Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Mafia di Biara

Sang Mafia di Biara

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:4
Nilai: 5
Nama Author: Gizelly Ladislau

Dante Herrera adalah bos organisasi kriminal paling ditakuti—seorang pria yang tumbuh di dunia penuh timah panas, perintah, dan darah. Namun ketika sebuah bom menghancurkan helikopternya, takdir menjatuhkannya ke tempat yang paling mustahil: halaman sebuah biara yang sunyi.

Mary Mendez baru delapan belas tahun. Seorang yatim piatu yang dibesarkan di balik tembok biara, hidupnya adalah doa, ketenangan, dan kasih tanpa syarat untuk anak-anak panti asuhan. Sampai ia menemukan pria berlumuran darah itu di halaman—dan sesuatu dalam hatinya berbisik bahwa kedatangannya akan mengubah segalanya.

Dua dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan kini saling bertaut. Sang mafia yang tak percaya cinta, dan sang suster yang terikat sumpah pada Tuhan. Setiap tatapan adalah dosa. Setiap detak jantung adalah pertaruhan. Dan semakin keras mereka berusaha menjauh, semakin dalam mereka terjerat.

Namun cinta terlarang bukan satu-satunya bahaya. Rahasia masa lalu, sebuah keluarga yang mengubah gairah menjadi setia, dan musuh lama yang haus balas dendam—semua bersiap menyeret mereka ke dalam badai yang belum pernah mereka bayangkan.

Bisakah kemurnian menyelamatkan seorang pria yang tangannya berlumur dosa? Dan sanggupkah cinta bertahan ketika seluruh dunia menuntut mereka berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gizelly Ladislau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

POV Kevin Herrera

Aku selalu jadi yang paling serius di antara bersaudara Herrera. Kalau Dante impulsif, Pietro intens, dan Giovanni bagai badai yang mustahil dikendalikan, aku lebih memilih angka, perencanaan, dan pengelolaan bisnis keluarga.

Di tahun kedua kuliah, aku bertemu Michele.

Waktu itu, aku percaya telah menemukan cinta.

Ia cantik, sopan, berasal dari keluarga baik-baik, dan punya reputasi tanpa cela. Selalu tersenyum, selalu menyenangkan. Ia tahu persis apa yang harus dikatakan untuk memikat seseorang.

Dan ia berhasil memikatku.

Hubungan kami begitu intens sejak awal. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Kami membuat rencana masa depan, menghabiskan berjam-jam bersama, dan aku percaya akhirnya telah menemukan wanita yang akan kubangun hidup bersamanya.

Tapi semuanya berubah dalam satu sore.

Aku menerima telepon mendesak.

Sebuah misi mendadak.

Kami menemukan rencana untuk menyerang Giovanni saat ia berada di sekolah.

Dante dan Pietro sudah siap bertindak, tapi keduanya sedang murka dan bisa saja mengubah situasi itu menjadi perang.

Maka aku yang mengambil kendali.

Dengan strategi yang kususun matang, aku berhasil mengeluarkan Giovanni dari sekolah tanpa menimbulkan kecurigaan. Kami menaruh sebuah boneka di tempatnya dan membiarkan para musuh mengira rencana mereka berjalan lancar.

Ketika mereka menyadari kekeliruan itu, sudah terlambat.

Bahkan sebelum sempat melarikan diri, Dante dan Pietro menangkap mereka.

Adikku selamat.

Tak ada orang tak bersalah yang terluka.

Misi itu sukses.

Setelah berjam-jam penuh ketegangan, aku pulang, mandi, lalu memutuskan mencari Michele.

Aku perlu melihatnya.

Perlu mendengar suaranya.

Perlu merasa bahwa, setidaknya sebagian hidupku, ada dalam kedamaian.

Tapi takdir punya rencana lain.

Saat tiba di kampus, kutemukan Michele di bawah tribun, sedang bicara di telepon.

Ia tak tahu aku ada di sana.

Dan aku mendengar semuanya.

Setiap kata.

Setiap kebohongan.

Setiap pengkhianatan.

Ia bilang ia membenciku.

Bahwa ia merasa jijik padaku.

Bahwa ia sudah tak sabar untuk semakin merebut kepercayaanku demi mendapatkan uang, perhiasan, dan hadiah-hadiah.

Ia bilang aku ini butuh perhatian berlebihan.

Menempel terus.

Bahwa satu-satunya kelebihan yang kupunya hanyalah hebat di ranjang.

Saat itu, kurasakan jantungku berhenti.

Aku tak mampu bergerak.

Tak mampu bernapas.

Aku hanya mendengar.

Dan ketika ia menutup telepon, aku mengikutinya.

Aku perlu tahu kebenarannya.

Perlu percaya bahwa ada suatu penjelasan.

Tapi tak ada.

Kulihat Michele menemui Billy.

Anak dari mantan rekan bisnis ayahku yang berkhianat.

Pria yang keluarganya kehilangan segalanya setelah ayahnya mencuri kekayaan besar milik keluarga Herrera.

Mereka bertemu di sebuah hotel pinggir jalan.

Aku mengamati mereka dari kejauhan.

Kulihat keduanya berciuman.

Kulihat keduanya menertawakanku.

Dan aku mendengar sesuatu yang menghancurkan apa pun yang masih tersisa di dalam diriku.

Rencana mereka sederhana.

Michele akan menikahiku.

Ia akan mendapat akses ke uang keluarga.

Lalu setelah itu...

Billy menyerahkan sebuah botol kecil kepadanya.

Racun.

Michele harus membunuhku setelah pernikahan.

Aku merekam semuanya.

Setiap kata.

Setiap senyuman.

Setiap detail.

Ketika aku pulang, aku tak punya tenaga untuk bicara.

Kuserahkan rekaman itu kepada Dante.

Aku naik ke kamarku.

Dan menghilang dari dunia.

Berhari-hari aku tak keluar dari sana.

Tak makan.

Tak tidur.

Tak bicara.

Hanya sekadar ada.

Atau berusaha untuk ada.

Aku mulai minum untuk melupakan.

Tapi kenangan itu selalu kembali.

Wajahnya.

Kata-katanya.

Pengkhianatan itu.

Semua kembali.

Kedua orang tuaku putus asa.

Saudara-saudaraku berusaha menolongku.

Tapi aku hancur.

Hancur sepenuhnya.

Aku mulai menempatkan diri dalam situasi-situasi berbahaya.

Berjalan sendirian.

Keluar tanpa pengawalan.

Mengabaikan segala kehati-hatian.

Jauh di dalam, aku sudah tak peduli lagi.

Berkali-kali aku berpikir untuk menyerah dari hidup.

Depresi menghantamku bagai peluru.

Kecemasan mencekikku.

Serangan panik membuatku bahkan tak sanggup berada di dekat orang lain.

Butuh waktu lama sekali untuk membangun kembali diriku.

Lama sekali.

Sedikit demi sedikit aku belajar untuk kembali menghargai diri sendiri.

Untuk memahami bahwa kesalahan Michele tidak menentukan siapa diriku.

Aku belajar mencintai diriku sendiri.

Aku belajar bertahan hidup.

Lalu...

Aku bertemu Graziela.

Ia datang tanpa menjanjikan apa pun.

Tak mencoba membuatku terkesan.

Tak memanipulasiku.

Ia hanya tulus apa adanya.

Dan justru itulah yang memikatku.

Bersamanya aku tak pernah perlu meragu.

Tak pernah perlu menyelidiki.

Tak pernah perlu curiga.

Karena matanya sudah mengatakan kebenaran bahkan sebelum kata-katanya terucap.

Di sisinya, aku menemukan sesuatu yang belum pernah kukenal.

Cinta yang sejati.

Cinta yang membawa kedamaian.

Yang menyembuhkan.

Yang merangkul.

Yang tak menuntut topeng.

Setelah aku pulih, aku tahu bahwa Billy telah lenyap dari dunia kejahatan dengan cara terburuk yang mungkin terjadi.

Adapun Michele...

Aku tak pernah lagi mencari tahu tentangnya.

Mungkin ia sudah menemukan korban lain untuk ditipu.

Dan sejujurnya?

Tidak penting.

Karena ia sudah tinggal di masa lalu.

Hari ini aku adalah pria yang berbeda.

Lebih lama dari yang kurencanakan, tapi aku menyelesaikan kuliahku.

Aku mengelola perusahaan-perusahaan keluarga.

Aku membantu mengelola bisnis Mafia.

Aku melindungi orang-orang yang kucintai.

Dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun...

Aku juga belajar mengelola hatiku sendiri.

Sementara aku mengamati Graziela tersenyum selama acara itu, menggenggam tanganku dengan penuh sayang, aku menyadari sesuatu yang sederhana.

Andai Michele dulu tidak menghancurkanku...

Mungkin aku tak akan pernah menemukan wanita yang kini ada di sisiku.

Dan untuk pertama kalinya, saat mengenang masa lalu, aku tak merasakan sakit.

Hanya rasa syukur karena telah selamat.

Karena cinta sejati tidak menemukanku saat aku utuh.

Ia menemukanku saat aku berkeping-keping.

Dan meski begitu, ia memilih untuk tinggal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!