Moto "Bar-baritas tanpa batas. Namun, akhlak tetap berkualitas"
***
Bagi Aarav menghilangkan nyawa seseorang bukanlah hal yang sulit apa lagi hanya mematahkan anggota tubuh lawannya itu hal yang mudah bagi Aarav. tinggal di lingkungan yang cukup keras dengan didikan otoriter dari sang Ayah membuat sikap keras Aaravp tumbuh dengan sendirinya.
Sebelumnya Aarav tak mengenal satu orangpun dengan jenis kaum hawa bukannya tak ada yang mendekatinya tapi ia tak mau mengenal dan didekati kaum hawa selain rekannya, karena menurut Aarav wanita itu lemah dan Aarav membenci orang lemah. Hingga sebuah kejadian membuatnya mulain membuka diri dengan satu ciptaan tuhan yang merupakan kaum hawa.
Semua terlihat baik hingga satu persatu masalah mulai berdatangan menguji mereka tiada henti hingga puncaknya sang singa yang turun untuk menguji dua anak cucu adam itu.
*Kelanjutan Cerita Arioch Aku Up mulai bulan depan ya. Makasih semua*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilmiath_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Bareng
Keyra baru saja keluar dari kelasnya namun ternyata di depan kelasnya sudah ada Aarav yang menunggunya. Laki-laki itu kini bahkan terlihat begitu tampan, padahal kini yang Aarav lakukan hanya bersandar di dinding dengan sebelah tangannya yang dimasukkan ke saku celana dan tangan satunya ia gunakan untuk bermain ponsel.
Bahkan laki-laki itu kini banyak membuat kaum hawa memekik karena melihat ketampanan laki-laki tersebut. Keyra yang melihat kekasih nya itu hanya tersenyum lalu menepuk pundak nya.
“Udah lama?” tanya Keyra pada kekasihnya itu yang kini melihat ke arah Keyra dengan senyumannya sambil menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Keyra.
“Temenin aku latihan bela diri ya, hari ini,” ucap Aarav sambil menggandeng tangan Keyra untuk menuju ke arah parkiran. Tatapan mata yang melihat mereka dengan berbagai tatapan sudah tak lagi Keyra pikirkan. Ia seolah kini sudah terbiasa dengan tatapan tatapan itu.
“Pulang dulu, ganti baju habis itu berangkat,” ucap Keyra dengan penawarannya yang dijawab dengan anggukan oleh Aarav. Ia jelas tak akan masalah dengan itu, apapun yang Keyra inginkan ia akan memberikannya.
“Makan dulu hm?” tanya Aarav yang di jawab dengan anggukan semangat oleh Keyra yang membuat Aarav terkekeh mendengar ucapan gadis tersebut.
Saat mereka sampai di parkiran. Aarav langsung membukakan pintu mobil untuk Keyra. Yang dengan segera masuk dan mengucapkan terima kasih. Aarav memang selalu bisa membuatnya terbang dengan perlakuan laki-laki itu yang begitu baik padanya.
Di dalam mobil mereka tak pernah kehabisan topik. Aarav yang pendiam bisa begitu banyak bicara hanya karena Keyra. Keyra yang memang bukan orang yang pendiam tentu bisa mencari topik.
Keyra bukan orang yang pendiam, bukan saja orang yang banyak bicara. Ia hanya menyesuaikan dengan kondisi juga dengan siapa yang ia ajak berbicara. Bukankah seorang introvert sekalipun akan banyak bicara dengan orang yang membuatnya nyaman bukan?
Tak membutuhkan waktu lama mereka akhirnya sampai di rumah berlantai dua milik Keyra. Keyra segera keluar dari mobil begitupun dengan Aarav yang kini juga ikut keluar. Rumah berlantai dua tersebut kini terlihat begitu sepi. Membuat Aarav bertanya-tanya kemana perginya penghuni rumah itu. Sebelumnya Aarav memang tak mengetahui tentang keluarga Keyra.
Saat ia datang berkunjung pun Aarav hanya akan datang ke kamar Keyra lewat jendela di malam hari. Keyra juga tak pernah membahas tentang keluarganya dan Aarav tak pernah bertanya tentang keluarga gadis itu. Jadi ia tak mengetahui lebih banyak tentang Keyra.
Untuk saat ini mereka memang masih saling menyembunyikan dan tidak terbuka satu sama lain tentang kehidupan mereka. Waktu yang kurang tepat dan juga mereka yang baru kenal beberapa bulan. Semua itu menjadi alasannya. Semua hanya membutuhkan waktu dan proses nya saja. Itulah yang mereka pikirkan. Hingga akhirnya satu sama lain tak ada yang bertanya tentang kehidupan masing-masing. Mereka saling menghargai privasi mereka.
***
Aarav dan Keyra kini sudah berada di tempat latihan bela diri yang biasa Aarav datangi. Di rumah nya sebenarnya sudah begitu lengkap berbagai macam tempat latihan bela diri juga menembak pun ada.
Hanya saja kali ini Aarav ingin Keyra menemaninya untuk latihan. Dan tempat latihan ini adalah tempat yang biasa Aarav datangi bersama teman-temannya saat tak ingin untuk berlatih di kediaman Aarav.
“Ayo aku ajarin beladiri sekarang, biar kamu gak gampang di bully dan bisa jaga diri,” ucap Aarav sambil menarik tangan Keyra untuk memasuki ring tempat berlatih. Keyra yang mendengarnya memelototkan matanya berusaha untuk menolak.
“Kamu aja deh,” ucap Keyra berusaha menolak namun Aarav tetap saja menarik nya untuk menuju matreas yang berada di arena latihan. Laki-laki tersebut seolah tidak menerima penolakan.
“Aku mau kamu juga ikut latihan,” tegas Aarav yang membuat Keyra akhirnya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
“Aku gak papa pakai baju begini?” tanya Keyra sambil melihat ke arah Aarav yang kini juga melihat nya. Keyra kini menggunakan celana di atas lutut dengan kaos berwarna hitam yang membalut tubuhnya dengan pas.
“Gak masalah, kalau kamu ganti pakai celana legging juga ada tuh di ruang ganti, punya temen aku. Belum pernah dia pake, biasanya di buat cadangan,” ucap Aarav sambil menunjuk ruang ganti. Keyra menghembuskan nafasnya sebenarnya ia hanya mencari alasan saja agar Aarav tidak mengikut sertakannya dalam latiha.
Bukannya tak ingin, hanya saja untuk saat ini rasanya Keyra begitu malu karena tempat tersebut kini begitu ramai dengan banyak laki-laki yang berlatih di sana.
“Pakai ini aja,” ucap Keyra akhirnya. Ia tak ingin untuk menggunakan barang milik orang lain tanpa sepengetahuan orang nya. Ia juga tak ingin merepotkan orang itu.
“Aarav,” suara panggilan itu membuat Aarav dan Keyra menoleh ke arah sumber suara. Hingga kini terlihat gadis cantik dengan tubuh nya yang indah dan tubuh tinggi nya berjalan ke arah mereka dengan senyuman cerah nya. Keyra seperti mengenali gadis itu. Hingga ia mengingat jika gadis itu adalah gadis yang pernah ia lihat tengah berjalan dengan Aarav.
“Lo latihan di sini juga?” tanya Aarav pada gadis tersebut yang tak lain adalah Meysa.
“Hm, bosen di rumah,” ucap Meysa dengan cengirannya yang membuat Aarav menjawabnya dengan anggukan.
“Kenalin pacar gue, Keyra. Key, ini temen aku, Meysa,” ucap Aarav memperkenalkan kedua gadis itu.
Keyra mengulurkan tangannya pada Meysa. Dengan Meysa membalas uluran tangan tersebut. Bisa Keyra lihat dengan jelas jika Meysa tak menyukainya namun Keyra masih tersenyum ke arah gadis itu.
“Gue duluan,” ucap Aarav yang setelah nya langsung mengajak Keyra untuk menuju ke arah matras arena latihan.
Di sana Aarav mengajarkan banyak hal pada Keyra, dari cara melindungi diri sampai cara memukul dan menangkis serangan.
“Huft capek,” ucap Keyra yang kini mendudukkan dirinya di lantai matras.
“Aku ambil minum dulu ya,” ucap Keyra yang setelahnya segera pergi untuk mengambil air di bagian depan latihan tersebut yang memang disediakan khusus para pengunjung tempat latihan itu.
Keyra dengan segera mengambil dua botol air mineral. Namun baru saja ia kembali ternyata disana sudah ada Meysa yang menyodorkan air untuk Aarav. Aarav malah langsung menerima nya. Padahal ia tahu jika Keyra sedang mengambilkan air.
Hal itu buat Keyra kesal langsung pergi dari sana dan meminum airnya hingga tak tersisa. Lalu meletakkan satu botol lagi yang di bawanya ke tempat tas Aarav berada.
Ia kini benar-benar kesal pada Aarav. Dan Meysa yang tetap saja mendekati Aarav padahal gadis itu tahu jika Aarav sudah memiliki kekasih.
“Hey ngelamun aja,” sebuah tepukan di pundaknya membuat Keyra segera menoleh ke arah sumber suara hingga dapat ia lihat seorang laki-laki yang kini tengah tersenyum ke arah nya. Dia adalah Daffi.
***