Rangga Bayu Wijaya selama ini menganggap bahwa sekolah hanya cukup datang dan belajar.
Selama dua tahun duduk di bangku SMU tak pernah sekalipun Rangga terlibat cinta atau sejenis nya.
Bagi Rangga, lebih mudah mengerjakan soal- soal kimia, fisika dan matematika daripada harus berurusan dengan makluk yg bernama wanita.
Tapi semua berubah saat muncul adik kelas yg membuat hatinya senantiasa berdetak.
Gadis berjilbab yg bahkan sudah mencuri hatinya saat pertama kali Rangga melihatnya.
Kehidupan sekolah Rangga tidak lagi kaku semenjak adanya Ara, dan mereka menjalin hubungan yg tak bernama.
Mampukah Rangga menaklukkan hati Ara, sedangkan muncul Lili( Jessica) kekasih kecil Rangga.
" Jessica hanya teman kecilku dan kau pemilik hatiku..."( Rangga Bayu Wijaya)
Lailia Nafeesa Antara
Gadis dengan sejuta pesonanya, dikelilingi pria-pria yg sangat protect padanya.
Gadis sholehah tapi cuek itu yakin bahwa Rangga adalah mas Aganya, tapi Rangga justru melihat cewek lain sebagai Lilinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaini Xiaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patahnya Hati Rangga
Bruughh!!!, brakkk!!!
Rangga menjatuhkan bobot tubuhnya pada bangku kelasnya dengan kasar. Dibantingnya tas di atas meja.
Semua murid dikelasnya menoleh ke arah Rangga. Heran....
Ya mereka heran, tak biasanya Rangga bertingkah seperti itu.
"Lo kenapa si bro???" Vino yg sedang menyalin catatan di mejanya terkejut bukan main.
Sementara Denis hanya melirik, dan tangannya mengulur, mengusap punggung Rangga memberikan ketenangan. Rayya terkesiap membetulkan letak kacamata yg melorot karena terkejut.
Rangga menelungkupkan kepalanya di meja. Tak menggubris semua.
Riuh terdengar ruang kelas itu. Bisik bisikpun mulai riuh terdengar.
"Wah ada yg gak beres ni.. kemaren aja seharian senyum-senyum sendiri macam orang gila sekarang marah gak tau sebabnya."
"Iya tingkah lakunya sangat berbeda dari biasanya"
"Ho oh gue juga sependapat sama lo!"
"Gue curiga deh si Rangga sedang jatuh cinta, secara ya... , senyum sendiri gak jelas, marah juga gak jelas, tingkah absurd macam itu apa dong kalo bukan jatuh cinta..."
"Iya..., setuju!! bisa jadi itu..."
"Wah.., penasaran gue siapa gadis beruntung itu"
"Antara beruntung dan ngenes sih, kalo dapetnya modelan Rangga yang jutekly abis gitu.."
"Yeee..biar jutek gue juga mau kali, mukanya yg tampan itu nilai plus, dan lo jangan lupa dia itu jenius, akan nutup sifatnya yg minus..hi..hi.."
Cewek-cewek kelas Rangga kasak kusuk membicarakan perubahan sikap Rangga.
*
Dengan malas Rangga, mengikuti langkah genk nya ke kantin.
Sesampainya disana mereka tinggal duduk dan menyantap makanan mereka. Ya..Natasha sudah meng-handle semua.
Natasha menyikut lengan Denis dan menunjuk Rangga dengan dagunya.
Denis menggeleng nggak ngerti.
"Ekhemm.., Nat lo kenal yg namanya Marvel nggak?" Rangga menatap Natasha memohon kejelasan.
"Marvel??? , maksudnya brothy Marvel??"
"Ya dia...!!!, siapa dia??"Rangga antusias.
Natasha baru akan membuka mulutnya tapi Vera segera menyela.
" Pangeran nya si Ara dia mah...., uh...keren abis, gantengly, tampanly, coolly, uh....brothy Marvel..cup..cup..."
" Idih gantangan juga brothy Brian...." seegah Natasha.
" B' Marvel itu yg udah matahin tangan kak Vino, sekaligus yg mematahkan hatinya juga"Vera
"Kak Marvel itu saingan berat kak Vino, dapetin Ara..." Hana mengeluarkan suara. Membuat Denis, Rayya dan Rangga terbelalak.
"Hah...kak Marvel....akkuh padamu, ganteng nya kebangetan..." Natasha memejamkan matanya sambil menopang dagu. Membayangkan wajah Marvel.
Denis mencubit pipinya gemas.
Rangga segera menoleh ke arah Vino.
Vino menghela nafasnya. Dia tau dari tatapan mata Rangga, sahabat nya itu butuh penjelasan.
"Eemmm, emang kak Rangga kenal kak Marvel??" lanjut Vera.
Rangga mengangguk.
"Gue ketemu dia di ruang Ara.."
"Wah...wah...perbaikan imun mata nih, cabut ke rumah sakit yuk guys, mau cuci mata gue" celoteh Vera, dan dianggukin Natasha. Hana hanya tersenyum.
"Lo gak ikutan terpesona Marvel Han.." Rayya yang menyimak dari tadi ikut bicara.
"Ngga..., gue mah setia, sekali bang Adnan tetap bang Adnan..."
"Heleh lagak lo...giliran ada bang Adnan aja nyali ciut macam kerupuk kesiram kuah lo!!!", Vera menjulurkan lidahnya, mengolok Hana.
"Jadi dia udah di Indonesia, trus Brian ada juga kah.." tanya Vino antusias.
"Siapa Brian?" tanya Rangga penasaran.
"Gebetan gue!!!," serobot Vera dan Natasha. Denis dan Rayya hanya tersenyum melihat adik ketemu gede mereka itu.
" Gue serius!!, siapa Brian..." tatapan dingin Rangga menusuk jantung mereka.
"Habis ini gak ada kelas kan, guru-guru rapat, kita ke belakang sekolah yuk.., gue ceritain semua." Vino beranjak menuju ke luar kantin dan diikuti para pasukan nya.
Sesampainya di belakang sekolah, mereka menuju bawah batang pohon besar disana dan duduk lesehan dengan posisi melingkar.
"Jelasin ke gue..." Rangga tak sabar.
Vino menepuk pundak Rangga berkali-kali.
"Saran gue lo mundur deketin Ara, gue tau lo suka dia..., tapi ini buat kebaikan lo.."
"What!!!, kak Rangga apa..?" teriak trio cewek itu tak percaya. Mereka tak percaya ini!!!, lagi-lagi....Ara selalu dikelilingi cowok super tampan dan ganteng. Ya ampun...beruntungnya si Ara batin mereka.
Rangga menatap Vino lekat. Ya...ucapan Vino benar, dia suka Ara awalnya, dan sekarang sudah ber evolusi menjadi cinta.
" Gue suka Ara dari dulu Ngga, dari gue masuk klub basketnya bang Adnan.." Vino mulai cerita.
"Tapi semua patah setelah kedatangan Marvel dan Brian..." lanjutnya.
" Mereka kembar, tapi sifat mereka bertolak belakang, Brian lembut karena dalam hak asuh ibunya, tapi Marvel keras dan tegas karena ikut ayahnya, mereka dari keluarga broken home" Vino menjeda ceritanya. Padanganya lurus ke depan.
" Beberapa tahun yang lalu mereka baru mengetahui kalau mereka adalah sepupu Ara, ayah mereka adalah kakak om Syakieb yg terpisah karena bencana alam di desanya"
"Kau tau, bang Adnan dan Ardi sangat proteksionis pada Ara, tapi Marvel dan Brian lebih dari mereka..." Vino menekankan kalimat terakhir nya.
Rangga menarik nafasnya gusar.
"Satu lagi Ngga, kalo kak Brian menyayangi Ara selayaknya dan posesif padanya selayaknya juga, tapi kalo Marvel..., dia melihat Ara sebagai perempuan bro...., Marvel cinta Ara bro, tingkat posesifnya sungguh parah"
"Betul kak, bahkan sudah sering kali teman lelaki kami kena geprek kak Marvel kalo berani gangguin Ara..." Hana membuka suara.
"Iya...inget nggak kak Hanan pernah masuk rumah sakit karena dibogem kak Brian" Vera bergidik ngeri mengingat nya. "Satu lagi Edo, kakinya patah di tendang Marvel karena berani menarik jilbab Ara sampai terlepas ya ngga Han..lo inget gak...."
Hana mengangguk mengingat kan.
"Itu sih salah Hanan, masa bawa anak gadis orang sampai malam..,padahal Ara udah memohon minta pulang..." Vino mengeram.
"Edo juga gak punya sopan santun, melepas paksa jilbab Ara, wajarlah lah Marvel hajar dia, gue juga marah lho"
Rangga melamun, hatinya sakit bagai disayat-sayat.
Dia mengingat bagaimana tadi tingkah Marvel yg tidur di pundak Ara.
Walaupun Ara berhasil memindahkan kepala Marvel ke bantal tetap saja Marvel menangkap tangan Ara dan meletakkan di kepalanya.
Dan membawa tangan Ara mengelus kepala Marvel.
"Ara memang sangat pantas dikerumuni cowok-cowok..., secara dia baik, cantik, sholehah, ramah, lemah lembut, dan banyak sifat baik lainya..." Hana bergumam sambil memasukkan permen ke mulut nya.
"Iya...nah kita...ha..ha.., hanya remahan rengginang di toples..." Natasha dan Vera tertawa lepas.
Denis menoleh kearah Natasha, tanganya terulur ke pucuk kepala gadis itu.
Puk..puk..., Denis menepuk pelan kepala Natasha.
"Kalo ini ditutup juga..., pasti sholehan dan cantik juga kayak Ara"
Natasha merasa wajahnya panas seperti terbakar api. Malu...malu banget. Denis ini so sweet orangnya.
Tapi Natasha selalu siaga, lawanya adalah buaya.
Terkadang di merasa GR dengan sikap Denis, tapi dia menipisnya.
Denis adalah Denis...si playboy.
"Gak akan!!!, gue gak akan mundur...., selama ini hanya Ara yang bisa mengobrak-abrik hati gue" desah Rangga mendesah sambil mengusap mukanya yg tampan.
"Baiklah kita akan kawal lo, kita sahabat, gue juga pengen lo punya pacar kali..." Rayya mencopot kacamata dan meniupnya berlagak kayak detektif.
Vino mengangguk setuju, walaupun dalam sudut hatinya masih tersimpan rapi nama Ara disana. Denis pun tak mau kalah, dia berdiri ditengah mereka.
"Oke bro, mulai hari ini perkenalkan gue, Professor cinta Denis akan menurunkan semua ilmu menaklukkan cewek kepada murid gue...Rangga Bayu Wijaya" Denis bergaya bak pangeran yg sedang memperkenalkan diri pada seorang putri.
Mereka bertujuh tertawa, Denis diserang oleh mereka dan menggelitiknya hingga berguling-guling.
Semua tingkah mereka sejak tadi diaamati oleh sesosok gadis yg bersembunyi di balik semak, sosok yg kini mengepalkan tanganya erat.