Dua tahun yang lalu, dengan berat hati karena suatu hal yang harus dijalankan Karina memutuskan untuk keluar dari hati Rio. Hingga saat pertama kali Karina melamar kerja, dirinya dipertemukan kembali. Karina dihadapkan dengan kesepakatan kerja secara sengaja. Karena kedua masih sama-sama memiliki perasaan Karina pun mencoba memberi kesamaptaan dengan Rio. Tetapi siapa sangka semenjak menjalin hubungan justru semakin banyak orang mengusik keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal pilu yang pernah dirasakan
Suara ketukan pintu membuat Ibu Rio yang sedang menonton film langsung mematikan tv dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu. Ibu Rio yang baru saja membuka pintu menjadi senang dan langsung meraih tangan Rio dan Karina masuk ke dalam. ''Kalian kenapa tidak memberitahuku kalau ingin ke sini, anak ini juga seenaknya saja mematikan panggilanku.'' Tanya Ibu Rio yang mencubit pinggang Rio.
"Ibu sakit, sakit, kalau ibu kesepian kenapa ibu tidak menikah lagi saja haha.'' Rio yang sedang meledek ibunya.
Karina yang melihat Rio dan ibu nya sedang bercanda membuat Karina tertawa dan tiba-tiba merubah wajahnya menjadi sedih karena teringat dengan ibunya sedang di rumah kakek dan nenek Karina.
Rio yang sedang asik bercanda dengan Ibunya lalu menoleh ke Karina, Rio yang melihat Karina sedih langsung menghampiri Karina dan mengusap kepalanya. "Kamu kenapa, apa ada yang sakit?'' Tanya Rio yang menatap Karina.
"Tidak. Tante sudah makan belum? Karina tadi membuat sup, apa Tante mau coba?'' Tanya Karina yang masih menggandeng tangan Ibu Rio.
Saat melihat jam di tangannya yang sudah hampir pukul 8, Rio sontak berpamitan dengan Ibunya dan Karina untuk berangkat ke kantor. ''Ibu, aku titip istriku dulu ya?" Ucap Rio.
Ibu Rio yang mendengar langsung melirikkan matanya ke Rio dengan tajam. "Istri, Istri! Kamu saja belum melamarnya bagaimana bisa menyebutnya istrimu! Dasar bodoh!" Ucap Ibu Rio.
Rio yang sudah tidak ada waktu sontak berjabat tangan dengan Ibunya, Rio juga berpamitan dengan Karina lalu mencium keningnya. "Kalau ada apa-apa ingat beritahu aku, nanti sore aku akan menjemputmu.'' Sesudahnya berpamitan Rio langsung jalan keluar untuk berangkat ke kantor.
***
Rio yang sudah tiba di kantor dan sedang duduk di ruangannya, saat baru duduk tiba-tiba Citra perempuan yang diutus kakak Rio sendiri justru menghampiri Rio yang sedang di kantor.
Citra yang datang mengenakan dress merah dan memperlihatkan belahan dadanya membuat Rio menjadi geli, Citra juga membawa bekal yang langsung diletakan di meja Rio. ''Rio kamu belum makan bukan? Aku membuat sarapan ini sendiri, kamu coba ya?'' Ucap Citra.
"Terimakasih aku sudah makan, sekarang kamu bisa pergi.'' Rio yang merasa risih diam-diam mengirim pesan ke Joni agar memanggil security untuk mengusir Citra yang ada di ruangannya.
"Aku kesini hanya ingin mengantar makanan ini sekaligus meminta maaf padamu tapi ternyata kamu sudah makan'' Jawab Citra.
Rio yang mendengar Citra ingin meminta maaf dengan wajah mencurigakan, Rio hanya menanggapinya dengan wajah tidak peduli sembari menaikan satu sisi bibirnya.
"Permisi bos'' Ucap security yang di panggil Rio.
Rio sontak menatap sucurity dan menunjuk ke arah Citra yang sedang berdiri tepat di depan meja kerja Rio.
Security yang paham dengan maksud bosnya Sontak menarik tangan Citra dan menyeretnya keluar.
"Rio tunggu aku kesini untuk niat baik.'' Ucap Karina yang sedang ditarik secara paksa oleh security kantor.
Sesudah Citra pergi, Rio yang penasaran dengan makanan yang dibawakan Citra sontak membukanya dan mengambil gambar semua makanannya untuk dikirim ke Karina. Rio yang masih kenyang sontak memanggil Joni untuk datang ke ruangannya agar makanannya yang ada di mejanya bisa segera habis.
"Bos ku yang tampan kenapa memanggilku?'' Joni yang melihat ada banyak makanan dimeja bosnya langsung mengerling kan matanya.
"Cepat duduk, habiskan semua makanan ini. Ingat jika ada yang tersisa gaji bulan ini akan aku potong.'' Ucap Rio yang tertawa.
20 menit kemudian
Rio yang sedang bekerja kembali melihat Joni yang sedang kelelahan makan membuat Rio tertawa sampai sakit perut. ''Hahaha, Apa kamu bodoh? Aku hanya bercanda haha.''
Joni dengan mimik wajah sedih sembari menatap Rio langsung menghentikan makannya karena perutnya sudah tidak bisa menampung makanan lagi. ''Bos kenapa kamu sangat jahat dengan diriku''
Lelah tertawa membuat perutnya kaku dan hanya menggelengkan kepalanya karena melihat ekspresi Joni yang sedang memelas.
***
Karina yang merasa bosan dirumah Rio karena tidak melakukan apapun berinisiatif untuk melihat sekitar rumah Rio. Karina sedang berjalan melihat ada perpustakaan, Karina sontak menghampiri dan melihat banyak buku-buku yang tersusun rapih. Saat Karina mengambil satu buku yang ada di meja baca,Karina dengan tidak sengaja menjatuhkan satu buku, melihat buku yang terjatuh dilantai Karina langsung memungutnya kembali. Karina yang merasa buku yang dipegang itu menarik Karina duduk dan membuka buku yang sedang dipegangnya. Karina yang sedang membaca buku tiba-tiba melihat ada selipan satu foto yaitu foto Rio dan wanita yang tidak dikenali Karina. ''Siapa dia? sepertinya foto ini sudah lama.'' Ucap Karina yang sedang bertanya- tanya sembari berbicara sendiri.
Karina berpikir itu adalah teman sekolah Rio saat duduk di bangku SMA, langsung meletakan kembali di selipan buku dan menutupnya. Karina yang tidak mau berpikir yang tidak-tidak sontak menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan perpustakaan yang ada rumah Rio.
Ibu Rio yang sedang mengambil air minum dari dapur tidak sengaja melihat Karina yang sedang melihat sekeliling rumah. ''Karina kamu dari mana? Pasti kamu bosan ya?''
"Iya Tan, Karina tadi habis melihat lihat perpustakaan di sana'' Karina yang sedang menunjuk arah perpustakaan.
"Kamu istirahat saja dikamar atas, itu adalah kamar Rio. Kamu masuk saja tidak apa-apa.'' Ucap ibu Karina.
Karina yang penasaran dengan wanita yang berada di selipan buku tadi berinisiatif menanyakan pada Ibu Rio. "Iya terimakasih Tan, oh iya Karina boleh bertanya tidak?'' Karina dengan gugup.
"Tanyakan saja kenapa kamu ragu-ragu?'' Ucap Ibu yang sedang mengeryit kan alisnya.
"Tadi saat Karina melihat perpustakaan, Karina tidak sengaja menjatuhkan buku dan Karina membukanya ternyata didalam buku yang Karina pegang ada foto Rio bersama perempuan. Tante tau siapa itu?'' Karina dengan wajah penasaran.
Mendengar ucapan Karina, Ibu Rio sontak menatap Rio dan tersenyum lalu mengajak Karina untuk duduk di sofa sembari memegang tangan Karina. ''Dulu sebelum bertemu denganmu, Rio sempat suka dengan satu perempuan yang bernama Sarah, dia sangat baik dan perhatian dengan Rio hingga suatu hari ketika Sarah sedang mengendarai mobil dia mengalami kecelakaan dan meninggal. Tapi Karena hadirnya kamu di hidup Rio Tante sangat senang karena bisa melihat Rio tersenyum lagi, Terimakasih nak.'' Jawab Ibu Karina dengan mata berkaca-kaca sontak memeluk Karina dengan erat.
Karina yang tidak menyangka kalau Rio pernah mengalami hal yang menyakiti hatinya apa lagi melihat Ibu Rio yang menangis di pelukannya membuat Karina juga meneteskan air matanya sembari mengusap punggung Ibu Karina. ''Yang seharusnya berterimakasih itu Karina Tan, kalau tidak ada Rio mungkin Karina akan salah jalan.''
Sore hari
Rio yang sudah pulang dari kantor dan sampai rumah, Rio langsung masuk melihat rumahnya yang sepi Rio menjadi bingung dan berjalan ke kamar Ibunya. ''Ibu? Dimana Karina kenapa sepi sekali?'' Tanya Rio.
Ibu Rio yang duduk di ranjang tidurnya sembari memainkan ponsel, melihat Rio masuk langsung meletakkan ponselnya di kasur. ''Karina ada di kamarmu, tadi ibu menyuruhnya istirahat.'' Jawab Ibu Rio.
Mendengar Karina yang berada di dalam kamar Rio, Rio sontak tersenyum aneh ke Ibunya. ''Ya sudah ibu lanjutkan main ponselnya Rio ke kamar dulu ya?'' Ucap Rio yang membalikan badan dan berjalan sembari melambaikan tangannya.
"Hei! Kalau Karina tidur jangan bangunkan biar dia menginap disini saja.'' Ucap Ibu Rio yang meneriaki Rio.
Ibu Rio yang kembali mengambil ponselnya berbicara sendiri ''Dasar anak muda, aku tahu niatmu itu.'' Sembari menghela napas.
Aduh wak... aku yang malu ah
Aku merasa novel itu adalah kisah nyata di dunia dalam novel ini
Jaga jaga biar gak dipaksa Rio
Mungkinkah ada rasa
Typo