Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

Sinar matahari pagi menembus celah-celah pilar naga berlapis emas di Aula Keagungan Agung. Udara dingin musim dingin yang membeku di luar seolah tak sanggup mendinginkan ketegangan yang membara di dalam ruangan. Seluruh menteri, pejabat tinggi militer, dan para pangeran berdiri berderet rapi sesuai tingkatan derajat mereka, mengenakan jubah keagungan resmi kekaisaran.

Di hadapan Singgasana Naga, Kaisar Yang Mulia duduk tegap diampingi Ibu Suri. Wajah sang penguasa kekaisaran memancarkan kepuasan yang amat mendalam.

"Panggil Istri Pangeran Ke-7, Xiu Ying, dan Pangeran Zhen Yu memasuki aula!" pengumuman Kasim Utama bergema nyaring membentur dinding-dinding marmer.

Pintu gerbang kayu cendana terbuka lebar. Xiu Ying melangkah masuk dengan keanggunan yang tiada tara. Ia mengenakan gaun keagungan sutra marun berbordir benang emas bermotif burung feniks—pakaian yang menegaskan kedudukannya sebagai bangsawan tinggi. Di sampingnya, Pangeran Zhen Yu berjalan dengan jubah birunya, menggenggam sebatang kayu ukir berbentuk burung dengan jemarinya yang terampil, melangkah sambil memiringkan kepala dengan raut wajah polos.

Saat pasangan dari Istana Ke-7 itu melangkah menyusuri karpet merah, kasak-kusuk tawa kecil dan ejekan bernada miring mulai terdengar dari barisan pangeran, khususnya faksi yang memihak Putra Mahkota.

"Lihatlah Pangeran Ke-7 kita," bisik Pangeran Ke-8 seraya mengibaskan kipasnya dengan kekeh sinis di belakang Pangeran Ke-4. "Di hari seagung ini, ia masih saja sibuk membawa mainan kayu konyol. Jika bukan karena kejeniusan istrinya, mana mungkin pria idiot seperti dia sanggup berdiri di Aula Kekaisaran ini?"

Pangeran Ke-4 menyunggingkan senyum dingin penuh penghinaan, melipat tangannya di dada. "Adik Ke-8 benar. Sungguh kasihan Istri Pangeran Ke-7. Wanita Secerdas itu harus bersanding dengan beban kerajaan yang bahkan tak tahu cara memberi salam dengan benar di depan Ayahanda Kaisar."

Ejekan-ejekan halus itu berbisik bagai desir angin muson, sengaja dikencangkan agar terdengar oleh pasangan tersebut. Namun, Xiu Ying sama sekali tidak goyah. Senyum anggunnya tetap mengembang, kepalanya terangkat tinggi penuh percaya diri. Di sampingnya, Zhen Yu yang pura-pura fokus pada mainan kayunya diam-diam menyunggingkan seringai amat tipis yang tak terlihat oleh siapa pun.

Tertawalah sesuka kalian, para serigala konyol, batin Zhen Yu dingin. Sebentar lagi, kalian sendirilah yang akan berlutut di bawah kaki istriku.

Xiu Ying dan Zhen Yu berhenti tepat di tengah aula, berlutut memberikan salam penghormatan tertinggi.

"Hamba Zhen Yu dan Istri memberi salam kepada Ayahanda Kaisar dan Ibu Suri! Semoga Ayahanda Kaisar dan Ibu Suri dianugerahi kesehatan dan kejayaan abadi!" seru Xiu Ying dengan suara jernih nan merdu yang memenuhi seluruh ruang aula.

Zhen Yu ikut menundukkan kepalanya, celotehnya terdengar riang. "Yu-er ikut memberi salam! Ayahanda Kaisar, burung kayu Yu-er bisa terbang!"

Kaisar terkekeh hangat melihat keluguan putranya, lalu mengibaskan tangannya santai. "Bangunlah, Anak-anakku! Hari ini, sidang kekaisaran digelar khusus untuk memberi penghargaan atas jasa luar biasa yang telah kalian persembahkan bagi Negeri ini!"

Kaisar berdiri dari Singgasana Naga, menatap seluruh menteri dengan pandangan tajam dan penuh wibawa.

"Beberapa minggu terakhir, wabah dingin mematikan melanda rakyat kita. Di saat kedai-kedai obat milik para bangsawan dan saudagar serakah menaikkan harga hingga membunuh ribuan rakyat jelata..." Kaisar melirik tajam ke arah Pangeran Ke-4 dan menteri-menteri kubu Keluarga Xiu yang langsung menunduk takut. "...Istri Pangeran Ke-7, Xiu Ying, justru membuka cabang utama Kedai Obat Kebajikan. Ia membagikan puluhan ton obat secara gratis dan menyelamatkan jutaan nyawa rakyat dari cengkeraman kematian!"

Ibu Suri mengangguk setuju dengan Binar mata penuh kebanggaan. "Jasa Xiu Ying bukan hanya menyelamatkan rakyat, tetapi juga menjaga stabilitas dan kedamaian kekaisaran ini dari ancaman pemberontakan. Wanita berhati mulia dan cerdas seperti ini adalah perhiasan sejati Kerajaan!"

Kasim Utama melangkah maju membawakan gulungan Titah Emas Kekaisaran.

"Dengarkan Titah Kaisar!" teriak Kasim Utama melengking. Seluruh pejabat dan pangeran di aula seketika berlutut tegap.

"Atas kebaikan, keberanian, dan kecerdasan yang tak tertandingi dalam menyelamatkan rakyat kekaisaran dari wabah nasional, Kaisar Yang Mulia menganugerahkan gelar resmi 'Putri Dermawan Agung' (Xian Zhi Zhu)' kepada Xiu Ying! Tak hanya itu, Kaisar memberikan hak mutlak dan monopoli penuh atas Pengelolaan Seluruh Suplai Obat dan Perdagangan Herbal di Wilayah Utara Kekaisaran kepada Istana Ke-7!"

BUM!

Pernyataan itu bagaikan dentuman petir yang menggelegar di atas kepala Pangeran Ke-4 dan seluruh sekutunya!

Kasak-kusuk heboh seketika pecah di seluruh barisan pejabat!

"Gelar Putri Dermawan Agung?!"

"Astaga! Hak pengelolaan suplai obat seluruh Wilayah Utara?!"

"Itu adalah wilayah paling strategis dengan sumber daya herbal terbesar di kerajaan! Pengaruh finansial Istana Ke-7 kini benar-benar tak terbatas!"

Pangeran Ke-4 terbelalak lebar, wajahnya yang tadinya penuh penghinaan mendadak pucat pasi bagai mayat. Napasnya memburu, jemarinya mengepal keras di dalam lengan baju mewahnya hingga kuku-kukunya hampir merobek kulit. Wilayah Utara adalah pilar kekuatan yang selama ini diincarnya! Bagaimana bisa otoritas sebesar itu diserahkan begitu saja kepada wanita dari Istana Ke-7?!

"Ayahanda Kaisar! Hamba mohon pertimbangan!" seru Pangeran Ke-4 tiba-tiba, melangkah maju dari barisannya dengan wajah memerah menahan murka. "Memberikan monopoli suplai obat seluruh Wilayah Utara kepada seorang wanita... bukankah itu terlalu berlebihan?! Bagaimana jika Istana Ke-7 tidak sanggup mengelolanya?!"

Xiu Ying memutar tubuhnya perlahan, menatap Putra Mahkota dengan pandangan tenang namun dipenuhi dominasi yang amat mematikan.

"Putra Mahkota," buka Xiu Ying datar, suaranya bergema anggun di seluruh aula. "Di saat faksi Anda dan toko-toko obat Keluarga Xiu sibuk menimbun bahan obat demi menindas rakyat, saya telah berhasil membawa puluhan ton obat menembus badai es Pegunungan Utara tanpa cacat sedikit pun. Jika saya sanggup menyelamatkan jutaan rakyat di tengah puncak badai terburuk, mengapa Anda meragukan kemampuan saya mengelola Wilayah Utara di masa damai?"

"Kau—!" Pangeran Ke-4 tercekat. Lidahnya mendadak kaku, tak sanggup membalas argumentasi tajam dan bukti nyata yang dipaparkan Xiu Ying.

Para menteri senior di barisan depan mengangguk-angguk setuju. "Nyonya Xiu Ying benar! Prestasi beliau sudah terbukti secara nyata!"

Kaisar menatap Pangeran Ke-4 dengan pandangan dingin dan penuh teguran. "Cukup, Putra Mahkota! Keputusan Ini sudah bulat! Keputusan ini adalah kehendak Langit dan bentuk keadilan bagi rakyat!"

Kasim Utama maju menyerahkan Segel Emas Kekaisaran dan Peta Wilayah Utara ke atas nampan sutra. Xiu Ying menerima hadiah itu dengan senyuman anggun, membungkuk hormat.

"Hamba mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri! Hamba bersumpah akan menjaga amanah ini demi kejayaan kekaisaran!" seru Xiu Ying tegas.

Di sampingnya, Zhen Yu menepuk-nepuk tangannya dengan raut wajah sangat gembira yang polos. "Wah! Segel emasnya bagus sekali! Kakak Cantik dapat hadiah besar dari Ayahanda!"

Namun, di balik kehebohan tawa keluguannya, mata pekat Zhen Yu melirik ke arah Pangeran Ke-4 yang berdiri gemetaran menahan malu dan kekalahan telak. Legitimasi dan martabat Xiu Ying di mata kekaisaran kini telah melambung tinggi—bahkan kedudukannya kini sejajar dengan kehormatan para permaisuri dan bangsawan tertinggi di istana.

Faksi Keluarga Xiu dan kubu Putra Mahkota telah kehilangan daya tawar mereka sepenuhnya di hadapan publik dan kaisar.

Saat acara pemberian penghargaan selesai, para menteri berbondong-bondong mendekati Xiu Ying untuk memberikan selamat dan mencari muka. Xiu Ying menyambut mereka dengan senyuman diplomatis yang cerdas.

Zhen Yu menggenggam erat tangan halus istrinya di antara kerumunan pejabat. Dari balik bayangan jubahnya, Zhen Yu berbisik amat pelan di dekat telinga Xiu Ying, menggunakan suara aslinya yang berat dan hangat:

"Selamat, Putri Dermawan Agungku..." bisik Zhen Yu dengan pendar cinta yang membara. "Panggung kekaisaran ini... kini telah resmi menjadi milikmu."

Xiu Ying menoleh, menatap mata pekat suaminya, lalu menyunggingkan senyuman paling manis yang mengukuhkan dominasi pasangan penguasa tersebut di lingkaran tertinggi kerajaan.

( Bersambung)

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!