Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 : SARAPAN, TELEPON, DAN SUARA BAYI

...BAB 30...

...SARAPAN, TELEPON, DAN SUARA BAYI...

Di rumah besar keluarga Alessia, malam itu terasa jauh lebih panjang dari biasanya.

Alessia masih duduk di sofa ruang keluarga sambil memegang ponselnya. Layar ponsel itu terus ia perhatikan sejak beberapa menit lalu. Sama sekali tidak ada balasan dari Reyga.

Pesan terakhirnya masih terpampang jelas.

Alessia: Aku cuma ingin makan malam sama kamu. Papa hanya mengundangmu makan malam di rumahku...

Alessia menggembungkan pipinya. “Kenapa sih lama banget?”

Ia mengetik pesan baru.

Alessia: Reyga?

Menunggu. Tidak ada balasan.

Ia mengetik lagi.

Alessia: Kamu sudah tidur?

Masih tidak ada jawaban. Alessia menjatuhkan tubuhnya ke sofa. “Cowok ini benar-benar bikin kesal.”

Ia sebenarnya sudah terbiasa dengan sikap Reyga yang dingin. Namun akhir-akhir ini ia merasa lelaki itu mulai lebih mudah diajak berbicara. Terlebih setelah pesta ulang tahunnya. Menurut Alessia, itu adalah kesempatan besar.

Apalagi makan malam yang akan dilakukan akhir pekan nanti bukan sekadar acara biasa.

Ayahnya sendiri yang mengatur semuanya.

Dan Alessia tahu, Darmawan—ayah Reyga—juga memiliki rencana tertentu. Ia tersenyum membayangkan kemungkinan yang ada.

“Kalau Papa dan ayah Reyga memang mendukung kami...” gumamnya. Alessia menggigit bibir menahan senyum.

Namun karena Reyga tidak juga membalas pesannya, ia akhirnya mengambil remote televisi.

Televisi dinyalakan. Beberapa acara hiburan malam sedang menayangkan berita selebritas dan kehidupan para tokoh terkenal.

Alessia awalnya tidak terlalu memperhatikan. Sampai tiba-tiba sebuah foto muncul di layar.

Foto itu memang agak buram. Namun sosok lelaki yang sedang mendorong troli belanja cukup mudah dikenali.

Topi menutupi sebagian wajahnya. Masker juga menutupi wajah bagian bawah. Tetapi pakaian dan bentuk tubuhnya...

Alessia langsung duduk tegak. “Reyga?”

Pembawa acara televisi mulai membacakan kabar yang sedang ramai dibicarakan netizen.

“Belakangan ini beredar sebuah foto yang diduga memperlihatkan pembalap muda Reyga sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama seorang perempuan dan seorang bayi. Hingga saat ini belum diketahui siapa perempuan dan bayi tersebut.”

Alessia mengernyit.

Foto berikutnya muncul. Reyga terlihat sedang membawa beberapa kantong belanja.

Di sampingnya tampak seorang perempuan. Wajahnya tidak terlihat jelas. Bayi yang berada dalam gendongan juga hanya tampak dari belakang.

“Netizen mulai berspekulasi mengenai hubungan keduanya...”

Alessia mendengus. “Ah, paling juga gosip.”

Ia mengambil bantal lalu memeluknya. “Orang-orang memang suka membuat cerita.”

Namun tanpa disadari, tatapannya kembali terpaku pada foto itu. Seorang perempuan. Seorang bayi. Dan Reyga.

Alessia menggeleng cepat. “Tidak mungkin.”

Ia mematikan televisi. Lalu kembali melihat ponselnya. Tetap tidak ada balasan dari Reyga.

Alessia mendengus kesal. “Besok aku telepon saja dia.”

Alessia tidak tahu bahwa berita yang baru saja ia lihat akan kembali muncul dalam kehidupannya jauh lebih cepat daripada yang ia bayangkan.

****

PAGI HARINYA...

Pukul tujuh kurang sedikit, Amelia baru saja selesai sarapan ketika ponselnya berbunyi.

Reyga.

Amelia langsung mengangkat. “Halo?”

Suara Reyga terdengar dari seberang. [“Lo bisa datang lebih pagi hari ini?”]

Amelia langsung duduk tegak. “Sekarang?”

[“Iya.”]

Amelia melihat jam. “Kenapa? Bintang sakit?”

[“Enggak.”]

“Terus?”

Reyga diam sebentar. [“Gue lapar.”]

Amelia terdiam. “...Apa?”

[“Bikinin gue sarapan.”]

Amelia memejamkan mata. Ia hampir menjatuhkan ponselnya. “Reyga!”

[“Apa?”]

“Kamu bikin aku panik!”

[“Kenapa?”]

“Aku kira Bintang kenapa-kenapa!”

[“Bintang masih tidur.”]

“Terus kenapa harus pagi-pagi?”

[“Karena gue lapar.”]

Amelia menarik napas panjang. “Jadi kamu menyuruhku datang pagi-pagi hanya untuk memasak?”

“Iya.”

Amelia ingin mematikan telepon, kesal. Namun dari seberang terdengar suara Reyga santai. [“Kalau nggak bisa, bilang aja.”]

Amelia mendengus. “Bisa!”

[“Ya sudah. Gue tunggu.”]

Telepon terputus. Amelia menatap layar ponselnya dengan kesal. “Lelaki itu benar-benar...”

Namun beberapa menit kemudian ia sudah bersiap.

Saat Amelia tiba di apartemen Berry, suasananya masih tenang. Ia masuk setelah Reyga membukakannya.

“Pagi.”

“Pagi,” jawab Reyga.

Amelia langsung melirik kamar. “Bintang?”

“Dia masih tidur.”

“Berry?”

“Sudah bangun. Lagi mandi.”

Amelia menghela napas lega. “Terus kamu benar-benar cuma lapar?”

Reyga mengangguk. “Banget.” lalu duduk di sofa sambil memainkan ponsel lagi.

Amelia memutar bola mata. “Ya sudah aku masak dulu." Ia langsung masuk ke dapur.

Setelah membuka kulkas, Amelia menemukan beberapa bahan makanan yang masih cukup lengkap.

Ia akhirnya memutuskan membuat menu sederhana. Nasi hangat. Ayam goreng. Sambal kentang.

Aroma bumbu yang ditumis mulai memenuhi seluruh apartemen.

Reyga yang sedang duduk di ruang keluarga langsung mengendus-endus udara.

“Hmm. Wangi.”

Berry keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut. “Bau ayam goreng?”

Reyga mengangguk. Berry langsung tersenyum. “Wah, hidup kita sepertinya sudah mulai normal.”

Reyga menatapnya. “Normal dari mana?”

“Bangun pagi langsung ada yang masakin.”

Reyga terdiam. Berry menunjuk dapur. “Enak, kan?”

“Diam.”

Berry tertawa.

Tidak lama satu jam kemudian Amelia keluar membawa beberapa piring.

“Nah, sudah.”

Ia menata nasi, ayam goreng, sambal kentang, dan beberapa lauk tambahan di atas meja.

Reyga langsung berdiri dan menghampiri meja makan.

“Bintang belum bangun?” tanya Amelia.

“Belum.”

Berry tertawa. “Makan dulu sebelum pangeran kecil bangun.”

Sementara kedua lelaki itu sarapan. Amelia masuk ke kamar Bintang, dan bayi itu sudah terduduk dan mengoceh sendiri di atas kasur sambil mengemut mainannya.

"Eh, si kecil sudah bangun?!" Amelia segera menghampiri dan memangkunya mengecup pipi tembem Bintang berkali-kali.

Amelia membawa Bintang bergabung dengan Reyga dan Berry di meja makan. Niatnya ingin membuatkan susu. Tiba-tiba suara ponsel Reyga di atas meja bergetar.

BRRRR... BRRRR...

Reyga meliriknya. Nama yang muncul membuat ekspresinya berubah.

Alessia.

Berry langsung menyeringai. “Wah.”

Reyga mengabaikannya. Namun beberapa detik kemudian...

BRRRR... BRRRR...

Berbunyi lagi. Reyga tetap diam. Berry mulai tertawa. “Angkat, dong.”

“Gue malas.”

Telepon berhenti. Lalu berdering lagi. Reyga mengusap wajah.

“Dia nggak akan berhenti.” sahut Berry.

Amelia yang sedang membuat susu Bintang jadi kurang fokus. Entah kenapa nama Alessia di layar membuat perasaannya sedikit tidak nyaman.

Reyga akhirnya menghela napas. “Mel.”

Amelia menoleh. “Ya?”

“Lo aja yang angkat.”

Amelia membelalak. “Hah? Kok aku? Terus aku harus jawab apa?"

Reyga berdiri dan mengambil Bintang dari Amelia. “Bilang HP gue ketinggalan di kamar. Gue lagi pergi." katanya.

“Kenapa aku?”

“Gue lagi pegang Bintang.”

Berry menahan tawa. “Ini menarik.”

“Lo diam saja,” sahut Reyga.

Telepon kembali berdering. Amelia akhirnya mengambilnya. “Halo?”

Suara perempuan terdengar dari seberang. [“Reyga?”]

Amelia langsung gugup. “Eh... bukan.”

[“Lalu siapa?”]

Amelia menelan ludah. “Aku,...” Ia melirik Reyga.

Lelaki itu memberi isyarat agar segera menjawab.

“Aku pembantu di apartemen ini.”

Berry hampir tersedak. Reyga langsung menatap Amelia tajam.

Amelia buru-buru melanjutkan. “Pembantunya... Mas Berry.”

[“Oh.”] Alessia terdengar sedikit lebih tenang.

[“Reyganya ada Mbak?”]

“Barusan aja dia keluar. Ponselnya tertinggal di kamar.” jawab Amelia.

[“Kalau begitu nanti aku telepon lagi.”]

“Iya.”

Namun tiba-tiba terdengar suara kecil dari arah Reyga.

“Eee... aah... Ta ta ta, ba ba.” Bintang mengoceh.

Amelia langsung membeku. Alessia juga diam. [“Itu suara apa ya Mbak?”]

Amelia menatap Reyga panik. Reyga menatap balik. Berry menutup mulut menahan tawa.

Amelia menjawab terbata-bata. “Itu, anu suara... televisi.”

[“Televisi?”]

“Iya.”

Dari belakang terdengar lagi suara Bintang. “Eee... ba... ba...”

Alessia semakin curiga. [“Televisinya lagi menayangkan bayi?”]

Amelia langsung mencari alasan. “Iya acaranya... anak-anak." Amelia terkekeh kecil sambil menggaruk pipinya.

Berry menundukkan kepala karena bahunya sudah bergetar menahan tawa. Reyga malah hampir tersenyum.

Alessia bertanya lagi penasaran. [“Kamu siapa sebenarnya?”]

Amelia mulai panik. “Aku sedang bekerja, jadi...”

[“Bekerja sebagai apa?”]

“Sebagai...” Amelia melihat Reyga.

Reyga menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk Bintang. Amelia langsung memahami maksudnya. “Aku membantu mengurus apartemen.”

[“Oh.”] Namun Alessia masih belum sepenuhnya percaya.

Amelia buru-buru berkata, “Maaf, sebenarnya aku sedang sibuk. Nanti anda bisa menghubungi lagi.”

Sebelum Alessia menjawab, Amelia langsung memutuskan teleponnya.

Hening.

Tiga detik.

Tawa Berry pecah. “PEMBANTU?”

Amelia langsung memelototinya. “Terus aku harus bilang apa?!”

Reyga menahan tawa.

“Lo kan bisa bilang pengasuh Bintang.” jawab Berry.

“Terus kalau dia tanya soal Bintang siapa!”

Reyga terdiam, ia tak sempat berpikir tadi. Apa yang Amelia katakan barusan ada benarnya.

Berry tertawa semakin keras. “Benar juga.”

Amelia mengusap wajah kasar. “Jangan pernah suruh aku angkat telepon perempuan itu lagi.” kesalnya lalu memberikan kasar ponsel itu ke Reyga.

Reyga mengangguk. “Oke siap.”

*****

Namun di rumah Alessia...

Perempuan itu masih memandangi layar ponselnya.

Suara bayi tadi terus terngiang di kepalanya. Ia teringat lagi tentang berita yang ditontonnya semalam.

Reyga. Seorang perempuan. Dan seorang bayi. Dahinya mengernyit.

Alessia mengambil ponselnya lagi dan membuka berita tersebut.

Matanya menyipit. “Jangan-jangan...” Ia menggeleng. “Ah. Tidak mungkin.”

Namun untuk pertama kalinya, keraguan mulai muncul dalam pikirannya.

"Siapa perempuan yang bersama Reyga? Dan bayi itu sebenarnya milik siapa?"

Sementara di apartemen, Reyga dan Berry justru sudah duduk menikmati sarapan. Dan Amelia asyik menyuapi Bintang.

Tanpa mereka sadari bahwa satu panggilan telepon sederhana pagi itu baru saja membuka pintu menuju masalah yang jauh lebih besar.

Bersambung...

1
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
Mita Paramita
lanjut Thor 😈😈😈
Kayla Rane: siaaP ❤️😍
total 1 replies
Lisa
Lanjut donk Kak..makin seru aj nih..😊
Lisa
Ceritanya menarik banget 👍👍
Kayla Rane: terimakasih Kak Lisaaa❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!