Indonesia
NovelToon NovelToon
Arranged Marriage

Arranged Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

Major Liutenant Amanda Neville M.D seorang dokter bedah jantung militer sekaligus sebuah anggota keluarga terpandang di Inggris yang kariernya melesat cepat tapi merasa perkerjaannya sangat menyebalkan karena dia harus terjebak Howard Highsmith. Dokter bedah jantung senior rekan kerjanya yang juga adalah ex boyfriendnya yang meyelingkuhinya dengan perawat sexy.


DAN KETIKA kemudian Adrian Hudson seorang laki-laki CEO Euroxp, perusahaan sukses di bidang online tour dan ticketing di Eropa Union. Laki -laki berumur 36 tahun itu sudah terlalu bosan berganti-ganti wanita sepanjang hidupnya. Mereka yang dengan sukarela melemparkan dirinya kepada Adrian karena kekayaannya. Ia tidak pernah berpikir baik tentang wanita.

Bagaimana Adrian melihat Amanda ketika tiba-tiba mereka dijodohkan?
Ikuti kisah romantis mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23. St. James Palace Party

"Gerald, kau setuju jika kita tidak membawa kejadian di Bastion ke sini." aku mencoba memulai bicara topik sensitif itu dengan muka panas, dua minggu kemudian.  Dan saat ini kami berdua sedang duduk di sebuah cafe sambil menunggu penerbangan di bandara untuk sebuah undangan mengisi seminar ke Paris. Berdua saja!

 

Dia tertawa. Mungkin aku terlalu naif memulai pembicaraan ini. Tapi ini perlu, Thor ini daya tariknya bisa meruntuhkan pertahanan siapapun yang diinginkannya.

 

Dan aku disini hanya mencoba agar dia tidak melakukannya.

 

Karena jika dia melakukannya ada kemungkinan aku akan jatuh dan menyerah dibawah pesonanya sekali lagi. Dominasinya terlalu sulit untuk ditolak.

 

"Hahaha ... Kau takut kita akan mengulangi malam itu? Amanda, aku tahu itu. Tidak, aku tidak akan merusak persahabatan kita dengan mencoba menggodamu. Tapi aku perlu sedikit pengakuan? Apakah aku melakukannya dengan baik?" Nadanya rendah berbisik dan vulgar, Adrian punya kepercayaan diri sempurna, sekarang dia memamerkan  tersenyum lebar tak berdosanya, menaruh tangannya didagu dan memandangku dengan tatapan casanovanya. Mukaku langsung panas. Dan seringainya tambah lebar.

 

"Gosh, kau perlu menanyakan itu Gerald?" Aku mengutuknya. Tak cukupkah dengan "proof that I'm hit my release point".

 

"Perlu, kalau kau tidak puas, kau bisa memberikan saran padaku." Aku hampir menyemburkan kopi yang kuminum karena ingin tertawa.

 

"What!?" aku mendelik padanya.

 

"Come on Amanda, say it. " Mungkin dia punya sedikit obsesi tersembunyi untuk sebuah pengakuan wanita.

 

"Yes, you do it great. Enough for you?"

 

"Absolutely. Thank you." Dia tertawa lepas sekarang. "Kau dan Adrian, berjalan lancar?"

 

"Ya dia pria yang baik dan romantis. Bagaimana dengan kau sendiri dan kekasihmu. Bukankah kalian bersama sudah cukup lama?"

 

"Masalah itu, sebenarnya aku melamarnya beberapa hari lalu. Dan kami segera mengurus pernikahan kami. Kau akan mendapat undangannya." Aku lega, setidaknya aku bisa mengancamnya dengan tunangannya.

 

"Selamat Gerald, aku turun bahagia untukmu." Aku bertepuk tangan turut bahagia untuknya.

 

"Thanks, kekasihku juga ingin bisa bertemu denganmu. Dia sering melihatmu bersamaku. Kau akan bertemu dengannya di pesta Sabtu nanti. Kau juga akan membawa Adrian bersamamu bukan?"  akan ada pesta penghormatan di St. James Palace  untuk para penerima Victoria dan George Cross tahun ini. Setelah kami secara resmi diundang Garden Party  beberapa hari yang lalu oleh Your Highness Queen Elizabeth.

 

"Iya, aku akan mengajaknya."

 

"Ahh, dan bagaimana dengan Howard dia masih mengharapkanmu?" Gerald mengingatkanku pada Howard yang baru seminggu yang lalu kembali. Dan tentu saja dia masih berusaha.

 

"Dia sudah tahu aku bersama Adrian. Nanti dia akan menyerah."

 

"Ex-mu itu sangat gigih. Aku ragu dia akan menyerah dengan mudah." aku cuma tersenyum mendengar pernyataan Gerald. Mungkin! karena dia tahu, aku sendiri berjuang hampir dua tahun untuk melupakannya. Tanpa ada seorangpun disisiku sebelumnya. Tiga tahun yang kami jalani sebelumnya penuh dengan kenangan manis dan tentu saja itu tidak mudah dilupakan.

 

 

----------

 

 

"Kau terlihat cantik." Adrian berbisik dan membantuku keluar dari mobil sebelum dia menyerahkan kunci mobil ke valley di St. James's Palace. Aku memakai sebuah gaun putih panjang elegant, dengan garis silver melingkar di sepanjang torsonya. Sementara rambutku diblow dan diikat simple ke belakang.

 

"Kau sudah mengatakannya tadi." Aku tersenyum sambil melingkarkan tanganku ke lengannya. Aku membawa Adrian sebagai pendamping bersama Paman dan Bibi yang bertindak sebagai orang tuaku.

 

"Baru kali ini aku mempunyai wanita yang sangat hebat, rasanya sangat bangga bisa mendampingimu. Jadi biarkan malam ini aku terus memujimu." matanya berkilau menyatakan pujian terhadapku. Aku merona.

 

"Terima kasih Adrian..." aku hanya bisa tersenyum dengan perasaan melambung.

 

Malam ini para penerima Victoria dan George Cross dan keluarganya mendapat kesempatan  beraudiensi secara pribadi dengan Prince Wales sebagai President Assosiasi Victoria and George Cross yang didampingi oleh Duchess Cronwall, Menteri Pertahanan dan para Jenderal masing masing angkatan bersenjata di ruangan khusus sebelum bergabung dengan keramaian di ruangan pesta utama.

 

Bagi Paman ini adalah hal yang sangat membanggakan. Keluarga kami memang masih terdaftar di peraages earldoms. Sebuah sisilah keluarga yang masih memegang status kehormatan kerajaan Inggris.

 

Ruangan hall utama megah di St. James Palace  dipenuhi dengan para tamu undangan. Para penyanyi juga memeriahkan acara itu. Dan aku melihat Liliana Steward juga ikut mengisi acara itu.

 

Wanita cantik itu tampak sempurna dalam kostum panggung elegan berwarna merah. Ia berjalan mendatangi kami. Tampaknya dia penasaran dengan Adrian yang  berada di sampingku.

 

"Adrian, tak kusangka aku menjumpaimu disini." wanita itu tersenyum menawan saat menyalami Adrian.

 

"Oh, Liliana. Aku bersama dengan kekasihku Amanda Neville, kau pasti mengenalnya. Dia salah satu penerima George Cross tahun ini dan beberapa waktu belakangan sering muncul dI televisi."  Adrian menyelipkan tangannya si pinggangku dengan intim, dan aku mengulurkan tanganku pada Liliana. Dan tampaknya dia menyembunyikan keterkejutannya saat Adrian mengatakan aku kekasihnya.

 

"Nona Liliana, kau sangat cantik , suatu kehormatan bisa bertemu dengan penyanyi berbakat sepertimu." aku tersenyum sopan padanya.

 

"Kehormatan milikku bisa bertemu denganmu Nona Amanda, aku melihat berita tentangmu di televisi bersama Kapten Ross. Pengalamanmu sungguh mendebarkan."  Dia tersenyum dengan cantik. Tiba-tiba aku merasa rendah diri menghadapi wanita cantik ini.

 

"Dan Adrian, kau tak pernah menyebutkan kau punya kekasih. Maaf Nona Amanda, kami sering bertemu belakangan, tapi aku sama sekali tidak mengetahui kau adalah kekasihnya." Sering bertemu dengan Adrian? Dimana?

 

"Kalian sering bertemu?" Aku menatap Adrian sambil meminta penjelasan.

 

"Iya, Liliana sedang menandatangani menjadi duta promosi perusahaan Euroxp. Beberapa bulan ini  dia terlibat beberapa proyek perusahaan jadi aku sering bertemu dengannya untuk urusan pekerjaan." Adrian dengan cepat menjelaskan.

 

Wanita ini bertekad mendapatkannya, apa dia akan mundur setelah mengetahui aku adalah kekasihnya.

 

"Iya Nona Amanda, Adrian ini lajang panas. Para wanita cantik di London ini memperebutkannya, kau sangat beruntung mendapatkannya dan membuat iri yang lain. Benarkan Tuan Adrian? Sangat menyebalkan bagi beberapa orang kau kehilangan status singlemu." Dia menertawakan kata-katanya sendiri, tapi dibalik itu kata-kata itu adalah kebenaran. Aku ikut tertawa. Perempuan ini tak akan mundur dari arena. Adrian hanya menanggapi dengan senyum.

 

"Baiklah, senang bertemu kalian. Aku harus kembali ke pekerjaan. See you guys..." dia pamit sambil memperlihatkan punggungnya yang terbuka dengan gaun backless itu. Aku iri melihat postur sempurnanya. Sementara Adrian hanya memandang kepergiannya.

 

"Dia sangat cantik, salah satu pengemarmu bukan?" Aku kesal melihat Adrian menatap sosoknya yang sempurna itu.

 

"Kau cemburu sayang? Jangan kuatir aku sudah jadi tawananmu..." Dia berbisik di telingaku, sambil mengamit pinggangku dan mengecup rahangku yang membuat aku berjengit geli, aku meringis dengan ekspresi tidak percaya.

 

"Dimanapun wanita cantik sexy akan membuat semua laki-laki berpaling ... " aku tersenyum kecil. Adrian diam sebentar.

 

"Kau belum sepenuhnya mempercayaiku Princess .... " dia menaikkan alisnya. Dengan semua cerita gosip yang kubaca, mempercayainya sepenuhnya adalah hal yang mustahil.

 

"Hmm ... " Aku mengangkat bahuku. Aku sedikit kesal hanya karena Adrian menatapnya. Pengalamanku dengan Howard membuat aku menjadi tidak mudah percaya terhadap pria. Lagipula Adrian  berbohong, dia pernah seranjang dengan Liliana yang  cantik itu.

 

"Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Tunggulah disini sebentar." Andrian beranjak sementara dipanggung utama Liliana mulai beryanyi. Suaranya menang indah.

 

"Amanda... kau sendirian." Suara Gerald dari belakangku , dia menyusupkan tangannya ke pinggangku, aku memutar dan dia memberi kecupan dipipiku. "Kau luar biasa cantik malam ini." Aku tersenyum mendengar pujiannya.

 

"Terima kasih, kau juga tampak gagah, kau juga sendirian? Kau bilang akan mengajak kekasihmu." aku melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun.

 

"Dia sedang ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Padahal dia sangat ingin ikut. Jadi aku single malam ini." Aku menyeringai mendengarnya.

 

"Jika kau berniat jadi single malam ini, aku akan senang hati mengadukanmu pada kekasihmu, jangan macam-macam Gerald." Dia langsung tertawa mendengar ancamanku.

 

"Bagaimana kalau berdua denganmu saja, kau juga sendirian tampaknya." Dia berbisik sambil merangkul pinggangku. Aku mendelik, dan langsung mendorongnya. Kusarangkan sebuah cubitan pedas,  sementara dia langsung tertawa dan menghindar. Thor yang satu ini memang sangat tidak sopan, padahal aku sudah mengingatkannya.

 

"Baiklah, sorry. Kau tahu aku cuma bercanda." Dia masih meneruskan tertawanya dan aku masih bersiap meneruskan cubitanku.

 

"Amanda, siapa ini. Kau tidak mengenalkan kami?" Suara Adrian yang tiba-tiba dibelakangku mengagetkanku. Aku langsung menoleh dan mendapatinya melihat ke Gerald dengan pandangan tajam. Dia jelas tidak suka aku bercanda sedekat itu  dengan Gerald.

 

"Ini Gerald Ford. Rekanku di Navy, dia yang menjadi partnerku di MedEvac dan rekan di tugas  publikasiku." Aku dengan cepat menjelaskan agar Adrian tidak salah paham.

 

"Halo, kau pasti Adrian. Amanda sering bercerita tentangmu. Gerald, nice to meet you." Gerald segera mengulurkan tangannya. Adrian menyambutnya dengan muka masih kaku.

 

"Aku Adrian Hudson, kekasih Amanda." Apa ini? Dia langsung menyebutkan statusnya. Adrian merasa terancam oleh Gerald. How sweet. Aku **** senyumku.

 

"Baiklah, aku harus menemui seseorang. Aku harus meninggalkan kalian. See you Amanda, enjoy the party Adrian." Gerald tampaknya menyingkir melihat Adrian menampakkan aura tidak bersahabat.

 

Adrian hanya menatap kepergian Gerald dalam diam. Rahang nya mengeras, aku tahu dia merasa terganggu dengan kehadiran Gerald. Mereka adalah dua pria yang mempunyai postur sepadan, tipe alpha yang akan membuat wanita dengan mudah bertekuk lutut.

 

"Apa pangkatnya di kesatuan?"

 

"Major, sama denganku dia menunggu promosi ke Kolonel." Dan aku dan Gerald adalah orang yang mempunyai karier mengkilap. Bagi Gerald hal itu mungkin akan menambah privilagenya. Tapi bagiku itu sebuah kutukan bagi kehidupan percintaanku, hanya laki-laki tertentu yang tidak menjauh karena melihat pangkat dan latar belakang keluargaku.

 

"Kau sudah lama kenal dengannya?" pertanyaannya bertambah panjang.

 

"Tidak, baru beberapa bulan yang lalu saat kami ditugaskan sebagai pimpinan unit. Dia kepala skuadron CCAST, TacEvac  di Bastion. Kenapa pertanyaanmu panjang sekali?" Aku menatapnya.

 

"Aku hanya ingin tahu kenapa kau bisa akrab sekali dengannya?" Adrian mengatakan itu tanpa senyum, dia cemburu ke Gerald. Apa dia melihat saat Gerald menciumku tadi.

 

"Kami teman baik, itu saja." aku tak ingin memperpanjang pembahasan ini tentu saja.

 

"Teman?" Dia mengulang pernyataanku dengan pertanyaan. "Bukankah kau kemarin menjadi pembicara di Paris bersama dengannya?"

 

"Stop it Adrian. Kau merasa terancam dengan Gerald yang sebentar lagi akan menikah. Aku dan dia hanya teman baik karena latar belakang pekerjaan. Ayo, kita harus berbicara dengan atasanku, kau bisa berbicara dengannya daripada kau membahas Gerald." aku menariknya untuk mengalihkan perhatiannya dari Gerald. Tapi  malam ini aku akan belajar bahwa dia tidak mudah dialihkan.

1
𝒞𝒶𝓃𝒹𝒶 ꃄꇘ
dear Mak othor tersayang... biarin aja Amanda sama gerald. adriannya buat aku 🤭😍
lily
😍
lily
pernh bkin SOP RS rasanyaaa ,,, semua rasa jadi satu , puyengnya 😌
lily
bner2 hrus hilng sepenuhnya si Howard dlm duniamu manda
lily
udh pernh tersakiti jdi emng ketakutan itu pasti ada
lily
Hudson semngt cari cewe baik
lily
Amanda , kamu harus minum vitamin, biar ttep fit, jam kerjamu gak tentu juga walaupun sudah pasti terjadwal 😌
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
Biasa
Risna Bahri49
Luar biasa
justFlio
1kata Thor... KEREN
haniaz
kenapa baca 1 bab novelku berasa singkat banget sih kak
nagiiiihhhhh
blue rainbow
Luar biasa
Murdiyanti Soemarno
❤❤❤❤❤❤
palupi
gila.. ikutan tegang... gemeteran. sumpah ini bener bener ngikut semua emosiku. adegan yg berat.
top author 👍👍
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
iya nih... author... buat bingung aja ... aduh amanda... sama2 punya friend w benefit.. tp juga cemburu sama ardian.. ah jd ikutan pusing.. hayo.. mau sm siapa kamu amanda
Theresia
duh bagus2 Thor cerita mu.. yg paling berkesan c Devil.. cuman ini juga Good. recommended
Misni Adun
karya mu luar biasa keren nya thor,,, ceritanya gk jelimet lgsg ke poin nya,, setiap part nya berasa bgttt,,, ngena pokoknya,, sukses truss ya thor
bulan ungu
maaf kakak, sy kok gak nemu cerita2 ini ya..
bulan ungu: ealah 😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!