Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Keluarga Cemara

Mesin mobil berhenti, balik pintu kemudi mulai terbuka perlahan, menegangkan Naya dan Azarin di sampingnya.

Kaki Dean keluar lebih dulu, diiringi tubuh tinggi tegapnya yang semakin menyudutkan Azarin.

Dada wanita itu bergetar hebat. Belum juga melihat wajahnya, ia sudah deg-degan duluan.

Hingga kini, wajah Dean terlihat dengan jelas di mata Azarin.

Untuk sesaat waktu seolah berhenti berjalan.

Lagi-lagi mata tajam penuh seleksi itu. Azarin benar-benar tak sanggup terus bertatapan dengannya.

Naya tersenyum tipis, ia tarik Azarin dari belakangnya, mendekat ke hadapan Dean.

"Nah, bawa temanku, gratis kok ga bayar, tapi nanti balikin, jangan sampe lecet."

Azarin tatap temannya malas. Bisa-bisanya Naya mendefinisikan dirinya bak barang sewaan.

Dean terkekeh kecil, berdiri di samping Azarin.

"Tenang saja, akan ku kembalikan nanti."

Naya tersenyum tipis, ia tepuk bahu Azarin beberapa kali pelan.

"Semangat lho....Jangan malu-maluin." kekeh Naya, yang menghadirkan delikan tajam dari temannya.

Dean celingak-celinguk ke sekeliling, "Mana Mia?"

Naya dan Azarin kompak membulat.

"Ahh...Mia sama putraku, Azril. Kalian berangkat aja berdua. Soal Mia biar jadi tanggunganku."

Kening Dean mengerut kecil, "Aku ingin membawanya sekalian."

Mendengar itu melototlah mereka berdua, saling berpandangan.

Azarin menggeleng cepat.

"Ng-Ngga usah!"

Tentu saja!

Putrinya adalah gadis yang mudah tertarik, liat barang dikit ambil, liat toko bagus dikit, masuk. Liat baju bagus kalo ga di turutin bakal nangis kek gangsing muter di lantai. Benar-benar merepotkan.

Apalagi beberapa hari ini Azarin membatasi uang harian Mia, pasti sekarang putrinya itu bakal beli ini itu untuk balas dendam karena tidak di turuti ibunya.

Dean tersenyum tipis, "Tidak papa. Bagaimanapun Mia akan menjadi putriku juga."

Damn bro.

Azarin dan Naya melotot bersamaan.

Azarin sampe terbatuk dan tersedak.

Di dalam tenggorokannya entah kenapa seperti ada segumpalan angin yang sulit masuk hingga membuat pernafasannya berhenti mendadak, lalu terbatuk hebat.

Dean yang khawatir langsung meraih bahu Azarin, mengelus punggung untuk sedikit menenangkannya.

"Kamu tidak apa-apa?"

Azarin mundur perlahan, menggeleng lemah, ia sentuh lehernya yang terasa kebas.

"Ngga, gapapa."

Bersamaan dengan itu Mia dan Azril berlari ke arah mereka dengan tembak-tembakan dari batang daun pisang buatan Pak Sapno tentunya. Mengarahkannya pada Dean.

"Piu....piuu....! Kak Azlil tembak!"

"Piu..piu...! Piu, piu, piu...!!" seru mereka berdua lagaknya udah kek penembak jitu profesional.

Naya spontan tepuk jidat, sementara Azarin meringis kikuk, segera menarik Mia ke dalam pelukannya.

"Ehehe....maaf yah, tuan." ringis wanita itu malu.

Dean tersenyum tipis, "Gapapa, mereka cuma anak kecil." seraya menggendong Azril santai.

Mia melihat cuma Azril yang di gendong itu melotot. Ia segera turun dari gendongan ibunya, lalu berlari menarik-narik kaki Azril untuk turun.

"Azlil tulun! Tulun! Aku yang sehalusnya di gendong! Ini papa ku!"

Lagi-lagi Azarin harus dilanda batuk yang menggila, nyaris meledakkan tenggorokannya saja.

"Bocah ini!"

Dean mendengarnya tak sanggup menahan tawa. Ia lantas meraih Mia dengan tangan satunya, menggendong mereka berdua bersamaan.

"Humph! Ini papaku!" seru Mia sinis ke arah Azril, seraya memeluk leher Dean erat.

Azril yang kesal lantas menoleh ke arah mamanya, memanyun sedih.

"Ma...Azlil juga mau papa balu kaya Miaa..."

Naya lagi-lagi dibuat tepuk jidat. Bisa-bisanya mereka berlaga santai seperti itu di depan top bisnis seperti Dean.

Ia bahkan tidak bisa menebus baju yang mereka berdua buat kusut.

Dengan canggung Naya raih Azril dari gendongan Dean, merunduk hormat, "Maafkan putraku, tuan. Dia sudah membuat bajumu kusut."

Dean tersenyum menggeleng, "Gapapa, Azril kan anak baik. Lagian baju kusut bisa di setrika lagi, bener ga Azril?"

Yang tentu dibalas anggukan antusias anak kecil itu.

Kini fokus Dean teralihkan pada Mia yang terus bergelantungan manja di lehernya.

"Mia."

"Iya papa."

Azarin refleks menarik tangan putrinya.

Dean tersenyum, "Gapapa, benar kok."

Yang semakin membuat Azarin tak punya muka saja, menatap kesal putrinya yang mengabaikannya itu.

"Mia mau papa ajak jalan-jalan ngga? Nanti kita beli semua yang kamu mau, okey?"

Mendengar itu bola mata Mia langsung berbinar, mengangguk heboh.

"He'um! Mia mau, Mia mau...!"

"Mama pelit papa, mama gamau beliin Mia mainan! Mia mau cama papa aja! Papa pacti banyak duit kan?"

Dean tak sanggup menahan tawa kecilnya.

Ia raih hidung Mia, menoelnya pelan.

"Gadis pintar... Putri papa memang pintar."

"Yeee...!!! Mia punya papa! Papa Dean papa Mia!" seru Mia heboh, mengangkat kedua tangannya ke atas tinggi-tinggi.

Naya tersenyum haru melihatnya. Akhirnya Mia bisa mendapatkan sosok ayah yang begitu baik.

"Mama juga cali papa balu." bisik Azril di telinga ibunya, yang langsung mendapat decakan dari Naya.

Azarin tatap Naya genit, menoel siku Naya menggoda.

"Tuh Nay, lampu hijau tuh." bisik Azarin.

Naya balas menyikut lengan Azarin kesal.

"Alah udah...jangan makin kompor kamu deh!"

"Sepupuku juga masih lajang. Nanti aku rekomendasikan padamu." kekeh Dean dengan santainya.

Melongo Azarin dan Naya disitu.

Mereka benar-benar takjub!

Seorang lelaki yang kaku dan sedikit kolot di depannya ini mau jadi mak comblang?!

"Ahh...ahahaha!" Naya garuk tengkuk lehernya gugup, "Tidak usah, tuan. Sudah kalian berdua nikmati jalan-jalannya yah, dahh!!" seru Naya seraya mendorong punggung Azarin ke sisi Dean.

"Ishh! Kamu ngapain!" decak Azarin, yang tentu tidak di dengarkan oleh temannya.

Naya menepuk tangan puas. Menatap calon keluarga Cemara yang baru di depannya.

Dimana sahabatnya, berdiri di samping Dean yang bertubuh tinggi kekar dengan Mia di gendongannya.

Belum lagi background mobil mewah di belakang. Menjadi spot terbaik untuk Naya foto.

CEKREKK!

"Aihhh mantap! Tinggal di cucikan pajang di warung makan. INI LHOO CALON NYONYA KELUARGA BESAR PEBISNIS TERKAYA DI INDONESIA!!"

Yang langsung mendapat geplakan maut Azarin.

Azarin jadi makin tak punya muka di depan Dean.

Udah anaknya ngrepotin, sahabatnya kang kompor. Ada aja yang bikin dia malu.

Sementara pria itu sama sekali tak merasa risih. Ia justru sangat senang bisa di terima oleh mereka.

"Yasudah, kami berangkat dulu. Azril mau ikut?" tanya Dean.

Yang langsung dibalas gelengan kuat Naya. Membawa mundur putranya.

"Ti-tidak usahh tuan beneran deh! Nanti yang ada jalan-jalan kalian keganggu kalo ada duo bocil kematian di gabungin." kekeh Naya heboh.

Dean tersenyum tipis, membenarkan sedikit posisi Mia di gendongannya.

"Baiklah jika begitu. Azril." panggil Dean.

Bocah kecil itu segera menoleh, "Caya, Om."

"Azril jangan berkecil hati yah, nanti Om ajak jalan-jalan juga, okey?"

Ditawari hal menarik tentu saja Azril mengangguk heboh.

Di tambah Mia juga tak kalah heboh karena akhirnya bisa jalan-jalan juga dengan Azril.

"Yee...! Yee...! Kita jalan jalan! Kita jalan-jalan!" seru gadis kecil itu.

Mereka berdua segera berpamitan. Masuk ke dalam mobil. Lalu melaju pergi meninggalkan area kontrakan.

Naya tatap haru mobil yang melaju menjauh itu.

"Selamat, Azarin. Kamu selangkah lebih maju sekarang."

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!