Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maroon

Sekitar jam 4 sore, Tiyas terbangun. Namun tubuhnya terasa berat karena ternyata tangan suaminya berasa di atas perutnya. Posisi Zain saat ini tengah memeluknya.

"Mas... mas... "

"Hem... "

Sahut Zain yang masih dalam keadaan memejamkan mata.

"Mas, sudah sore."

"Jam berapa?"

"Jam empat."

Zain bukannya melepaskan pelukannya, namun semakin mempereratnya.

"Mas... "

"Iya, lima menit lagi kita bangun."

Tiyas pun tak bersuara lagi. Ia justru memandang wajah suaminya itu. Bahkan tangannya sudah berani untuk mengusap pipi Zain.

"Sayang, jangan diteruskan, nanti aku nggak jadi bangun lho!"

Tiyas pun langsung menurunkan tangannya.

"K-kalau begitu ayo cepat bangun!"

Zain pun bangun.

"Mau mandi bareng?"

Wajah Tiyas langsung berubah.

"Tidak-tidak, Mas mandi duluan saja! Aku mau beresin tempat tidur."

Zain pun mengecup pipi istrinya lalu pergi ke kamar mandi.

Tiyas menyentuh pipinya itu sambil mengulum senyum.

"Ternyata dia manis sekali." Batinnya.

Tidak lama kemudian, Zain keluar dari kamar mandi. Lalu ganti Tiyas yang masuk ke kamar mandi. Sementara itu, Zain menunggu istrinya untuk shalat jama'ah.

Ummi dan abi sedang duduk di taman depan rumah sambil menikmati udara sore.

"Ummi, anak dan menanti kita belum kelihatan turun ke bawah."

"Ya biarkan saja, abi. Namanya juga pengantin baru. Abi dulu juga gitu kan. Nggak kenal pagi siang, sore, malam."

"Apanya itu? "

"Abi pura-pura nggak tahu apa amnesia?"

Abi pun terkekeh.

"Lagi pula belum tentu mereka begituan kan. Bisa saja mereka nonton TV atau ngobrol berdua di kamar."

"Ya siapa bilang mereka begituan, ummi? Kan tadi abi cuma tanya."

Tidak lama kemudian Zean pun muncul. Ia pamit untuk pergi ke luar dan mungkin akan pulang nanti malam.

"Ada acara apa, Zean?"

"Rapat pleno sama teman kampus, mau membicarakan soal reunian."

"Abangmu nggak ikut?"

"Kan abang bukan panitia."

"Oh... ya sudah hati-hati. Pulangnya nggak boleh di atas jam 10."

"Iya, abi. Kalau lewat satu menit nggak pa-pa kan, bi?"

"Lewat satu menit abi nikahkan kamu sama pilihan opa."

"Astaghfirullah... kejam sekali, abi."

Ummi hanya bisa menahan tawa melihat suami dan anaknya.

Zean pun mencium punggung tangan ummi dan abinya. Ia mengeluarkan mobil dari garasi.

"Bi, Kira-kira, siapa ya jodohnya Zean?"

"Abi sih yakin dia berjodoh sama pilihan opanya."

"Masa' sih? Buktinya sampai saat ini dia bahkan nggak mau meski cuma sekedar ketemu saja."

"Nggak tahu ya, mi. Pokoknya feeling abi mengatakan begitu. Entah bagaimana caranya."

"Mudah-mudahan Zean juga segera menikah biar kita hidup tenang. Soalnya anak itu selalu ada saja gebrakannya. Meski ummi tahu dia masih membatasi diri dengan aturan agama, tapi ummi juga takut, bi."

"Iya, mi. Tetap do'a kan saja terus. "

Ummi dan abi pun masuk ke dalam rumah.

Malam harinya.

Tiyas turun terlebih dahulu ke bawah karena ingin membantu bibi menyiapkan makanan. Zain masuk ke walk in closed karena ingin ganti baju. Entah kenapa dia penasaran dan membuka kemari Tiyas. Mata Zain terbelalak saat melihat baju haram digantung di dalam lemari. Ia melihatnya satu persatu. Ia bahkan sempat membayangkan saat istrinya mengenakan pakaian tersebut.

"Astaghfirullah... kenapa jadi mesum pikiranku ini. Tapi dia beli baju ini pasti bukan idenya sendiri. Pasti ini ummi." Zain menggelengkan kepala seraya mengulum senyum.

Setelah selesai memakai bajunya, Zain pun keluar dari kamar dan turun ke bawah. Mereka makan berempat.

Setelah selesai makan dan membantu membereskan piring yang kotor, Tiyas kembali ke kamar karena suaminya ternyata sudah kembali terlebih dahulu. Ia juga membawa segelas susu untuk suaminya.

"Lihatlah, bi! Kayaknya sekarang mereka sudah mulai betah di dalam kamar." Ujar ummi sambil tersenyum.

"Ya gimana nggak betah, ummi. Wong mereka punya misi."

"Hahaha... ih abi kayak detektif saja pakai misi segala."

Abi pun terkekeh.

Di dalam kamar, Zain sedang nonton TV.

"Mas, susunya."

"Iya, makasih."

"Sama-sama."

Tiyas berganti pakaian. Zain sudah membayangkan Tiyas akan memakai salah satu baju haram itu. Namun ternyata ia salah. Tiyas keluar dari walk in closed dengan memakai daster.

"Apa iya harus aku minta." Gumamnya.

"Hah... kenapa, mas?"

"Eh nggak, nggak pa-pa."

Tiyas masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Zain masih berpikir keras bagaimana caranya agar istrinya mau memakai baju itu.

Saat Tiyas keluar dari kamar mandi, Zain menghabiskan susunya yang sudah hampir dingin.

Ia melihat jam yang masih menunjukkan angka 8.

"Sayang, kemarilah!"

Tiyas pun mendekati suaminya.

"Ada apa, mas?"

Zain menarik tangan Tiyas sehingga tubuh Tiyas terjatuh ke pangkuannya. Sontak Tiyas terkejut.

"Ke-kenapa, mas?"

Zain melingkarkan tangannya je perut istinya.

"Boleh aku minta sesuatu?"

"Aku melihat ada baju di lemarimu."

"Kan, memang banyak bajuku."

Zain mengulum senyum mendengar jawaban istrinya yang polos. Ia berbisik di telinga istrinya.

"Baju yang seksi warna maroon sepertinya cocok dipakai malam ini."

Pipi Tiyas langsung merah. Ia merasa malu.

"Mas, baju itu bukan aku yang pilih tapi ummi."

"Nggak pa-pa, aku suka. Pakai ya."

"Tapi.... "

"Sssttt... menyenangkan hati suami itu pahalanya besar. Kamu tidak mau?"

Akhirnya Tiyas terpaksa mengangguk.

Zain pun melepaskan pelukannya. Tiyas turun dari pangkuan Zain dan melangkah pelan menuju walk in closed.

"Ya ampun... nggak banget ini. Kok bisa sih mas Zain buka lemariku? Mana dia minta dipakai lagi."

Tiyas membuka bajunya lalu mencoba memakai lingerie warna maroon.

"Astaghfirullah jadi kayak wanita malam. Hiii...geli " Tiyas geli melihat dirinya sendiri di depan cermin.

"Ndak, ndak bisa. Ini sih kayak nggak pakai apa-apa."

Tiyas berputar putar di depan cermin.

Karena merasa istrinya cukup lama tidak keluar, Zain akhirnya menyusul.

Ceklek

"Mas.... "

Tiyas langsung mengambil daster tadi sebagai penutup tubuhnya.

Zain semakin mendekat kepadanya. Riyas semakin mundur sampai terbentur ke lemari sebelah. Tatapan Zain seperti singa yang ingin menerkam.

Ia tidak bersuara, namun tangannya berhasil merebut daster dari tangan Tiyas.

"Mas, baju ibi ndak cocok. Aku mau ganti lagi."

Zain tidak menjawab. Ia langsung menggendong istrinya ala bridal style.

"Mas, lepasin!"

"Diam, sayang. Nanti jatuh!"

Ia menggendongnya sampai ke tempat tidur. Nafas Tiyas tersenggal-senggal. Zain tak berkedip memandan istrinya dari atas sampai bawah. Riyas hanya bisa menunduk malu. Tangan Zain mulai menyentuh kakinya lalu mengecupnya. Hal tersebut membuat tubuh Tiyas semakin merinding.

Sentuhan Zain semakin naik ke atas. Tubuh Tiyas merespon. Ia bahkan meremas rambut kepala suaminya yang saat ini sedang menjadi bayi kecil yang kehausan. Dan akhirnya terjadilah apa yang harus terjadi.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Supriatin
tks upnya thor 😍😍😍
Novita Sari
otw zain junior.lanjut thor
dewi rofiqoh
Zean, belum ketemu gk boleh kasih penilaian dulu.
Sri Supriatin
Cepet dapat momongan Zain nTriyas 🙏🙏
Teh Euis Tea
pasti ini penganten baru ngadon lg, mumpung sepi 🤭
Novita Sari
lanjut thor..
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Malu malu meong sampe sakit pinggang
Novita Sari
otw zain junior
Bunda RH: aamiin... 😇
total 1 replies
Bunda Idza
typo terus Thor....jamu nya jadi kamu 😅😅😅😅
Bunda RH: owalah, iya kak maklum matanya sudah min 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
Ha ha malu2 meong... Semoga jadi yah mbok calon cucu umi, jangan di gempur terus Zain... Yg malu2 doyan banget 👍👍🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkkk nagih katanya
total 1 replies
Tri Hastuti
lah.... nanggung amat yak udh abis
Bunda RH: yang nanggung bikin nagih kak 😄
total 1 replies
Tri Hastuti
siang panas2 makin panas kak
dewi rofiqoh
Zain udah ketagihan 🤭🤭
Bunda RH: ketagihan kue serabi 😂
total 1 replies
Teh Euis Tea
zain kejar setoran biar cepat kasih cucu buat umi dan abi makanya lembur trs🤭
Bunda RH: iya kak 😄
total 1 replies
rizky tria
lembur terus ya Zain 😁
rizky tria: gaspol terus 😂😂
total 2 replies
rizky tria
tidur siang aja ya bang 🤭
secret
duuhhh lnjuutt teruss pokoknyaaa🤭 lanjutt jg thorr upnya, semangaatt😍
Bunda RH: nggak ada bosannya ya 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
Lanjuuut thor... Pasti bakal cepet nambah cucu 👍👍😍😍
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Waah Kesukaan Warna Merah Maroon 😘🥰❤
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Zain ...Bukan Zean /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!