Indonesia
NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Action / Tamat
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: ismiati

Cerita ini hanya kehaluan author.

Kehilangan suami dan harus menikah dengan adik iparnya harus Khairunnisa jalani.

Kebahagiaan yang baru Abian Maulana dan Khairunnisa rasakan harus terusik karena satu persatu misteri kematian Andreas Rafasya terungkap.

Maaf banyak typo bertebaran, tahap revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanti kejujuran istri

Meskipun Bian mencoba memejamkan mata tetapi tetap saja tidak bisa, pikirannya berkelana mencari tau pengirim paket tersebut.

Melihat Nisa yang tertidur lelap Bian melepaskan pelukannya dari sang istri.

Dilihat nya Nisa yang terlelap Bian mendesah berat.

"Maaf kan mas belum bisa jujur padamu sayang," ucap Bian pelan.

Bian melirik hp yang tergeletak di samping tempat tidurnya terdapat pesan dari asisten dan orang kepercayaan Bian.

Dilihatnya pesan dari asisten semua tentang pekerjaan.

Dibukanya pesan dari orang kepercayaan Bian.

Deg

Inilah yang Bian takutkan selama ini.

'Benar dugaan anda bos,' pesan orang kepercayaan Bian.

Bian memijit pelipisnya.

'Tolong selidiki paket yang di kirim seseorang buat istri saya.' Pesan Bian ke seseorang.

'Siap.' balasan orang tersebut.

'Tolong kamu pantau keluarga saya di manapun mereka berada,' perintah Bian.

Setelah membalas pesan tersebut Bian Bian menaruh hp nya kembali dan merebahkan tubuhnya di samping Nisa.

Keesokan pagi nya Nisa membangunkan Bian untuk sholat berjamaah dengannya dan mama.

"Mas ayo bangun mama sudah menunggu kita sholat subuh berjamaah,"

Dengan langkah berat nya karena mengantuk Bian menuju kamar mandi.

Nisa meninggalkan Bian dan Raka yang tertidur lelap menuju musholla kecil yang ada di samping rumahnya.

Setelah Bian selesai bergegas turun menuju musholla.

Setelah selesai sholat Nisa mencium tangan Bian, Bian mencium kening Nisa dan membacakan doa di ubun-ubun Nisa.

Bian mencium tangan rapuh sang mama di ikuti dengan Nisa.

Bian memilih keruang kerja sedangkan Nisa kembali ke kamar menunggu Raka dan mama memilih jalan-jalan kecil di area taman depan untuk meregangkan otot kakinya.

Matahari mulai merangkak naik, terik menyengat kulit.

Menunjukkan pukul delapan pagi.

Bian masih berkutat dengan laptopnya di ruang kerja karena hari ini libur tetapi tidak ada kata libur baginya beberapa berkas menumpuk untuk di pelajari.

Nisa menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya di rasa selesai Nisa menuju ruang kerja suaminya.

"Mas ayo kita sarapan, kerja butuh tenaga," ajak Nisa di sela candaan.

"Raka di mana Bun?" tanya Bian.

"Ada sama Mama." jawab Nisa

Bian dan Nisa berjalan beriringan menuju meja makan di sana sudah ada Mama memangku Raka.

Melihat itu dengan cekatan Bian mengambil Raka.

"Raka sayang sama Abi ya," kata Bian

"Mama makan saja biar Raka aku yang gendong Raka," ucap Bian.

Mama menurut sama Bian mengambil makanan sedangkan Nisa mengambil nasi beserta lauk di taruh di piring Bian.

"Biar Nisa saja yang gendong Bian," pinta Nisa

"Mas makan saja," suruh Nisa.

Nisa mengendong Raka menuju ruang keluarga, Nisa mendudukkan Raka di karpet bulu tebal di temani mainan.

Nisa menyala kan televisi menonton saluran pagi tentang para Ustad dan ustadzah yang berceramah.

Sambil menemani Raka karena akhir-akhir ini semenjak ada Raka Nisa tidak pernah mengikuti pengajian.

Nisa memandang ke arah meja makan sungguh pemandangan yang membuat nya terharu.

'Terimakasih engkau telah memberikan hamba keluarga baru yang sangat menyayangi hamba,' batin Nisa sambil melirik kearah Raka dengan meneteskan air mata bahagia.

Kebahagiaan yang tak bisa di ukur dengan uang adalah melihat orang yang kita sayangi tersenyum.

'Tetaplah tersenyum mas Bian,' lirih Nisa.

Lamunanku buyar ketika Bik Mirna membawakan aku sebuah bingkisan cantik.

"Bu tadi ada kurir pake bawa paket tetapi tidak ada nama nya,"

Nisa membuang nafas berat,

"Iya Bik terimakasih letakkan saja di situ,"

Setelah Bik Mirna pergi Nisa membuka bingkisan cantik itu, Nisa tertegun.

'Terimalah pemberianku yang tidak seberapa ini dan masih ingatkan dengan baju ini? Terimakasih karena kebaikan dan senyum mu di depan pesantren dulu aku bisa bertahan hidup,'

Nisa melihat Al Qur'an dan hijab berwarna hitam dan ada pakaian dengan beberapa sobekan.

Nisa mengingat kejadian beberapa tahun lalu ketika berada di sebuah pesantren kilat.

Memory Nisa berputar beberapa tahun yang lalu.

'Ah aku ingat dengan pemuda SMA dengan pakaian ini yang ku beri makanan dan minuman karena aku kasihan dengan kondisinya,' batin Nisa.

'Siapa sebenarnya orang itu kenapa dia bisa tau alamat rumah ku,' batin Nisa

Nisa hanya berfikir cuma memberi makan dan minum kenapa orang tersebut dan kenapa dia menganggap nya sebagai hal besar.

'Mungkin dia hanya membalas kebaikan ku,' batin Nisa berfikir positif.

Nisa berfikir keras binggung bagaimana cara menjelaskan kepada sang suami.

Di ujung sana Bian memperhatikan Nisa dari tadi melihat raut muka Nisa yang bimbang Bian tak bisa menebak bagaimana perasaan Nisa saat ini.

Bian menunggu Nisa menjelaskan secara langsung karena Bian ingin mendengar kejujuran Nisa.

Bian menyelesaikan makan nya setelah itu menghampiri Nisa sesampai nya di ruang Bian mencoba menahan diri bertanya karena melihat Nisa melamun, Raka yang mengoceh dengan mainannya dan televisi yang masih menyala.

"Bunda makan dulu." Panggilan lembut Bian menyadarkan Nisa dari lamunannya.

"Eh mas Bian," ucap Nisa karena kaget.

"Kenapa mas?" tanya Nisa.

Bian kasihan melihat Nisa.

"Bunda makan dulu biar aku yang jaga Raka dan kalau ada yang menganggu pikiran Mas siap menjadi pendengar yang baik," ucap Bian lembut tetapi membuat Nisa tertegun.

"Baik mas."

Nisa menuju meja makan memperhatikan Mama Mertua nya.

"Biarkan saja ma nanti Nisa bereskan di bantu Bik Mirna," ucap Nisa.

"Cuma beresin piring bekas Mama saja nak," balas Mama.

"Mama tau yang Nisa pikirkan, kalau cuma mencuci piring bekas makan mama sanggup nak asalkan mama jangan di suruh nyuci piring orang sekompleks," seloroh Mama di iringi candaan.

"Hehehe mama bisa saja, kalau Mama sampai nyuci piring sekompleks Nisa juga tidak akan kasih Mama izin," jawab Nisa

Nisa memandang sekeliling tetapi tidak mendapati Bik Mirna di dapur atau di sekitarnya.

"Ma tau Bik Mirna ada dimana?" tanya Nisa

"Oh Bik Mirna ada di depan lagi bercanda sama Pak Ujang," kata mama

"Pantas tidak kelihatan di tiap sudut rumah," kata Nisa.

"Memang Bik Mirna itu pajangan ya sayang kok ada di tiap sudut," balas Mama mendengar candaan Nisa.

Sedangkan Nisa hanya nyengir menunjukkan deretan gigi putihnya.

"Mama tinggal ke depan ya sayang," kata Mama.

"Iya Ma," jawab Nisa.

Nisa melanjutkan mengambil nasi beserta sayur dan ikan.

Nisa menikmati makanya sambil sesekali memandang kearah Bian dan Raka, Nisa takut kebahagiaan yang baru dia dapatkan akan hilang seperti dulu.

Nisa belum sanggup kehilangan pegangan saat ini, Nisa berharap Bian adalah tempat terakhir Nisa merebahkan rasa lelah nya kehidupan.

Nisa menikmati makan. sambil merangkai kata yang akan dia sampaikan kepada Bian.

Setelah selesai makan Nisa membereskan semuanya.

1
Fi Fin
seandainya du dunia ini laki2 seperti Bian adanya duuuh ibdah nya dunia
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍
aira aira
,mertua ya penyayang
aira aira
sedihnya
Lailatul Fadjariyah
ikut tegang ini
Cia Sanu
bagus
Ana Susana
❤️
Sulaiman Efendy
HARU & SEDIH JUGA, JDI FAHAM, KNP JUDULNYA TURUN RANJANG, KRN KISAHNYA MMG INI, BIAN & ASSISTENNYA SAMA2 NIKAH TURUN RANJANG KRN AMANAH..
Sulaiman Efendy
WOWW NISA HAMIL LGI, SMOGA DPT CWOK....
Sulaiman Efendy
SEDIH SEKALI DGN TAKDIR CINTA NYA HENDRI, INI OTHOR KNP HRS BUAT BRAYEN NYAMPAIKN AMANAT BGITU..
Sulaiman Efendy
OTHOR SUKA KASI BARANG BEKAS... TRNYATA JANDA MMG MNGGODA...
Sulaiman Efendy
YUDHA KN SMA REA, KNP DI CERITA INI MALAH SAMA TASYA...
PADAHAL TEMANNYA SAMA, YAITU JEFRI
Sulaiman Efendy
SEPERTI PESAN ALMARHUM ANDREAN KE BIAN, NMUN BIAN TK ADA BEBAN, KRN SINGLE, SDGKN HENDRI SDH MLAMAR TASYA..
KLO HENDRI MLEPASKN TASYA, DN MNRIMA CALISTA, BETAPA HNCURNYA TASYA, YG SDH MO DRI BIAN, GAGAL PULA DGN HENDRI YG TLH BRJUANG UNTUK DPTKN TASYA
Sulaiman Efendy
OWHHHH TERNYATA BIAN BKN ANAK KANDUNG NYA RINI..
Sulaiman Efendy
SERUNYA KLO KEMBAR SEPASANG, CEWEK & COWOK, KLO CWEK SMUA BIAN GK ADA PENERUS, KRN CWEK AKN IKUT SUAMI, DN AKN MNERUSKN KTURUNAN SUAMI, KLO BIAN GK NMBH ANK COWOK, PUTUS GARIS KTURUNAN BIAN, ANDREAN BIARPUN UDH MNINGGAL, TPI GARIS TURUNANNYA LNJUT, KRNA ADA RAKA...
Sulaiman Efendy
RASA CINTA BIAN BUAT DY YG MNGALAMI MORNING SICKNESS ATAU SINDROM COUVEDE / KEHAMILAN SIMPATIK
Sulaiman Efendy
TRNYATA MSH ADA DAKI YG TRTINGGAL, ADIKNYA REYHAN, LAKI2 ATAU PREMPUAN ITU DAKI YG TRTINGGAL,, HRSNYA APA YG TRJADI SAMA KK NYA JDI PELAJARAN BUAT DY UNTUK TDK SALAH LGKAH, TAPI DENDAM LBH KUAT MNGHASUTNYA..

TRNYATA BAHAYA MSH BLM SIRNA DARI RMH TGG NISA & BIAN,, DN ERICK JUGA JGN DIREMEHKN..
Sulaiman Efendy
REYHAN UDH SELESAI, TINGGAL ERICK, APA MSH TROBSESI JUGA MA NISA..
SEMOGA REYHAN DIHUKUM BERAT, KRN DALANG PEMBUNUHAN DN PENCULIKAN
Sulaiman Efendy
ITU BUKAN CINTA, TAPI OBSESI.. ORG KYK GINI HRSNYA DIMUSNAHKN,, HNY SAMPAH DUNIA YG SUKA GANGGU RMH TANGGA ORG
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBUAT BONYOK DLU.. SIALAN JUGA NI OTHOR, BUATLH BIAN MNGHAJARNYA DLU, TRMASUK SI UJANG ITU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!