Indonesia
NovelToon NovelToon
Guruku Berubah Jadi ... Bocah

Guruku Berubah Jadi ... Bocah

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anggrek

Anak yang tak tahu siapa orang tuanya
Budak yang dianiaya dan diperjualbelikan
Hanya bertahan hidup dengan bernapas dan memakan makanan sisa
Setiap hari selalu ada luka dan luka lain yang bertambah

Hingga merasa dunia tak adil, lebih baik mati dari pada terus dipukuli
Di tengah keputusasaan, dia mengulurkan tangannya padaku. Sosok yang berjanji akan melindungiku, memberikanku senyum hangat untuk yang pertama kalinya.

Mungkin, mungkin aku bisa mempercayai meski hanya sekali, toh aku juga sudah berniat untuk mati. Jadi tak ada salahnya mencoba jalur baru bersama dengannya.

Bahagia datang, aku bisa tertawa tanpa beban sekarang. Guruku memberikan banyak cinta dan perhatian. Kupikir itu akan berlangsung selamanya, sampai kejadian itu terjadi ...

Guru ..., aku akan mencari keberadaan mu meski harus membolak-balikkan dunia ini!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Saat Ian menyuruh adiknya untuk istirahat dan mengambil alih tugas adiknya mengawasi keadaan bocah yang kemarin mereka temukan, Julius datang menyela. "Kalian saja yang beristirahat, biar aku yang menjaganya," kata remaja itu dengan wajah datar.

"Tapi Kak Juli pasti lelah," sela Rena tak setuju kalau Julius yang berjaga.

Julius tersenyum tipis yang sama sekali tak terlihat seperti senyum yang biasa dia lakukan saat gurunya ada di sini. "Aku tak bisa tidur, jadi lebih baik aku menyibukkan diri, kan?" tukasnya.

"Kalau lelah, bangunkan saja aku. Kita bisa berganti posisi kapan saja," tukas Ian maju sebelum adiknya bisa mengatakan sepatah kata pun lagi. "Ayo kita pergi, biarkan Juli menyibukkan diri dan jangan mengganggu," ajaknya menyeret sedikit paksa adiknya yang keras kepala. Rena terlihat ragu, dia terus melihat ke belakang. Tapi tak ada yang bisa dia lakukan.

Mungkin karena terlalu lelah, Julius tertidur sambil memegang tangan bocah yang masih tak sadarkan diri tersebut. Lenguhan kecil terdengar, sedikit mengusik tidur Julius yang memang tak terlalu lelap. "Kamu sudah sadar? Mau air?" tanya Julius segera berdiri menuangkan segelas air untuk bocah yang baru sadar dari pingsannya itu.

"Oi, bocah! Mana panggilan yang biasa kamu berikan padaku?" tanya bocah itu dengan suara khas anak kecil.

Julius menghentikan gerakannya, apa dia bermimpi, dia salah dengar atau bagaimana. Apa anak ini hanya bercanda saja. Di tengah kebingungannya, Julius kembali mendengar ocehan bocah itu. "Ehem, ehem, ya? Ada apa dengan suaraku?" suara itu terdengar sedikit bingung dengan dirinya sendiri. "Bocah, aku kenapa?" kepala kecil itu mendongak menatap Julius yang berdiri diam. "Ya? Apa apa dengan wajah mengerikanmu itu?!" tukasnya lagi.

"Guru?" tanya Julius dengan nada bergetar sekaligus tak percaya.

"Tentu saja aku gurumu! Memangnya kamu memiliki berapa guru sampai tak bisa mengenali satu-satunya gurumu ini, hah?!" tangan kecil itu menunjuk-nunjuk ke arah Julius.

Hening sejenak, bocah itu fokus melihat tangannya sendiri. Dia pun memeriksa tubuhnya. "Yak, aku kenapa? Ke mana tubuhku yang tinggi? Apa aku disihir?" pekik Jim yang berubah menjadi anak kecil terlihat kaget dengan keadaannya saat ini.

"Anda benar-benar guru?" tanya Julius tak percaya.

"Kamu mau bertanya berapa kali lagi, murid bodoh?" hardik Jim kesal. Dia sudah bingung dengan keadaannya sekarang, apa harus mempertanyakan hal yang menurutnya tak penting. Harus berapa kali dia mengatakan kalau dirinya benar-benar guru dari bocah kurang ajar dan bodoh satu ini.

"Syukurlah, syukurlah. Saya kira guru meninggalkan saya," tukas Julius merasa lega, dia menangis meski hanya sedikit. "Saya sudah mencari ke mana-mana, tapi saya masih tak bisa menemukan guru. Rupanya itu semua karena guru yang berubah penampilan," lanjut remaja itu terlihat lebih tenang dari pada tadi.

"Berubah penampilan apanya?! Aku ini menjadi bocah! Dasar murid bodoh!" ketus Jim mengomel.

"Tapi kenapa aku bisa berakhir seperti ini, Juli?" tanya Jim setelah beberapa saat dia berpikir.

"Saya juga tak tahu, guru. Tapi saya tetap senang karena guru tak meninggalkan saya," ucap Julius membalas.

"Ugh, ada yang lebih penting yang harus kulakukan untuk sekarang, Juli," kata Jim memegang perutnya dengan wajah serius.

"Apa itu, guru?" suasana entah mengapa berubah menjadi sangat serius.

"Aku lapar," cengir Jim yang kembali menjadi bocah. "Berapa lama aku tak makan sebenarnya?!" tukas bocah berjiwa orang dewasa itu ingin tahu.

"Cukup lama dan wajar kalau guru lapar. Sebentar saya ambilkan makanan untuk guru!" Julius pun segera ke dapur. Dia tak terlalu memikirkan apa penyebab gurunya berubah menjadi bocah, yang penting baginya gurunya tetap bersama dengan dirinya, entah itu sebagai apa dan bagaimana penampilannya, itu tak penting.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!