Indonesia
NovelToon NovelToon
Salman Prakarsa

Salman Prakarsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."

Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perjanjian lelaki

Siang itu...

matahari tepat berada di atas kepala, memancarkan terik yang membakar kulit. Jalanan tanah desa yang berdebu menjadi saksi bisu perjuangan terakhir Salman Prakarsa di tanah kelahirannya. 2 anak manusia membawa beberapa karung padi pada sepedanya.. Beban berat itu membuat ban sepeda tua mereka melesat amblas ke dalam tanah kering. Karsa yg menuntun stang sepeda di depan dengan urat-urat lengan yang menegang, dan budi yg mendorong dari belakang sekuat tenaga, memastikan karung-karung goni itu tidak merosot jatuh.

Setelah sampai pada pengepul padi di ujung desa, tumpukan karung hasil panen peninggalan ibunya itu ditimbang satu per satu. Karsa menatap angka timbangan dengan saksama. Setelah transaksi selesai,

Karsa pun menerima uang yg cukup banyak..

lalu dia masukkan ke dalam dompet usangnya yang kini terasa tebal. Modal untuk bertaruh di kota kini sudah di tangan.

Sebelum pulang, Karsa mengajak Budi berhenti sejenak. Dia langsung pergi kewarung dekat gudang tengkulak untuk membeli perbekalan terakhirnya. Dia beli 4 bungkus mie instan sebagai pengganjal perut di rumah nanti. Kali ini dia mencoba beli rokok filter.. Sebuah perubahan kecil yang menandakan bahwa dia siap meninggalkan identitas rokok kretek desanya demi menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan kota yang akan dia hadapi besok.

Sesampainya dirumah..

suasana teras terasa sunyi saat mereka berdua melepas lelah setelah mengangkut berkarung-karung padi. Karsa menatap sahabat sejatinya itu dengan pandangan serius.

"Bud besok aku pergi ke kota.." kata karsa..

Budi tidak terkejut. Dia sudah tahu panggilan telepon kemarin sore adalah tiket emas untuk sahabatnya. Budi pun tersenyum lebar, menepuk pundak Karsa dengan tulus tanpa ada rasa iri sedikit pun. "Semoga sukses ya.. Ingat dikampung masih ada aku," kata budi. Sebuah jaminan bahwa Karsa tidak pernah benar-benar sendirian di dunia ini.

Karsa terdiam sejenak, mengembuskan napas panjang sebelum mengutarakan hal penting yang mengganjal di kepalanya tentang aset terakhir keluarganya.

"Eh bud boleh aku minta tolong.."

"Bilang saja," kata budi.. Namun tangannya mulai maju dan mengambil sebatang rokok filter dari bungkus baru yang diletakkan Karsa di atas meja. Dengan santai Budi menjepit rokok itu di jarinya, menunggu kelanjutan kalimat Karsa.

"Untuk 1 petak sawahku, biar kamu aja yg garap. G usah bagi hasil," kata karsa.. Dia ingin sawah warisan ibunya tetap terawat, dan dia mempercayakan aset berharga itu sepenuhnya pada Budi tanpa mau mengambil keuntungan sepeser pun.

Budi langsung mengernyitkan dahi, menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan tawaran yang terlalu menguntungkan dirinya. "G bisa gitu," kata budi.. Sifat jujurnya menolak untuk memanfaatkan situasi sulit sahabatnya.

"Yah g pp. Asal kamu 2x sebulan lihat rumahku aja," kata karsa.. Karsa memotong keberatan Budi dengan memberikan tugas tambahan sebagai ganti "upah" menggarap sawah tersebut. Dia hanya ingin memastikan rumah peninggalan ibunya tidak terbengkalai selama dia mengadu nasib di kota.

Mendengar syarat yang sangat mudah itu, Budi akhirnya melunakkan sikapnya. Dia menyalakan rokok filter pertamanya siang itu. "Ah klo itu sih aman aja," kata budi..

"Kita sepakat," kata karsa...Sebuah jabat tangan erat dilemparkan. Kalimat tegas itu seolah menutup siang itu dengan perjanjian 2 lelaki yang saling memegang komitmen. Sawah dan rumah kini sudah aman di bawah penjagaan Budi. Besok pagi, langkah Salman Prakarsa menuju kota besar akan dimulai tanpa ada lagi penyesalan yang tertinggal di belakang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!