

​Saat Exel menarik kembali wajahnya, binar mata sang CEO memancarkan godaan yang teramat manis. "Itu reward dari Mas karena kamu berhasil menjawab soal pertama."

​DUARRR!

​Wajah Alexa seketika membara merah padam bagaikan kepiting rebus! Pipinya yang hangat makin merona alami. "M-Mas Exel! Masa kado jawab soal Matematika hadiahnya ciuman sih?!"

​"Memangnya kamu tidak suka?" goda Exel dengan suara rendahnya yang sangat seksi, menaikkan satu alis tebalnya. "Setiap kali kamu bisa menyelesaikan satu soal rumit dengan benar, Mas akan beri kamu satu ciuman manis. Tapi kalau salah... Mas akan beri kamu hukuman."

​"Hukuman apaan?!" tanya Alexa histeris campur penasaran.

​"Hukumannya... Mas akan cium kamu dua kali," sahut Exel santai tanpa rasa bersalah sedikit pun.

​"IH! ITU MAH MAS EXEL KECURANGAN NAMA NYA! UNTUNG DI MAS EXEL SEMUA DONG!" jerit Alexa heboh dengan suara cemprengnya yang melengking tinggi, memukuli dada bidang Exel dengan telapak tangan mungilnya.

​Exel tertawa lepas—suara tawa gembira yang menggema indah di dalam apartemen. Pria itu menangkap kedua tangan mungil Alexa, menariknya ke dalam pelukan hangat seraya mengecupi pipi tembam istrinya berkali-kali.

​Sesi belajar Matematika malam itu yang awalnya ditakuti Alexa mendadak berubah menjadi sesi belajar paling manis, penuh tawa, dan bergelimang kasih sayang. Setiap kali rumus rumit berhasil dipecahkan, ciuman manis dari sang "Tutor Genius" selalu mendarat hangat, memacu semangat anak SMA itu untuk membuktikan kehebatannya.

​Pesan dari Author:

Di balik kehangatan tawa, ciuman manis di sesi belajar, dan benih-benih cinta yang makin mengakar kuat di hati Exel dan Alexa... badai besar yang sesungguhnya tengah berhembus makin kencang di luar sana. Aliansi jahat antara Clara, Siska, dan musuh bisnis Surya Wijaya telah menyusun rencana akhir yang sangat kejam. Ketika perasaan cinta di antara Exel dan Alexa berada di titik tertingginya, di situlah ketahanan rumah tangga, kepercayaan, dan kesetiaan mereka akan dihantam oleh badai penculikan dan ancaman kehancuran. Apakah cinta suci sang CEO dingin dan Si Gadis Cempreng sanggup bertahan? Jangan lewatkan ketegangan puncak di bab-bab selanjutnya!

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lengkap sudah penderitaan Axel /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: wkwkwkkwkwkw
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
selamat ya Exel baru aja Alexa ketahuan hamil, eeehh.. si orok sudah ngerjain papanya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Rame ya Akexa hamidun... Trus gimana tuh sekolah na
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sekolah nya aman na soal nya kelas 12 mau ujian AKHIR
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
paman Achmad mesti salting kalo ada safi🤔😁
𝐀⃝🥀Weny
so sweet 🥹🫠
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Oleh oleh buat akuu manaaa /Applaud/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sebanyak cintaku padamu
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Cry//Cry/ Masih pagi udah banyak bombai bertebaran ae om mik /Cry//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Yg nebar bombai lah
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bacana otomatiss pake nada alm Uje dong /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pepet terooss paman Ahmad 🤣🤭 /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih tega bener 😅
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Belom beraksi juga mereka 🤔
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sabar
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waahh ini nih yg bikin syeruu /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aaaaa jadi pengen makan basoo /Scream//Hunger/
𝐀⃝🥀Weny
dalam sebuah hubungan, komunikasi dan kepercayaan itu lebih penting... semoga kalian bisa melewati badainya...
𝐀⃝🥀Weny
semoga mereka bisa bertahan dan bisa melewati setiap rintangan yang mencoba mengusik hubungan mereka🤲
𝐀⃝🥀Weny
jangan² si Alexa hamil nih🤔
𝐀⃝🥀Weny
cieee... yang dibuatin susu dan roti panggang sama mas CEO.. bikin ngiri deh😊tapi kalo aku nganan entar ketabrak😂
𝐀⃝🥀Weny: kau membuatku kepanasan😂
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
ayo paman Achmad jangan kasih kendor ngegoda safi😂
𝐀⃝🥀Weny: jangan membuat diriku meleleh dengan kata manismu bang😜kabuuur🏃🏃🏃
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
si Achmad mengintai seperti predator.. padahal Cemen tuh😁
𝐀⃝🥀Weny: wkwkwkkk😜
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Ga ngaruh ya sama duo ucing garong yg lagi saling memanfaatkan itu, kalian tetep joss 😅/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣/Facepalm//Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Makin gencar aja nih paman Ahmad 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣/Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!