Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kalian Sudah Melakukan Hubungan Suami Istri?

Terlalu bahagia dengan kedatangan Kanaya, Yudha benar-benar seperti tak dianggap oleh mamanya sendiri. Namun, justru itu membuatnya senang. Melihat kehangatan interaksi mamanya dengan sang istri, itu adalah hal terindah baginya. Dia berharap hal ini akan terus berlanjut hingga tak ada drama perseteruan menantu peempuan dengan mama mertua seperti yang banyak dialami orang-orang.

Membiarkan Kanaya dikuasai oleh sang mama saat ini, Yudha memilih berbincang ringan di ruangan kerja papanya.

"Apa kakakmu pernah menghubungi kamu lagi, Yud?" tanya Wirawan, menyandarkan tubuh ringkihnya di sandarkan kursi kerja.

"Nggak ada, Pa. Terakhir kasih kabar waktu resign dari pekerjaannya itu.

"Kakakmu itu benar-benar gila! Mau jadi apa anak itu? Papa nggak ngerti apa isi kepalanya saat ini?" Wirawan mencengkram kencang cangkir di tangannya, untung saja tak sampai membuatnya terpecah.

"Sudahlah, Pa. Jangan terlalu dipikirkan. Kesehatan Papa jauh lebih penting." Yudha tak ingin orang tuanya jatuh sakit karena terlalu memikirkan kelakuan Yogi. "Mas Yogi bukan anak kecil lagi, apa pun yang dilakukannya, biar dia yang menanggung resikonya sendiri," sambung Yudha dengan bijak

Wirawan mendengus kasar, merasa gagal mendidik anak sulungnya itu.

"Seandainya saja kakakmu itu sedewasa kamu pola pikirnya, Yud. Nggak bikin Papa malu kayak gini." Nada bicara Wirawan terdengar frustasi.

"Orang bilang, dalam keluarga itu pasti ada aja anak yang beda. Ada yang baik dan nurut ada juga yang berontak dan membangkang. Beruntung Papa Mama masih ada aku." Yudha bisa membanggakan diri, sebab dia sangat mengerti dan selalu menuruti apa yang diinginkan kedua orang tuanya itu.

"Oh ya, bagaimana kamu dengan Kanaya? Papa lihat hubungan kalian berdua baik-baik saja. Apa nggak ada masalah selama kalian menikah?" Wirawan penasaran dengan nasib pernikahan anak bungsunya itu, karena berjalan karena keterpaksaan.

"Papa bisa lihat sendiri, apa wajah kami seperti orang yang sedang dalam beban hidup?" Tanpa harus memberi jawaban, Yudha tahu papanya sudah dapat mengartikan jika dirinya bisa menghandle masalah yang terjadi. "Kanaya bukan tipe orang yang keras kepala, Pa. Dia enak diajak komunikasi dan berdiskusi," sambungnya seraya menyesap kopi hangat.

"Syukurlah kalau begitu, Papa senang mendengarnya. Kalian bisa menerima pernikahan kalian dengan baik." Wirawan menarik nafas lega. "Ngomong-ngomong, apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri belum, Yud?" Wirawan mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Yudha, seolah pertanyaannya itu tak ingin didengar orang lain, padahal saat ini mereka berada di ruangan kerjanya yang tak mungkin mudah didengar orang lain.

"Hmph..." Yudha hampir tersedak mendengar pertanyaan papanya tadi. Dia menaruh cangkir kopi di atas meja. Senyumnya terulas menghasi bibir pria tampan itu. "Aku bisa handle itu, Pa," jawabnya.

"Berarti sudah, kan?" jawaban Yudha semakin membuat Wirawan penasaran.

"Papa bantu doa aja supaya kabar baik Kanaya hamil segara tiba," sambung Yudha dengan senyum yang semakin lebar.

"Alhamdulillah..." Wirawan mengusap dadanya, merasa lega. "Ternyata pernikahan kamu dengan Kanaya nggak menakutkan seperti yang Papa khawatirkan."

"Nggak menakutkan gimana, Pa? Papa lihat sendiri, kan? Aku udah dianggap anak tiri sama Mama," canda Yudha mengadu.

"Hahaha..." gelak tawa Wirawan pecah mendengar keluhan putranya. "Mama terlalu bahagia akhirnya bertemu dengan anak perempuannya, jadinya seperti itu."

Yudha menghela nafas panjang dan menghempaskannya perlahan. Sebenarnya bukan Papa Mamanya saja yang bahagia, tapi dirinya pun ikut merasakannya.

"Sudah malam, Pa." Yudha melirik jam dinding, hampir mendekati jam sepuluh malam. "Aku pamit pulang dulu," ucapnya lalu bangkit dari duduk.

"Kalian mau pulang? Nggak nginap di sini aja, Yud?"

"Besok mesti kerja, Pa. Terutama Kanaya mesti berangkat lebih awal. Lain kali kalau kemari kami prepare dulu." Karena tak membawa pakaian, sepatu dan tas kerja, Yudha menolak halus tawaran sang papa.

"Ya udah, nggak apa-apa." Wirawan menepuk pundak Yudha, memahami alasan yang diberikan Yudha.

"Aku mau bebaskan istriku dari kekuasaan Mama dulu, Pa." Yudha terkekeh menganggap sang Mama telah menyandera istrinya.

Wirawan ikut tertawa kecil dan mereka pun berjalan ke luar dari ruangan kerjanya.

Dalam perjalanan pulang

"Tadi Mama tanya apa aja, Yank?" Yudha melirik sekilas, penasaran tentang obrolan antara istri dan sang mama.

Kanaya hanya tersenyum simpul seraya menatap wajah suaminya yang tengah membagi fokus dengan kemudi jalanan.

"Kepo?" goda Kanaya, sengaja menahan cerita, ingin mengetahui reaksi Yudha.

"Pelit amat!" Yudha merajuk mengerucutkan bibirnya.

"Cuma obrolan sesama wanita aja, kok," sahut Kanaya santai.

"Memangnya kalau wanita ngumpul, biasanya ngomongin apa aja?" Rasa penasaran Yudha makin menguat.

"Rahasia, dong!" Kanaya tertawa kecil. "Aku aja nggak tanya apa yang dibicarakan kamu sama Papa, kok."

"Kamu mau tahu apa yang ditanyakan Papa ke aku?" Yudha menoleh cepat dengan seringai usil. "Papa tanya kita udah make love belum?"

Sontak bola mata indah Kanaya membeliak, mengetahui jika urusan ranjangnya menjadi topik pembicaraan suaminya dengan sang papa mertua. Semburat mereka pun seketika merayap di wajahnya, menahan malu yang tak terhingga karena masalah pribadinya diumbar apalagi di hadapan sang mertua.

***

Yogi melempar tas kerja ke atas nakas dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur berukuran single bed di kamar berukuran tiga meter persegi.

Beberapa hari ini ia berusaha mencari pekerjaan, namun hanya berujung pada penolakan. Sementara uang tabungannya makin menipis. Walaupun saat ini ia ikut tinggal di rumah orang tua Wulan, tapi pengeluaran terus berjalan. Apalagi ia berencana menikahi Wulan dalam waktu dekat.

Yogi meraih ponsel di saku celananya. Dia mencari log panggilan adiknya dan mencoba menghubunginya.

"Ada apa, Mas?"

Sambungan telepon akhirnya terhubung dan suara Yudha langsung terdengar di telinganya.

"Yud, Mas butuh bantuan kamu banget." Suara Yogi memelas, Yogi berharap adiknya itu dapat membantu mengatasi masalahnya.

"Ada apa lagi, Mas? Mas butuh bantuan apa lagi?" tanya Yudha.

"Mas mau pinjam uang kamu, Yud. Seratus juta..." Yogi menyebut nominal yang ia butuhkan.

"Seratus juta?" Suara Yudha meninggi di telinga Yogi. "Buat apa uang sebanyak itu, Mas?" tanyanya kemudian.

"Mas butuh buat biaya hidup dan usaha kecil-kecilan di sini, Yud. Mas belum dapat kerjaan," jawabnya memaparkan alasannya. "Tolonglah, Yud. Tabungan Mas sebelumnya 'kan banyak dipakai buat rencana nikah kemarin. Mas ngeluarin uang dua ratus jutaan dari tabungan. Please, bantu Mas, Yud. Itung-itung kamu keluarin biaya pernikahan kamu kemarin." Yogi mengungkit biaya pernikahannya yang gagal dengan Kanaya.

***

Bersambung ...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baguslah pasangan pengantin baru gak usah termakan gosip2 yang beredar.yang penting Yudha dan Kanaya bahagia.biarkan saja mereka bergosip,yang disini enak merenda cinta😂
absurdnya Yudha tiada hari tanpa menggayung nirwana.
Ummu Shafira
gas pol Yudha 😄
sryharty
demi apa,,
bener2 penganten baru satu ini ga ada hari tanpa wik wik,,bentar lagi Naya atau Yudha junior otw ini mah,
ρυтяσ kang'typo✨
ya jelas iri bin dengki tuh Ayumi....belum resmi pacalan tetiba udah nikah aja si Yudha🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwk kalian bisa aja weh, mana ide'y lucuuuuu....ada" saja penangkal pelakor🤣🤣🤣🤣
sesayang itu kalian sama guru'y😍😍🥰🥰
popon susana
ada-ada aja ide murid2 kanaya🤣🤣
Ernalita Sitompul
Masya Allah,msh kecil2 sdh paham persoalan rumah tangga...tp semua itu karena mereka sayang dan cinta dgn gurunya...yg rajin belajar ya zahra dan bestienya...
Septi
🤣🤣🤣 bagus tuh idenya
Septi
anak zaman sekarang di lawan..
Septi
nah lho . ayo serang balik
nuraeinieni
kwkwkw,,,sayang banget ya murid2 sama bu naya,sampai2 menyuruh pasang jimat utk pelakor.
sunaryati jarum
Ada - ada saja muridmu itu Nak Kanaya,semoga segera tumbuh benih Nak Yudha di rahimmu
sryharty
kira2 jimat nya apa ya Ra,,
kayanya mas Yudha harus di bawain baju daleman nya Naya,,biar ga da velakor mendekati
sryharty
pak Alex kena sasaran🤭🤣🤣
popon susana
rasakan ayumi akibat kelancangan mulutmu.🤣🤣
bagus keren murid2 kanaya ga terpengaruh ucapan ayumi👍
aku
🤣🤣🤣🤣🤣 ngabrut bgt endingnya 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
mati kutu gak tuh Ayumi di skak mat sama anak2 SMP😂.
dasar kompor meleduk😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
nah malah pinteran Zahra bisa berpikir dewasa meski masih SMP.gak rela ibu gurunya di jelek2in oleh wanita pencemburu😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
ember bocor si Ayumi .meski berita itu benar tidak seharusnya dia menceritakan hal seperti itu apalagi pada anak didik Kanaya.terlalu lancang ikut campur urusan orang lain.beruntung Yudha gak jari sama Ayumi.rasa cemburu membutakan hatinya hingga menyebarkan cerita aib orang lain.
ρυтяσ kang'typo✨
di skak mat sama anak" 🤪🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!