Indonesia
NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Yang Selalu Ada Untukmu

Beberapa Minggu telah berlalu, hubungan Larasati dan Dika kian menjauh di mana mereka selalu bersama orang terdekatnya. Walau Inaya sudah ditolak oleh Dika tapi ia tetap saja mendekatinya sebagai teman. Sementara Larasati selalu bersama Bagas mengisi kekosongan hatinya. Bagas dengan berusaha membuat Larasati tak bersedih lagi dan perlahan untuk melupakan Dika. Seperti hari ini Larasati sudah kembali ceria dan siap untuk pergi ke rumah Bagas. Sebelumnya mereka berdua telah berjanji karena Bagas akan mengajarinya membuat kue. Larasati merasa tak enak jika harus mencicipinya terus-menerus tanpa pernah mencoba membuatnya sendiri. Bagas pun setuju untuk menjadi gurunya.

Hari ini Larasati sudah bangun dan semangat untuk bersiap pergi ke rumah Bagas. Berlalu waktu rasa sakit yang dialami Larasati kian membaik. Bu Jumi merasa senang melihatnya anaknya kembali bersemangat walau ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya itu. Larasati tak pernah bercerita begitu juga ibunya tak pernah bertanya padanya. Ia juga tak mau membuat ibunya khawatir jika tahu ia telah disakiti oleh seseorang yang dicintainya.

"Laras, kamu mau ke mana sudah rapi begini ada janji dengan Dika lagi?" tanya ibunya.

"Dika? Siapa dia? Aku mau ke rumah Bagas," jawab Larasati acuh.

"Hem kau jadi sering ke rumahnya sekarang ya.Tapi ibu jadi kangen sama Dika," ujarnya.

"Sudahlah Bu jangan bahas Dika, aku pergi dulu," pamit Larasati tak ingin melanjutkan.

"Eh tunggu kamu mau ke rumah Bagas untuk apa?" tanya ibunya sebelum Larasati benar-benar keluar.

"Belajar bikin kue Bu, Laras yang minta diajarin biar kagak cuma nyicipi hasilnya doang hehe," jawab Larasati sedikit terkekeh.

"Baguslah nanti kalo dah bisa ibu bikinin ya," ucapnya.

"Asiap." Larasati memberikan tanda hormat padanya.

"Ya sudah sana pergi," usir ibunya.

Larasati pergi ke rumah Bagas sedangkan ibunya melanjutkan pekerjaannya. Salma yang hendak pergi keluar juga memanggil ibunya untuk berpamitan.

"Bu, Salma pergi ya," teriak Salma sambil memakai tas selempang nya.

"Hati-hati bawa motor mu," pesannya yang masih di dalam.

"Iya Bu," jawab Salma.

"Ya sudah Salma pergi dulu," pamitnya lagi.

"Eh tunggu ibu mau tanya sama kamu." Bu Jumi yang tadi berada di kamar mandi cepat-cepat ke depan untuk bertanya.

Salma pun memilih mendengarkan pertanyaan dari ibunya.

"Sebenarnya kakakmu dan Mas Dika itu lagi dalam masalah ya. Katamu mereka sudah jadian tapi kenapa akhir-akhir ini kakakmu bahkan gak pergi bersamanya lagi malah sering sama si Bagas sekarang?" tanyanya penasaran sambil berbisik.

"Jika ibu penasaran tanya aja sama kak Laras. Aku juga tak tahu kenapa, mungkin mereka sedang berantem biasa pasangan kan begitu," jawab Salma sambil menuju motornya.

"Oh iya juga ya," kata ibunya mengerti.

"Kalau tidak ada pertanyaan lagi, aku berangkat ya Bu," pamit Salma yang sudah di atas motor.

"Ha iya iya." Ibunya mengangguk dalam keadaan masih berpikir.

Sudah lama rasanya Dika tak pernah menghubungi Larasati semenjak kejadian itu. Ia pun berniat menghubunginya tapi ternyata tak diangkat oleh Larasati karena ia sedang serius membuat kue bersama Bagas di rumahnya. Karena bosan, pada akhirnya Dika menghubungi Inaya untuk pergi makan diluar. Tentu saja Inaya dengan cepat langsung menyetujuinya.

"Halo Inaya! Kau di rumah sedang sibuk tidak?" tanyanya langsung di telepon.

"Tidak Dika, ada apa?" jawab Inaya berbalik tanya.

"Temani aku keluar aku bosan," ujarnya.

"Ok aku mau, kita makan di mana?" jawab Inaya setuju.

"Warung mie BESTie," jawab Dika sambil bersiap.

"Siap!" ucap Inaya cepat. Wajah gembira kian hadir padanya.

Dengan segera Inaya menutup proyek yang sedang dikerjakannya dan beralih berdandan untuk pergi menemui Dika. Walau sekarang statusnya sudah menjadi teman tapi ia tentu akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Hubungan nya dengan Larasati pun sepertinya telah meregang karenanya dan itu membuat dirinya bahagia.

Di rumah Bagas tepatnya di dapur. Larasati dan Bagas ternyata tengah asyik bercanda bermain perang tepung bersama. Di mulai saat Larasati tengah serius belajar, Bagas malah mengenainya dengan melempar tepung ke arahnya agar konsentrasinya terganggu. Larasati pun menjadi marah dan membalasnya.

"Bagas, terima ini pembalasan ku," ucap Larasati yang tak terima sambil mengambil ancang-ancang untuk menyiramnya dengan tepung sebaskom.

BYUR . Larasati dengan tepat mengenai sasaran yang tak diduga oleh Bagas.

Muka Bagas seketika penuh dengan tepung karena Larasati tak kira-kira membalasnya. Ia melemparkan satu wadah yang berisi tepung terigu ke wajahnya. Alhasil wajah Bagas kini berubah menjadi seperti mochi. Larasati dengan puas menertawakan dirinya.

Hufh. Bagas dengan kesal meniup tepung yang menempel di poni rambutnya.

"Ha-ha-ha kau lucu sekali Gas, mirip mochi ha-ha-ha." Tawa Larasati tak henti-henti.

"Laras, kau keterlaluan aku kan cuma bercanda agar kau tak terlalu serius dan kau lihat.... yang kau lakukan," kesal Bagas padanya.

Larasati menahan tawanya. "Maaf maaf sini ku bersihkan lagian kau jahil sekali," ucap Larasati yang masih ingin tertawa.

Larasati mendekat untuk membersihkan noda tepung yang menempel di wajahnya. Bagas menatap Larasati yang masih tertawa sambil membersihkan wajahnya. Larasati berhenti tertawa ketika tahu Bagas menatapnya. Larasati yang gugup langsung mengelap wajahnya dengan kasar menggunakan lap bekas yang diambilnya tadi. Merasa ada yang aneh Bagas merampas lap yang sedang dipegang Larasati.

"Laras, kau masih dendam rupanya, itu kan lap kotor," tuduhnya sambil membuang lap yang tadi di pegang Larasati. Larasati hanya meringis tanpa dosa.

Bagas yang geram, ingin rasanya menjitak kepalanya. Larasati pun segera menghindar dan di saat itu ternyata Elang datang melihatnya.

Ehem. Suara dehemen dari arah pintu terdengar tampaknya Elang sedari tadi menyaksikan keseruan mereka berdua.

"Elang?" Laras berbalik dan terkejut sahabatnya sudah ada disana.

"Ehem Laras." Elang malah menggodanya membuat Larissa malu.

"Bagas, aku keluar dulu sebentar," izinnya langsung berlari menuju Elang berdiri.

"Iya Ras," jawab singkat Bagas.

"Ayo keluar!" Tarik Larasati langsung pada Elang.

"Eh eh." Elang yang ditarik tiba-tiba terkejut.

"Elang, kau tahu dari mana aku di sini?" tanya Larasati langsung ketika sudah benar-benar menjauh dari Bagas.

"Dari ibumu lah, niatnya aku mau ngajak kamu jalan tapi sepertinya tak jadi," jawabnya sambil melipat kedua tangannya seolah tampak merajuk.

"Ah maaf tapi aku sedang_" Larasati merasa tak enak.

"Iya aku tahu aku tak mau mengganggu mu. Tapi sebelum aku pergi, dia....?" Elang mengerti dan mulai menggodanya lagi dengan penasaran siapa orang yang membuat sahabatnya kembali ceria.

"Ah Bagas, teman ku pemilik Star Cafe," jawab Larasati.

"Oh jadi itu, cocok juga buatmu," ucap Elang menggodanya.

"Apaan sih Lang, dia dan aku hanya sebatas teman saja," tukas Larasati langsung menahan malu.

"Itu menurut mu belum tentu menurutnya," kata nya.

“....” Larasati terdiam. "Ya sudah aku pergi dulu," pamit Elang padanya.

"Ah iya iya hati-hati," jawab Larasati yang masih berpikir.

...--------❤️--------...

Warung mie BESTie terkenal sangat ramai pengunjung karena rasanya yang nendang. Dika dan Inaya sudah memesannya dan hendak memulai makan. Disisi lain ternyata Salma dan teman-temannya juga makan di sana. Tapi mereka sudah selesai dan hendak pulang. Di saat temannya membayar, Salma izin ke toilet dan tak sengaja melewati Dika yang tengah memberikan tisu pada Inaya untuk membersihkan mulutnya yang terkena bumbu. Salma seketika terkejut melihat mereka yang begitu dekat. Dengan berani Salma mendekat dan melabraknya.

"Mas Dika selingkuh? Jadi karena mas deket sama cewek lain makannya Kak Laras bersedih hampir sepanjang hari," tuduh Salma langsung.

"Salma, bagaimana dengan kakakmu?" Dika berdiri karena terkejut dan langsung bertanya tentang Larasati padanya.

"Tak usah bertanya tentang kakak ku mas, syukurlah dia ada mas Bagas yang selalu bersamanya. Mulai sekarang aku tak mendukung mu lagi mas untuk dekat dengan kak Laras. Kakak jahat ternyata," jawab Salma yang kesal dan kecewa padanya.

Salma yang kesal mengambil segelas air di meja dan menyiram Dika langsung dan membuat Inaya terkejut begitu juga Dika.

"Hee bocah, apa yang kamu lakukan?" Inaya yang melihat Dika di siram langsung berdiri dan memarahi Salma.

Salma menatap sinis Inaya yang membentaknya.

"Salma, apa yang kau lakukan?" tanya temannya menghentikan aksi Salma.

Salma menaruh gelasnya dengan kasar kembali ke meja. "Ayo pergi!" Ajak Salma menarik tangan temannya yang masih bingung.

"Sal!" panggil Dika menghentikan. Namun, tampak Salma sangat kecewa padanya.

"Kamu tak apa Dik?" tanya Inaya sambil memberikan tisu padanya.

Dika menggeleng. Melihat acara makan mereka kacau, Inaya akhirnya mengajak Dika untuk pulang. Dika menurut saja mengikutinya.

"Kak Laras, Kakak di mana?" Salma yang sudah sampai rumah dengan tak santai mencari kakaknya hingga Bu Jumi keluar dari kamarnya.

"Ada apa sih Sal, baru pulang teriak-teriak begitu?" tanya ibunya yang baru keluar kamar.

"Bu, Kak Laras mana? tanyanya tak santai.

"Ada di kamarnya sedang istirahat mungkin," jawab ibunya. Salma dengan segera pergi menuju kamarnya.

"Ada apa sih dek cari kakak?" tanya Larasati padanya.

"Kak...." Salma memilih mengunci kamarnya.

"Kak, Kakak sebaiknya putus dengan mas Dika, dia selingkuh ternyata," suruh Salma padanya.

"Kau tahu dari mana?" tanya Larasati terkejut.

"Aku melihatnya sendiri tadi saat di BESTie dia makan berdua sama cewek cantik rambut semiran," tuturnya.

"Ah dia mantannya," jawab Larasati membenarkan.

"Apa?" Salma terkejut.

"Sudahlah jangan terkejut, karena itu kakak milih menjauh darinya sementara," ucap Larasati padanya.

"Baguslah, kalau lebih bagus lagi kalau putus," ucap Salma yang masih kesal.

"Nanti Kakak pikirkan. Sudahlah jangan berisik kakak tidur dulu kakak lelah," kata Larasati kembali berbaring.

"Yang sabar ya Kak," ucap Salma padanya.

Salma yang mengerti keadaan yang menimpa kakaknya turut bersedih. Ia baru tahu penyebab kakaknya berminggu-minggu cosplay jadi zombie karena Dika lebih milih bersama mantannya daripada dengan kakaknya. Ia menghela nafasnya kemudian melanjutkan mengganti pakaiannya.

Di rumah Bagas ternyata sedang ada kedatangan seseorang. Bagas sangat tak suka melihatnya. Ia bahkan langsung mengusirnya.

"Mau apa kamu ke rumah ku dan dari mana kamu tahu rumah ku?" tanya Bagas langsung padanya karena tak mau lama-lama.

"Ah itu soal mudah Gas, aku hanya ingin bertemu dengan mu tak boleh," jawabnya .

"Aku tak ingin bertemu dengan mu sebaiknya kamu pulang," usir Bagas padanya.

"Aku tak mau, kau boleh menolak ku tapi seharusnya kamu berterima kasih padaku karena kau sekarang bisa lebih dekat dengan Laras," tolaknya membuat Bagas malah penasaran.

"Maksud mu?" Bagas tak mengerti.

"Ya mantan Dika sudah kembali kau tahu itu kan, dan aku yang sudah merencanakannya. Dika kembali pada mantannya dan kamu bisa memiliki Larasati. Rencana yang bagus bukan," ucapnya penuh percaya diri.

"Aku memang menyukai Larasati tapi dia hanya menyukai Dika," kata Bagas padanya.

"Maka dari itu buat dia suka padamu dan membuatnya melupakan Dika. Aku tak ingin ia merusak hubungan teman ku dengan nya," suruhnya membuat Bagas terdiam.

“....” Bagas terdiam ia berpikir untuk mengikuti saran dari Fitria atau tidak. Tapi dia menyukai Larasati dan mungkin ini peluang baginya untuk mendapatkan hati Larasati.

Pikirkan baik-baik aku pulang dulu. Fitria memupuk pundak Bagas dan tersenyum. Ia lalu berjalan menuju mobilnya dan pergi. Sementara Bagas masih diam di tempat.

Bersambung....❤️❤️❤️

1
Ney🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Ney
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Ney
saingan🤭🤭
Ney
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Ney
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Ney
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Ney
cemburunya 🤭🤭😄😄
Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!