"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamar part 1
Beberapa minggu kemudian
Sinar matahari masuk menebus kaca-kaca Kantor Mahendra Group. Di dalam kubikel meja, Nayshi tengah fokus dengan layar monitor untuk membuat laporan mingguan. Tepat saat kursor akan menyimpan dokumen, layar ponsel yang tergeletak disamping keyboard menyala.
Keenan: Selamat siang, Nona Daisy. Bisakah hari ini Kita Lunch bersama? Kebetulan tadi Aku ada meeting dekat kantor Kamu.
Nayshi mengulas senyum membaca pesan itu, Jari jemarinya menari di layar ponsel.
Nayshi: Selamat siang, Prince Daisy. Boleh, mau lunch dimana? kebetulan jam istirahat sebentar lagi.
Keenan: Kafe depan Kantor Kamu aja, atau mau agak jauhan dikit? biar Kamu lebih nyaman.
Nayshi berfikir sejenak. 'Kalo Kafe depan kantor takutnya ketemu sama anak-anak yang ada gempar, Gue deket ama Keenan. ' batin Nayshi.
Nayshi: Kalo yang jauh boleh? kalo Kafe yang depan kantor pasti gempar, Aku deket sama Kamu CEO Zaydan Group.
Keenan: Ya udah, Kita ke Kafe sebrang nanti Aku jemput.
Nayshi membaca itu panik. 'Lah kalo dijemput sama aja bohong, pasti pada ngenalin lah. 'batin Nayshi.
Nayshi: Itu sama aja bikin gempar, Kamu Sharelok aja biar Aku ke sana sendiri.
Keenan: Udah tenang aja Nona Daisy, Aku punya cara agar mereka ga ngenalin Aku. Sekarang Kamu siap-siap aja, dan biarin chat berakhir di Aku.
Nayshi membaca itu langsung berfikir, bagaimana cara Keenan agar ga dikenalin.
Nadia yang sadar Nayshi sedang melamun dengan ponsel ditangannya. "Woi, ngelamun. " tegur Nadia dengan menepuk bahu Nayshi.
"Eh, hmm.. " sahutnya dengan wajah kaget. "Kenapa, Nad? "
"Lu yang kenapa? Tiba-tiba ngelamun. " tanya Nadia langsung menggeser kursi mendekati Nayshi.
"Pak Keenan ngajak Gue lunch. " jawab Nayshi berbisik dengan suara pelan hanya Nadia yang bisa mendengar.
Nadia dengan wajah senang, langsung excited sambil menggenggam tangan Nayshi gemas. "Serius? terus kenapa Lu malah ngelamun? "
"Dia mau jemput Gue. Terus Dia bilang untuk Gue tenang aja ga akan ada yang ngenalin Dia, karena Dia punya cara. " Jawab Nayshi dengan raut wajah bertanya-tanya.
"Ihh Gue jadi penasaran. " ucap Nadia dengan wajah gemas. "Udah cepet Lu kedepan, Gue ngikutin dari belakang. "
Nayshi mengernyitkan keningnya. "Ngapain Lu ngikutin? Lu kata Gue anak kecil. "
Nadia terkekeh dan mencubit ujung hidung Nayshi gemes. "Gue ngikutin sampe depan kantor doang, yaa kali Gue mau jadi nyamuk. "
Nayshi pun menggaruk kepalanya yang tak gatal dan terkekeh malu. "Ya udah Gue mau lunch dulu. " ucap Nayshi sambil merapihkan laptop dan ponsel kedalam tasnya.
Nayshi pun berjalan melewati koridor yang ramai, karena sekarang udah masuk jam istirahat.
Tepat Ia sampai didepan Kantor, Ia celingak-celinguk mencari keberadaan Keenan.
Tin tin!
"Nona Daisy! " panggil seoarang Pria dengan jaket ojek online serta beat karbu berhenti tepat di hadapannya.
'Nona Daisy? emang disini ada yang namanya Daisy. 'batin Nayshi dengan mengernyitkan dahinya.
"Aku Keenan. " ucap Pria tersebut dengan membuka kaca helmnya.
Nayshi pun kaget ternyata Pria itu Keenan, Ia benar-benar menjaga kenyamanan Nayshi sampai rela jadi ojek online.
Nayshi pun mendekat dengan terkekeh pelan. "Ga nyangka kalo ini Kamu. " bisik Nayshi sambil Ia menaiki motor tersebut.
Keenan menancap gas. "Kan tadi Saya bilang, kalo ga ada yang ngenalin Saya, bahkan Kamu aja ngga. hahahaha! "
Nayshi terkekeh sambil memukul pelan baju Keenan.
"Aduh! dua kali di pukul manja. " keluh Keenan membuat Nayshi menundukkan kepalanya malu.
Setelah berapa menit, mereka sampai di Kafe yang sederhana, tapi tak ada orang satu pun disana.
"Bang, Makasih ya udah kasih pinjem. " ucap Keenan pada seorang ojol yang Ia pinjam jaket dan motornya.
"Sama-sama Bos, makasih juga rezekinya. " sahut ojol tersebut.
Nayshi dan Keenan melangkah masuk kedalam Kafe tersebut. "Kok, Kafe ini sepi? " tanya Nayshi dengan raut wajah bingung.
"Udah Saya booking khusus untuk Kita berdua. " sahut Keenan santai, sambil mempersilahkan Nayshi duduk.
"Ga harus segini-nya Pak CEO. " ucap Nayshi dengan menggelengkan kepalanya.
Keenan memasang wajah bete. "Kok panggil Pak CEO sih? " protes Keenan.
"Oke, maaf Keenan, " ucap Nayshi dengan terkekeh kecil dengan ekspresi wajah Keenan. "Kok mukanya, masih begitu? "
"Males, Kamu ga panggil Saya Prince Daisy. " sahut Keenan membuat Nayshi terkekeh malu. "ihh! Aku malu. "
Nayshi dengan sangat terpaksa memanggilnya dengan sebutan Pangeran Daisy, karena Keenan terus memasang wajah badmood. "Prince Daisy. " ucapnya dengan bisik-bisik.
"Hah! Apa? Saya ga denger loh. "ucap Keenan pura-pura tidak mendengar.
"Prince Daisyyy! " panggil Nayshi dengan setengah berteriak.
"Siap, Nona Nayshi!" sahut Keenan dengan tangan hormat. "Apakah Kamu mau mendengar sesuatu sebelum kita memulai lunch ini? "
Nayshi menganggukan kepalanya. "Iyaa, Prince Daisy. "
Keenan meraih kedua tangan Nayshi, serta menatap Nayshi sangat dalam. "Saya tau, ini terlalu cepat. Jujur waktu berbulan-bulan ini bukan waktu yang sebentar untuk Saya, " ucap Keenan, lalu mengatur nafas karena gugup. "Mau Kah Nona Daisy, melangkah ke jenjang serius menuju bahtera rumah tangga? "
Nayshi terkejut dengan mata yang hampir lepas dari tempatnya. "Ka-kamu yakin? Kamu yakin memilih A-Aku? tanya Nayshi memastikan keseriusan Keenan, karena Ia merasa ini seperti mimpi.
Keenan mengangguk. " Saya sudah sangat yakin, dan Saya ga mau main-main. Jika kamu setuju, malam ini Saya akan membicarakan dengan orang tua kamu sebelum saya membawa orang tua Saya secara resmi. " ucap Keenan membuat nafas Nayshi berhenti sejenak. "Gimana, Nona Daisy? "
Nayshi mengatur nafas, dan meyakinkan pilihannya. "I-iya Aku mau. "
Keenan yang mendengar jawaban Nayshi langsung lompat dari duduknya dengan selebrasi. "Yessss! Thanks god! "
Nayshi tersenyum lebar dan terkekeh pelan melihat seorang CEO selebrasi seakan habis memenangkan permainan bola.
Keenan merapihkan pakainya, sebelum Ia duduk kembali. "Maaf, Nona Daisy. Saya sangat senang, terimakasih sudah mau menerima Saya. "
Nayshi dengan mengatur nafas, lalu menatap Keenan dengan tatapan yang dalam. "Aku juga mau bilang terimakasih sudah mau effort banyak, sudah mau mengenal Aku, dan terimakasih sudah mengaktifkan rasa yang mati ini, hingga mengenal cinta. "
Keduanya saling bertatapan beberapa detik, sebelum akhirnya waiters datang memberhentikan tatapan mereka.
"Om, Kakak. Ini pesanannya, " ucap waiters membawa makanan serta minuman yang sudah Keenan pesan.
"Terimakasih." sahut Keenan.
Nayshi yang duduk di hadapannya tengah menahan tawa. "Kamu kenapa? ada yang lucu? " tanya Keenan bingung.
"Ga ada Kok Om. Cuman ga nyangka Aku akan menikah dengan Om Om. " sahutnya laku Ia tertawa lepas.
"Puas? " tanya Keenan dengan wajah badmoodnya lagi. "puas banget! " sahut Nayshi santai.
"Nona Daisyyy! " keluh Keenan dengan nada melekuk-lekuk.
"Hahahha! Iya Om Daisy. " ledek Nayshi dengan tawa yang tak berhenti.