" Aku lelah menjalin hubungan dengan siapapun, jika kamu serius, langsung ke orang tuaku saja dan lamar aku " Ucapan seorang gadis yang begitu lantang saat menolak didekati oleh seoarang pria.
Annisa Larasati adalah seorang Bidan muda yang cantik, ramah dan periang. Namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu Laras menyimpan banyak luka didasar hatinya. Masalalu yang begitu kelam,. sebuah penghianatan dimasa silam, memaksanya untuk mengunci rapat-rapat hatinya dari siapapun.
Hingga suatu hari Laras bertemu dengan Adi Prasetyo Irawan yang sedang melakukan cek up di
Rumah Sakit. Pertemuan pertama itu rupanya membekas dihati Adi. sehingga ia berniat mendekatkan dirinya pada Bidan yang telah mencuri perhatiannya diawal bertemu.
Bagaimana perjuangan Adi dalam meluluhkan hati Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran
Setelah pertemuan Adi dan Laras beberapa hari yang lalu, Adi rupanya selalu dibayang-bayangi wajah cantik Laras setiap waktu. Hingga timbul dibenaknya rasa ingin jumpa kembali.
Malam itu, ketika pria tampan sedang duduk di teras menikmati indahnya malam, tiba-tiba Ia teringat akan sesuatu, sesuatu yang seakan mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Yah, tentu saja sesuatu itu berkaitan dengan bidan cantik yang bertemu dengannya waktu itu. Ah, entah mengapa gadis itu begitu menarik dimatanya. Padahal jika dibandingkan, bahkan banyak gadis yang jauh lebih cantik yang ia kenal di lingkungan perusahaan tempatnya bekerja. Tapi ada yang beda pada Bidan yang satu itu, Bidan yang dimaksud adalah Laras memiliki daya tarik yang begitu kuat. Apa itu, Adi sendiri sebenarnya tak tahu, yang ia rasa saat ini adalah ingin bertemu lagi dengan gadis itu dan mengenalnya lebih dekat.
" Aku mungkin sudah tidak waras,, bagaimana bisa Bidan itu menarik perhatianku hanya dalam sekali bertemu, bahkan dalam waktu yang begitu singkat,, ishhh... Aku harus bertemu lagi dengannya " gumam Adi.
Keesokan harinya.
Pagi itu Laras sudah berpakaian rapi, dan sudah siap untuk berangkat kerumah sakit untuk melaksanakan tugasnya sebagai Bidan. Sebab ia adalah asisten dari salah satu Dokter dirumah sakit, maka ia harus datang tepat pada waktunya.
Namun saat ingin melintasi jalan, tiba-tiba sebuah motor besar langsung behenti tepat dihadapannya. Laras kaget saat itu dan mendadak menghentikan langkahnya. Ada rasa bingung dihatinya. Kenapa di saat masih pagi-pagi seperti ini ada orang aneh.
Dan ketika Laras ingin bergeser, seseorang yang mengendarai motor itu melepas helm tengkorak yang menutup kepalanya.
" Maaf Nona sudah mengejutkanmu pagi-pagi " ucap pemuda itu. Laras memicingkan matanya saat melihat pria dihadapannya yang tersenyum ramah.
Sepertinya aku pernah melihat orang ini,, tapi dimana yah . pikir Laras.
" Apa kamu tidak mengingatku ?" tanya Adi, Laras masih tak bergeming. Ia berusaha mengingat tentang pria yang ada dihadapannya saat ini.
" Kamu benar-benar lupa sama aku kayaknya " ucapnya lagi.
" Emm, Maaf " lirih Laras
"Tidak masalah,, kita bisa berkenalan lagi " ucap Adi kemudian lalu mengulurkan tangannya dengan ramah. " Aku Adi " sambugnya lagi.
Laras sebenarnya enggan menyapa atau meladeni pria asing yang baru ia kenal, tapi melihat keramahan pria yang ada dihadapannya saat ini membuat Laras harus mau meresponnya. Meski Laras dengan ragu ingin membalas uluran tangan Adi.
" Aku temannya Dokte Mira " ucap Adi
" Oh astaga.. Pak Adi,, Maaf pak saya benar-benar tidak ingat " ucap Laras merasa tak enak hati. Tentu ia mengingat dengan jelas siapa teman pria dokter Mira tempo hari.
" Tidak masalah Laras, wajar jika kamu lupa, toh kita bertemu juga hanya sekali, dan itu saat kamu sedang bertugas, tentu kamu banyak bertemu dengan orang-orang baru, jadi menurutku wajar jika kamu lupa padaku " jelas Adi memaklumi.
" Sekali lagi saya minta maaf Pak " Laras menggigit bibirnya, ia merasa tak enak hati saat ini.
"Jangan sungkan, jangan panggil aku Pak, panggil Adi saja, umur kita sepertinya tidak beda jauh, dan lagi pula saya juga belum menikah, jadi terlalu tua rasanya jika kamu panggil Pak " Laras tersenyum simpul mendengar penuturan Adi.
" Baik Pak, eh Mmmas Adi " ucap Laras terbata, rasanya tidak sopan juga jika harus menyebut orang yang lebih tua darinya dengan hanya memanggil nama, jadi Laras berinesiatif untuk memanggil 'Mas ' saja.
" Mas juga nggak apa-apa kok, asala kamu nyaman saja." ucap Adi
"Mmm,, mas mau kerja apa kontrol kerumah sakit?" tanya Laras
" Mas, mau kerja dek.. kebetulan tadi lewat sini, dan liat kamu, jadi saya mampir dulu lah menyapa kamu " balas Adi
" Oh,, kirain... yaudah Mas, aku masuk dulu takut jam masuk sudah berlaku " ucap Laras.
" Oke,, saya juga sudah mau berangkat kerja, kamu masuk saja "
" Baik kalau begitu Mas, saya permisi duluan " ucap Laras sopan, kemudian berlalu.
Adi belum melajukan motornya, ia masih sibuk menatap punggung Laras yang kian menjauh. Pria itu tersenyum hangat, pandangannya masih sibuk memperhatikan Laras. Hingga Laras tak terlihat lagi, barulah ia memasang kembali helm dikepalanya.
" Gadis yang sungguh menarik, semoga kita bisa bertemu lagi Laras ,, hufttt bikin penasaran saja "
Bersambunggg....
Maaf terlalu lama menggantungkan kisah ini,, sebetulnya kendalanya masih sama yaitu sara untuk menulis tidak menunjang. Jadi Update tidak bisa menentu. Sekali lagi aku minta maaf yah 😥😥