Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:90.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Sebuah Penglihatan

“Jelaskan apa yang terjadi!” Rudi mengulangi ucapannya, tetapi kali ini dengan penuh penekanan. Revan langsung mendekati ayahnya.

“Kita bicara di kantorku aja, Pa.”

“Jelaskan di sini! Tadi Papa sempat dengar para sopir ini akan mogok kerja. Apa yang terjadi?”

Seketika Revan langsung terbungkam. Mengetahui bahwa ayahnya adalah orang yang keras kepala, Revan memutuskan membatalkan pemecatan Gilang dan Saka.

Jika tidak begitu, ayahnya pasti akan terus bertanya. Jika sampai pria itu mengetahui bahwa dirinya mengabaikan permintaan bagian Fleet untuk melakukan maintenance kendaraan, dirinya pasti akan langsung terkena semprot.

“Hanya salah paham saja, Pa.” Revan mencoba menenangkan. Pria itu kemudian melihat Saka dan Dirga. “Segera lakukan pekerjaan kalian. Pak Adi, masukkan taksi mogok itu ke garasi dan hubungi bagian Fleet lagi.”

Setelah mengatakan itu, Revan segera mengajak ayahnya ke ruangannya. Sopir yang lain langsung membubarkan diri setelah yakin Dirga dan Saka akan tetap bekerja.

“Untung aja Pak Rudi datang, kalau nggak, urusannya bisa panjang,” ujar Wandi, sopir yang tadi mengancam akan mogok kerja.

“Ternyata kepemimpinan Pak Revan nggak lebih buruk dari Pak Rafi,” timpal sopir lain.

“Tapi setidaknya Pak Rafi tidak mengabaikan maintenance kendaraan. Taksi yang mogok itu dipaksa terus beroperasi, padahal sudah seharusnya diganti.”

“Kalau terus seperti ini, PRIMA TAKSI akan kalah dari armada lain.”

“Betul,” sahut yang lain menyetujui ucapan Wandi.

Sementara itu, di ruangannya, Revan sedang berbincang dengan Rudi. Belakangan ini dia sering mendengar selentingan bahwa manajemen PRIMA TAKSI tidak berjalan dengan baik.

Karena itu, dia sengaja datang tanpa pemberitahuan untuk melihat secara langsung bagaimana kinerja anak bungsunya.

Rudi memiliki empat orang anak dari istri pertamanya dan satu anak dari istri keduanya. Revan adalah anak dari istri keduanya.

Semua kakak Revan adalah laki-laki. Dan masing-masing sudah diberi tanggung jawab mengelola perusahaan.

Rian, anak pertamanya mengelola Ardhanusa Grup, yang menjadi perusahaan induk. Rama, anak keduanya mengelola Ardhanusa Property.

Ricky anak ketiganya mengelola Ardhanusa Finance. Sementara Rafi seharusnya mengelola PRIMA TAKSI dan Revan mengelola Ardhanusa Logistik.

Namun, kepemimpinan Rafi di PRIMA TAKSI diambil alih Revan, dan sekarang anak keempatnya itu mengelola Ardhanusa Logistik.

Rudi tahu bahwa Revan memiliki sifat tamak. Alasannya melengserkan Rafi karena ingin mengelola perusahaan transportasi ini yang pendapatannya lebih besar dari perusahaan logistik.

“Papa lihat pemasukan PRIMA TAKSI mengalami kenaikan pesat,” ujar Rudi membuka pembicaraan.

“Iya, Pa. Aku selalu menekankan pada para sopir untuk pelayanan prima saat mengantar penumpang.”

“Tapi, Papa juga mendengar manajemenmu sedikit amburadul. Papa dengar biaya maintenance kendaraan dipotong. Apa benar?”

“Bukan dipotong, Pa. Aku hanya menyeleksi lebih ketat, mana armada yang memang membutuhkan maintenance, mana yang tidak.

Terkadang para sopir itu sering bekerja sama dengan bagian Fleet. Mengatakan ada maintenance, padahal nyatanya tidak. Mereka membagi dua biaya maintenance yang didapat.”

“Apa kamu punya buktinya?”

Seketika Revan langsung terbungkam. Masalah yang tadi disebutkan memang hanya alasannya saja. Revan sengaja menekan biaya maintenance agar pemasukan PRIMA TAKSI terlihat besar.

Dan itu bisa menjadi tolak ukur bahwa dirinya mengelola PRIMA TAKSI dengan baik.

“Revan, kamu tahu bahwa perusahaan transportasi itu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan dan kenyamanan saja. Tapi ada yang lebih penting, yakni keselamatan.

Papa tidak mau kamu hanya fokus menaikkan pendapatan dan mengabaikan biaya maintenance. Jika terjadi satu kecelakaan saja, itu bisa menjadi boomerang untuk kita.”

Revan mengangguk tanda paham. Kejadian tadi cukup memberi pelajaran untuknya. Hanya saja sifat Revan yang tidak mau disalahkan dan selalu ingin menang sendiri membuat pria itu tidak suka jika dikritik. Apalagi jika di depan banyak orang.

“Papa akan mengirim tim auditor ke sini.”

“Untuk apa, Pa?”

“Tentu saja untuk mengaudit keuangan di sini. Bukan hanya di sini, tapi di semua anak perusahaan juga akan dilakukan audit.”

Perasaan Revan langsung resah. Jika tim audit mengetahui banyak armada yang melewatkan waktu maintenance, pasti dia akan terkena masalah.

“Papa harap kamu tidak mengecewakan Papa.”

Rudi segera bangkit dari duduknya. Pria itu bermaksud pergi. Kejadian tadi sudah memberikan sedikit gambaran untuknya. Dia akan segera menurunkan tim audit untuk mengevaluasi pekerjaan Revan.

Revan mengantarkan Rudi sampai ke mobil. Dia masih bertahan di tempatnya sampai mobil yang membawa ayahnya tidak terlihat lagi. Saat Revan hendak kembali ke ruangannya, suara Saka menahannya. Pria itu kemudian mendekatinya.

“Ada apa?” tanya Revan.

“Apa pemecatanku dan Dirga akan diproses?”

“Apa kamu tidak dengar apa yang kukatakan tadi?” geram Revan.

“Jadi aku dan Dirga tetap bekerja?”

“Ya!” jawab Revan kesal.

“Baiklah. Saya dan Dirga akan bekerja seperti biasa. Oh ya, Pak Revan.” Saka sengaja menjeda ucapannya sebentar, membuat Revan semakin kesal. “Semoga auditnya berjalan lancar,” lanjut Saka sambil tersenyum. Setelah itu, dia segera meninggalkan Revan.

“Tunggu!” Secepatnya Revan mendekati Saka. Masalah audit adalah hal yang dibicarakan ayahnya. Mengapa Saka bisa mengetahui hal itu?”

“Dari mana kamu tahu soal audit?”

“Bukankah Bapak sudah tahu jawabannya. Bapak sudah meminta Dirga memata-matai saya. Bukan itu saja, Bapak bahkan mengirim orang untuk mengikuti dan mengawasi apa yang saya lakukan. Saya yakin Bapak sudah bisa menyimpulkan.”

“Jadi benar, kamu bisa melihat masa depan?” tanya Revan penasaran.

“Ya,” jawab Saka cepat. Dia sengaja memberitahukan kemampuannya, ingin melihat langsung reaksi pria itu.

“Kita bicara di ruangan saya.”

Revan langsung menarik tangan Saka agar mengikutinya ke ruangan. Sesampainya di sana, Revan langsung menanyakan hal yang selama ini membuatnya penasaran.

“Soal aku yang disandera tempo hari, kamu tahu dari mana?”

“Sudah kubilang, aku bisa melihat masa depan. Aku mendapat penglihatan kalau Bapak akan dijadikan sandera.”

“Lalu soal ledakan di rumah susun dan penculikan perempuan, itu semua kamu dapat dari penglihatanmu?”

“Ya,” jawab Saka sambil menatap Revan lekat-lekat.

“Lalu … apa kamu juga mendapat penglihatan tentang audit?” tanya Revan lagi. Pertanyaan itu hanya dijawab dengan anggukan oleh Saka. “Soal hasilnya, apa kamu sudah tahu?”

“Tentu saja. Tim audit menemukan bahwa Bapak sengaja menekan biaya maintenance agar pemasukan taksi terlihat besar.

Bapak ingin menunjukkan bahwa Bapak lebih layak memimpin perusahaan ini dibanding Pak Rafi. Tapi … itu juga yang akan membuat Bapak kehilangan perusahaan ini.”

Revan menelan ludahnya dengan susah payah. Tentu saja, dia tidak mau perusahaan ini lepas dari tangannya. Dia sudah bersusah payah merebutnya dari Rafi.

“Apa tidak ada cara untuk mencegahnya?”

“Ada, tentu saja ada.”

“Apa? Apa kamu bisa mengatakannya?” desak Revan.

“Aku bisa mengatakannya. Tapi … apa Bapak sanggup memberikan bayaran untuk informasi ini?”

“Tentu saja aku akan memberikan bayaran untukmu.”

“Jangan langsung menyanggupi. Bapak harus menuliskan hitam di atas putih bahwa Bapak akan melakukan apa yang saya minta. Bisa?”

Sejenak Revan terdiam. Dia masih menerka-nerka bayaran apa yang diinginkan Saka.

***

Saka udah mulai berani terbuka soal kemampuannya

1
Diana Lely
apes deh saka ketemu lg sama firlan😄😄
dewi rofiqoh
Baskae, Sepertinya kamu cuma dijadikan alat oleh ikrar 🤔🤔. Jika memang keluarga adiguna berhubungan dengan kematian orangtuamu, mana mungkin mereka merawatmu baskara. Bisa jadi ikrar sendiri dibaliknya.
vania larasati
lanjut kak
Humaira
setan kepala manusia 🤭
choowie
ada masalah dimasa lalukah
Febri Nayu
koyok e biang kerok e ikrar
tehNci
Alaaah...palingan Baskara dimanfaatin sama sama orang yg dia panggil om Ikrar itu. Cerita tentang kematian ortunya Baskara, mgknkah palsu atau ada salah paham
Ayuk Witanto
apa ikrar itu teman alm kakek saka
Ayuk Witanto
pasti si om ini yang fitnah keluar Adiguna sehingga Baskara dendam
Ayuk Witanto
tergantung kamu mak🤭🤭
Ayuk Witanto
apa pak Wisnu mau pisahin mereka lagi
Ayuk Witanto
sedih😭
Nawang Kasturi
baskara baskara... ternyata kamu hanya alat🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
Ikrar namanya Bun....
Om yg di panggil Bask ?🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
oalah si Baskom ternyata hanya pion yg di mainkan....
jd orang ini yg di panggil Om dalang yg sesungguhnya .... dia iri dan dendam sama papa Wisnu Adiguna ...jadi dia gunakan Bask sebagai alat untuk balas dendamnya dgn kasih tau penyebab meninggalnya orang tua si Bask... keknya gitu mungkin ...ya taa 🤔
ntah kah ya ...cuzz lanjut baca 🤭✌🏻
Sari Hastuti
ternyata aksi bls dendam toh
Nunung Nurul hikmah
makin keren nih cerita nya gk boleh kelewat dikit...lanjut
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Jangan mudah percaya Bas, siapa tau si om itu cuma memanfaatkan kamu dengan memfitnah keluarga Adiguna,.padahal sebenarnya si om itu yang punya dendam pribadi pada keluarga Adiguna. Atau kalaupun benar memang ada sesuatu yang terjadi dimasa lalu bisa saja kan itu karena memang kesalahan ayahmu sendiri. blcoba selidiki dengan sebenar²nya. Baiknya dimaafkan saja, tidak baik memupuk dendam, kan selama.ini juga kamu sudah jadi anak angkat keluarga tersebut, dirawat dengan baik. Bahkan diberi kepercayaan untuk mengurus perusahaan.
Ria alia
Kaya’y c baskara dibohongi c aki tua bangka itu deh 🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
jd sekarang kamu jangan bingung lagi ya Ay..... kalo yg manggil namamu Ay..... berarti yg ada di raganya Aryan itu Saka.....tp kalo yg manggil kamu dgn Yura berarti itu Aryan ato Kala....jd kamu bisa menentukan sikap dan akan tau kamu berinteraksi dgn sapa orang yg di hadapanmu.....ya Yur... ouwkeiii kan sekarang 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!