Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Triplets

Ting!

Namun saat itu pintu lift terbuka, Anne merasa lega, begitu juga Viktor yang langsung menghentikan langkahnya.

Anne melihat Max sedang menunggu di

depan pintu lobby, dia memandangnya sebagai titik tujuannya.

Hingga ia keluar dengan langkah tergesa-gesa ingin segera bebas dari pria berbahaya di belakangnya ini, dia tidak melihat kanan kiri hingga tak menyadari kakinya tersandung karpet yang ada di depan pintu lift.

Anne hampir terjatuh namun sebelum itu

terjadi sebuah tangan menarik lengannya, hingga tubuhnya tak jadi jatuh sepenuhnya, jantungnya berdebar kencang ketika tangannya berpegangan dengan pria itu, ia berlutut di depan pintu lift itu sambil tangan sebelahnya memegangi pintu lift.

Tangan yang membantunya tadi pun melepasnya.

Ia lalu berusaha sekuat diri untuk bangkit sambil berpegangan pada pintu itu namun karena gugup tangannya malah tergelincir, hingga akhirnya ia terjatuh kembali.

Brug!

Peristiwa ini menjadi hal yang amat memalukan, semua orang yang baru saja

keluar dari lift sebelah dan karyawan lain yang ada di lantai satu tak bisa menahan tawanya.

Namun ada juga yang menyadari jika Anne baru saja keluar dari lift khusus milik presdir, bahkan satu ruangan dengan Viktor, tidak pernah ada yang bisa sepertinya sebelum ini.

Anne merasa tidak karuan dia tidak berani menampakan wajahnya, namun dia tetap berusaha memberi senyumnya untuk menutupi rasa malunya pada semua orang yang melihat, hal itu justru semakin memancarkan aura kecantikan dari wajahnya dengan senyuman tulus yang khas miliknya.

Dia membangkitkan tubuhnya dengan waspada dan pergi dengan wajah malu-malu.

Sementara Viktor mengikuti kepergian gadis itu dengan pandangannya, tidak di

sadari oleh banyak orang dua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk lengkung, sangat menawan namun juga menakutkan.

'Dasar wanita bodoh yang ceroboh!" umpatnya dalam hati.

Max yang melihat kejadian itu pun mendekati Anne dan membungkuk hormat pada Viktor yang terlihat di ujung sana.

"Anne kamu tidak apa?" tanya Max.

"Ya, aku tidak apa. Ayo kita pergi." sahut Anne cepat ingin segera pergi dari sana.

"Bagaimana kamu bisa berada di lift tuan Viktor?" tanya Max merasa gelisah.

"Tadi aku buru-buru, takut kamu menungguku terlalu lama, jadi aku memilih masuk kesana dan tidak menyangka jika tuan Viktor mengizinkannya." ungkap Anne menjelaskan.

Max terdiam, namun dalam hatinya ia berfikir dalam bahwa bos mereka yang dingin dan tidak tersentuh itu telah mengizinkan seorang Anne.

Ini mungkin terdengar sedikit aneh, tapi ia tak mau terlalu curiga, barang kali sebenarnya bosnya itu memiliki kebaikan

hati yang tak banyak orang lain ketahui.

"Tidak perlu buru-buru, aku akan tetap menunggumu disini." balas Max.

Anne terharu, "terimakasih, maafkan aku, lain kali aku tidak akan lagi lancang masuk ke dalam lift tuan Viktor."balas Anne.

Max mengangguk mendengar tekad Anne, dia segera menggiringnya untuk masuk ke dalam mobil.

 ***

Mobil itu tiba di depan sebuah rumah sakit, Anne menatap ke sana, ia segera menuruni mobil dan tidak sabar untuk segera menemui ayahnya.

Max pun mengekori Anne di belakangnya mereka segera masuk di ruangan yang sama dimana empat tahun yang lalu ayahnya di rawat.

Tubuhnya jadi merinding ketika ia melewati sepanjang lorong ini, bukan hanya karena cemas saat akan melihat ayahnya namun juga memikirkan berapa banyak pengeluaran yang sudah Max lakukan selama ini untuk membantu mengobati ayahnya, apalagi ia tak berniat untuk memindahkan rumah sakit ayahnya di rawat.

Di rumah sakit ini cukup bagus hingga biaya yang di meluarkan tak sedikit, sementara Anne sangat jarang mentransfer uang untuk membantu pengobatan ayahnya.

Tapi ia janji ia akan memperhitungkan setiap bantuan yang Max beri hingga ia akan menganggapnya sebagai hutang yang akan dia bayar.

Setelah itu Anne mendorong pintu ruangan ayahnya dan berlari mendekat saat melihat ayahnya terbaring di atas ranjang.

Ia segera memeluknya menciumnya dan

menangis di sebelahnya.

Ia benar-benar rindu ingin melihat ayahnya seperti sedia kala, mengobrol dengannya di manja olehnya, ia betul-betul lelah hidup menjadi dewasa ketika harus memecahkan seluruh masalahnya sendiri.

"Ayah, ini Anne ayah. Kapan ayah bangun? Anne rindu sama ayah."

Max yang melihat pun terharu, dia tidak

bisa menahan kesedihannya ketika melihat pertemuan itu.

la tahu bahwa rasanya merindukan seorang ayah, karena ia sendiri sudah tidak memilikinya.

"Anne ingin ayah sehat kembali, kita hidup bersama kembali, kita bercanda, kita makan bersama, pergi ke taman, ... mungkin ayah akan benci sama Anne saat Anne pernah membuat ayah malu. Tapi percayalah ayah, Anne sangat m menyayangi ayah. Jadi bangunlah untuk Anne, ayah." mohonnya, sambil memeluk pria bertubuh renta itu.

la masih dapat merasakan nafas kehidupan darinya, degup jantungnya, namun ia tidak bergerak sama sekali, bahkan kini tubuhnya nampak kurus, dan keriput yang bertambah.

Hal itu membuat Anne makin takut, tapi Anne berdoa banyak untuk kesembuhannya dan akan berusaha keras supaya ayahnya kembali sadar.

Ketika air matanya membasahi dada pria itu, dia merasakan sebuah gerakan halus dari tangannya.

Ia segera bangkit dan menggenggam telapak tangan ayah.

"Ayah!" Anne berteriak saat merasakan

pergerakan itu, dia juga terdengar mengigau.

Namun tidak lama setelah itu ayahnya kembali terdiam.

Hati Anne kecewa padahal ia berharap

ayahnya akan sembuh, namun ternyata belum.

"Tuan Jack memang suka mengigau beberapa kali." kata Max.

Tidak lama setelah itu seorang dokter masuk ke dalam ruangan itu.

Anne segera bangkit dan bertanya

padanya, "dok, kapan kira-kira ayah saya akan bangun?"

Wanita itu menghela nafas lalu tersenyum pada Anne, "maaf, kami tidak bisa memprediksinya. Karena ini kali pertama rumah sakit kami menerima pasien yang koma selama empat tahun." Anne tertunduk gelisah.

"Mungkin dengan anda sering mengunjunginya pasien akan merasakan

kehadiran orang terdekatnya sehingga akan lebih cepat terbangun."

Anne terhenyak lalu merasa ada secercah harapan dari apa yang dokter itu katakan, mungkin benar, dan mulai saat ini ia akan lebih sering mengunjungi ayahnya.

Bahkan sempat memiliki niat juga untuk menunjukkan kepada anak-anak jika mereka memiliki seorang kakek.

"Ya dok, saya akan lebih sering kemari untuk mengunjungi ayah saya."

 ***

Sepulang dari rumah sakit Max mengantar Anne pulang.

Berhenti di depan sebuah apartemen sederhana, sebelumnya Max telah membeli beberapa bungkus camilan, karena Anne pernah bilang jika ketiga anaknya sangat suka makan.

"Mereka pasti sedang bermain di kamar."

kata Anne ketika mereka berada lift.

Tak lama lift itu berhenti dan mereka segera berjalan menuju huniannya.

Ketika Anne mendorong pintu kamarnya

ketiga anaknya langsung berlari mendekat sambil berteriak, "mami!" teriak si kecil Marcella.

"Mami!" teriakan yang sama pun di serukan Matteo dan Marco menyusul Marcella.

Anne langsung merentangkan tangannya ke arah mereka.

Tubuh gemuk Marcella mendarat lebih dulu ke pelukan Anne, di ikuti Matteo dan Marco.

"Lihatlah siapa yang mami bawa pulang?" Mereka bertiga memandang ke arah Max

secara bersama.

"Hai anak tampan, anak yang cantik, kalian apa kabar?" sapa Max dengan senyum yang ramah.

"Dia uncle Max" imbuh Anne.

Ketika tahu dia adalah uncle Max ketiga anak itu pun bersorai girang.

"Halo uncle Max, kabar aku baik, perkenalkan nama aku Marcella aku anak

yang paling cantik." Marcella mengulurkan tangannya mengenalkan dirinya.

Max menerima uluran itu, "ah menggemaskan sekali!"

"Halo uncle perkenalkan nama aku Matteo, aku anak yang paling tampan cita-citaku adalah membahagiakan mami." sahut anak pertama bergantian mengenalkan diri.

Saat itu Marco langsung menerobos, "hai, aku juga tampan. Uncle Max perkenalkan nama aku Marco, aku anak yang paling tampan kedua."

Max pun terkekeh melihat tingkah mereka, "ahaha, iya kalian semua anak yang pintar dan tampan. Lihatlah uncle membawakan sesuatu untuk kalian." Max merentangkan sebuah kantong besar di tangannya.

"Um... aku mencium aroma ayam goreng

yang enak." sahut Marcella yang sangat suka dengan daging empuk itu.

"Kalian mau makan sekarang?"

"Mau, uncle!" sorai ketiganya.

Anne pun tersenyum melihat ketiga anaknya yang langsung akrab dengan Max, begitupun Max yang juga menyukai anak kecil.

Mereka pun masuk dan duduk beralaskan karpet bulu di ruang utama hunian itu.

Max duduk bersebelahan dengan Anne, bibi Nora pun menyambut mereka dan membuatkan minum untuk Max.

Ketiga anak itu makan dengan lahap, Max memperhatikannya dengan seksama, Marcella terlihat imut dia cantik mewarisi kecantikan Anne, sedangkan Marco dia anak yang ceria, namun Matteo memiliki aura yang berbeda dia sangat tampan dan memiliki postur tubuh tegap juga aura dingin yang dominan, ketika melihat itu tiba-tiba ia merasa melihat sosok yang familiar dari wajahnya.

"Aku seperti mengenali tatapan Matteo,"

gumam Max.

Anne pun menoleh, "hem?"

"Maaf jika aku berbicara sembarangan, wajah Matteo ini seperti blasteran, dia sangat tidak cocok jika mirip pria sewaan yang kamu ceritakan saat itu."

Anne terhenyak, "banyak sekali yang mengatakan seperti yang kamu katakan."

"Apa kamu mengingat ciri khas pria itu?" Anne menggeleng, ia tak mengingat apapun selain simbol di tubuhnya waktu itu juga aromanya yang sampai kini masih melekat.

"Mengapa di mataku Matteo sangat familiar"

"Kamu pernah melihat sosok yang mirip dengannya?" Anne sangat takut jika Max

pernah melihat pria sewaan itu, karena bukan tidak mungkin di dunia yang sempit ini mereka akan saling bertemu.

Ia jadi waspada jangan sampai anak-anaknya tahu dia.

"Ya,"

"Dimana?" Anne makin cemas.

"Di kantor."

Anne langsung mengerutkan keningnya, dan menggeleng dalam hati tidak mungkin pria seperti itu bekerja di kantor, ia bahkan berfikir pria sewaan seperti dia tidak akan memiliki masa depan yang cerah.

"Apa? di kantor kita?"

"Ya,"

Dada Anne makin berdebar-debar, dia menautkan tangannya menahan cemas, jika mereka satu kantor maka artinya mereka bisa saling bertemu dan kemungkinan mengingat malam itu.

"Siapa Max? Jangan membuat aku panik seperti ini."

"Dia tuan Viktor" Max menjawab sambil menyeringai.

Anne langsung terhenyak, tidak mungkin di malam itu dia sudah bermalam dengannya.

Ia menggeleng dan terkekeh, "jangan membuat berita bohong, jika dia mendengar aku bisa di tuntut."

"Ah iya, tapi aku benar-benar melihat tatapan tuan Viktor di mata Matteo." Anne kembali kehilangan kata-katanya lagi.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!