Rencana Pembalasan dendam kepada paman dan bibinya serta orang yang memakai identitasnya
Atas pembunuhan dan penggunaan identitas asli, dengan penuh rencana matang dan menghukum sesuai dengan hukum di negara tempat tinggalnya
Ketika tujuannya tercapai, apakah semuanya sudah selesai? benarkah?apa mungkin mereka hanya akan menerima tanpa melakukan apapun?
Bagaimana dengan organisasi menanamkan chip di tubuh Dion dll?
Bagaimana dengan rahasia orang tua ibunda angkat Kayla?
Bagaimana dengan kisah cintanya? apakah Kayla akan membuka hati untuk Abi?
Terus dukung Author dengan Like, Coment and Vote kalian agar Author selalu semngat meneruskan cerita Kayla ini👍✍️🫶🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anaisal "47", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
152. Kakeknya Turun Langsung
Suara helikopter perlahan lahan jaraknya semakin mendekat, bukan hanya satu baling helikopter yang terdengar tetapi lebih dari dua sehingga suara itu bergema memekikkan telinga. Paman Abi yang menyadarinya menyuruh orang yang berada disisinya untuk melihat, lama semakin lama suara helikopter itu semakin jelas dan orang yang tadi di perintahkan terburu buru melaporkannya
"Tuan, kita dikepung musuh. Sekitar sepuluh helikopter mengepung dari atas dan sekitar lima puluh orang sudah berjaga didepan dan itu terus bertambah, saya khawatir kita salah memilih lawan tuan, karena saya rasa orang-orang yang mengepung kita seniman bela diri" lapornya
"Siapa kau sebenarnya?" ucap paman Abi yang melihat dengan mata terkejut ke arah Kayla yang masih tersenyum sejak tadi
"Apa kau kira aku akan kalah begitu saja" ucap paman Abi yang bergerak mendekat ke arah Kayla dan ber teriak
"Jadikan wanita itu Sandra!!!!"
Paman Abi dan pasukannya mengalihkan fokusnya kepada Kayla hingga mereka tidak menyadari Abi maju melindungi Kayla, menghalau pergerakan pamannya yang mendekat ke arah Kayla
Srett...tak.....
Abi berhasil melucuti senja yang berada di tangan pamannya itu, pistol dan pisau Abi berhasil mengambil alih keduanya walau pun akhirnya dia mendapatkan sayatan dan pukulan dari pamannya itu
"Tujuan mu sudah tercapai bukan, jadi jangan meminta ku bersandiwara lagi" ucap Abi yang membuang jauh pisau di tangannya yang terluka itu dan melihat ke arah Kayla
"Iya" ucap Kayla dengan anggukan dan juga senyuman, paman Abi yang melihat hubungan diantara keduanya marah karena kecurigaan kecilnya benar
"Kalian......
"Siapa yang punya keberanian melukai keturunan ku!!!!" teriak seseorang yang masuk memberikan tekanan dengan kekuatan spritual
Seperti terhantam gunung di pundaknya, semua yang berada dalam ruangan itu terjatuh dan tidak bisa bergerak, termasuk Abi juga Max tetapi tidak dengan Kayla. Dia yang tadi ditopang oleh Max sekarang dia berdiri tanpa merasakan tekanan apapun
Sepuluh orang masuk, mereka rata rata seumuran dengan ayah dan bunda Kayla. Hanya satu orang yang terlihat lebih tua dan dia berada tengah-tengah menjadi pusat dari sepuluh orang itu
Orang yang berteriak tadi menyelidik sekelilingnya, melihat orang-orang yang membungkuk sampai dia melihat satu satu nya orang yang tegap berdiri juga memancarkan energi spritual yang besar. Sudah lama dia tidak melihat seseorang yang memiliki energi spritual sebesar ayahnya
"Aku tidak melihat anakku, bukan anak ku yang meminta bantuan, tapi siapa dia? energi spritual yang besar. Apa dia cucu ku" ucap dalam hatinya
"Apa kau yang memecahkan batu pada kalung itu?" tanyanya kepada Kayla
"Benar" jawab Kayla
"Siapa kau bagi anakku?" tanya nya
"Sebentar lagi mereka datang, biarkan bunda ku yang menjelaskannya sendiri. Tapi sebelum itu tidak kah kau membantu ku terlebih dahulu, aku tidak mau bunda ku melihat semua ini" ucap Kayla yang melihat ruangan itu sudah hancur dan penuh darah
"Kau memanggilnya bunda, berarti kau adalah cucu ku. Bawa semua orang yang melukai cucu ku" perintahnya
"Tinggalkan mereka, bawa saja orang yang berseragam itu, khususnya pemimpinnya" ucap Kayla yang melihat ke arah paman Abi
"Turuti perintahnya" ucap kakek Kayla yang menghilangkan tekanan spiritualnya
Pasukan Skepper Good memberontak termasuk pamannya Abi, sehingga perkelahian pun terjadi lagi tetapi tidak memakan waktu lama karena sembilan orang yang berada di di belakang kakeknya mengatasi mereka semua mereka
"Lepaskan!!!, kalian, bisa bisanya kalian menipu ku (melihat ke arah Abi dan Kayla), kalian tidak bisa membawaku!!!, kalian tidak tau siapa aku?!!, aku adalah pemegang organisasi Skepper Good, suatu saat pasukan ku akan menyerang dan membunuh kali.....
'Plakk' sebuah tamparan yang dilayangkan kepada paman Abi memotong ucapannya
"Apa kau pikir kami takut melawan pasukan mu yang kekuatannya berasal dari sebuah suntikan, kami tidak pernah takut sama sekali" ucap seseorang yang merupakan salah satu dari sembilan orang
Semua pasukan Skepper Good segera di ringkus dan beberapa orang membantu mengobati pasukan Abi
"Pasti sakit bukan?, kenapa kamu terbiasa mengorbankan tubuh kamu sendiri untuk suatu tujuan" ucap Abi yang melihat kearah luka Kayla, dia melepaskan jasnya dan menutupi punggung Kayla yang terlihat
"Kamu juga, mengapa terbiasa mengkhawatirkan orang lain terlebih dahulu sebelum dirimu" ucap Kayla yang membalut kan sapu tangannya di telapak tangan Abi
"Kamu bukan orang lain Kayla, kamu kekasih ku" ucap Abi menatap mata Kayla
"Ekhem" sebuah suara yang yang mengalihkan pandangan mereka
"Bagaimana luka mu?" tanya kakek Kayla
"Bukan masalah, aku bisa menghentikan pendarahannya" jawab Kayla
"Ah benar itu hal yang mudah untuk pemilik energi spritual seperti mu" ucapnya
"Bagaimana dengan bunda mu, kapan dia datang?" tambahnya lagi
"Kita menunggu di dalam saja, Max antarkan beliau ke ruang tamu. Nanti aku menyusul setelah mengganti baju ku" ucap Kayla yang melihat Max selesai diobati
"Silahkan tuan..." ucap Max yang menuntun kakek Kayla tersebut
Setelah rombongan kakeknya mengikuti Max, Kayla membawa Abi ke ruangan yang sengaja di siapkan khusus untuk Kayla, karena setiap tempat yang dimiliki Kayla memiliki ruang khusus untuknya
"Tunggu di sini" ucap Kayla yang hendak pergi tapi Abi menghentikannya
"Biarkan aku saja, kamu duduk" ucap Abi yang berdiri untuk mengambil obat
"Disebelah mana tempat menyimpan obatnya?" tanya Abi yang mencari setiap laci disana
"Laci di bawah mu" jawab Kayla
Abi mendekat ke arah Kayla dengan membawa kotak obat
"Aku akan mengobati luka mu terlebih dahulu" ucap Abi
"emm" ucap Kayla yang perlahan membuka kancing bajunya, melepas sebagian bajunya sebelah kiri karena luka dipunggung nya terletak di sebelah kiri
Abi membersihkan dan mengobati perlahan serta penuh kehati-hatian, meniup lukanya dengan perlahan-lahan
"Padahal jika dibandingkan ku, kamu memiliki luka lebih banyak" ucap Kayla yang memang selain luka pisau di tangan, Abi juga memiliki luka goresan peluru di bahu, badannya dan luka pukul diwajahnya
"Luka ini tidak ada apa-apanya sayang dibandingkan melihat mu terluka. Aku manusia yang bodoh, menyetujui permintaan kekasihnya dan membiarkan dia terluka" ucap Abi yang terisak
Kayla yang mendengar isakan berbalik badan, dia melihat untuk pertama kalinya Abi menangis
"Maaf aku membuat mu khawatir" ucap Kayla memeluk Abi
"Maaf, aku terbiasa mengutamakan tujuan ku, tidak peduli menggunakan cara apapun bahkan dengan sengaja terluka karena selagi tidak mempertaruhkan nyawa aku bisa mengobatinya. Tapi aku sadar aku salah, aku tidak mempertimbangkan perasaan orang yang menyayangi ku, aku tidak mempertimbangkan perasaan mu" ucap Kayla yang teringat Abi bahkan menggigit lidahnya sendiri untuk memenuhi permintaannya
Abi melepas pelukan Kayla, dia memegang wajah Kayla dan menatapnya
"Aku tau kamu kuat, kamu bisa menyembuhkan luka kamu sendiri, tapi aku mohon jangan meminta permintaan seperti itu lagi pada ku" ucap Abi dengan mata yang lembab, suara pelan dan serak
"Iya, aku janji tidak akan meminta permintaan seperti itu lagi" ucap Kayla
"Aku pegang janji kamu" ucap Abi yang mulai tersenyum
"Sakit bukan?, kamu terlalu dalam menggigitnya" ucap Kayla yang mengusap darah yang hampir mengering di bibir Abi
"Kamu mau menyembuhkannya?" ucap Abi yang menahan bibir Kayla yang mendekat ke arah bibir nya
"Kamu menolak?" tanya Kayla
"Iya, biarkan kekuatan mu untuk menyembuhkan luka mu saja" ucap Abi
"Sebenarnya aku menyembuhkan luka di lidah mu agar kamu bisa menjelaskannya dengan suara jelas pada ayah dan bunda ku atas kejadian ini, jadi apa kamu yakin mau menolak" ucap Kayla dengan senyum liciknya
"Kamu selalu satu langkah di depan ku" ucap Abi yang pasrah, Kayla yang melihat ekspresi wajah kekasihnya itu tersenyum penuh kemenangan dan dia melanjutkan aksinya itu
___________________________
Horayyy........ MC makin terang terangan niii♥️